Sabtu, 14 Februari 2026 – Peringatan Wajib St. Sirilus, Pertapa dan Metodius, Uskup

Fr Bofry Wahyu Samosir SCJ dari Komunitas SCJ Visma Vijaya Praya (VVP) Yogyakarta – Indonesia

 
 
 
 

AUDIO RESI:

ANTIFON PEMBUKA – Mzm 95:3-4

Ceriterakanlah kemuliaan-Nya di antara para bangsa dan karya-Nya yang agung di antara segala suku. Sebab Tuhan mahaagung dan sangat terpuji.

PENGANTAR:

Karya misioner dewasa ini sangat menekankan inkulturasi lokal, terutama dalam hal bahasa. Sirilus serta Metodius, dua orang misionaris bersaudara, telah rnelihat kepentingan itu berabad-abad sebelum kita. Kitab Suci dan doa-doa mereka terjemahkan ke dalam bahasa Rusia. Liturgi pun mereka rayakan dalam bahasa daerah. Oleh beberapa lingkungan hal itu dianggap bidaah. Tetapi Sri Paus yakin akan kejujuran hati mereka dan mendukung usaha -usaha mereka. Hasilnya: Gereja berkembang dengan suburnya.

DOA KOLEKTA:

Marilah berdoa: Allah Bapa umat manusia, bangsa-bangsa Slawia telah Kaupanggil kepada terang iman sejati dengan pewartaan dua orang bersaudara Santo Sirilus dan Santo Metodius. Bukalah hati kami juga bagi sabda-Mu, supaya kami memahami ajaran-Mu, menjadi umat yang rukun bersatu dan sehati mengakui iman yang benar. Demi Yesus Kristus, …

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kitab Pertama Raja-Raja 12:26-32; 13:33-34

“Raja Yerobeam membuat dua anak lembu emas.”

Setelah menjadi raja, berkatalah Yerobeam dalam hatinya, “Kini mungkin kerajaan ini kembali kepada keluarga Daud. Jika bangsa itu tetap pergi mempersembahkan kurban sembelihan di rumah Tuhan di Yerusalem, maka pastilah hati bangsa ini akan berbalik kepada tuan mereka, yaitu Rehabeam, raja Yehuda, kemudian mereka akan membunuh aku dan akan kembali kepada Rehabeam, raja Yehuda.” Sesudah menimbang-nimbang, raja membuat dua anak lembu jantan dari emas. Lalu ia berkata kepada mereka, “Sudah cukup kamu pergi ke Yerusalem! Hai Israel , lihatlah sekarang allah-allahmu, yang telah menuntun engkau keluar dari tanah Mesir.” Lalu ia menaruh lembu yang satu di Betel dan yang lain ditempatkannya di Dan. Maka hal itu menyebabkan orang berdosa. Sebab rakyat pergi ke Betel menyembah patung yang satu dan ke Dan menyembah patung yang lain. Yerobeam membuat juga kuil-kuil di atas bukit-bukit pengurbanan, dan mengangkat imam-imam dari kalangan rakyat yang bukan dari bani Lewi. Kemudian Yerobeam menentukan suatu hari raya pada hari yang kelima belas bulan kedelapan, sama seperti hari raya yang di Yehuda, dan raja sendiri naik tangga mezbah itu. Begitulah dibuatnya di Betel: ia mempersembahkan kurban kepada anak-anak lembu yang telah dibuatnya itu, dan ia menugaskan di Betel imam-imam bukit pengurbanan yang telah diangkatnya. Raja Yerobeam tidak berbalik dari kelakuannya yang jahat itu, tetapi mengangkat pula imam-imam dari kalangan rakyat untuk bukit-bukit pengurbanan. Siapa saja yang mau ditahbiskannya menjadi imam untuk bukit-bukit pengurbanan. Dan tindakan itu menjadi dosa bagi keluarga Yerobeam, sehingga mereka dilenyapkan dan dipunahkan dari muka bumi.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 106:6-7a.19-22

Ref. Ingatlah akan daku, ya Tuhan, demi kemurahan-Mu terhadap umat.

  1. Kami dan nenek moyang kami telah berbuat dosa, kami telah bersalah, kami telah berbuat fasik. Nenek moyang kami di Mesir tidak memahami perbuatan-perbuatan-Mu yang ajaib.

  2. Mereka membuat anak lembu di Horeb, dan sujud menyembah kepada patung tuangan; mereka menukar Yang Mulia dengan patung sapi jantan yang makan rumput.

  3. Mereka melupakan Allah yang telah menyelamatkan mereka, yang telah melakukan hal-hal besar di tanah Mesir; yang melakukan karya-karya ajaib di tanah Ham, dan perbuatan-perbuatan dahsyat di tepi Laut Teberau.

