Sabtu, 07 Februari 2026 – Hari Biasa Pekan IV

Rm Andreas Nugroho SCJ dari Komunitas SCJ Rumah Damai Dehon Palembang – Indonesia

 
 
 

AUDIO RESI:

ANTIFON  PEMBUKA – Mazmur 119:10-11

Dengan segenap hati aku mencari Engkau, jangan biarkan daku menyimpang dari perintah-Mu. Dalam hatiku aku menyimpan janji-Mu, supaya aku jangan berdosa terhadap Engkau.

PENGANTAR: 

Bila orang ditanya apa keinginannya, kebanyakan akan memilih kekayaan dan kekuasaan. Tetapi Raja Salomo tidaklah demikian. Salomo mohon kebijaksanaan agar dapat memimpin rakyatnya dan mempertimbangkan kebijakan.
Para murid yang kembali dari perjalanan misi diajak Yesus beristirahat, agar sempat melihat kembali mana yang benar-benar penting. Sesuatu yang bernilai biasanya muncul dalam keheningan.

DOA KOLEKTA: 

Marilah bedoa: Allah Bapa sumber kebijaksanaan, anugerahilah kami Roh kebijaksanaan dan pengertian, agar kami memahami benar rencana-Mu tentang kami. Semoga kami mengalami bagaimana Engkau bersabda kepada kami dalam diri Yesus, Putra-Mu, Tuhan dan pengantara kami, yang ….

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kitab Pertama Raja-Raja 3:4-13

“Salomo memohon hati yang bijaksana agar sanggup memerintah umat Allah.”

Pada suatu hari Raja Salomo pergi ke Gibeon untuk mempersembahkan kurban sebab di situlah bukit pengurbanan yang paling besar; seribu kurban bakaran ia persembahkan di atas mezbah itu. Di Gibeon itu Tuhan menampakkan diri kepada Salomo dalam mimpi pada waktu malam. Bersabdalah Allah, “Mintalah apa yang kauharapkan dari pada-Ku!” Lalu Salomo berkata, “Engkau telah menunjukkan kasih setia-Mu yang besar kepada hamba-Mu Daud, ayahku, sebab ia hidup di hadapan-Mu dengan setia, benar dan jujur terhadap Engkau! Engkau telah menjamin kepadanya kasih setia yang besar itu dengan memberikan kepadanya seorang anak yang duduk di takhtanya seperti pada hari ini. Sekarang, ya Tuhan, Allahku, Engkau telah mengangkat hamba-Mu ini menjadi raja menggantikan Daud, ayahku, sekalipun aku masih sangat muda dan belum berpengalaman. Kini hamba-Mu ini berada di tengah-tengah umat-Mu yang Kaupilih, suatu umat yang besar, yang tidak terhitung dan tidak terkira banyaknya. Maka berikanlah kepada hamba-Mu ini hati yang paham menimbang perkara untuk menghakimi umat-Mu dengan tepat, dapat membedakan antara yang baik dan yang jahat, sebab siapakah yang sanggup menghakimi umat-Mu yang sangat besar ini?” Tuhan sangat berkenan bahwa Salomo meminta hal yang demikian. Maka bersabdalah Allah kepada Salomo, “Oleh karena engkau telah meminta hal yang demikian dan tidak meminta umur panjang atau kekayaan atau nyawa musuhmu, melainkan pengertian untuk memutuskan hukum, maka Aku melakukan sesuai dengan permintaanmu! Sungguh, Aku memberikan kepadamu hati yang penuh hikmat dan pengertian, sehingga sebelum engkau tidak ada seorang pun seperti engkau, dan sesudah engkau pun takkan bangkit seseorang seperti engkau. Namun yang tidak kauminta pun akan Kuberikan kepadamu, baik kekayaan maupun kemuliaan, sehingga sepanjang umurmu takkan ada seorang pun seperti engkau di kalangan raja-raja.”
Demikianlah sabda Tuhan.
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 119:9-14

Ref. Ajarkanlah ketetapan-Mu kepadaku, ya Tuhan.

  1. Bagaimana kaum muda mempertahankan hidupnya tanpa cela? Dengan mengamalkan firman-Mu.

  2. Dengan segenap hatiku aku mencari Engkau, jangan biarkan aku menyimpang dari perintah-Mu.

  3. Dalam hatiku aku menyimpan janji-Mu, supaya aku jangan berdosa terhadap Engkau.

  4. Terpujilah Engkau, ya Tuhan; ajarkanlah ketetapan-ketetapan-Mu kepadaku.

  5. Dengan bibirku aku menceritakan segala hukum yang Kauucapkan.

  6. Aku bergembira atas peringatan-peringatan-Mu, melebihi segala harta.

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Alleluya
S : (Yoh 10:27) Domba-domba-Ku mendengar suara-Ku, sabda Tuhan. Aku mengenal mereka, dan mereka mengikuti Aku. Alleluya.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus 6:30-34

“Mereka itu bagaikan domba-domba tak bergembala.”

