Jumat, 06 Februari 2026 – Peringatan Wajib St. Paulus Miki, Imam, dkk, Martir

Rm Gregorius Jenli Imawan SCJ dari Komunitas SCJ Postulat-Novisiat St Yohanes Gisting Lampung Indonesia

 
 
 

AUDIO RESI:

ANTIFON PEMBUKA ⁣: 

Para kudus bergembira di surga sambil mengikuti jejak Kristus Mereka menumpahkan darahnya demi Dia, sehingga kini bersukaria selamanya⁣

PENGANTAR⁣: 

“Kalian akan dianiaya demi nama Ku Kalian akan diseret ke muka pengadilan dan para penguasa. Tetapi jangan takut Aku akan  membisiki kalian, apa yang harus kalian katakan. ” Di mana saja iman diwartakan di situ pula terlaksana sabda itu. Jepang merupakan salah satu negara di mana iman bukan secara kuantitatif, tetapi secara kualitatif berkembang. Paulus Miki, salah seorang Yesuit pertama Jepang, telah membangun sebuah kelompok yang penuh semangat di Nagasaki bersama para misionaris dari Spanyol. Kelompok itu dihancurkan sama sekali. Dengan memuji nama Tuhan mereka membela iman sampai akhir hayatnya. ⁣

DOA KOLEKTA ⁣:

Marilah berdoa: Allah Bapa kami sumber iman kepercayaan dan kekuatan para kudus. Santo Paulus Miki dan teman-temannya, Kaupanggil melalui salib kepada kehidupan Demi Yesus Kristus, Putra Mu  Dengarkanlah doa permohonan kami, agar iman yang kami akui dan kami hayati, juga kami pegang teguh sampai mati. Demi Yesus Kristua, Putera-Mu…. ⁣

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kitab Putra Sirakh 47:2-11

“Dengan segenap hati Daud memuji-muji Tuhan dan mengungkapkan kasihnya kepada Sang Pencipta.”

Seperti lemak disendirikan untuk kurban penghapus dosa, demikianlah Daud dipungut dari orang-orang Israel. Singa dipermainkan olehnya seolah-olah kambing jantan saja, dan beruang seakan-akan hanyalah anak domba. Bukankah di masa mudanya ia membunuh seorang raksasa dan mengambil nista dari bangsanya dengan melemparkan batu dari pengumban dan mencampakkan kecongkakan Goliat? Karena berseru kepada Tuhan Yang Mahatinggi, yang memberikan kekuatan kepada tangan kanannya, maka Daud merebahkan orang yang gagah dalam pertempuran, sedangkan tanduk bangsanya ia tinggikan. Itulah sebabnya ia disanjung-sanjung karena “laksaan” dan dipuji-puji karena berkat-berkat dari Tuhan, ketika mahkota mulia dipersembahkan kepadanya. Sebab ia membasmi segala musuh di sekelilingnya, dan meniadakan orang-orang Filistin, lawannya, serta mematahkan tanduk mereka hingga hari ini. Dalam segala tindakannya Daud menghormati Tuhan, dan dengan kata sanjungan kepada Yang Kudus, Yang Mahatinggi. Ia bernyanyi-nyanyi dengan segenap hati, dan mengungkapkan kasihnya kepada Sang Pencipta. Di depan mezbah ditaruhnya kecapi, dengan bunyinya ia memperindah lagu dan kidung. Ia memberikan kemeriahan kepada segala perayaan, dan hari-hari raya diaturnya secara sempurna. Maka orang memuji-muji Nama Tuhan yang kudus, dan mulai pagi-pagi benar suara orang bertalu-talu di tempat kudus-Nya. Tuhan mengampuni segala dosanya serta meninggikan tanduknya untuk selama-lamanya. Tuhan menjanjikan kerajaan yang lestari, dan menganugerahkan kepadanya takhta yang mulia di Israel!
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 18:31.47.50.51

Ref. Muliakanlah Allah, penyelamatku.

  1. Jalan Allah itu sempurna, janji Tuhan adalah murni; Dia menjadi perisai bagi semua orang yang berlindung pada-Nya.

  2. Tuhan itu hidup! Terpujilah Gunung Batuku dan mulialah Allah Penyelamatku! Maka aku akan menyanyikan syukur bagi-Mu di antara bangsa-bangsa, ya Tuhan; aku mau menyanyikan mazmur bagi nama-Mu.

  3. Tuhan mengaruniakan keselamatan yang besar kepada raja yang diangkat-Nya; Ia menunjukkan kasih setia kepada orang yang diurapi-Nya, yakni Daud dan anak cucunya, untuk selama-lamanya.

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Alleluya
S : (Luk 8:15) Berbahagialah orang yang menyimpan sabda Allah dalam hati yang baik dan tulus ikhlas, dan menghasilkan buah berkat ketabahannya. Alleluya.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus 6:14-29

“Yohanes yang sudah kupenggal kepalanya, kini bangkit lagi.”