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Alleluya
S : (Mat 4:4b)  Manusia hidup bukan saja dari makanan, melainkan juga dari setiap sabda Allah

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus 8:1-10

“Mereka semua makan sampai kenyang.”

Sekali peristiwa sejumlah besar orang mengikuti Yesus. Karena mereka tidak mempunyai makanan, Yesus memanggil murid-murid-Nya dan berkata: “Hati-Ku tergerak oleh belas kasihan kepada orang banyak ini. Sudah tiga hari mereka mengikuti Aku dan mereka tidak mempunyai makanan. Dan jika mereka Kusuruh pulang ke rumahnya dengan lapar, mereka akan rebah di jalan, sebab ada yang datang dari jauh.” Murid-murid-Nya menjawab: “Bagaimana di tempat yang sunyi ini orang dapat memberi mereka roti sampai kenyang?” Yesus bertanya kepada mereka: “Berapa roti ada padamu?” Jawab mereka: “Tujuh.” Lalu Ia menyuruh orang banyak itu duduk di tanah. Sesudah itu Ia mengambil ketujuh roti itu, mengucap syukur, memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada murid-murid-Nya untuk dibagi-bagikan, dan mereka memberikannya kepada orang banyak. Mereka juga mempunyai beberapa ikan, dan sesudah mengucap berkat atasnya, Ia menyuruh supaya ikan itu juga dibagi-bagikan. Dan mereka makan sampai kenyang. Kemudian orang mengumpulkan potongan-potongan roti yang sisa, sebanyak tujuh bakul. Mereka itu ada kira-kira empat ribu orang. Lalu Yesus menyuruh mereka pulang. Ia segera naik ke perahu dengan murid-murid-Nya dan bertolak ke daerah Dalmanuta.
Demikianlah sabda Tuhan!
U. Terpujilah Kristus!

RESI DIBAWAKAN OLEH Fr Bofry Wahyu Samosir SCJ

Vivat Cor Jesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria. 

Sahabat Pendengar Resi Dehonian terkasih, salam kasih dan salam jumpa bersama saya Fr. Bofry Wahyu Samosir, SCJ dari komunitas SCJ – Visma Vijaya Praya Yogyakarta – Indonesia, dalam Resi – Renungan Singkat – Dehonian edisi Sabtu, 14 Februari 2026, yang secara khusus memperingati Santo Sirilus, Rahib, dan Santo Metodius, Uskup. Sabda Tuhan yang akan kita dengar dan renungkan hari ini diambil dari Injil Markus 8:1-10.

Sahabat terkasih, dalam hidup ini, terutama di dalam keluarga, komunitas maupun di tempat kita bekerja dan berkarya, kita semua tentu terus berusaha untuk menjadi pribadi yang berbelaskasih bagi sesama, apalagi bagi saudara-saudari kita yang sedang mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Namun, kadangkala, kita ragu untuk melakukannya karena kita tidak memiliki materi yang cukup untuk membantu mereka.

Melalui bacaan Injil hari ini, Yesus mengingatkan kita dengan teladan hidup-Nya, di mana Dia mengundang kita untuk tidak ragu menjadi pribadi yang berbelaskasih, sekalipun di dalam kondisi yang terbatas. Sebagaimana Yesus berbelaskasih dengan memberi makan kepada 4000 ribu orang yang mengikuti-Nya hanya dengan 7 roti dan beberapa ikan, maka mari kita juga berbelaskasih tanpa perhitungan cukup atau tidak.

Sahabat terkasih, dalam hidup kita sehari-hari, kita mungkin seringkali berada di posisi para murid yang dikisahkan dalam bacaan Injil hari ini. Para Murid menanggapi undangan Yesus untuk memberi makan sejumlah besar orang yang mengikuti-Nya dengan keraguan. Para murid menjawab, “Bagaimana di tempat yang sunyi ini orang dapat memberi mereka roti sampai kenyang?” Tanggapan ini menunjukkan bahwa para Murid bukannya tidak berbelaskasih, tapi mereka ragu karena kondisi mereka terbatas.

Lalu Yesus menanggapi keraguan para Murid dengan mengucap Syukur dan memberkati 7 roti dan beberapa ikan yang dimiliki para murid-Nya. Setelah itu, para Murid membagikannya kepada 4000 orang.  Bagi saya, tindakan yang dilakukan oleh Yesus ini menunjukkan bahwa Allah dalam Yesus Kristus akan memberkati kita dengan cara-Nya yang Istimewa di tengah upaya kita untuk mengasihi banyak orang. Ini bisa kita Imani sebagai “The Power of God’s Blessing” atau kekuatan berkat Allah.

