Selasa, 28 Oktober 2025 – Pesta Santo Simon dan Yudas, Rasul

Rm. Fransiskus Edi Setiawan SCJ dari Komunitas SCJ Biara St. Yohanes, Gudang Peluru Gudang Peluru Jakarta – Indonesia

 
 
 

AUDIO RESI:

ANTIFON PEMBUKA:

Merekalah orang suci pilihan Tuhan dalam cinta sejati. Mereka dimahkotai kemuliaan abadi, dan Gereja disinari ajaran mereka

PENGANTAR: 

Kerajaan Allah tumbuh dengan diam-diam seperti biji yang sedang tumbuh tanpa dapat. Pertumbuhan demikian itu tampak pada Simon dan Yudas. Ketika bergabung dengan kelompok Yesus mungkin alasan mereka bukan religius murni Simon bahkan termasuk anggota gerakan bawah tanah, yang mau menyingkirkan kekuasaan Roma. Yudas Tadeus pun melihat Yesus sebagai calon penguasa negeri. Yesuslah yang sesuai dengan aspirasi politik mereka. Ájaibnya bahwasanya mereka mempercayakan diri kepada Yesus, dan tetap setia mengikuti-Nya juga ketika tahu, kerajaan-Nya bukan dari dunia ini

DOA PEMBUKA: 

Marilah berdoa: Allah Bapa, cahaya kebenaran sejati, karena pewartaan para rasul kami mengenal kemuliaan nama-Mu. Semoga berkat doa Santo Simon dan Yudas Tadeus Gereja-Mu tetap berkembang subur menjadi tanda penyelamatan, dan semakin banyak bangsa percaya pada-Mu Demi Yesus Kristus….

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Efesus 2:19-22

“Kamu dibangun di atas dasar para rasul.”

Saudara-saudara, kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan sewarga dengan orang kudus dan anggota keluarga Allah. Kamu dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi, dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru. Di atas Dia tumbuhlah seluruh bangunan, yang rapih tersusun, menjadi bait Allah yang kudus dalam Tuhan. Di atas Dia pula kamu turut dibangun menjadi tempat kediaman Allah dalam Roh.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 19:2-3.4-5

Reff:  Nama Tuhan hendak kuwartakan, di tengah umat kumuliakan

  1. Langit menceritakan kemuliaan Allah, dan cakrawala memberitakan karya tangan-Nya; hari yang satu mengisahkannya kepada hari yang lain, dan malam yang satu menyampaikan pengetahuannya kepada malam berikut.

  2. Meskipun tidak berbicara, dan tidak memperdengarkan suara, namun di seluruh bumi bergaunglah gemanya, dan amanat mereka sampai ke ujung bumi.

BAIT PENGANTAR INJIL: 

U : Alleluya
S : (2Tes 2:14) Allah, Tuhan kami, Engkau kami puji dan kami muliakan. Kepada-Mu paduan para rasul bersyukur, ya Tuhan.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas 6:12-19

“Yesus memilih dari antara murid-murid-Nya dua belas orang yang disebut-Nya rasul.”

Sekali peristiwa Yesus mendaki sebuah bukit untuk berdoa. Semalam-malaman Ia berdoa kepada Allah. Keesokan harinya, ketika hari siang, Ia memanggil murid-murid-Nya, lalu memilih dari antara mereka dua belas orang yang disebut-Nya rasul. Mereka itu ialah: Simon yang juga diberi-Nya nama Petrus, Andreas saudara Simon, Yohanes dan Yakobus, Filipus dan Bartolomeus, Matius dan Tomas, Yakobus anak Alfeus, dan Simon yang disebut orang Zelot, Yudas anak Yakobus, dan Yudas Iskariot yang kemudian menjadi pengkhianat. Lalu Yesus turun bersama mereka dan berhenti pada suatu tempat yang datar. Di situ berkumpul sejumlah besar dari murid-murid-Nya, dan banyak orang lain yang datang dari seluruh Yudea dan dari Yerusalem, dari daerah pantai Tirus dan Sidon. Mereka datang untuk mendengarkan Dia dan untuk disembuhkan dari penyakit mereka; juga mereka yang dirasuk oleh roh-roh jahat beroleh kesembuhan. Dan orang banyak itu berusaha menjamah Dia, karena dari pada-Nya keluar suatu kuasa, dan semua orang itu disembuhkan-Nya.
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Fransiskus Edi Setiawan SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah hati yesus melalui Hati Maria.

