Senin, 09 Februari 2026 – Hari Biasa Pekan V

Rm. Antonius Edi Prasetyo SCJ dari Komunitas SCJ Paroki St. Petrus Kenten Palembang – Indonesia

 
 
 

AUDIO RESI:

ANTIFON PEMBUKA – Mazmur 132:7

Mari kita pergi ke tempat kediaman Tuhan, dan sujud menyembah pada tumpuan kaki-Nya.

PENGANTAR:

Raja Salomo membangun bait Allah, di mana Allah hadir dan umat bertemu memuji memuliakan Tuhan. Pada zaman Yesus kehadiran Allah di tengah-tengah manusia diperbarui, namun kini orang-orang papa miskin dan terutama Yesus sendiri yang menghadirkan Allah. Bila kita berhimpun demi nama Yesus, maka Tuhan hadir di tengah-tengah kita.

DOA KOLEKTA:

Marilah bedoa: Allah Bapa mahabaik, Engkau agung melebihi segala sesuatu, sebab Engkau setia akan janji-Mu. Kami mohon, semoga kami mengimani benar yang datang atas nama Tuhan, ialah Yesus Kristus Mesias, saksi belas kasih-Mu. Sebab dialah Putra-Mu, Tuhan dan pengantara kami, ….

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kitab Pertama Raja-Raja 8:1-7.9-13

“Imam-imam membawa tabut perjanjian ke tempat mahakudus dan datanglah awan memenuhi rumah Tuhan.”

Setelah Rumah Allah selesai dibangun, Raja Salomo memerintahkan para tua-tua Israel dan semua kepala suku, yakni para pemimpin keluarga Israel, berkumpul di hadapannya di Yerusalem, untuk mengangkut tabut perjanjian Tuhan dari kota Daud, yaitu Sion. Maka pada hari raya di bulan Etanim, yakni bulan ketujuh, berkumpullah di hadapan Raja Salomo semua orang Israel. Setelah semua tua-tua Israel datang, imam-imam mengangkat tabut itu. Mereka mengangkut tabut Tuhan dan Kemah Pertemuan serta segala barang kudus yang ada dalam kemah itu; Semuanya itu diangkut oleh imam-imam dan orang-orang Lewi. Sedang Raja Salomo dan segenap umat Israel yang sudah berkumpul di hadapannya, berdiri bersama-sama dengan dia di depan tabut itu, dan mempersembahkan kambing domba dan lembu sapi yang tidak terhitung dan tidak terbilang banyaknya. Kemudian imam-imam membawa tabut perjanjian Tuhan itu ke tempatnya, yakni di ruang belakang rumah itu, di tempat mahakudus, tepat di bawah sayab kerub-kerub. Sebab kerub-kerub itu mengembangkan kedua sayapnya di atas tempat tabut itu, sehingga kerub-kerub itu menudungi tabut serta kayu-kayu pengusungan dari atas. Dalam tabut itu tidak ada apa-apa selain dari kedua loh batu yang diletakkan Musa ke dalamnya di gunung Horeb, yakni loh-loh batu bertuliskan perjanjian yang diadakan Tuhan dengan orang-orang Israel pada waktu perjalanan mereka keluar dari tanah Mesir. Ketika imam-imam keluar dari tempat kudus, turunlah awan memenuhi rumah Tuhan, sehingga oleh karena awan itu, imam-imam tidak tahan berdiri untuk menyelenggarakan kebaktian, sebab kemuliaan Tuhan memenuhi rumah itu. Pada waktu itu berkatalah Salomo, “Tuhan telah menetapkan matahari di langit, tetapi Ia memutuskan untuk diam dalam kekelaman. Sekarang aku telah mendirikan rumah kediaman bagi-Mu, tempat Engkau menetap selama-lamanya.”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 132:6-7.8-10

Ref. Bangunlah, ya Tuhan, dan pergilah ke tempat peristirahatan-Mu.

  1. Dengarlah! Kami dengar tabut itu ada di Efrata, kami telah mendapatinya di padang Yaar. “Mari kita pergi ke tempat kediaman-Nya, dan sujud menyembah pada tumpuan kaki-Nya.”

  2. Bangunlah, ya Tuhan, dan pergilah ke tempat peristirahatan-Mu, Engkau serta tabut kekuasaan-Mu! Biarlah imam-imam-Mu berpakaian kebenaran, dan biarlah bersorak-sorai orang-orang yang Kaukasihi! Demi Daud, hamba-Mu, janganlah Engkau menolak orang yang Kauurapi!

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Alleluya
S : (Mat 4:23) Yesus mewartakan Kerajaan Allah, dan menyembuhkan semua orang sakit. Alleluya.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus 6:53-56

“Semua orang yang menjamah Yesus, menjadi sembuh.”

