
Rm Yohanes Dwi Wicaksono SCJ dari komunitas SCJ Dehon House Manila – Philipina
AUDIO RESI:
ANTIFON PEMBUKA — Mazmur 26:11-12
Selamatkanlah aku, ya Tuhan, dan kasihanilah aku. Aku menempuh jalan yang lurus dan memuji Tuhan dalam himpunan umat.
PENGANTAR:
Biasanya, kita menganggap layak kalau orang memaafkan kita dan menerima kita sebagaimana adanya dengan kelemahan dan keunggulan kita. Namun, kita sering menuntut hak untuk menilai dan mengadili orang lain. Kalau kita ternyata rendah hati dan suka memaafkan, barulah kita dapat mengharapkan pengampunan.
DOA KOLEKTA:
Marilah berdoa: Allah Bapa mahakudus, Engkau menghendaki kami melakukan matiraga lahiriah untuk menyembuhkan batin kami. Bantulah kami melepaskan diri dari segala dosa, agar sanggup menunaikan tugas kebaktian kepada-Mu. Demi Yesus Kristus Putra-Mu, ….
ATAU:
Marilah berdoa: Allah Bapa mahakudus, bila kami mengakui dosa kami, Engkau tentu mengasihani kami. Kami mohon, perkenankanlah kami selalu memandang Putra-Mu, sebagai tanda hidup belas kasih-Mu. Demi Yesus Kristus,..
BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Nubuat Daniel 9:4b-10
“Kami telah berbuat dosa dan salah.”
Ah, Tuhan, Allah yang Mahabesar dan dahsyat, yang memegang perjanjian dan kasih setia terhadap mereka yang mengasihi Engkau serta berpegang pada perintah-Mu, kami telah berbuat dosa dan salah; kami telah berlaku fasik dan telah memberontak; kami telah menyimpang dari perintah dan peraturan-Mu. Kami pun tidak taat kepada hamba-hamba-Mu, para nabi, yang telah berbicara atas nama-Mu kepada raja-raja kami, kepada pemimpin-pemimpin kami, kepada bapa-bapa kami dan kepada segenap rakyat negeri. Ya Tuhan, Engkaulah yang benar! Patutlah kami malu seperti pada hari ini, kami orang-orang Yehuda, penduduk kota Yerusalem, dan segenap orang Israel, mereka yang dekat dan mereka yang jauh, di segala negeri ke mana Engkau telah membuang mereka oleh karena mereka berlaku murtad kepada Engkau. Ya Tuhan, kami, raja-raja kami, pemimpin-pemimpin kami, dan bapa-bapa kami patutlah malu, sebab kami telah berbuat dosa terhadap Engkau. Pada Tuhan, Allah kami, ada belas kasih dan pengampunan, walaupun telah memberontak terhadap Dia, dan tidak mendengarkan suara Tuhan, Allah kami, yang menyuruh kami hidup menurut hukum yang telah diberikan-Nya kepada kami dengan perantaraan para nabi, hamba-hamba-Nya.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 79:8.9.11.13
Ref. Tuhan tidak memperlakukan kita setimpal dengan dosa kita.
-
Janganlah perhitungkan kepada kami kesalahan nenek moyang! Kiranya rahmat-Mu segera menyongsong kami, sebab sudah sangat lemahlah kami.
-
Demi kemuliaan-Mu, tolonglah kami, ya Tuhan penyelamat! Lepaskanlah kami dan ampunilah dosa kami, oleh karena nama-Mu!
-
Biarlah sampai ke hadapan-Mu keluhan orang tahanan; sesuai dengan kebesaran lengan-Mu, biarkanlah hidup orang-orang yang ditentukan untuk mati dibunuh.
-
Maka kami, umat-Mu, dan kawanan domba gembalaan-Mu akan bersyukur kepada-Mu untuk selama-lamanya, dan akan memberitakan puji-pujian bagi-Mu turun temurun.
BAIT PENGANTAR INJIL:
U : Terpujilah Kristus Tuhan, Raja mulia dan kekal.
