Kamis, 22 Januari 2026 – Hari Biasa Pekan II

Frater Novtavianus Aldi Prayoga SCJ Dari Komunitas SCJ Paroki St. Maria Tak Bernoda Tegalrejo Belitang OKUT SumSel – Indonesia

 
 
 

AUDIO RESI:

ANTIF0N PEMBUKA – Mazmur 56:106.11.12a

Aku yakin, bahwa Allah memihak aku. Kepada Allah yang sabda-Nya kupuji, kepada Tuhan yang sabda-Nya kujunjung tinggi, kepada Dia aku percaya dan tidak takut.

PENGANTAR:

Banyak orang yang tidak dapat menerima kalau orang lain behasil. Raja Saul iri hati terhadap sukses Daud. Juga para pe mimpin Yahudi tak dapat menerima, bahwa Yesus memperoleh begitu banyak pengikut. Namun, Yesus berjalan terus. Ia tidak mencari sukses. Kita diharapkan sebagai murid Kristus yang setia dapat menjauhkan diri dari iri hati dan rasa cemburu.

DOA KOLEKTA:

Marilah berdoa: Allah Bapa, sumber kehidupan, sungguh mengagumkan utusan-Mu yang mendatangi dan mempesona kami karena pergaulan-Nya dengan kami. Semoga la semakin mempererat hubungan kami dengan sumber kehidupan, ialah Engkau sendiri, Allah dan Bapa kami. Demi Yesus Kristus….

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kitab Pertama Samuel 18:6-9; 19:1-7

“Saul berikhtiar membunuh Daud.”

Sesudah Daud mengalahkan Goliat, orang Filistin itu, pasukan-pasukan Israel pulang. Maka di segala kota Israel, keluarlah wanita-wanita menyongsong Raja Saul sambil menyanyi dan menari-nari dengan memukul rebana, dengan bersukaria dan dengan membunyikan gerincing; dan perempuan yang menari-nari itu menyanyi berbalas-balasan, katanya, “Saul mengalahkan beribu-ribu musuh, tetapi Daud berlaksa-laksa.” Maka bangkitlah amarah Saul dengan amat sangat! Perkataan itu menyebalkan hatinya, sebab pikirnya, “Kepada Daud mereka perhitungkan berlaksa-laksa, tetapi kepadaku diperhitungkan beribu-ribu; akhir-akhirnya jabatan raja itu pun akan jatuh kepadanya.” Sejak hari itu Saul selalu menaruh dendam kepada Daud. Maka Saul mengatakan kepada Yonatan, anaknya, dan kepada semua pegawai-pegawainya, bahwa Daud harus dibunuh. Tetapi Yonatan, anak Saul itu, sangat suka kepada Daud, sehingga Yonatan memberitahukan kepada Daud, “Ayahku Saul berikhtiar membunuhmu. Oleh sebab itu, hati-hatilah besok pagi, duduklah di suatu tempat perlindungan dan bersembunyilah di sana. Aku akan keluar dan mendampingi ayahku di padang tempatmu itu. Aku akan berbicara dengan ayahku perihalmu dan aku akan melihat bagaimana keadaannya, lalu memberitahukannya kepadamu.” Lalu Yonatan mengatakan yang baik tentang Daud kepada Saul, ayahnya, katanya, “Janganlah Raja berbuat dosa terhadap Daud, hambanya, sebab ia tidak berbuat dosa terhadapmu. Bukankah apa yang diperbuatnya sangat baik bagimu! Daud telah mempertaruhkan nyawanya dan telah mengalahkan orang Filistin itu, dan karena dia, Tuhan telah memberikan kemenangan besar kepada seluruh Israel. Tatkala melihatnya, engkau bersukacita karenanya. Mengapa engkau hendak berbuat dosa terhadap orang yang tidak bersalah dengan membunuh Daud tanpa alasan?” Saul mendengarkan perkataan Yonatan, lalu bersumpah, “Demi Tuhan yang hidup, ia tidak akan dibunuh.” Lalu Yonatan memanggil Daud, dan memberitahukan kepadanya segala perkataan itu. Yonatan membawa Daud kepada Saul, dan ia bekerja padanya seperti semula.

