Minggu, 22 Februari 2026: Hari Minggu Prapaskah I

Frater Diakon Novtavianus Aldi Prayoga SCJ Dari Komunitas SCJ Paroki St Maria Tak Bernoda Tegalrejo Belitang OKUT SumSel – Indonesia

AUDIO RESI:

ANTIFON PEMBUKA – bdk. Mazmur 91:15-16

Ia akan memanggil-Ku dan Aku akan mendengarkan dia. Aku akan meluputkan dan memuliakannya. Dengan umur panjang akan Kupenuhi dia.

PENGANTAR:

Minggu pertama Prapaskah mengarahkan setiap umat beriman untuk menjadikan masa waktu 40 hari sebagai masa belajar membangun ketaatan iman dan dengan mengambil teladan Yesus yang dengan taat melaksanakan kehendak Bapa-Nya. Ketaatan itu dimulai dengan olah diri yang serius: berpuasa untuk dapat memiliki kepekaan hati guna mengikuti dan melaksanakan kehendak Bapa. Begitu pula, kita semua ingin berolah diri dengan puasa agar semakin kuat dan tajam membedakan mana tindakan dosa dan mana yang selaras dengan kehendak Allah.

SERUAN TOBAT:

I : Tuhan Yesus Kristus, akibat sikap Adam semua orang mati karena berbuat dosa, namun berkat jasa-Mu, semua oran memperoleh rahmat dan hidup. Tuhan, kasihanilah kami.

U : Tuhan, kasihanilah kami.

I : Akibat kesetiaan Adam, semua orang berdosa, namun berkat ketaatan-Mu semua memperoleh rahmat. Kristus, kasihanilah kami.

U : Kristus, kasihanilah kami.

I : Di padang gurun, di bawah pimpinan Musa, umat-Mu berkali-kali jatuh ke dalam dosa; tetapi di padang gurun pula Engkau memberi teladan bagaimana mengalahkan godaan. Tuhan, kasihanilah kami.

U : Tuhan, kasihanilah kami.

DOA PEMBUKA:

Marilah bedoa: Allah Bapa Yang Mahakuasa, ajarilah kami untuk menghayati panggilan kami sebagai pengikut Kristus yang sejati. Semoga kami tidak hanya hidup karena makanan jasmani saja, tetapi juga karena Sabda yang Kauberikan kepada kami, melalui Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kitab Kejadian 2:7-9.3:1-7

“Ciptaan pertama dan dosa asal.”

Ketika Tuhan Allah menjadikan langit dan bumi, Ia membentuk manusia dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya. Demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup. Selanjutnya Tuhan Allah membuat taman di Eden, di sebelah timur; di situlah ditempatkan-Nya manusia yang dibentuk-Nya itu. Lalu Tuhan Allah menumbuhkan berbagai pohon dari bumi, yang menarik dan yang baik untuk dimakan buahnya; di tengah-tengah taman itu Ia menumbuhkan pohon kehidupan, serta pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat. Dari segala binatang di darat yang dijadikan oleh Tuhan Allah ular adalah binatang yang paling cerdik. Ular itu berkata kepada perempuan yang telah diciptakan Tuhan, “Tentulah Allah berfirman: Semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya, bukan?” Sahut perempuan itu kepada ular, “Buah pohon-pohon dalam taman ini boleh kami makan. Tetapi tentang buah pohon yang ada di tengah taman, Allah berfirman: Jangan kamu makan atau pun kamu raba buah itu, nanti kamu mati.” Tetapi ular itu berkata kepada perempuan itu, “Sekali-kali kamu tidak akan mati! Tetapi Allah mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat.” Perempuan itu melihat bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan, dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Maka ia mengambil dari buahnya, lalu dimakan, dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia; dan suaminya pun memakannya. Maka terbukalah mata mereka berdua, dan mereka tahu, bahwa mereka telanjang; lalu mereka menyemat daun pohon ara dan membuat cawat.
Demikianlah sabda Tuhan.
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 51:3-4.5-6a.12-13.14-17

Ref. Kasihanilah, ya Tuhan, Kaulah pengampun yang rahim, dan belas kasih-Mu tak terhingga.

  1. Kasihanilah aku, ya Allah, menurut kasih setia-Mu, menurut besarnya rahmat-Mu hapuskanlah pelanggaranku. Bersihkanlah aku seluruhnya dari kesalahanku, dan tahirkanlah aku dari dosaku.

  2. Sebab aku sadar akan pelanggaranku, dosaku selalu terbayang di hadapanku. Terhadap Engkau sendirilah aku berdosa yang jahat dalam pandangan-Mu kulakukan.

