Sabtu, 03 Januari 2026 – Peringatan Nama Yesus Yang Tersuci

Rm. Thomas Suratno SCJ dari Komunitas SCJ Teluk Betung Bandar Lampung Indonesia

 
 

AUDIO RESI:

ANTIFON PEMBUKA – Filipi 2:10-11

Dalam nama Yesus hendaknya bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, dan segala lidah mengaku, “Yesus Kristus adalah Tuhan”, bagi kemuliaan Allah, Bapa!

DOA KOLEKTA: 

Marilah kita berdoa. (hening sejenak) Allah Bapa Yang Mahakudus, penjelmaan Sabda-Mu telah Engkau jadikan dasar bagi keselamatan umat manusia. Berkenanlah menganugerahkan kepada umat-Mu belas kasih yang mereka dambakan, agar semua orang mengaku bahwa tidak ada nama yang patut diserukan selain Nama Tersuci Yesus, Putra Tunggal-Mu. Sebab Dialah Tuhan, Pengantara kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Surat Pertama Rasul Yohanes 2:29-3:6

“Setiap orang yang tetap berada dalam Yesus tidak berbuat dosa lagi.”

Anak-anakku terkasih, jikalau kamu tahu, bahwa Ia adalah benar, kamu harus tahu juga, bahwa setiap orang, yang berbuat kebenaran, lahir dari pada-Nya. Lihatlah, betapa besarnya kasih yang dikaruniakan Bapa kepada kita, sehingga kita disebut anak-anak Allah, dan memang kita adalah anak-anak Allah. Karena itu dunia tidak mengenal kita, sebab dunia tidak mengenal Allah. Saudara-saudaraku terkasih, sekarang kita adalah anak-anak Allah, tetapi belum nyata apa keadaan kita kelak. Akan tetapi kita tahu bahwa apabila Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya. Setiap orang yang menaruh pengharapan itu kepada-Nya, menyucikan diri sama seperti Dia suci adanya. Setiap orang yang berbuat dosa, melanggar juga hukum Allah, sebab dosa adalah pelanggaran hukum Allah. Dan kamu tahu, bahwa Kristus telah menyatakan diri-Nya untuk menghapus segala dosa, dan di dalam Dia tidak ada dosa. Karena itu setiap orang yang tetap berada dalam Dia, tidak berdosa lagi, setiap orang yang tetap berbuat dosa, tidak melihat dan mengenal Kristus.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 98:1.3c-4.5.6

Ref. Segala ujung bumi melihat keselamatan yang datang dari Allah kita

  1. Nyanyikanlah lagu baru bagi Tuhan, sebab Ia telah melakukan karya-karya yang ajaib; keselamatan telah dikerjakan oleh tangan kanan-Nya, oleh lengan-Nya yang kudus.

  2. Segala ujung bumi telah melihat keselamatan yang datang dari Allah kita. Bersorak-sorailah bagi Tuhan, hai seluruh bumi, bergembiralah dan bermazmurlah!

  3. Bermazmurlah bagi Tuhan dengan kecapi, dengan kecapi dan lagu merdu; dengan nafiri dan sangkakala yang nyaring, bersorak-sorailah di hadapan Raja, yakni Tuhan.

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Alleluya, alleluya, alleluya
S : (Yoh 1:14:12b) Firman telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, semua orang yang menerima-Nya diberi kuasa menjadi anak-anak Allah.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes 1:29-34

“Lihatlah Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia.”

Ketika Yohanes membaptis di Sungai Yordan, Ia melihat Yesus datang kepadanya. Maka katanya, “Lihatlah Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia. Dialah yang kumaksud ketika kukatakan: Sesudah aku akan datang seorang yang telah mendahului aku, sebab Dia telah ada sebelum aku. Aku sendiripun mula-mula tidak mengenal Dia, tetapi Yang mengutus aku membaptis dengan air telah berfirman Jikalau engkau melihat Roh turun ke atas seseorang dan tinggal di atas-Nya, Dia itulah yang akan membaptis dengan Roh Kudus. Dan aku telah melihat-Nya! Maka aku memberikan kesaksian: Dia inilah Anak Allah.”
Demikianlah Sabda Tuhan
U. Terpujilah Kristus

RESI DEHONIAN DIBAWAKAN OLEH Rm. Thomas Suratno SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.

Saudara-saudari yang terkasih, kita jumpa lagi dalam Resi – Renungan Singkat Dehonian  hari ini, Sabtu, 3 Januari 2026 – Hari Biasa Masa Natal. Bersama saya Romo Thomas Suratno, SCJ dari Komunitas SCJ Teluk Betung-Bandar Lampung, mendengar dan merenungkan sabda Tuhan, yakni friman Tuhan yang tersurat dalam Yoh 1:29-34.

