Minggu, 08 Februari 2026 – Hari Minggu Biasa V

Rm Yohanes Dwi Feri Antoro SCJ dari Komunitas Asrama Putra Leo Dehon Metro Lampung – Indonesia

 
 
 
 

AUDIO RESI:

ANTIFON PEMBUKA –Mazmur 95:6-7

Marilah bersujud dan menyembah, berlutut di hadapan Tuhan, yang menjadikan kita, sebab Dialah Allah kita.

PENGANTAR:

Hanya dengan membaurkan diri garam dapat memberi rasa kepada makanan. Hanya dengan menghamburkan diri ke dalam kegelapan cahaya dapat menyinari jalan yang kita lalui. Hanya dengan mengosongkan diri kita dapat mencapai tujuan kita, yahni memberi rasa kepada hidup orang lain dan memberi cahaya kepada mereka yang ragu-ragu melangkah maju. Yang diharapkan dari kita ialah agar membuktikan pengosongan atau penghampaan diri kita dengan membagi makanan dengan kaum papa-miskin, memberi tumpangan kepada para tuna-wisma, dan memberi pakaian kepada mereka yang telanjang. Dengan demikian kita akan mendapat pahala rasa bahagia. Barangsiapa bertindak demikian kita akan mendapat pahala rasa bahagia. Barangsiapa bertindak demikian akan didengarkan oleh Tuhan, dan Tuhan akan mendampinginya sebagai Allah yang memperhatikan dan memelihara.

SERUAN TOBAT:

I : Tuhan Yesus Kristus, kami ingin menjadi garam dunia, sehingga dapat menggarami masyarakat di sekitar kami agar berkenan kepada-Mu. Tuhan, kasihanilah kami.

U : Tuhan, kasihanilah kami.

I : Engkau menghendaki kami menjadi cahaya dunia, yang menyinari masyarakat di sekitar kami agar dapat menemukan jalan yang benar menuju kebahagiaan sejati. Kristus, kasihanilah kami.

U : Kristus, kasihanilah kami.

I : Engkau menghendaki kami menghampakan diri di hadapan-Mu agar dapat membawa masyarakat di sekitar kami menghadap Engkau Allah yang benar. Tuhan, kasihanilah kami.

U : Tuhan, kasihanilah kami.

DOA KOLEKTA:

Marilah bedoa: Allah Bapa yang penuh kasih, dalam diri Yesus Kristus, Putra-Mu, Engkau telah memancarkan cahaya kehidupan sejati. Kami mohon terangilah hati kami agar semakin mengimani Sabda Putra-Mu sehingga kami pun dapat memancarkan cahaya-Mu bagi dunia. Sebab, Dialah Tuhan dan Pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dan Roh Kudus, Allah sepanjang masa. Amin.

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kitab Yesaya 58:7-10

“Apabila engkau menyerahkan kepada orang lapar apa yang kauinginkan sendiri, maka terangmu akan terbit dalam gelap.”

Beginilah firman Tuhan Allah, “Aku menghendaki supaya engkau membagi-bagikan rotimu kepada orang yang lapar, dan membawa ke rumahmu orang-orang miskin yang tak punya rumah; dan apabila engkau melihat orang telanjang, supaya engkau memberi dia pakaian, dan tidak menyembunyikan diri terhadap saudaramu sendiri! Pada waktu itulah terangmu akan merekah laksana fajar, dan luka-lukamu akan pulih dengan segera. Kebenaran menjadi barisan di depanmu dan kemuliaan Tuhan menjadi pengiringmu. Pada waktu itulah engkau akan memanggil Tuhan dan Ia akan menjawab; engkau akan berteriak minta tolong, dan Ia akan berkata, ‘Ini Aku!’ Apabila engkau tidak lagi mengenakan kuk kepada sesamamu, dan tidak lagi menunjuk-nunjuk orang dengan jari dan memfitnah; apabila engkau menyerahkan kepada orang lapar apa yang kauinginkan sendiri, dan memuaskan hati orang yang tertindas, maka terangmu akan terbit dalam gelap, dan kegelapanmu akan seperti rembang tengah hari.”
Demikianlah sabda Tuhan.
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 112:4-5.6-7.8a.9

Ref. Bagi orang benar Tuhan bercahaya laksana lampu di dalam gulita.

  1. Bagi orang benar Tuhan bercahaya laksana lampu di dalam gelap Ia pengasih dan penyayang serta berlaku adil. Orang baik menaruh belaskasihan dan memberi pinjaman, ia melakukan segala urusan dengan semestinya.

  2. Orang jujur tidak pernah goyah; ia akan dikenang selama-lamanya. Ia tidak takut kepada kabar buruk, hatinya tabah, penuh kepercayaan pada Tuhan.

  3. Hatinya teguh, ia tidak takut, ia murah hati, orang miskin diberinya derma. Kebajikan tetap untuk selama-lamanya, tanduknya meninggi dalam kemuliaan.

