Selasa, 06 Mei 2025 – Hari Biasa Pekan III Paskah

Rm. Gregorius Jenli Imawan SCJ dari Komunitas SCJ Postulat-Novisiat St Yohanes Gisting Lampung Indonesia

 
 
 

AUDIO RESI:

ANTIFON PEMBUKA – Wahyu 19:5; 12:10⁣

Pujilah Allah kita, kamu sekalian yang hina dan mulia, dan yang takut kepada-Nya, karena telah tiba keselamatan, kekuasaan, dan kerajaan Kristus. Aleluya.⁣⁣

PENGANTAR⁣: 

Dengan menatap maut, Stefanus melihat Yesus berdiri di sisi kanan Allah, dan dengan iman yang mantap ia menyerahkan hidupnya ke tangan Tuhan. Ia tetap patuh setia kepada Yesus, walau dalam menghadapi ancaman, dan ketika tubuhnya me lemah kena hantaman batu. Dan ia berdoa bagi lawan-lawannya seperti Yesus sendiri. Kita mengagumi dia dan mohon agar kita pun diteguhkan berkat rezeki kehidupan, supaya tetap setia sampai akhir hidup.⁣⁣

DOA KOLEKTAN: ⁣

Marilah berdoa: Allah Bapa Yang Mahabaik, Engkau membuka pintu kerajaan surga bagi orang yang lahir kembali dari air dan Roh Kudus.Rahmat-Mu telah Kauberikan kepada kami, dan kami telah Kaubersihkan dari segala dosa. Semoga rahmat-Mu semakin melimpah dalam hati kami, agar kami layak menikmati janji-Mu. Demi Yesus Kristus Putra-Mu, ….⁣⁣

ATAU: ⁣

Marilah berdoa: Allah Bapa mahamulia, semoga hati kami Kauperkenankan menerima Roh Kudus dan menangkap semua sabda para nabi tentang diri Yesus Kristus, yang kini duduk di sisi kanan-Mu serta menjadi perantara kami di hadapan-Mu. Dialah Tuhan kami, yang….⁣⁣

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kisah Para Rasul 7:51-8:1a

“Ya Tuhan Yesus, terimalah rohku.”

Di hadapan sidang Mahkamah Agama Yahudi Stefanus berkata kepada Imam Besar, para penatua dan ahli Taurat, “Hai orang-orang yang keras kepala, yang tidak bersunat hati dan telinga, kamu selalu menentang Roh Kudus; sama seperti nenek moyangmu, demikian juga kamu. Siapakah dari nabi-nabi yang tidak dianiaya oleh nenek moyangmu? Bahkan mereka membunuh orang-orang yang telah menubuatkan kedatangan Orang Benar yang sekarang telah kamu khianati dan kamu bunuh. Kita telah menerima hukum Taurat yang disampaikan oleh malaikat-malaikat, tetapi kamu tidak menurutinya!” Mendengar semuanya itu, para anggota Mahkamah Agung sangat tertusuk hatinya. Maka mereka menyambutnya dengan gertakan gigi. Tetapi Stefanus, yang penuh dengan Roh Kudus, menatap ke langit; ia melihat kemuliaan Allah, dan Yesus berdiri di sebelah kanan Allah. Maka katanya, “Sungguh, aku melihat langit terbuka, dan Anak Manusia berdiri di sebelah kanan Allah.” Maka berteriak-teriaklah mereka, dan sambil menutup telinga serentak menyerbu dia. Mereka menyeret Stefanus ke luar kota, lalu melemparinya dengan batu. Dan saksi-saksi meletakkan jubah mereka di depan kaki seorang muda yang bernama Saulus. Sementara dilempari batu, Stefanus berdoa, “Ya Tuhan Yesus, terimalah rohku.” Sambil berlutut Stefanus berseru dengan suara nyaring, “Tuhan, janganlah tanggungkan dosa ini kepada mereka!” Dan dengan perkataan itu meninggallah Stefanus. Saulus juga setuju bahwa Stefanus mati dibunuh.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 31:3-4.6.7.8

Ref. Ke dalam tangan-Mu, Tuhan, kuserahkan nyawaku.

  1. Jadilah bagiku gunung batu tempat berlindung, dan kubu pertahanan untuk menyelamatkan daku! Sebab Engkaulah bukit batu dan pertahananku; oleh karena nama-Mu Engkau akan menuntun dan membimbing aku.

  2. Ke dalam tangan-Mu kuserahkan nyawaku; sudilah membebaskan daku, ya Tuhan, Allah yang setia. Tetapi aku percaya kepada Tuhan, aku akan bersorak sorai dan bersukacita karena kasih setia-Mu.

  3.  Buatlah wajah-Mu bercahaya atas hamba-hamba-Mu, selamatkanlah aku oleh kasih setia-Mu! Engkau menyembunyikan mereka dalam naungan wajah-Mu terhadap persekongkolan orang-orang.