  3. Ciptakanlah hati yang murni dalam diriku, ya Allah, dan baharuilah semangat yang teguh dalam batinku. Janganlah membuang aku dari hadapan-Mu, dan janganlah mengambil roh-Mu yang kudus dari pada-Ku!

  4. Berilah aku sukacita karena keselamatan-Mu dan teguhkanlah roh yang rela dalam diriku. Ya Tuhan, bukalah bibirku, supaya mulutku mewartakan puji-pujian kepada-Mu.

BACAAN KEDUA: Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada umat di Roma 5:12-19

“Di mana pelanggaran bertambah banyak, di sana karunia menjadi berlimpah-limpah.”

Saudara-saudara, dosa telah masuk ke dalam dunia lantaran satu orang, dan karena dosa itu, masuklah juga maut. Demikianlah maut telah menjalar kepada semua orang, karena semua orang telah berbuat dosa. Sebab sebelum hukum Taurat ada, di dunia ini telah ada dosa. Tetapi dosa itu tidak diperhitungkan kalau tidak ada hukum Taurat. Sungguhpun demikian dari zaman Adam sampai kepada zaman Musa maut telah berkuasa juga atas mereka yang tidak berbuat dosa dengan cara yang sama seperti yang telah dibuat oleh Adam, yang adalah gambaran dari Dia yang akan datang. Tetapi karunia Allah tidaklah sama dengan pelanggaran Adam. Sebab, jika karena pelanggaran satu orang itu semua orang telah jatuh dalam kuasa maut, jauh lebih besarlah kasih karunia dan anugerah Allah, yang dilimpahkan-Nya atas semua orang lantaran satu orang, yaitu Yesus Kristus. Kasih karunia Allah jauh lebih besar daripada dosa satu orang. Sebab penghakiman atas satu pelanggaran itu telah mengakibatkan penghukuman, sedangkan pemberian kasih karunia atas banyak pelanggaran telah mengakibatkan pembenaran. Jadi, jika oleh dosa satu orang maut telah berkuasa, lebih benarlah yang terjadi atas mereka yang telah menerima kelimpahan kasih karunia dan anugerah kebenaran; mereka akan hidup dan berkuasa oleh karena satu orang itu, yaitu Yesus Kristus. Sebab itu, seperti oleh satu pelanggaran semua orang beroleh penghukuman, demikian pula oleh satu perbuatan kebenaran semua orang beroleh pembenaran untuk hidup. Jadi seperti oleh ketidaktaatan satu orang semua orang telah menjadi orang berdosa, demikian pula oleh ketaatan satu orang semua orang menjadi orang benar.

Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Terpujilah Kristus Tuhan, Raja mulia dan kekal.
S : (Mat 4:4b) Manusia hidup bukan saja dari makanan, melainkan juga dari setiap sabda Allah.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius 4:1-11

“Yesus berpuasa selama empat puluh hari, dan dicobai Iblis.”

Sekali peristiwa Yesus dibawa oleh Roh ke padang gurun supaya dicobai Iblis. Setelah berpuasa empat puluh hari dan empat puluh malam, akhirnya laparlah Yesus. Lalu datanglah si pencoba itu dan berkata kepada-Nya, “Jika Engkau Anak Allah, perintahkanlah supaya batu-batu itu menjadi roti.” Tetapi Yesus menjawab, “Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.” Kemudian Iblis membawa Yesus ke Kota Suci dan menempatkan Dia di bubungan Bait Allah. Lalu Iblis berkata kepada-Nya, “Jika Engkau Anak Allah, jatuhkanlah diri-Mu ke bawah, sebab ada tertulis: Mengenai Engkau Ia akan memerintahkan malaikat-malaikat-Nya, dan mereka akan menatang Engkau di atas tangannya, supaya kaki-Mu jangan terantuk pada batu.” Yesus berkata kepadanya, “Ada pula tertulis: Janganlah engkau mencobai Tuhan, Allahmu!” Lalu Iblis membawa Yesus ke atas gunung yang sangat tinggi dan memperlihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia dengan kemegahannya. Iblis berkata kepada-Nya, “Semua itu akan kuberikan kepada-Mu, jika Engkau sujud menyembah aku.” Maka berkatalah Yesus kepadanya, “Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau harus berbakti!” Lalu Iblis meninggalkan Yesus, dan lihatlah, malaikat-malaikat datang melayani Dia.
Demikianlah Sabda Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

RESI DEHONIAN DIBAWAKAN OLEH Frater Diakon Novtavianus Aldi Prayoga SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.