Pada suatu hari Yesus dan murud-murid-Nya mendarat di Genesaret dan berlabuh di situ. Ketika mereka keluar dari perahu, orang segera mengenal Yesus. Maka berlari-larilah mereka ke seluruh daerah itu dan mulai mengusung orang-orang sakit di atas tilamnya kepada Yesus, di mana saja kabarnya Ia berada. Ke mana pun Yesus pergi, – ke desa-desa, ke kota-kota atau ke kampung-kampung, – orang meletakkan orang-orang sakit di pasar dan memohon kepada-Nya, supaya mereka diperkenankan hanya menjamah jumbai jubah-Nya saja. Dan semua orang yang menjamahnya menjadi sembuh.
Demikianlah sabda Tuhan.
U. Terpujilah Kristus.

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Antonius Edi Prasetyo SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.

Pendengar Resi Dehonian terkasih, Jumpa kembali dengan saya, Romo Antonius Edi Prasetyo SCJ dari Komunitas SCJ Paroki St. Petrus Palembang, dalam Resi – Renungan Singkat Dehonian Edisi Senin 9 Februari 2026

Saudara-saudariku yang terkasih, para sahabat Hati Kudus Yesus, Dalam kehidupan sehari-hari, sering kali seseorang yang sedang sakit atau sangat lelah tidak membutuhkan banyak nasihat. Ia tidak menuntut penjelasan panjang. Yang ia perlukan hanyalah kehadiran orang yang ia percaya. Kadang cukup dengan duduk di dekatnya, atau sekadar menyentuh tangannya, rasa aman dan kekuatan itu mulai tumbuh kembali. Sentuhan sederhana itu tidak menyelesaikan semua persoalan, tetapi menghadirkan pengharapan.

Demikianlah iman yang kita temukan dalam Injil hari ini. Orang-orang tidak menuntut mukjizat besar; mereka hanya ingin mendekat dan menyentuh jubah Yesus. Namun dari kedekatan itulah, kesembuhan dan keselamatan mengalir. Dalam tradisi Gereja, jubah melambangkan identitas dan kehadiran seseorang. Menyentuh jubah Yesus berarti masuk dalam relasi dengan Pribadi-Nya. Artinya: keselamatan bukan pertama-tama soal teknik doa atau kesalehan lahiriah, tetapi soal kedekatan dengan Kristus. Yesus tidak bertanya siapa yang pantas dan siapa yang tidak. Ia tidak menyaring siapa yang boleh datang dan siapa yang harus pergi. Ia hadir di tengah pasar, di tengah hiruk-pikuk hidup, dan di sanalah rahmat bekerja.

Di zaman sekarang, kita memiliki akses yang jauh lebih istimewa daripada sekadar “jumbai jubah”. Dalam setiap Perayaan Ekaristi, kita tidak hanya menyentuh baju-Nya, tetapi kita menyambut Tubuh dan Darah-Nya ke dalam diri kita. Jika orang Genesaret saja sembuh hanya dengan menyentuh ujung jubah-Nya, bayangkan betapa besar kekuatan yang ditawarkan Tuhan kepada kita melalui Sakramen Ekaristi. Pertanyaannya, apakah kita menyambut Komuni dengan kerinduan dan iman yang sama besarnya seperti orang-orang Genesaret itu?

Saudara-saudari yang terkasih, Marilah kita belajar dari orang-orang Genesaret: tidak banyak kata, tidak banyak tuntutan, hanya satu keyakinan “bersentuhan dengan Kristus adalah sumber kehidupan kita.” Semoga kita semua, dalam setiap tahap kehidupan, senantiasa mencari dan menemukan kekuatan dalam kedekatan dengan Kristus, sumber keselamatan dan kehidupan sejati. Saya memberkati saudara dengan berkat Allah yang melimpah, dalam nama Bapa, Putera dan Roh Kudus. Amin.

semoga Hati Kudus Yesus senantiasa merajai hati kita semua. Amin  Tuhan memberkati. Berkah Dalem.

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN

Allah Bapa maha pengasih, semoga kami Kauberi kesehatan jiwa raga berkat anugerah-Mu ini, yang bagi kami menjadi lambang kehidupan. Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami.

ANTIFON KOMUNI – Markus 6:56

Semua orang yang menjamah Yesus menjadi sembuh.

DOA SESUDAH KOMUNI:

Marilah berdoa: Allah Bapa sumber kedamaian, kami bersyukur karena Kauperkenankan memahami segala perintah dan kehendak-Mu. Kami mohon semoga semuanya itu menjadi kekuatan kami dan menuntun kami menuju kedamaian sejati. Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami.

DOWNLOAD AUDIO RESI

2 Comments

  • Firmus Dega Februari 9, 2026 at 8:23 am

    Makasih Romo atas renungannya

    Reply
  • Firmus Dega Februari 9, 2026 at 8:24 am

    Mks Romo

    Reply

Leave a Comment