Demikianlah sabda Tuhan.
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 56:2-3.9-10a.10b-11.12-13

Ref. Kepada Allah, aku percaya tidak takut.

  1. Kasihanilah aku, ya Allah, sebab orang menginjak-injak aku, sepanjang hari mereka memerangi dan menghimpit aku! Seteruku menginjak-injak aku sepanjang hari, bahkan banyak orang menyerbu aku dari tempat tinggi.

  2. Tuhan, Engkau tahu akan sengsaraku, air mataku Kautaruh ke dalam kirbat-Mu. Bukankah semuanya telah Kaucatat? Musuhku akan mundur pada waktu aku berseru.

  3. Aku yakin, bahwa Allah berpihak kepadaku. Kepada Allah, yang firman-Nya kupuji, kepada Tuhan, yang sabda-Nya kujunjung tinggi.

  4.  Kepada-Nya aku percaya, aku tidak takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadapku? Nazarku kepada-Mu, ya Allah, akan kupenuhi dan kurban syukur akan kupersembahkan kepada-Mu.

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Alleluya
S : (2 Tim 1:10b) Penebus kita Yesus Kristus telah membinasakan maut dan menerangi hidup dengan Injil

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus 3:7-12

“Roh-roh jahat berteriak, “Engkau Anak Allah.” Tetapi dengan keras Yesus melarang memberitahukan siapa Dia.”

Sekali peristiwa, Yesus menyingkir ke Danau Galilea bersama murid-murid-Nya, dan banyak orang dari Galilea mengikuti Dia. Juga dari Yudea, dari Yerusalem, dari Idumea, dari seberang Yordan, dan dari daerah Tirus serta Sidon datanglah banyak orang kepada-Nya. Sesudah mereka mendengar segala yang dilakukan-Nya. Karena orang banyak itu, Yesus menyuruh murid-murid-Nya menyediakan sebuah perahu bagi-Nya, jangan sampai Dia terhimpit oleh mereka. Sebab Yesus menyembuhkan banyak orang, sehingga semua penderita penyakit berdesak-desak ingin dijamah oleh-Nya. Bilamana roh-roh jahat melihat Yesus, mereka jatuh tersungkur di hadapan-Nya dan berteriak, “Engkaulah Anak Allah!” Tetapi dengan keras Yesus melarang mereka memberitahukan siapa Dia.
Demikianlah Sabda Tuhan!
U. Terpujilah Kristus!

RESI DIBAWAKAN OLEH Frater Novtavianus Aldi Prayoga SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.

Menemukan Yesus di Balik Kerumunan

Sahabat Pendengar Resi Dehonian terkasih, jumpa dengan saya Frater Novtavianus Aldi Prayoga SCJ dari Komunitas Paroki St. Maria Tak Bernoda Tegalrejo, Belitang, Sumatera Selatan, Indonesia dalam Resi – Renungan Singkat Dehonian edisi Kamis, 22 Januari 2026. 

Sahabat Resi Dehonian yang terkasih, Pernahkah kita merasa sangat membutuhkan pertolongan sehingga kita rela melakukan apa saja, pergi sejauh apa pun, hanya untuk mendapatkan solusi? Dalam Injil hari ini, kita melihat pemandangan yang luar biasa. Yesus pergi ke tepi danau, namun Ia tidak sendirian. Ribuan orang dari Galilea, Yudea, Yerusalem, bahkan dari wilayah non-Yahudi seperti Tirus dan Sidon, datang berbondong-bondong.

Mereka datang bukan karena ingin mendengar khotbah yang indah, melainkan karena mereka “mendengar segala yang dilakukan-Nya.” Mereka datang membawa beban, penyakit, dan belenggu roh jahat. Saudara-saudari, apa yang menarik ribuan orang ini? Jawabannya adalah Harapan. Di dunia yang penuh dengan penderitaan, Yesus hadir sebagai sumber harapan. Namun, ada satu hal yang menarik: Yesus meminta murid-murid-Nya menyediakan sebuah perahu supaya Ia jangan terhimpit oleh orang banyak itu.