BACAAN KEDUA: Bacaan dari Surat Pertama Rasul Paulus kepada umat di Korintus 2:1-5

“Aku mewartakan kepadamu kesaksian Kristus yang tersalib.”

Saudara-saudara, ketika aku datang kepadamu, aku tidak datang dengan kata-kata yang indah atau dengan hikmat untuk menyampaikan kesaksian Allah kepada kamu. Sebab aku telah memutuskan untuk tidak mengetahui apa pun di antara kamu selain Yesus Kristus, yaitu Dia yang disalibkan. Aku pun datang kepadamu dalam kelemahan, dengan sangat takut dan gentar. Baik ajaran maupun pemberitaanku tidak kusampaikan dengan kata-kata hikmat yang meyakinkan, melainkan dengan keyakinan akan kekuatan Roh, supaya imanmu jangan bergantung pada hikmat manusia, tetapi pada kekuatan Allah.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Alleluya, alleluya, alleluya
S :(Yoh 8:12) Akulah terang dunia, sabda Tuhan. Barangsiapa mengikuti Aku, ia mempunyai terang hidup.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius 5:13-16

“Kamu adalah garam dunia.”

Dalam khotbah di bukit Yesus bersabda kepada murid-murid-Nya, “Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada gunanya lagi selain dibuang dan diinjak-injak orang. Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi. Lagi pula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian, sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu. Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik, dan memuliakan Bapamu yang di surga.”
Demikianlah Sabda Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm Yohanes Dwi Feri Antoro SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.

Sahabat Pendengar Resi Dehonian yang terkasih, selamat berjumpa kembali dengan saya, Romo Yohanes Dwi Feri Antoro SCJ dari Komunitas Asrama Putra Leo Dehon Metro, Lampung, dalam ReSi (Renungan Singkat) Dehonian, edisi Minggu Pekan Biasa V, 08 Februari 2026. Sabda Tuhan yang akan kita dengar dan renungkan hari ini dari Injil Matius 5:13-16.

Tema resi kali ini ialah “Dipanggil untuk menjadi garam dan terang bagi dunia

Sahabat resi yang terkasih, setiap dari kita pasti pernah atau sedang berada dalam situasi hidup yang tidak mudah. Masalah ekonomi, keluarga, pekerjaan, masa depan yang terasa berat, bahkan pergulatan batin yang tidak bisa kita ceritakan kepada siapa pun. Dalam keadaan seperti itu, hidup ini bisa terasa hambar. Semangat melemah, doa terasa kering, dan apa pun yang kita lakukan seakan tidak membuahkan hasil. Kita lelah, kecewa, bahkan merasa tidak lagi mampu menjadi berkat dan teladan bagi orang lain.

Dalam Injil hari ini, Yesus meneguhkan kita melalui ungkapan yang sederhana, tetapi menyadarkan kita semua. Yesus berkata: “Kamu adalah garam dunia dan kamu adalah terang dunia.” Bukan kata “kamu seharusnya menjadi”, melainkan “kamu adalah.” Artinya, sejak kita dibaptis, kita dipanggil untuk berani menjadi garam dan terang bagi dunia. Kita dipanggil untuk menghadirkan Kristus melalui hidup kita, bukan terutama lewat kata-kata, tetapi lewat cara kita hidup setiap hari.

Ada dua gambaran yang Yesus ungkapkan kepada kita yaitu Garam dan Terang. Pertama, “Kamu adalah garam dunia”. Garam itu kecil, tidak mencolok, bahkan sering tidak terlihat. Tetapi tanpa garam, makanan akan terasa hambar. Garam dapat memberi rasa, memberi makna begitupula kehadiran kita di tengah dunia agar mampu menjadi garam. Mungkin kita merasa kecil, biasa saja, tidak berpengaruh. Namun ketika kita hidup dalam kasih, kejujuran, kesetiaan, dan kepedulian, kita sedang memberi “rasa” bagi dunia yang sering dingin dan penuh keegoisan.

Yesus juga mengingatkan kita bahwa garam yang menjadi tawar tidak lagi berguna. Kata-kata Yesus ini menyadarkan kepada kita bahwa iman harus dihidupi dan diwujudnyatakan dalam keluarga, di tempat kerja, komunitas, di lingkungan, dan di mana pun kita berada. pertanyaan bagi kita: apakah kehadiran saya sudah mampu menjadi garam yang memberi rasa positif bagi satu sama lain atau justru sebaliknya?

Kedua, Kamu adalah terang dunia. Terang tidak dibuat untuk disembunyikan. Terang ada untuk menerangi kegelapan, agar orang tidak tersesat dan tidak jatuh. Terang itu mungkin kecil, seperti pelita, tetapi mampu menerangi situasi yang paling gelap sekalipun. Menjadi terang berarti berani menghadirkan kebaikan dan kasih di tengah kebencian, kejujuran di tengah ketidakadilan, berani mengampuni di tengah luka, dan memberi harapan di tengah keputusasaan.