Pada waktu itu Raja Herodes mendengar tentang Yesus, sebab nama-Nya memang sudah terkenal, dan orang mengatakan, “Yohanes Pembaptis sudah bangkit dari antara orang mati, dan itulah sebabnya kuasa-kuasa itu bekerja di dalam Dia.” Yang lain mengatakan, “Dia itu Elia!” Yang lain lagi mengatakan, “Dia itu seorang nabi sama seperti nabi-nabi yang dahulu.” Waktu Herodes mndengar hal itu, ia berkata, “Bukan, dia itu Yohanes yang sudah kupenggal kepalanya, dan kini bangkit lagi.” Memang Herodeslah yang menyuruh orang menangkap Yohanes dan membelenggunya di penjara berhubung dengan peristiwa Herodias, isteri Filipus saudaranya, karena Herodes telah mengambilnya sebagai isteri. Karena Yohanes pernah menegur Herodes, “Tidak halal engkau mengambil isteri saudaramu!” Karena kata-kata itu Herodias menaruh dendam pada Yohanes dan bermaksud membunuh dia, tetapi tidak dapat, sebab Herodes segan akan Yohanes karena ia tahu, bahwa Yohanes adalah orang yang benar dan suci; jadi ia melindunginya. Tetapi setiap kali mendengar Yohanes, hati Herodes selalu terombang-ambing; namun ia merasa senang juga mendengarkan dia. Akhirnya tiba juga kesempatan yang baik bagi Herodias, ketika Herodes – pada hari ulang tahunnya – mengadakan perjamuan untuk para pembesar, para perwira dan orang-orang terkemuka di Galilea. Pada waktu itu puteri Herodias tampil lalu menari, dan ia menyukakan hati Herodes serta tamu-tamunya. Maka raja berkata kepada gadis itu, “Mintalah dari padaku apa saja yang kauingini, maka akan kuberikan kepadamu!” Lalu Herodes bersumpah kepadanya, “Apa saja yang kauminta akan kuberikan kepadamu, sekalipun itu setengah dari kerajaanku!” Anak itu pergi dan menanyakan ibunya, “Apa yang harus kuminta?” Jawab ibunya, “Kepala Yohanes Pembaptis!” Maka cepat-cepat ia pergi kepada raja dan meminta, “Aku mau, supaya sekarang juga engkau berikan kepadaku kepala Yohanes Pembaptis dalam sebuah talam!” Maka sangat sedihlah hati raja! Tetapi karena sumpahnya dan karena segan terhadap tamu-tamunya, ia tidak mau menolaknya. Raja segera menyuruh seorang pengawal dengan perintah supaya mengambil kepala Yohanes. Orang itu pergi dan memenggal kepala Yohanes di penjara. Ia membawa kepala itu dalam sebuah talam dan memberikannya kepada gadis itu, dan gadis itu memberikannya pula kepada ibunya. Ketika murid-murid Yohanes mendengar hal itu mereka datang dan mengambil mayatnya, lalu membaringkannya dalam kubur.
Demikianlah Sabda Tuhan!
U. Terpujilah Kristus!

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Gregorius Jenli Imawan SCJ

Vivat Cor Jesu, Per Cor Marie… Hiduplah Hati Kudus Yesus, melalui Hati Maria…

Pendengar Resi Dehonian yang terkasih, selamat berjumpa kembali dengan saya, Romo Jenli, SCJ dari Komunitas Postulat – Novisiat SCJ St. Yohanes, Gisting (Lampung), dalam ReSi (Renungan Singkat) Dehonian, edisi hari Jumat, 6 Februari 2026.

Injil menghadirkan kisah Yohanes Pembaptis yang setia pada kebenaran meski harus membayar mahal. Ia berani menegur Herodes, bukan demi popularitas, tetapi demi suara hati dan kehendak Allah. Herodes tahu Yohanes benar, namun takut pada opini, gengsi dan tekanan relasi. Akhirnya, kebenaran dikorbankan demi janji dan pesta.

Injil pada hari ini mengajak kita jujur pada iman: apakah kita memilih kebenaran walau pahit, atau kenyamanan yang meninabobokan? Murid Kristus dipanggil berani, setia, dan rela kehilangan demi kasih dan kebenaran. Dalam hidup sehari hari, kesaksian iman sering diuji lewat pilihan kecil yang menentukan arah hati dan masa depan kita bersama Tuhan.

Semoga berkat Tuhan, memampukan kita berani bersaksi tentang kasih dan kebenaran. Amin.

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN⁣: 

Allah Bapa kami yang mahakudus, terimalah kiranya roti anggur yang kami hunjukkan pada peringatan Santo Paulus Miki dan teman temannya. Semoga kami berani memberi kesaksian tentang nama-Mu, dan taj gentar sedikit pun, karena Engkau selalu mendampingi kam. Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami⁣

ANTIFON KOMUNI — Yoh. 15:13

Tiada cinta kasih yang lebih besar daripada cinta kasih orang yang menyerahkan nyawa demi sahabatnya⁣

DOA SESUDAH KOMUNI: 

Marilah berdoa: Allah Bapa maha pengasih dan Maha Penyayang, kekayaan salib telah Kautunjukkan dalam diri para martir. Semoga kami dikuatkan oleh perayaan ini, sehingga berpegang teguh pada Kristus dan bekerja giat di tengah umat-Mu bagi keselamatan siapapum Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami….