Di sini kita melihat sisi kemanusiaan Yesus sekaligus hikmat-Nya. Yesus tidak ingin sekadar menjadi “objek” yang diperebutkan. Ia ingin menjaga jarak yang sehat agar karya keselamatan-Nya tetap teratur. Seringkali dalam hidup rohani, kita pun seperti kerumunan itu. Kita datang kepada Yesus hanya saat butuh mukjizat, hanya saat sakit, atau saat ekonomi terhimpit. Kita “menyerbu” Yesus demi kepentingan kita sendiri.

Pertanyaannya bagi kita, Apakah kita mencari Yesus karena kita mencintai-Nya, atau kita hanya mencari “tangan-Nya” yang memberi berkat, tanpa mau menatap “wajah-Nya” yang penuh kasih?

Bagian kedua dari Injil juga cukup mengejutkan. Roh-roh jahat tersungkur di depan Yesus dan berteriak: “Engkaulah Anak Allah!” Namun, Yesus dengan keras melarang mereka memberitahukan siapa Dia. Mengapa? Bukankah itu sebuah pengakuan iman?

Saudara-saudari yang terkasih, pengakuan roh jahat adalah pengakuan yang lahir dari ketakutan, bukan dari kasih. Yesus tidak menginginkan “iklan” dari kegelapan. Ia ingin identitas-Nya sebagai Anak Allah dikenal melalui jalan salib, pengorbanan, dan kasih—bukan lewat sensasi atau paksaan roh-roh jahat.

Ini menjadi teguran lembut bagi kita. Menjadi Katolik bukan sekadar tahu ajaran atau bisa mengucapkan “Yesus adalah Tuhan” di bibir saja. Roh jahat pun tahu siapa Yesus. Yang membedakan kita dengan mereka adalah ketaatan dan kasih. Iman yang sejati tidak hanya mengakui Yesus dengan kata-kata, tetapi mengikuti teladan-Nya dalam perbuatan nyata.

Maka, Saudara dan saudari, Mari kita datang kepada Yesus bukan hanya untuk “memanfaatkan” kuasa-Nya, tetapi untuk membangun relasi pribadi dengan-Nya. Jangan sampai Yesus merasa “terhimpit” oleh egoisme doa-doa kita yang hanya berisi daftar permintaan. Berilah ruang di hati kita agar Ia bisa berbicara sebagai Tuhan dan Sahabat.

Seperti Yesus yang melarang roh jahat bicara demi menjaga kemurnian misi-Nya, kita pun diundang untuk mewartakan Kristus bukan dengan kegaduhan, melainkan dengan kesaksian hidup yang tenang namun mendalam. Biarlah orang melihat Kristus dalam diri kita melalui kesabaran, kejujuran, dan pengampunan kita.

Marilah kita berdoa agar kita tidak hanya menjadi bagian dari kerumunan yang sekadar “ikut-ikutan”, tetapi menjadi murid yang sungguh-sungguh mengenal, mengasihi, dan mengikuti-Nya sampai akhir. Semoga Hati Kudus Yesus selalu membimbing dalam hidup kita. Tuhan Memberkati. Amin

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN:

Allah Bapa sumber kehidupan, nyatakanlah kepada kami misteri kehidupan Yesus Putra-Mu terkasih. Semoga kami yakin, bahwa Engkau memberikan diri-Mu, agar suburlah kehidupan kami. Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami.

ANTIFON KOMUNI – Markus 3:5

Yesus berkata kepada si lumpuh, “Ulurkanlah tanganmu!” Maka si lumpuh mengulurkan tangannya dan sembuhlah ia.

DOA SESUDAH KOMUNI:

Marilah berdoa: Allah Bapa maha penyayang, kami bersyukur kepada-Mu, bahwasanya Putra-Mu telah mendatangi kami sebagai hamba. Kami mohon penjelasan-Mu, bagaimana la menjadi Putra-Mu dan bagaimana kami menjadi putra dan putri-Mu. Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami.

DOWNLOAD AUDIO RESI: 

4 Comments

  • Epin Roma Januari 22, 2026 at 3:26 am

    Terima kasih romo Tuhan memberkati kita semua. Amin

    Reply
  • Herlin Januari 22, 2026 at 7:21 am

    Amin

    Reply
  • Firmus dega Januari 22, 2026 at 8:47 am

    Makasih Fr

    Reply
  • Joni Suripto Januari 22, 2026 at 2:28 pm

    matr nuwn frater,
    Berkah Dalem

    Reply

Leave a Comment