Melihat dan bersaksi adalah dua kata penting ketika orang berurusan dengan Meja Hijau alias pengadilan. Biasanya orang tertentu dijadikan saksi, baik saksi biasa maupun saksi ahli. Para saksi dijadikan demikian karena mereka melihat atau mendengar dan tahu tentang kasus tersebut. Para saksi diharapkan memberi kesaksian yang benar supaya kasus itu dapat diselesaikan sehingga ada rasa keadilan dalam masyarakat. Apabila ada mafia dalam pengadilan misalnya kesaksian palsu atau kebohongan tertentu maka kasus tersebut akan bertele-tele dan menjadi kabur.

Yohanes Pembaptis dalam Injil hari ini memberi tiga kesaksian penting tentang Yesus yang sedang berada di tengah-tengah kerumunan orang yang dibaptisnya.

Pertama, Anak domba Allah: “Lihatlah Anak domba Allah yang menghapus dosa dunia.” Anak domba mengingatkan kita pada anak domba Paskah (Kel 12:1-28) atau Hamba Yahwe (Yes 53:7) atau kurban setiap hari dalam Bait Suci (Kel 29:38-46). Ada dua hal penting yang ditekankan oleh Yohanes Pembaptis: yakni bahwa anak domba adalah gambaran tentang ketaatan dan cinta kasih yang mencapai puncaknya di salib. Lalu Anak domba juga menjadi simbol Hamba Allah yang menghapus dosa banyak orang.

Kedua, Roh Kudus: “Aku telah melihat Roh turun dari langit seperti burung merpati dan Ia tinggal di atasNya”. Ini adalah pengalaman rohani Yohanes Pembaptis ketika melihat Roh turun dan tinggal di atas Yesus. Roh turun dari tempat yang tinggi dan berdiam dalam Yesus. Dengan demikian Yesuslah yang membaptis dengan Roh Kudus untuk menyempurnakan pembaptisan air atau pembaptisan tobat yang dilakukan Yohanes Pembaptis.

Ketiga, Yesus adalah Anak Allah. Kesaksian Yohanes ini adalah benar karena Yohanes sendiri dikarunia Roh Kudus untuk bersaksi tentang Yesus Anak Allah saat masih di kandungan ibunya. Kesaksian ini menjadi sentral atau pusat dari pewartaan tentang identitas Yesus.

Dengan kesaksian Yohanes ini, kita dibantu untuk mengerti bahwa umat Yahudi dibebaskan dari perbudakan Mesir dengan darah anak domba Paskah. Kita semua telah dibebaskan secara tuntas dengan darah Kristus untuk selama-lamanya. Dari wafatNya maka lahirlah hidup baru bagi kita, kita menjadi satu dengan kodratNya yang ilahi, menjadi anggota KerajaanNya. Kemudian kita meneruskan karya-karya-Nya sekarang di atas bumi ini.

Kehidupan kristiani akan bermakna ketika setiap pribadi menyadari bahwa dirinya adalah bagian dari Kristus. Kristus itulah yang telah menghapus dosa-dosa manusia dan di dalam Dia tidak ada dosa. Tetap berada di dalam Yesus berarti tidak berbuat dosa lagi. Orang yang tetap berbuat dosa tidak melihat dan mengenal Yesus (1 Yoh 3:5-6).

Melihat dan bersaksi tentang Yesus Kristus adalah panggilan sekaligus misi bagi para pengikutNya. Melihat Yesus berarti mencintaiNya. Bersaksi tentang Yesus dalam hidup menjadi sempurna ketika dari saat ke saat kita berusaha menjadi bagian dariNya yakni tinggal tetap bersamaNya. Maka dari itu, jadilah saksi Kristus!

DOA: Ya Tuhan Allah, berilah aku keberanian untuk berani mewartakan dan bersaksi tentang Yesus Kristus Putra-Mu kepada setiap orang yang aku jumpai, sehingga semakin banyaklah orang yang percaya kepada-Mu dan imanku semakin berkembang dan dapat meluaskan Kerajaan-Mu di dunia ini. Amin.

Semoga Allah yang mahakuasa memberkati saudara dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin. 

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN: 

Allah Bapa Yang Mahamulia, kepada Kristus yang taat sampai wafat, telah Engkau berikan Nama yang menyelamatkan. Dengan kekuatan Nama itu lindungilah kami yang menyampaikan persembahan dari kelimpahan anugerah-Mu. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. U Amin

ANTIFON KOMUNI – Mazmur 8:2a

Ya Tuhan, Engkaulah Tuhan kami, betapa mulianya nama-Mu di seluruh bumi!

