Senin, 16 Februari 2026 – Hari Biasa Pekan VI

Rm. Yohanes Dwi Wicaksono SCJ dari komunitas SCJ Dehon House Manila – Philipina

 
 
 

AUDIO RESI:

ANTIFON PEMBUKA – Mazmur 119:76

Biarlah kiranya kasih setia-Mu menjadi penghiburanku; sesuai dengan janji yang Kauucapkan kepada hamba-Mu.

PENGANTAR: 

Yakobus menggarisbawahi kenisbian nilai-nilai duniawi. Kekayaan akan punah. Satu-satunya nilai kita ialah, bahwa kita ini terpilih. Tuhan telah mempercayakan segala yang penuh nilai kepada kita, dan itu cukuplah bagi kita. Tanda lain tidak diberikan. Jika kita semua bekerja sama dengan menyumbang- kan bakat kita masing-masing, maka pastilah kita sanggup menunaikan tugas kita. Kristus Lah satu-satunya tanda kita.

DOA PEMBUKA

Marilah berdoa: Allah Bapa sumber kebijaksanaan, semoga kami mengimani Engkau, agar dapat berdoa dan Kau dengarkan, baik pada saat suka maupun duka, senang maupun sedih. Demi Yesus Kristus Putra-Mu,….

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Surat Rasul Yakobus 1:1-11

“Ujian terhadap imanmu menghasilkan ketekunan, agar kamu menjadi sempurna dan utuh.”

Salam dari Yakobus, hamba Allah dan Tuhan Yesus Kristus, kepada kedua belas suku di perantauan. Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan. Sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan. Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apa pun. Tetapi apabila di antara kamu ada yang kekurangan hikmat, hendaklah ia memintanya kepada Allah, yang memberikan kepada semua orang dengan murah hati dan dengan tidak membangkit-bangkit; maka hal itu akan diberikan kepadanya. Hendaklah ia memintanya dalam iman, dan sama sekali jangan bimbang, sebab orang yang bimbang sama dengan gelombang laut, yang diombang-ambingkan kian ke mari oleh angin. Orang yang demikian janganlah berharap, bahwa ia akan menerima sesuatu dari Tuhan. Sebab orang yang mendua hati tidak akan tenang dalam hidupnya. Bila seorang saudara berada dalam keadaan yang rendah baiklah ia bermegah karena kedudukannya yang tinggi, dan orang kaya karena kedudukannya yang rendah sebab ia akan lenyap seperti bunga rumput; matahari terbit dengan panasnya yang terik dan melayukan rumput itu sehingga gugurlah bunganya dan hilanglah semaraknya. Demikian jugalah halnya dengan orang kaya: di tengah-tengah segala usahanya ia akan lenyap.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 119:67.68.71.72.75.76

Ref. Semoga rahmat-Mu sampai kepadaku, ya Tuhan, supaya aku hidup.

  1. Sebelum aku tertindas, aku menyimpang, tetapi sekarang aku berpegang pada janji-Mu.

  2. Engkau baik dan murah hati, ajarkanlah ketetapan-ketetapan-Mu kepadaku.

  3. Memang baik, bahwa aku tertindas, supaya aku belajar memahami ketetapan-ketetapan-Mu.

  4. Taurat yang Kausampaikan adalah baik bagiku, lebih berharga daripada ribuan keping emas dan perak.

  5. Aku tahu, ya Tuhan, bahwa hukum-hukum-Mu adil, dan memang tepat bahwa Engkau telah menyiksa aku.

  6. Biarlah kiranya kasih setia-Mu menjadi penghiburanku, sesuai dengan janji yang Kauucapkan kepada hamba-Mu.

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Alleluya
S : (Yoh 14:6) Aku ini jalan, kebenaran dan kehidupan, sabda Tuhan. Tiada orang dapat sampai kepada Bapa tanpa melalui Aku.

Bacaan injil: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus 8:11-13

“Mengapa angkatan ini meminta tanda?”

Sekali peristiwa datanglah orang-orang Farisi dan bersoal jawab dengan Yesus. Untuk mencobai Dia mereka meminta dari pada-Nya suatu tanda dari surga. Maka mengeluhlah Yesus dalam hati dan berkata, “Mengapa angkatan ini meminta tanda? Aku berkata kepadamu, sungguh, kepada angkatan ini sekali-kali tidak akan diberikan tanda.” Lalu Yesus meninggalkan mereka. Ia naik ke perahu dan bertolak ke seberang.
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Yohanes Dwi Wicaksono SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.

