
Rm Andreas Nugroho SCJ dari Komunitas SCJ Rumah Damai Dehon Palembang – Indonesia
AUDIO RESI:
ANTIFON PEMBUKA – Yesaya 9:2
Rakyat yang berjalan dalam kegelapan melihat cahaya terang-benderang. Suatu cahaya menerangi mereka, yang tinggal di daerah naungan maut.
PENGANTAR:
Sering lampu kita padam, atau kita merasa cemas dan prihatin. Kita lalu mencari pegangan atau meraba-raba dalam kegelapan. Kita ini seperti para rasul dalam perahu dan berjuang melawan air dan angin. Sungguh kita terhibur, bila mendengar sabda Yesus, “Tenanglah, jangan takut!” Apa pun yang terjadi dalam hidup kita, kita harus tetap tabah dalam iman kita bahwasanya Tuhan beserta kita dalam diri Yesus Kristus, Tuhan kita.
DOA KOLEKTA:
Marilah bedoa: Allah Bapa, sumger cahaya ilahi, Engkau telah menerangi para bangsa. Anugerahilah umat-Mu damai abadi. Terangilah jalan hidup kami, sebagaimana Engkau telah menerangi jalan hidup umat terpilih. Demi Yesus Kristus ….
BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Surat Pertama Rasul Yohanes 4:11-18
“Jika kita saling mengasihi, Allah tetap di dalam kita.”
Saudara-saudariku yang terkasih, Allah begitu mengasihi kita! Maka haruslah kita juga saling mengasihi. Tidak ada seorang pun yang pernah melihat Allah. Tetapi jika kita saling mengasihi, Allah tetap di dalam kita, dan kasih-Nya sempurna di dalam kita. Beginilah kita ketahui bahwa kita berada di dalam Allah dan Dia di dalam kita: yakni bahwa Ia telah mengaruniai kita mendapat bagian dalam Roh-Nya. Dan kami telah bersaksi bahwa Bapa telah mengutus Anak-Nya menjadi Juruselamat dunia. Barangsiapa mengaku bahwa Yesus adalah Anak Allah, Allah tetap berada di dalam dia dan dia di dalam Allah. Kita telah mengenal dan telah percaya akan kasih Allah kepada kita. Allah adalah kasih, dan barangsiapa tetap berada di dalam kasih, ia tetap berada di dalam Allah dan Allah di dalam dia. Dalam hal inilah kasih Allah sempurna di dalam kita, yakni kalau kita mempunyai keberanian yang penuh iman pada hari penghakiman, karena, sama seperti Dia, kita juga ada di dalam dunia ini. Di dalam kasih tidak ada ketakutan, sebab ketakutan mengandung hukuman, dan barangsiapa takut, ia tidak sempurna di dalam kasih.
Demikianlah sabda Tuhan.
U. Syukur kepada Allah.
MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 72:1-2.10.12-13
Ref. Segala ujung bumi melihat keselamatan yang datang dari Allah kita.
-
Ya Allah, berikanlah hukum-Mu kepada raja dan keadilan-Mu kepada putera raja! Kiranya ia mengadili umat-Mu dengan keadilan dan menghakimi orang-orang-Mu yang tertindas dengan hukum!
-
Kiranya raja-raja dari Tarsis dan pulau-pulau membawa persembahan-persembahan; kiranya raja-raja dari Syeba dan Seba menyampaikan upeti! Kiranya semua raja sujud menyembah kepadanya, segala bangsa menjadi hambanya!
-
Sebab ia akan melepaskan orang miskin yang berteriak minta tolong, ia akan membebaskan orang tertindas, dan orang yang tidak punya penolong; ia akan sayang kepada orang lemah dan orang miskin, ia akan menyelamatkan nyawa orang papa.
BAIT PENGANTAR INJIL:
U : Alleluya, alleluya
S : Terpujilah Engkau, Kristus, yang diwartakan kepada para bangsa! Terpujilah Engkau, Kristus, yang diimani oleh seluruh dunia.
BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus 6:45-52
“Para murid melihat Yesus berjalan di atas air.”