Pada waktu itu Yesus mengutus murid-murid-Nya mewartakan Injil. Setelah menunaikan tugas itu mereka kembali berkumpul dengan Yesus dan memberitahukan kepada-Nya semua yang mereka kerjakan dan ajarkan. Lalu Yesus berkata kepada mereka, “Marilah kita pergi ke tempat yang sunyi, supaya kita sendirian, dan beristirahatlah sejenak!” Memang begitu banyaknya orang yang datang dan pergi, sehingga makan pun mereka tidak sempat. Maka pergilah mereka mengasingkan diri dengan perahu ke tempat yang sunyi. Tetapi pada waktu mereka bertolak banyak orang melihat, dan mereka mengetahui tujuannya. Dengan mengambil jalan darat segeralah datang orang dari semua kota ke tempat itu dan mereka malah menahului Yesus. Ketika mendarat, Yesus melihat jumlah orang yang begitu banyak. Maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka seperti domba yang tidak mempunyai gembala. Lalu mulailah Yesus mengajarkan banyak hal kepada mereka.
Demikianlah Injil Tuhan.
U. Terpujilah Kristus.

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm Andreas Nugroho SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.

Sahabat  Pendengar Resi Dehonian terkasih, jumpa kembali dengan saya Romo Andreas Nugroho SCJ dari komunitas SCJ-Rumah Damai Dehon Palembang-Indonesia, dalam Resi – Renungan Singkat – Dehonian edisi Sabtu, 07 Februari 2026, Hari Biasa, Pekan Biasa IV, Sabda Tuhan yang akan kita dengar dan renungkan hari ini dari: Injil Suci menurut Markus 6:30-34
Ketergerakan hati Tuhan jauh lebih besar daripada kelelahan fisik yang dialami olehNya dan murid-muridNya.
Sudah sewajarnya untuk ambil waktu sejenak, menarik nafas, menikmati kesendirian setelah lelah bekerja dan melayani banyak orang yang datang dan mencari mereka.
Akan tetapi, tetap saja banyak orang mencari mereka, tidak hanya satu dua orang tapi banyak orang berbondong-bondong mencari Tuhan.
Tuhan Yesus pun menerima mereka yang banyak jumlahnya itu, dan mengajarkan banyak hal kepada mereka.
Saudara-saudari, Tuhan Yesus adalah gembala baik yang mudah tergerak hati oleh belaskasihan. Ia hadir sebagai Gembala bagi mereka yang adalah domba yang selama ini tidak punya gembala.
Coba kita bayangkan: ‘domba tanpa gembala’.
Situasi ‘domba tanpa gembala’ adalah situasi bahaya; domba tidak ada yang menjaga,
domba akan kelaparan, karena tidak tahu tempat mana yang banyak rumput dan air.
Domba akan kedinginan, karena tidak punya tempat untuk berteduh.
domba bisa saling beradu dan bertengkar.
Yesaya 40:10-11:

Lihat, itu Tuhan ALLAH, Ia datang dengan kekuatan dan dengan tangan-Nya Ia berkuasa. Lihat, mereka yang menjadi upah jerih payah-Nya ada bersama-sama Dia, dan mereka yang diperoleh-Nya berjalan di hadapan-Nya.
Seperti seorang gembala Ia menggembalakan kawanan ternak-Nya dan menghimpunkannya dengan tangan-Nya; anak-anak domba dipangku-Nya, induk-induk domba dituntun-Nya dengan hati-hati.

Seperti yang telah dinubuatkan oleh nabi Yesaya, tergenapi dalam diri Yesus Tuhan kita. Yesus adalah Tuhan yang menggembalakan umatNya. Tadi dituliskan dalam kutipan sabda hari ini, ayat 34:

Ia melihat sejumlah besar orang banyak, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka seperti domba yang tidak mempunyai gembala. Lalu mulailah Ia mengajarkan banyak hal kepada mereka.

Saudara-saudari,
Dalam situasi mana, saya merasa kehilangan arah,
Dalam situasi mana, saya merasa selalu tidak puas,
Dalam situasi mana, saya merasa kering tidak bermakna,
Dalam situasi mana, saya ada dalam situasi bahaya
Sebagai domba, mari mendekat erat pada Sang Gembala Utama, Yesus Kristus Tuhan kita. Dalam hening doa, kita akan mendapatkan arah hidup, makna hidup, kelegaan dan keberanian.
Berkat Allah yang Mahakuasa menyertai kita semua, + Bapa Putra dan Roh Kudus. Amin. Semoga hati Kudus Yesus merajai kita semua. Amin

Doa Persembahan

Allah Bapa mahabijaksana, semoga kami menyaksikan kebijaksanaan-Mu dalam roti anggur ini dan anugerahilah kami Roh Putra-Mu, yang telah sudi menghampakan diri, agar dapat meluhurkan kehidupan kami, ialah Kristus, Tuhan dan pengantara kami.

Antifon Komuni – Markus 6:31

Yesus berkata, “Marilah kita pergi ke tempat sunyi, supaya kita sendirian dan beristirahat sejenak.”

Doa Sesudah Komuni

Marilah berdoa: Allah Bapa sumber kebijaksanaan, kami bersyukur telah menerima kebijaksanaan dalam hidup dan wafat Putra-Mu di salib. Semoga kami selalu taat setia kepada sabda-Nya sekarang dan selama-lamanya.

DOWNLOAD AUDIO RESI: 

2 Comments

  • Epin Roma Februari 6, 2026 at 5:43 pm

    Terima kasih Romo Tuhan Yesus memberkati kita semua. Amin

    Reply
  • Herlin Februari 7, 2026 at 7:23 am

    Amin

    Reply

Leave a Comment