Maka, sahabat terkasih, kalau kita percaya bahwa berkat Allah berlimpah dalam hidup kita, maka jangan ragu untuk berbelaskasih. Sekalipun kondisi kita terbatas atau materi yang kita miliki tidak banyak, yakinlah bahwa Allah dalam Yesus Kristus tidak akan membiarkan kita kekurangan. Dia akan memberkati kita dan memberikan banyak berkat untuk kebaikan kita dan kebaikan orang-orang yang ada di sekitar kita.

Dalam hal ini, kita juga bisa belajar dari Santo Sirilus, Rahib dan Santo Metodius, Uskup sebagai wajah nyata dari berkat Allah yang berdaya ubah dalam hidup kita. Ketika mereka bermisi ke Eropa Timur, hati mereka tergerak oleh belaskasihan untuk menerjemahkan Kitab suci dan berbagai doa dalam Bahasa setempat. Allah memberkati mereka, sehingga Gereja berkembang dengan subur di sana. Mahkota dari berkat Allah yang mereka alami adalah bahwa bersama dengan Santo Benediktus, mereka dijadikan oleh Paus Yohanes Paulus II sebagai pelindung Eropa.

Sahabat terkasih, semoga dengan merenungkan bacaan Injil dan teladan hidup Santo Sirilus dan Metodius, kita semakin mampu untuk menjadi pribadi yang berbelaskasih kepada banyak orang. Yakinlah bahwa Allah dalam Yesus Kristus akan selalu memberkati kita, sehingga apapun yang kita lakukan dan berikan bagi banyak orang, pasti akan berdaya ubah dalam hidup kita maupun dalam hidup mereka yang kita kasihi.

 Semoga Allah yang Maha Pengasih, melalui Hati Yesus dan Hati Maria, senantiasa menganugerahkan berkat-Nya agar kita selalu mampu menjadi pribadi yang berbelaskasih bagi banyak orang. Amin 

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN:

Pada peringatan Santo Sirilus dan Metodius kami mohon kepada-Mu, ya Tuhan, limpahkanlah berkat-Mu dari surga atas persembahan yang kami unjukkan ini. Semoga kami dilepaskan dari segala dosa dan dipenuhi dengan santapan surgawi. Demi Kristus, …

ANTIFON KOMUNI:

Pergilah ke seluruh dunia dan maklumkanlah Injil. Aku besertamu setiap hari.

DOA SESUDAH KOMUNI:

Marilah berdoa : Allah Bapa kami yang maha penyayang, Santo Sirilus dan Metodius telah mewartakan iman dan meneguhkannya dengan jerih payah mereka. Semoga sakramen yang kami sambut ini menghidupkan iman itu dalam diri kami. Demi Kristus,…

DOWNLOAD AUDIO RESI: 

St. Sirilus, Pertapa dan Metodius, Uskup

St. Sirilus dan St. Metodius

St. Sirilus, Pertapa

Apostle of Bulgaria, Apostle of the Slavs, Apostle of the Southern Slavs, Constantin, Constantine the Philospher, Constantine, Cyril the Philosopher, Equal of the Apostles, Slavorum Apostoli.

Sirilus terlahir dengan nama Konstantinus pada tahun 827 di Tesalonika, Yunani. Ia bersama saudaranya Santo Metodius menjadi imam dan memiliki keinginan kudus yang sama untuk mewartakan iman Kristiani. Mereka menjadi misionaris untuk bangsa-bangsa-bangsa Slavia di Eropa Timur : Moravia, Bohemia dan Bulgaria.

Pada tahun 862, hanya tujuh tahun sebelum St.Sirilus wafat, pangeran Moravia memohon agar para misionaris diutus ke negaranya untuk mewartakan Kabar Gembira Yesus dan Gereja-Nya. Pangeran menambahkan satu permohonan lagi, yaitu para misionaris tersebut hendaknya berbicara dalam bahasa setempat.

Kedua bersaudara, Sirilus dan Metodius, menawarkan diri untuk menjadi sukarelawan dan diterima. Mereka tahu bahwa mereka akan diminta untuk meninggalkan negeri mereka sendiri, bahasa serta kebudayaan mereka, demi cinta kepada Yesus. Mereka melakukannya dengan suka hati. Sirilus dan Metodius menciptakan abjad Slavia. Mereka menerjemahkan Kitab Suci dan liturgi Gereja ke dalam bahasa Slavia. Oleh karena jasa mereka, rakyat dapat menerima ajaran Kristiani dalam bahasa yang mereka mengerti.

Pada waktu itu, sebagian orang dalam Gereja tidak setuju dengan penggunaan bahasa setempat dalam liturgi Gereja. Kedua bersaudara itu harus menghadapi kritik serta kecaman. Kemudian, mereka berdua dipanggil ke Roma untuk menghadap Bapa Suci. Orang-orang yang mengecamnya pasti akan terkejut dengan jalannya pertemuan tersebut. Paus Adrianus II menunjukkan rasa kagum serta terima-kasihnya kepada kedua misionaris tersebut. Ia menyetujui cara-cara yang mereka gunakan dalam mewartakan iman dan bahkan mengangkat mereka berdua menjadi uskup.