Menang Bersama Kristus di Padang Gurun Kehidupan

Sahabat Pendengar Resi Dehonian terkasih, jumpa dengan saya Frater Diakon Novtavianus Aldi Prayoga SCJ dari Komunitas Paroki St. Maria Tak Bernoda Tegalrejo, Belitang, Sumatera Selatan, Indonesia dalam Resi – Renungan Singkat Dehonian edisi Minggu, 22 Februari 2026. Sabda Tuhan yang akan kita dengar dan renungkan hari ini dari: Injil Suci menurut Matius 4:1-11.

Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan, Pernahkah kita membayangkan berada di sebuah padang gurun? Bukan sekadar tempat yang panas dan gersang, tetapi sebuah tempat di mana suara-suara bising dunia menghilang, dan yang tersisa hanyalah detak jantung kita sendiri serta rasa lapar yang menggerogoti.

Dalam dunia modern, “padang gurun” kita mungkin bukan lagi hamparan pasir, melainkan saat-saat ketika kita merasa kesepian, lelah secara mental, atau ketika kita merasa “kosong” di tengah keramaian. Di saat-saat kritis seperti itulah, biasanya muncul bisikan-bisikan yang menawarkan jalan pintas. “Mengapa harus susah-susah?” atau “Ambil saja yang ada di depan mata, tidak ada yang tahu ini salah.” Persis di titik kerentanan inilah, Injil hari ini membawa kita menyaksikan bagaimana Sang Guru menghadapi situasi yang sama.

Dalam Matius 4:1-11, kita melihat Yesus yang dipenuhi Roh Kudus, justru dibawa oleh Roh itu ke padang gurun untuk dicobai. Pencobaan seringkali datang tepat setelah momen-momen spiritual yang besar. Iblis tidak menyerang Yesus dengan senjata tajam, melainkan dengan kata-kata yang memutarbalikkan identitas dan kebutuhan manusiawi. Mari kita lihat polanya:

  • Godaan Perut (Materi): “Jadikanlah batu-batu ini menjadi roti.” Iblis menyerang titik terlemah Yesus saat itu: rasa lapar fisik. Namun, Yesus menjawab bahwa hidup manusia tidak hanya bergantung pada apa yang masuk ke mulut, tetapi pada setiap firman yang keluar dari mulut Allah. Ia menolak menjadikan pemuasan diri sebagai prioritas utama.

  • Godaan Kesombongan: “Jatuhkanlah diri-Mu… Malaikat akan menatang Engkau.” Iblis menggunakan kutipan Mazmur untuk memprovokasi Yesus agar menguji kasih setia Bapa. Ini adalah godaan untuk mencari popularitas atau mukjizat demi validasi diri. Yesus menjawab: “Jangan engkau mencobai Tuhan, Allahmu!”

  • Godaan Kuasa (Penyembahan Berhala): “Semua ini akan kuberikan kepada-Mu, jika Engkau sujud menyembah aku.” Ini adalah tawaran jalan pintas menuju kejayaan tanpa salib. Iblis menawarkan dunia, asalkan Yesus menggeser fokus penyembahan-Nya. Jawaban Yesus tegas: “Enyahlah, Iblis! Hanya kepada Allah engkau harus menyembah.”

Melalui tiga jawaban-Nya, Yesus menunjukkan bahwa senjata utama melawan kegelapan bukanlah kekuatan otot, melainkan ketaatan total pada Kehendak Bapa dan Keteguhan pada Sabda Allah. Saudara-saudari sekalian, apa artinya kisah ini bagi kita yang sedang memasuki masa Prapaskah? Prapaskah adalah “waktu padang gurun” kita selama 40 hari. Ini bukan sekadar masa di mana kita berhenti makan daging atau mengurangi jajan. Prapaskah adalah waktu untuk memeriksa kembali:

Prapaskah berarti:

  1. Melatih Pengendalian Diri (Puasa): Saat kita berpuasa, kita belajar berkata “tidak” pada keinginan daging agar roh kita memiliki ruang untuk berkata “ya” pada Tuhan. Jangan biarkan “roti” (materi, uang, gadget) menjadi tuhan dalam hidup kita.

  2. Menjaga Kemurnian Iman (Doa): Kita diingatkan untuk tidak memanipulasi Tuhan demi kepentingan kita. Doa bukan daftar tuntutan agar Tuhan menuruti kemauan kita, melainkan sarana agar kita mampu menyesuaikan kemauan kita dengan rencana-Nya.