Sesudah memberi makan lima ribu orang, Yesus segera memerintahkan murid-murid-Nya naik ke perahu, dan berangkat lebih dulu ke seberang, ke Betsaida. Sementara itu Ia menyuruh orang banyak pulang. Setelah berpisah dari mereka, Yesus pergi ke bukit untuk berdoa. Ketika hari sudah malam, perahu itu sudah di tengah danau, sedang Yesus tinggal sendirian di darat. Ketika melihat betapa payahnya para murid mendayung karena angin sakal, maka kira-kira jam tiga malam Yesus datang kepada mereka berjalan di atas air, dan Ia hendak melewati mereka. Ketika melihat Dia berjalan di atas air, mereka mengira bahwa Ia adalah hantu, lalu mereka berteriak-teriak, sebab mereka semua melihat-Nya dan sangat terkejut. Tetapi segera Yesus berkata kepada mereka, “Tenanglah! Aku ini, jangan takut!” Lalu Yesus naik ke perahu mendapatkan mereka, dan angin pun redalah. Mereka sangat tercengang dan bingung, sebab sesudah peristiwa roti itu mereka belum juga mengerti, dan hati mereka tetap degil.
Demikianlah Sabda Tuhan
U. Terpujilah Kristus.
RESI DIBAWAKAN OLEH Rm Andreas Nugroho SCJ
Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.
Sahabat Pendengar Resi Dehonian terkasih, jumpa kembali dengan saya Romo Andreas Nugroho SCJ dari komunitas SCJ-Rumah Damai Dehon Palembang-Indonesia, dalam Resi – Renungan Singkat – Dehonian edisi Rabu, 07 Januari 2026, Hari Biasa Sesudah Penampakan Tuhan, Sabda Tuhan yang akan kita dengar dan renungkan hari ini dari: Injil Suci menurut Markus 6:45-52
Banyak orang menggambarkan perjalanan hidup, entah itu hidup berrumah tangga, hidup membiara seperti perjalanan bahtera di tengah lautan.
Sebuah bahtera mengandalkan dorongan angin dan gelombang lautan. Di saat angin baik dan gelombang landai dan teduh, maka bahtera pun bisa melaju dengan tenang. Akan tetapi, perjalanan bahtera di tengah lautan tidak selalu datar dan menyenangkan.
Ada kalanya angin badai datang tiba-tiba menghempaskan layar, membuat oleng bahtera ditambah lagi gelombang yang curam, semakin membuat bahtera tertutup ombak lautan, membuat suasana semakin mencekam.
Sama seperti bahtera yang tetaap terus maju dan bergerak di saat ada angin dan gelombang, entah itu angin yang sepoi atau hentakan angin hebat, gelombang yang landai atau bergejolak. Demikian pula perjalanan hidup kita. Perjalanan hidup kita adakalanya berjalan biasa-biasa saja, tanpa masalah dan serba happy. Ada kalanya pula mengalami masalah dan persoalan dengan kadar biasa, sedang dan amat rumit, perjalanan ‘bahtera’ kehidupan kita tetap melaju, maju.
Di saat mengalaminya, sering bertanya diri: Apakah kita akan berhasil mencapai tepian pantai yang jauh atau tidak? Banyak yang merasa sulit untuk tetap bertahan, menghadapi ancaman membahayakan. Pada saat-saat seperti itu, kita seperti para murid yang ketakutan di tengah badai.
Angin yang tenang atau badai yang dahsyat sama-sama membuat Bahtera Hidup tetap berjalan. Kita tetap menjalani dan menekuni perjalanan hidup yang berjalan biasa-biasa saja dan tanpa masalah atau pun dengan ragam masalah yang harus dihadapi. Kita pun semakin didewasakan dengan dinamika hidup setiap hari yang harus dihadapi. Di tengah dinamika hidup yang harus dihadapi, kita punya Tuhan Yesus yang peduli.
Persis di saat para murid sedang kritis dan mengalami ketakutan, Yesus datang dan mengatakan: “Tenanglah! Aku ini, jangan takut!”