DOA SESUDAH KOMUNI: 

Marilah kita berdoa. (hening sejenak) Allah Bapa Yang Mahaagung, kami telah mengambil bagian dalam kurban Kristus yang kami kenangkan untuk menghormati Nama Tersuci Yesus. Semoga berkat santapan ini Engkau melimpahkan rahmat-Mu kepada kami agar kami bersukacita karena nama kami tertulis di surga. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. U : Amin

DOWNLOAD AUDIO RESI: 

Nama Yesus Yang Tersuci

oleh: Romo William P. Saunders *

Penghormatan kepada Nama Tersuci Tuhan kita, Yesus Kristus, dimulai sejak jaman para rasul. St. Paulus dalam suratnya kepada jemaat di Filipi menulis, “supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, dan segala lidah mengaku: “Yesus Kristus adalah Tuhan,” bagi kemuliaan Allah, Bapa!” (Flp 2:10-11). Sama seperti setiap nama memberikan identitas kepada pemiliknya serta mencerminkan hidup pribadinya, nama Yesus mengingatkan orang akan siapa Yesus serta apa yang telah Ia lakukan bagi kita. Patut diingat bahwa nama “Yesus” berarti “Tuhan menyelamatkan” atau “Tuhan adalah keselamatan.”

Dengan menyerukan nama Kristus dengan khidmat dan dalam iman, orang berpaling kepada-Nya dan mohon dengan sangat pertolongan ilahi-Nya. Sebuah buku rohani tua menyebutkan empat ganjaran istimewa bagi mereka yang menyerukan Nama Yesus yang Tersuci: Pertama, nama Yesus membawa pertolongan dalam kebutuhan fisik. Yesus Sendiri berjanji pada saat Kenaikan-Nya, “Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh.” (Mrk 16:17-18). Setelah Pentakosta, St. Petrus dan St. Yohanes pergi ke Bait Allah untuk berkhotbah dan mendapati seorang lumpuh yang mengemis; St. Petrus memerintahkan, “Emas dan perak tidak ada padaku, tetapi apa yang kupunyai, kuberikan kepadamu: Demi nama Yesus Kristus, orang Nazaret itu, berjalanlah!” dan orang lumpuh itu pun mulai berjalan (Kis 3:1-10). Dengan menyerukan nama Yesus, St. Petrus juga menyembuhkan Eneas (Kis 9:32 dst).

Kedua, nama Yesus membawa pertolongan dalam pencobaan-pencobaan rohani. Yesus mengampuni dosa, dan melalui penyeruan Nama Yesus yang Tersuci, dosa-dosa akan terus diampuni. Pada hari Pentakosta, St. Petrus menggemakan nubuat Nabi Yoel, “Dan barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan akan diselamatkan.” (Kis 2:21), pengajaran serupa diserukan oleh St. Paulus dalam suratnya kepada jemaat di Roma (Rm 10:13). Sementara St. Stefanus, martir pertama, dilempari batu, ia menyerukan nama Kristus dan berdoa, “Ya Tuhan Yesus, terimalah rohku.” (Kis 7:59)St. Thomas More, sementara menanti eksekusinya, menulis kepada putrinya, Margareta, “Aku tidak akan meragukan-Nya, Meg, meskipun aku merasa diriku semakin lemah dan diliputi ketakutan yang sangat. Aku ingat bagaimana Santo Petrus, karena merasakan hembusan angin, mulai tenggelam karena kurang iman, dan aku akan melakukan seperti apa yang dilakukannya: berseru kepada Kristus dan berdoa mohon pertolongan-Nya. Dan kemudian aku percaya Ia akan menumpangkan tangan-Nya yang kudus atasku dan mengangkatku dari badai laut.”

Ketiga, nama Yesus melindungi orang dari setan dan pencobaan-pencobaannya. Yesus, dengan kuasa-Nya Sendiri, mengusir setan-setan (misalnya di Gadara (Mat 8:28-34)). Dengan menyerukan Nama Yesus yang Tersuci, setan akan dikalahkan.

Dan yang terakhir, kita menerima setiap rahmat dan berkat melalui Nama Yesus yang Tersuci. Yesus bersabda, “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya segala sesuatu yang kamu minta kepada Bapa, akan diberikan-Nya kepadamu dalam nama-Ku. Sampai sekarang kamu belum meminta sesuatupun dalam nama-Ku. Mintalah maka kamu akan menerima, supaya penuhlah sukacitamu.” (Yoh 16:23-24). Ringkasnya, St. Paulus mengatakan, “Dan segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus, sambil mengucap syukur oleh Dia kepada Allah, Bapa kita.” (Kol 3:17).