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Alleluya, alleluya
S : (Yoh 6:35) Akulah roti hidup yang turun dari surga, sabda Tuhan; Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes 6:30-35

“Bukan Musa yang memberi kamu roti dari surga, melainkan Bapa-Kulah yang memberi kamu roti yang benar dari surga.”

Di rumah ibadat di Kapernaum orang banyak berkata kepada Yesus, “Tanda apakah yang Engkau perbuat, supaya kami dapat melihatnya dan percaya kepada-Mu?” Pekerjaan apakah yang Engkau lakukan? Nenek moyang kami telah makan manna di padang gurun, seperti ada tertulis: Mereka diberi-Nya makan roti dari surga.” Maka kata Yesus kepada mereka, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya bukan Musa yang memberi kamu roti dari surga, melainkan Bapa-Kulah yang memberi kamu roti yang benar dari surga. Karena roti yang dari Allah ialah roti yang turun dari surga dan yang memberi hidup kepada dunia.” Maka kata mereka kepada-Nya, “Tuhan, berikanlah kami roti itu senantiasa.” Kata Yesus kepada mereka, “Akulah roti hidup! Barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi.”
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Gregorius Jenli Imawan SCJ

Vivat Cor Jesu, Per Cor Mariae! Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria!

Pendengar Resi Dehonian yang terkasih, selamat berjumpa kembali dengan saya, Romo Jenli, SCJ dari Komunitas Postulat – Novisiat SCJ St. Yohanes, Gisting (Lampung), dalam ReSi (Renungan Singkat) Dehonian, edisi hari Selasa, 6 Mei 2025.

Orang banyak meminta tanda kepada Yesus, seperti manna dari langit yang dimakan nenek moyang mereka. Tapi Yesus menjawab bahwa yang memberi roti dari surga bukan Musa, melainkan Bapa-Nya. Kini, roti sejati itu adalah Yesus sendiri. Ia berkata, “Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi.”

Sering kita mencari Tuhan hanya untuk kebutuhan sesaat: berkat, rezeki, kesembuhan dan lainya. Tapi, Yesus mau memberi lebih dari itu – bukan hanya roti duniawi – tapi hidup kekal. Hidup kita sejatinya masih “merasa lapar” untuk mempersiapkan diri agar setelah kehidupan fana di dunia ini, kita mendapatkan kebahagiaan hidup yang abadi. Untuk itu, mari kita menyadari bahwa berkat Allah di dunia ini merupakan sarana yang membantu dan mengarahkan kita kepada kehidupan yang tidak fana. Ini penting untuk disadari karena bisa jadi kita cenderung melihat rahmat dan berkat yang kita terima sekarang sebagai tujuan.

Menyadari bahwa Kristus memberikan jaminan kehidupan kekal, sebagaimana Sabda-Nya yang menekankan bahwa Ia adalah Jalan, Kebenaran dan Hidup, mari kita mengarahkan hidup kepada kebahagiaan kekal. Itulah tujuan sejati dari hidup kita. Kita gunakan berkat yang kita miliki sekarang, sebagai sarana yang sungguh mempersiapkan diri kita menuju kepada hidup yang kekal. Dan salah satu langkah yang dapat kita konkretkan adalah dengan berbagi dari apa yang kita miliki bagi sesama, terlebih yang membutuhkan.

Semoga berkat Tuhan, selalu beserta kita. Amin.

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN⁣: 

Allah Bapa sumber kehidupan, Engkaulah sumber kegembiraan abadi. Terimalah kiranya persembahan Gereja yang sedang bergembira dan kurniakanlah sukacita kekal kepada kami. Demi Kristus, …..⁣

ATAU :⁣

Allah Bapa sumber kehidupan abadi, perkenankanlah kami menyambut rezeki yang Kauserahkan kepada kami, ialah rezeki kehidupan yang memberi daya hidup. Demi Kristus, ….⁣⁣

ANTIFON PEMBUKA  – Roma 6:8⁣

Jika kita sudah mati bersama Kristus, maka kita percaya, bahwa kita akan hidup bersama Kristus pula. Aleluya.⁣⁣

DOA SESUDAH KOMUNI⁣: 

Marilah berdoa: Allah Bapa mahamulia, Engkau telah membarui kami dengan sakramen-sakramen-Mu. Maka kami mohon, pandanglah kami dengan rela dan bangkitkanlah tubuh kami untuk hidup yang mulia. Demi Kristus, ….⁣

ATAU: ⁣

Marilah berdoa: Allah Bapa pencipta dan penyelamat, kami telah menerima rezeki kehidupan, ialah Yesus, Putra-Mu dan Saudara kami. Kami mohon di hadapan-Mu, jadikanlah kami rukun bersatu sehati dan sejiwa, dan dengan mantap hidup wajar sebagai manusia. Demi Kristus, ….⁣

DOWNLOAD AUDIO RESI: 

1 Comment

  • Firmus dega Mei 6, 2025 at 8:24 am

    Makasih Romo

    Reply

Leave a Comment