Tuhan Yesus adalah Allah yang penuh belaskasih dan mudah tergerak oleh belaskasihan. Di saat IA melihat murid-muridnya dalam kesusahan dan ketakutan mencekam, IA berkenan datang dan mengatakan: Tenang, AKu ini, Jangan Takut. Tuhan Yesus tidak menghardik badai supaya tenang, Yesus justru menyapa murid-muridNya, dengan sapaan peneguhan: Aku ada di sini, kuatkanlah hatimu.
Badai kehidupan sering menerpa perjalanan hidup kita: anda bisa membuat daftar panjang ‘badai-badai’ kehidupan yang pernah dialami. Saat mengalami ragam persoalan dan kesulitan dan masalah hidup, kita gentar dan takut serta tidak tahu harus berbuat apa.
Apa yang dilakukan Tuhan Yesus hari ini kepada murid-murid-Nya, menjadi keyakinan kita. Ketakutan jangan sampai menghilangan keyakinan kita akan Yesus Kristus sebagai Tuhan Allah yang mahakuasa, sebab Tuhan katakan: Aku ada di sini, kuatkanlah hatimu.
Berkat Allah yang Mahakuasa menyertai kita semua, + Bapa Putra dan Roh Kudus. Amin. Semoga hati Kudus Yesus merajai kita semua. Amin
DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN:
Tuhan Allah kami, Engkaulah sumber damai dan bakti yang ikhlas. Sudilah menolong kami agar dengan persembahan ini kami menghormati Engkau dengan pantas. Semoga dengan menerima sakramen ini kami semua rukun bersatu padu. Demi Kristus, ….
ANTIFON KOMUNI – I Yohanes 1:2
Hidup yang ada pada Bapa telah nampak kepada kita.
DOA SESUDAH KOMUNI:
Marilah bedoa: Allah Bapa kami yang kuasa dan kekal, asal Engkau mendampingi kami, kami takkan merasa takut. Kami mohon, semoga kami dengan penuh perhatian mendengarkan suara sabda-Mu, yang Kauberikan dalam diri Yesus Putra-Mu demi kebahagiaan kami. Sebab Dialah ….
DOWNLOAD AUDIO RESI:
Resi-Rabu 07 Januari 2026 oleh Rm Andreas Nugroho SCJ dari Komunitas SCJ Rumah Damai Dehon Palembang – IndonesiaUnduh
REQUIESCAT IN PACE

Rm. YAM. Fridhomulyo SCJ – Salah satu Pengisi Resi Dehonian
Telah kembali ke Rumah Bapa di Surga: Romo YAM Fridhomulya SCJ pada Selasa dini hari (01.52 WIB) tanggal 6 Januari 2026 di Tegalrejo, Belitang, Sumatera Selatan.
Romo Fridho SCJ adalah anggota dari Kongregasi SCJ sejak 1981 dan menerima tahbisan imamat pada 23 September 1984. Beliau banyak berkarya di paroki-paroki di wilayah keuskupan Agung Palembang. Selain itu, romo Fridho juga berkarya di dunia pendidikan seperti di Seminari St. Paulus Palembang dan kemudian di Yayasan Xaverius Palembang.
Jenasah romo Fridho disemayamkan di Gereja St. Maria Tak Bernoda, Tegalrejo. Perayaan Ekaristi di sana pada 6 Januari 2026 pukul 10.00. Setelah itu Jenasah akan dibawa ke Palembang dan kemudian disemayamkan di Gereja St. Fransiskus De Sales, Palembang. Perayaan ekaristi arwah dilaksanakan pada pukul 19.00 di gereja tersebut.
Pada tanggal 7 Januari 2026, akan dirayakan Misa Requiem di Gereja Sanfrades tepatnya pukul 10.00. Kemudian setelah misa Requiem, jenasah akan dimakamkan di pemakaman Getsemani, komplek Rumah Sakit Charitas (Charitas Hospital) Palembang.
Mohon doa bagi keselamatan Jiwa romo YAM Fridhomulya SCJ.

Amin
RIP Rm.YAM FRIDOMULYA
Turut Berbelasungkawa atas wafatnya Romo YAM Fridhomulyo, SCJ.
Semoga beliau memperoleh kedamaian abadi bersama para Kudus di dalam surga mulia. Amin.
R. I. P
R O M O Y A M