Sirilus, sang pertapa, wafat sebelum ia sempat ditahbiskan menjadi Uskup, sementara Metodius kemudian menjadi uskup. Sirilus wafat pada tanggal 14 Februari 869. Ia dimakamkan di Gereja St. Klemens di Roma. Metodius kembali ke bangsa-bangsa Slavia dan melanjutkan karyanya selama lima belas tahun lagi sebelum akhirnya wafat pada tanggal 6 April 885.

Pada tanggal 31 Desember 1980, Paus Yohanes Paulus II mengangkat St. Sirilus dan St. Metodius sebagai pelindung Eropa bersama dengan St. Benediktus.

Arti Nama: 

Berasal dari nama Yunani Κυριλλος (Kyrillos) yang diturunkan dari kata Yunani κυριος (kyrios)  yang berarti : “Tuan ” atau “Tuhan”.

Dalam Kitab Suci bahasa Yunani kata Κυριλλος (Kyrillos) di pakai untuk “Tuhan” dan “Yesus”

Variasi Nama:

Cyril (English),  Cyrille (French) , Cyrillus, Kyrillos (Ancient Greek), Kiril (Bulgarian), Cirillo (Italian), Kiril, Kire, Kiro (Macedonian), Cyryl (Polish), Kirill (Russian), Ciril (Slovene), Kyrylo (Ukrainian)

 

Santo Metodius

Apostle of Bulgaria, Apostle of the Slavs, Apostle of the Southern Slavs, Equal of the Apostles, Slavorum Apostoli

Santo Metodius lahir pada tahun 826 di Tesalonika, Yunani. Ia bersama saudaranya Santo Sirilus adalah misionaris untuk bangsa-bangsa-bangsa Slavia di Eropa Timur : Moravia, Bohemia dan Bulgaria.

Pada tahun 862, hanya tujuh tahun sebelum St.Sirilus wafat, pangeran Moravia memohon pada Puas di Roma agar para misionaris diutus ke negaranya untuk mewartakan Kabar Gembira Yesus dan Gereja-Nya. Pangeran menambahkan satu permohonan lagi, yaitu para misionaris tersebut hendaknya berbicara dalam bahasa setempat.

Kedua bersaudara, Sirilus dan Metodius, menawarkan diri untuk menjadi sukarelawan dan diterima. Mereka tahu bahwa mereka akan diminta untuk meninggalkan negeri mereka sendiri, bahasa serta kebudayaan mereka, demi cinta kepada Yesus. Mereka melakukannya dengan suka hati. Sirilus dan Metodius menciptakan abjad Slavia. Mereka menerjemahkan Kitab Suci dan liturgi Gereja ke dalam bahasa Slavia. Oleh karena jasa mereka, rakyat dapat menerima ajaran Kristiani dalam bahasa yang mereka mengerti.

 

Pada waktu itu, sebagian orang dalam Gereja tidak setuju dengan penggunaan bahasa setempat dalam liturgi Gereja. Kedua bersaudara itu harus menghadapi kritik serta kecaman. Kemudian, mereka berdua dipanggil ke Roma untuk menghadap Bapa Suci. Orang-orang yang mengecamnya pasti akan terkejut dengan jalannya pertemuan tersebut. Paus Adrianus II menunjukkan rasa kagum serta terima-kasihnya kepada kedua misionaris tersebut. Ia menyetujui cara-cara yang mereka gunakan dalam mewartakan iman dan bahkan mengangkat mereka berdua menjadi uskup.

Sirilus, sang pertapa, wafat sebelum ia sempat ditahbiskan menjadi Uskup, sementara Metodius kemudian menjadi uskup. Sirilus wafat pada tanggal 14 Februari 869. Ia dimakamkan di Gereja St. Klemens di Roma. Metodius kembali ke bangsa-bangsa Slavia dan melanjutkan karyanya selama lima belas tahun lagi sebelum akhirnya wafat pada tanggal 6 April 885.

Pada tanggal 31 Desember 1980, Paus Yohanes Paulus II mengangkat St. Sirilus dan St. Metodius sebagai pelindung Eropa bersama dengan St. Benediktus.

Variasi Nama:

Methodius, methodios, metoděj (czech), metodija, metodij (macedonian), metody (polish), mefodiy (russian), metod (slovak), metod (slovene)

 

2 Comments

  • Epin Roma Februari 12, 2026 at 5:18 pm

    Terima kasih Romo Tuhan Yesus memberkati kita semua. Amin

    Reply
  • Firmus Dega Februari 14, 2026 at 7:11 am

    Makasih Fr

    Reply

Leave a Comment