Terang itu akan selalu bersinar dan kita bagikan kepada keluarga serta orang-orang yang kita layani maupun jumpai dengan tindakan sederhana yaitu mau mendengarkan dengan empati, menolong tanpa pamrih, mengampuni meski terluka, peduli kepada satu dengan yang lainnya, dan memilih berdamai daripada membalas. Mungkin kita merasa kecil dan tidak berdaya menghadapi berbagai persoalan hidup kita masing-masing. Namun Yesus tidak menuntut kita melakukan hal-hal besar. Ia hanya meminta kita setia melakukan kebaikan dan kasih dimanapun kita berada. Garam secukupnya sudah memberi rasa. Terang sekecil apa pun tetap berarti di tengah kegelapan; Demikian hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di surga.”. Pertanyaan bagi kita: apakah saya sudah menjadi terang bagi satu sama lain meskipun itu kecil?

Saudara/I, menjadi garam dan terang berarti berani dan mau memberi kesaksian yang mengarahkan dan menuntun hidup kita, keluarga dan orang-orang sekitar kita kepada Allah, sang sumber keselamatan sejati. Semoga melalui Injil hari ini, kita diteguhkan untuk terus menjadi garam yang memberi rasa dan terang yang menerangi hidup kita, keluarga, komunitas dan lingkungan sekitar kita.  Berkat Allah yang Mahakuasa menyertai kita semua, + Bapa, Putra dan Roh Kudus. Amin. Semoga Hati Kudus Yesus merajai kita semua. Amin.

DOA UMAT:

I : Kita adalah garam dan terang dunia. Maka, marilah kita panjatkan doa-doa kepada Bapa agar kita selalu hidup oleh Sabda-Nya, sebagai garam dan terang dunia.

L : Bagi para pewarta Injil: para Uskup, Imam, guru agama, dan katekis: Bapa, sadarkanlah para pewarta Injil bahwa Roh-Mulah yang berkarya dan menyapa hati orang-orang yang mencari kebenaran.

U: Tuntunlah kami untuk selalu hidp oleh Sabda-Mu sendiri, sebagai garam dan terang dunia.

L : Bagi mereka yang dengan pengorbanan mencurahkan tenaganya guna membantu rakyat di negara asing. Bapa, dampingilah mereka yang dengan sukarela demi kemanusiaan membantu rakyat negara asing.

U: Kobarkanlah semangat pengorbanan mereka sebagai kesaksian akan kasih-Mu yang menyelamatkan.

L : Bagi para petugas kesehatan: Bapa, berkatila karya cinta kasih para petugas kesehatan untuk meringankan beban penderitaan mereka yang sakit.

U: Semoga karya mereka sungguh mengalir dari-Mu sendiri yang selalu memperhatikan dan menyelamatkan orang-orang lemah dan menderita.

L : Bagi kita sendiri di sini: Bapa, perkenankanlah kami menghampakan diri dengan mau memahami serta ikut serta menghayati suka duka sesama kami.

U: Semoga iman, harapan, dan kasih kami semakin teguh dalam mewartakan karya penyelamatan-Mu bagi setiap orang.

I : Allah Bapa Yang Maha Pengasih, barangsiapa berseru kepada-Mu, takkan dikecewakan. Kuatkanlah usaha dan kesetiaan kami, dan berilah kami berkat-Mu. Demi Kristus, Tuhan dan Pengantara kami.

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN:

Tuhan Allah kami, Engkau telah menciptakan roti dan anggur ini untuk menjadi makanan yang menguatkan kami. Semoga daya Ilahi-Mu mengubah persembahan ini menjadi sakramen kehidupan kekal bagi kami. Dengan pengantaraan Kritus, Tuhan kami. Amin

ANTIFON KOMUNI – Matius 5:4-6

Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan.

DOA SESUDAH KOMUNI:

Marilah berdoa: Ya Allah, kami bersyukur atas karunia Sabda dan Tubuh Putra-Mu ini. Semoga Sabda-Nya selalu menerangi kami dan Tubuh-Nya memberi kekuatan kepada kami untuk mewartakan cinta kasih-Mu sampai kami mengalaminya secara penuh dalam kehidpan abadi di surga. Demi Kristus, Tuhan dan Pengantara kami. Amin

DOWNLOAD AUDIO RESI: 

2 Comments

  • Rabinus Februari 7, 2026 at 11:50 am

    Renungan yang diposting ini sangat membantu kami para pemimpin umat di stasi-stasi, saya sangat bersyukur dengan postingan ini, saya mudah menangkap apa yang di tulis kata demi kata dalam web ini, saran saya terus lah melakukan kebaikan seperti ini, karena tulisan ini bagian dari bentuk pelayanan bagi kami di stasi perkampungan

    Reply
  • Epin Roma Februari 7, 2026 at 10:22 pm

    Terima kasih Romo. Tuhan Yesus memberkati kita semua. Amin

    Reply

Leave a Comment