DOWNLOAD AUDIO RESI:

Santo Paulus Miki

Martir of Japan, Martir of Nagasaki

Para Martir di Nagasaki Jepang

Santo Paulus Miki terlahir dalam keluarga bangsawan militer Jepang yang sudah menjadi Kristen. Ayahnya adalah  pemimpin militer Miki Handayu. Paulus Miki  merasakan panggilan untuk hidup religius dari masa mudanya. Karena itu ia masuk Jesuit pada tahun 1580, dan dididik menjadi katekis di kolese Jesuit di Azuchi dan Takatsuki. Paulus Miki kemudian menjadi seorang penginjil dan pengkotbah yang luar biasa.

Pada tahun 1597 seorang penguasa Jepang yang amat berpengaruh, Hideyoshi, mendengar hasutan seorang pedagang Spanyol. Pedagang itu membisikkan bahwa para misionaris adalah pengkhianat bangsa Jepang. Ia menambahkan bahwa para pengkhianat itu akan mengakibatkan Jepang dikuasai oleh Spanyol dan Portugis. Hasutan itu tidak benar dan tidak masuk akal. Tetapi, Hideyoshi menanggapinya dengan berlebihan, sehingga Ia menangkap duapuluh enam orang yang dianggapnya  sebagai para pengkhianat. Mereka yang ditangkap terdiri dari enam orang biarawan Fransiskan dari Spanyol, Meksiko dan India; tiga orang katekis Yesuit Jepang, termasuk St. Paulus Miki; dan tujuh belas Katolik awam Jepang, termasuk anak-anak.

Pada tanggal 5 Februari 1597 Keduapuluh enam orang itu kemudian dibawa ke tempat pelaksanaan hukuman mati di luar kota Nagasaki. Dengan diikat, mereka disuruh berjalan dengan berbaris sehingga mereka menjadi tontonan dan menjadi pelajaran bagi masyarakat yang menyaksikannya. Sepanjang perjalanan, para saksi-saksi Kristus ini terus melagukan Te Deum. 

Mereka diikatkan pada salib masing-masing dengan rantai dan tali dan belenggu besi dipasang disekeliling leher mereka. Masing-masing salib kemudian dikerek dan kaki salib ditancapkan ke sebuah lubang yang telah digali. Tombak ditikamkan kepada masing-masing korban. Mereka wafat pada saat yang hampir bersamaan. Dari atas salib Santo Paulus Miki terus berkotbah dengan gagah berani untuk memberi semangat bagi umat kristiani untuk tetap setia pada iman mereka. Ia baru diam setelah sebuah tombak menembus dadanya. Pakaian-pakaian mereka yang ternoda oleh darah disimpan sebagai reliqui yang berharga oleh komunitas Kristiani Jepang.

St. Paulus Miki dan kawan-kawannya para Martir Nagasaki dinyatakan kudus pada tahun 1862 oleh Paus PIUS IX.

Arti Nama

Berasal dari bahasa Latin yang berarti “Kecil” atau “Rendah hati”

Variasi Nama

Paulinus (Ancient Roman), Pal, Pali, Pavli (Albanian), Boulos, Bulus (Arabic), Boghos, Poghos (Armenian), Paul (Biblical), Paulos (Biblical Greek), Paol (Breton), Pavel (Bulgarian), Pau (Catalan), Paulu (Corsican), Pavao, Pavle, Pavo (Croatian), Pavel (Czech), Paul, Poul, Palle (Danish), Paul, Pauwel (Dutch), Paul, Paulie (English), Paŭlo, Paĉjo (Esperanto), Paavali, Pauli, Paavo (Finnish), Paul (French), Paulo (Galician), Pavle (Georgian), Paul (German), Pavlos (Greek), Pál (Hungarian), Páll (Icelandic), Pól (Irish), Paolino, Paolo (Italian), Pāvils (Latvian), Paulius (Lithuanian), Pavle (Macedonian), Paora (Maori), Pål, Paul (Norwegian), Pau (Occitan), Paweł (Polish), Paulino, Paulo, Paulinho (Portuguese), Paul (Romanian), Pavel, Pasha (Russian), Pàl, Pòl (Scottish), Pavle (Serbian), Pavol (Slovak), Pavel (Slovene), Pablo, Paulino (Spanish), Pål, Paul (Swedish), Pavlo (Ukrainian)

Bentuk Feminim : Paula, Paulina

Sumber: https://katakombe.org/para-kudus/februari/paulus-miki.html

2 Comments

  • Epin Roma Februari 5, 2026 at 10:17 pm

    Terima kasih Romo Tuhan Yesus memberkati kita semua. Amin

    Reply
  • Firmus dega Februari 6, 2026 at 10:06 am

    Makasih Romo

    Reply

Leave a Comment