St. Bernardinus dari Sienna (1380-1444) dan muridnya, St. Yohanes dari Capestrano (1386-1456) menyebarluaskan devosi kepada Nama Yesus yang Tersuci. Dalam khotbah-khotbah misi mereka di segenap penjuru Italia, mereka membawa sebuah monogram Nama Yesus yang Tersuci dikelilingi cahaya. Menurut asalnya, monogram IHS merupakan singkatan nama Yesus dalam bahasa Yunani: I dan H mewakili Iota dan Eta, yaitu dua huruf pertama dari nama-Nya; dan S, Sigma, huruf terakhir. (Tradisi sesudahnya mempergunakan lambang IHS untuk melambangkan bahasa Latin “Iesus Hominum Salvator”, yang artinya “Yesus Juruselamat Manusia”). St. Bernardinus dan St. Yohanes memberkati kaum beriman dengan monogram ini, serta dengan menyerukan nama Yesus, dan banyak mukjizat terjadi. Mereka juga mendorong orang banyak agar menempatkan monogram ini di gerbang-gerbang kota dan di pintu-pintu masuk rumah mereka. Guna menepis penolakan sebagian orang yang menganggap penghormatan tersebut sebagai takhayul, Paus Martinus V pada tahun 1427 merestui penghormatan yang layak bagi Nama Yesus yang Tersuci dan minta agar dalam monogram IHS ditambahkan salib. Pada tahun 1455, Paus Kalistus III meminta St. Yohanes untuk menyampaikan khotbah kepada para laskar agar menyerukan Nama Yesus yang Tersuci saat berperang melawan bala tentara Muslim Turki yang tangguh yang memporak-porandakan Eropa Timur; kemenangan dicapai dengan mengalahkan mereka dalam Pertempuran di Belgrade pada tahun 1456.

Pada tahun 1597, Paus Sixtus V memberikan indulgensi kepada siapa yang dengan hormat mendaraskan, “Terpujilah Yesus Kristus!” Paus Cement VII pada tahun 1530 mengijinkan para Fransiskan merayakan pesta demi menghormati Nama Yesus yang Tersuci, dan Paus Inosensius XIII menyebarluaskan devosi ini kepada seluruh Gereja univeral pada tahun 1721; pestanya dirayakan pada hari Minggu antara tanggal 1 hingga 6 Januari, atau pada tanggal 2 Januari. (Sayangnya, pesta ini dihilangkan dalam revisi kalender liturgi pada tahun 1969 oleh Paus Paulus VI). Paus Pius IX pada tahun 1862 merestui Litani Nama Yesus yang Tersuci, yang kemudian oleh Paus Leo XIII disebarluaskan bagi seluruh Gereja karena ia “… begitu rindu menyaksikan meningkatnya devosi kepada Nama Yesus yang Tersuci di antara umat beriman, terutama dalam masa ketika nama mahamulia ini dicemooh dan dilecehkan.”  

Paus Yohanes Paulus II menetapkan kembali Pesta Nama Yesus yang Tersuci agar dirayakan pada tanggal 3 Januari. Di samping itu, seruan dalam iman kepada Nama Yesus yang Tersuci sebagai bagian dari doa atau karya, dan pendarasan Litani Nama Yesus yang Tersuci masih memperoleh indulgensi sebagian bagi pemulihan dosa. Juga, Serikat Nama Yesus yang Tersuci, yang didirikan pertama kali pada tahun 1274 dan memperoleh status serikatnya pada tahun 1564, di tingkat paroki dan keuskupan terus menggalakkan penghormatan kepada nama Yesus, melakukan silih bagi dosa carut-marut dan hujat terhadap Nama Yesus yang Tersuci, dan pengudusan pribadi bagi para anggotanya.

Fr. Saunders is pastor of Our Lady of Hope Parish in Potomac Falls and a professor of catechetics and theology at Notre Dame Graduate School in Alexandria.

sumber : “Straight Answers: The Holy Name of Jesus” by Fr. William P. Saunders; Arlington Catholic Herald, Inc; Copyright ©2003 Arlington Catholic Herald.  All rights reserved; www.catholicherald.com

Diperkenankan mengutip / menyebarluaskan artikel di atas dengan mencantumkan“diterjemahkan oleh YESAYA: www.indocell.net/yesaya atas ijin The Arlington Catholic Herald.”

Sumber: https://yesaya.indocell.net/id554.htm

1 Comment

  • Epin Roma Januari 4, 2026 at 8:32 pm

    Terima kasih Romo Tuhan Yesus memberkati

    Reply

Leave a Comment