  3. Memurnikan Prioritas (Amal Kasih): Iblis menawarkan kekuasaan duniawi yang menuntut kita “menyembah” ego sendiri. Prapaskah memanggil kita untuk keluar dari diri sendiri melalui amal kasih. Saat kita berbagi, kita sedang menghancurkan berhala ketamakan dalam diri kita.

Menjadi pengikut Kristus tidak berarti kita bebas dari pencobaan. Justru, semakin kita dekat dengan Tuhan, tantangan mungkin terasa semakin berat. Namun, berita sukacitanya adalah: Kita tidak bertarung sendirian. Yesus telah mengalahkan padang gurun itu lebih dulu bagi kita. Dia memahami kerapuhan kita. Mari kita gunakan masa Prapaskah ini untuk kembali kepada Sabda Tuhan. Ketika dunia menawarkan “batu menjadi roti” yang palsu, biarlah kita tetap kenyang oleh Sabda-Nya yang menghidupkan. Semoga Hati Kudus Yesus selalu membimbing dalam hidup kita. Tuhan Memberkati. Amin

DOA UMAT:

I : Tuhan Yesus bersabda, “Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau harus berbakti.” Maka, marilah kita panjatkan doa-doa sembah bakti kita kepada-Nya.

L : Bagi semua yang memegang pimpinan Gereja: Semoga para pemimpin Gereja dalam menjalankan tugas perutusannya sebagai gembala tidak mudah tergoda oleh hal-hal duniawi, namun selalu terarah kepada Allah demi kebahagiaan semua orang. Marilah kita mohon,…

U : Tinggallah bersama kami, umat-Mu, ya Tuhan.

L : Bagi semua yang telah menjatuhkan pilihan mau mengikuti Kristus: Semoga para pengikut Kristus semakin setia kepada kebenaran Sabda-Nya dan tidak mudah digoyahkan oleh kemewahan duniawi atau keindahan lahiriah. Marilah kita mohon,…

U : Tinggallah bersama kami, umat-Mu, ya Tuhan.

L : Bagi mereka yang sedang menderita: Semoga Allah Bapa Mahabelas kasih selalu tinggal bersama dengan orang-orang yang sedang menderita sehingga melalui penderitaan itu, mereka dapat mengikuti Kristus yang juga menderita dalam puasa-Nya di padang gurun demi keselamatan kita. Marilah kita mohon,…

U : Tinggallah bersama kami, umat-Mu, ya Tuhan.

L : Bagi kita yang sedang mempersiapkan diri menjelang Paskah: Semoga Allah Bapa Mahasetia menuntun kita semua dalam Masa Prapaskah ini untuk selalu tekun dan setia melayani sesama seperti Putra-Nya, Tuhan kita, Yesus Kristus. Marilah kita mohon,…

U : Tinggallah bersama kami, umat-Mu, ya Tuhan.

I : Allah Bapa Maha Pengasih, karena cinta kasih-Mu yang teramat agung, hidup kami Kauberi arti yang begitu dalam. Tunjukkanlah selalu kepada kami jalan yang harus kami tempuh, yakni jalan terang-Mu sendiri, Putera-Mu terkasih Tuhan kami, Yesus Kristus. Amin.

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN:

Ya Allah, kami mohon semoga hidup kami selaras denan kurban yang kami persembahkan ini sebab dengan persembahan ini kami merayakan awal masa puasa suni, yang merupakan tanda keselamatan kami. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.

ANTIFON KOMUNI – Matius 4:4

Manusia hidup bukan dari makanan saja, melainkan juga dari setiap Sabda Allah.

DOA SESUDAH KOMUNI:

Marilah berdoa: Ya Allah, kami telah disegarkan dengan roti surgawi. Olehnya, iman dikuatkan, harapan diteguhkan, dan kasih kami dikobarkan. Kami mohon, ajarilah kami untuk merasa lapar akan Kristus, roti yang hidup dan benar dan semoga kami mampu hidup dari setiap Sabda yang yang Engkau sampaikan hingga kami menghadap-Mu di surga. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami.

DOWNLOAD AUDIO RESI

2 Comments

  • Helena Sri Hartini Februari 22, 2026 at 5:22 am

    Amin
    Terimakasih Frater Diakon Novtavianus
    Tuhan memberkati 🙏🙏

    Reply
  • Epin Roma Februari 22, 2026 at 8:52 pm

    Terima kasih Romo Tuhan Yesus memberkati kita semua. Amin

    Reply

Leave a Comment