Dalam Injil Markus yang kita baca minggu-minggu ini, emosi yang kuat sering dikaitkan dengan Yesus. Kita menemukan contohnya dalam bacaan Injil hari ini. Orang-orang Farisi meminta tanda kepada Yesus untuk menguji-Nya. Yesus menjawab dengan cara yang sangat emosional, ‘mengeluhlah Ia dalam hati-Nya’,  dengan desahan yang keluar langsung dari hati, dengan semacam rintihan batin, yang diungkapkan dalam pertanyaan-Nya, ‘Mengapa generasi ini meminta tanda?’

Orang-orang Farisi mencari semacam bukti bahwa Yesus adalah seperti yang dikatakan-Nya. Namun, iman bukanlah iman jika harus meminta bukti. Surat kepada orang Ibrani mengatakan bahwa ‘iman adalah jaminan akan hal-hal yang diharapkan, keyakinan akan hal-hal yang tidak dilihat’. Itu adalah tindakan kehendak; itu bukan persetujuan mental terhadap serangkaian bukti. Santo Paulus adalah seorang yang memiliki iman yang sangat dalam, tetapi ia berkata dalam surat pertamanya kepada jemaat di Korintus, ‘sekarang kita melihat dalam cermin dengan samar-samar, tetapi kemudian kita akan melihat muka dengan muka’.

Pencarian spiritual seringkali berbentuk pencarian tanda-tanda surgawi, kerinduan akan hal-hal yang luar biasa dan tidak lazim. Namun, Yesus dalam Injil selalu mengarahkan kita kepada hal-hal yang biasa. Ia berbicara tentang penabur yang pergi menabur di ladangnya, perempuan yang mencari dirham yang hilang, kepedulian seorang pengembara Samaria kepada orang asing di jalan dari Yerusalem ke Yerikho, pria yang secara tak terduga menemukan harta karun di ladangnya, pedagang yang menemukan mutiara yang telah lama dicarinya, dan sebagainya. Dalam hal-hal biasa itulah misteri kerajaan Allah dapat ditemukan, karena langit dan bumi penuh dengan kemuliaan Allah bagi mereka yang memiliki mata untuk melihat.

Percaya selalu melibatkan unsur penglihatan yang samar. Kita tidak dapat menuntut tanda atau bukti dari Tuhan sebagai syarat untuk percaya. Namun, Tuhan memang memberi kita tanda-tanda kehadiran-Nya jika kita memiliki telinga untuk mendengar dan mata untuk melihat. Ketika orang-orang Farisi meminta tanda kepada Yesus, mereka gagal melihat bahwa Yesus sendirilah tandanya. Seluruh hidup-Nya adalah tanda kehadiran Allah yang dahsyat.

Tuhan terus memberi kita tanda-tanda kehadiran-Nya hingga hari ini. Tanda-tanda tersebut dapat ditemukan dalam kehidupan yang dibentuk oleh Roh Kudus. Kita semua dipanggil untuk menjadi tanda-tanda hidup Tuhan di dunia kita.

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN 

Allah Bapa mahamurah, semoga kami Kaudampingi selagi membagi-bagi rezeki suci serta semoga kami Kaubuat gembira karena piala Putra-Mu, yang merupakan kedamaian dan keselamatan kami. Demi….

ANTIFON KOMUNI – Mazmur 119:76

Kiranya kasih setia-Mu menjadi penghiburanku. sesuai dengan janji yang Kauucapkan kepada hamba-Mu.

DOA SESUDAH KOMUNI

Marilah berdoa: Allah Bapa maha pengasih, kami bersyukur telah Kau beri tanda kesanggupan-Mu, ialah Yesus, sabda kemurahan hati-Mu. Semoga kami mengimani Engkau seturut teladan yang diberikan oleh Putra-Mu, Yesus Kristus, Tuhan dan pengantara kami.

DOWNLOAD AUDIO RESI: 

3 Comments

  • Epin roma Februari 16, 2026 at 2:33 am

    Terima kasih Romo Tuhan Yesus memberkati kita semua

    Reply
  • Firmus Dega Februari 16, 2026 at 7:23 am

    Makasih Romo

    Reply
  • Agustinus Suyatno Februari 17, 2026 at 7:34 am

    Makasih Romo renunganya semoga semakin percaya dan setia mengikuti Tuhan Yesus GBU…

    Reply

Leave a Comment