Saudara-saudari pendengar Resi Dehonian yang terkasih dalam Kristus, jumpa kembali dengan saya Rm. Fransiskus Edi Setiawan, SCJ dari Komunitas Rumah Dehonian St. Yohanes, Gudang Peluru, Jakarta, Indonesia dalam Resi (renungan singkat) Dehonian edisi Hari Selasa, 28 Oktober 2025, Pesta St. Simon dan Yudas Rasul.

Saudara-saudari pendengar Resi Dehonian yang terkasih dalam Kristus, pada hari ini kita merayakan Pesta St. Simon dan Yudas Rasul dua dari kedua belas rasul yang dipilih oleh Yesus. Meskipun keduanya tidak banyak disebut dalam Injil, perayaan ini mengingatkan kita bahwa setiap murid Kristus memiliki peran penting dalam karya keselamatan, betapapun sederhana atau tersembunyinya pelayanan itu.

Penginjil Lukas menekankan kehidupan doa Yesus. Sebelum mengambil keputusan penting — memilih dua belas rasul — Yesus berdoa semalam-malaman. Dalam konteks Yahudi, bukit adalah tempat perjumpaan dengan Allah. Artinya, keputusan dan misi Yesus selalu lahir dari relasi mendalam dengan Bapa, bukan dari strategi manusiawi. Dalam teks Yunani, kata proseúxato (προσεύξατο) menandakan doa intens dan pribadi, bukan sekadar ritual.

Dengan memilih para Rasul, Yesus sedang membangun umat Allah yang baru, yaitu Gereja. Simon (bukan Petrus) disebut Zelot, artinya “orang yang bersemangat”, mungkin berasal dari kelompok nasionalis yang menginginkan kemerdekaan Israel. Yudas anak Yakobus (bukan Iskariot) dikenal dalam tradisi sebagai Yudas Tadeus, rasul pengharapan. Pemilihan mereka menunjukkan bahwa Yesus memanggil orang dengan latar belakang dan karakter berbeda ada nelayan, pemungut cukai, bahkan pejuang. Kriteria-Nya bukan kesempurnaan, melainkan kesiapsediaan untuk diubah oleh kasih-Nya.

St. Simon dan St. Yudas mengingatkan kita akan kebersamaan dalam perutusan. Tradisi menyebut mereka sering melayani bersama bahkan wafat sebagai martir di Persia. Mereka bukan tokoh besar yang populer, tetapi setia dalam diam, menjadi saksi kasih Kristus sampai akhir. Yesus tidak memilih mereka karena kesempurnaan, tetapi karena kesiapan untuk diutus. Dari doa Yesus, mereka menerima panggilan; dari kuasa-Nya, mereka mendapat kekuatan untuk pergi ke segala bangsa.

Dalam pesta St. Simon dan Yudas Rasul ini, kita diajak untuk meneladan kesetiaan mereka dalam diam, kesederhanaan mereka dalam pelayanan, dan semangat mereka dalam perutusan. Kiranya, seperti mereka, kita pun menjadi “rasul-rasul kecil” di zaman ini menghadirkan kasih Kristus di keluarga, komunitas, dan tempat kerja. “Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu dan menetapkan kamu supaya kamu pergi dan menghasilkan buah.” (Yoh 15:16).

Semoga Allah memberkati hidup kita, keluarga kita, niat baik dan usaha kita, Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin.

ANTIFON KOMUNI  –  Yoh 14:23

Orang yang mengasihi Aku, akan menaati sabda-Ku. Bapa-Ku akan mengasihi dia, dan kami akan datang dan tinggal padanya.

DOA SESUDAH KOMUNI: 

Marilah berdoa: Allah Bapa, maha pengasih dan penyayang, karunia cinta kasih-Mu telah kami terima. Maka terdorong Roh Kudus kami mohon, semoga perayaan suci yang kami langsungkan ini untuk menghormati rasul-Mu Santo Simon dan Yudas, selalu menguatkan kami dalam cinta kasih-Mu. Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami.

DOWNLOAD AUDIO RESI: 

2 Comments

  • Herlin Oktober 28, 2025 at 8:17 am

    TUHAN YESUS.
    SEMBUHKANLAH KAMI YG SAKIT.
    Amin

    Reply
  • Firmus dega Oktober 28, 2025 at 9:48 am

    Makasih Romo

    Reply

Tinggalkan Balasan ke Firmus dega Cancel Reply