S : (Yoh 6:64b, 69b) Sabda-Mu, ya Tuhan, adalah roh dan kehidupan. Engkau mempunyai sabda kehidupan kekal.
BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas 6:36-38
“Ampunilah, dan kamu akan diampuni.”
Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Hendaknya kamu murah hati, sebagaimana Bapa-Mu adalah murah hati. Janganlah kamu menghakimi, maka kamu pun tidak akan dihakimi. Dan janganlah kamu menghukum, maka kamu pun tidak akan dihukum; ampunilah, dan kamu akan diampuni. Berilah, dan kamu akan diberi; suatu takaran yang baik dan dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.”
Demikianlah Sabda Tuhan!
U. Terpujilah Kristus!
RESI DIBAWAKAN OLEH Rm Yohanes Dwi Wicaksono SCJ
Vivat Cor Iesu per Cor Marae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Mariae.
Perikopa ini mengajari kita tentang standard hidup dan cara hidup sebagai pengikut Kristus. Pertama-tama, kita dipanggil untuk meneladan Allah Bapa yang maha murah. Kemurahan hati-Nya mencapai puncak pada peristiwa sengsara, wafat, dan kebangkitan Putera-Nya pada peristiwa Paskah. Bapa yang mahamurah memberikan segalanya kepada manusia supaya manusia memperoleh keselamatan. Kemurahan hati-Nya ditunjukkan dengan memberikan Putera-Nya yang tunggal sebagai penebusan dosa manusia. Apakah kita bisa memiliki kemurahan hati seperti itu?
Pastilah banyak dari kita yang akan menjawab tidak bisa, karena kita bukan Allah. Tetapi panggilan untuk menjadi murah hati itu bukan panggilan untuk menjadi Allah Bapa. Yesus memanggil kita untuk menjadi murah hati dengan meneladan kemurahan hati Bapa. Itulah jalan ideal kita sebagai seorang Kristiani: murah hati seperti Bapa yang murah hati.
Salah satu tantangan besar yang membuat kita sering kali gagal menghidupi panggilan itu adalah adanya pemikiran murah hati sama dengan menjadi murahan. Awalnya kita berniat untuk menjadi murah hati, namun ketika mendengar orang lain mengatakan ‘dasar murahan’, lalu berpikir bahwa apa yang saya lakukan itu menjadi murahan, niat awal kita menjadi negatif lalu mengagalkan keutamaan kemurahan hati.
Itulah jalan ideal yang Yesus tunjukkan kemudian: menghakimi. Sering kali kita mudah sekali menghakimi orang lain, dan bahkan juga menghakimi diri sendiri. Dengan mengatakan ‘kebaikan orang lain’ sebagai tindakan murahan, dan juga berpikiran bahwa tindakan baik yang saya lakukan adalah murahan atau kebodohan, kita sedang menghakimi diri sendiri. Dengan tidak lagi menjadi orang yang murah hati, bisa jadi kita sedang menghukum diri sendiri. Jalan hidup Kristiani yang ditunjukkan oleh Yesus terhalang oleh penghakiman yang kita buat sendiri.
Dan akhirnya, Yesus mengingatkan kita supaya kita kembali kepada ajakan yang pertama untuk menjadi murah hati seperti Bapa, yakni hanya dengan mengampuni dan memberi. Dua tindakan ini menjadi sentral jalan ideal untuk menjadi pengikut Kristus yang sejati. Mengampuni dan memberi mengandaikan bahwa dibalik tindakan itu, Allah Bapa lah yang kita tiru untuk menjadi pribadi yang murah hati.
Hari ini kita bisa menjadikan dua kata itu sebagai mantra nafas hidup: mengampuni, memberi.
DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN:
Allah Bapa mahamulia, semoga doa kami sampai ke hadirat-Mu. Jauhkanlah kami dari bujukan dunia, agar dapat merayakan misteri suci ini. Demi Kristus, ….
ATAU:
Allah Bapa mahakudus, ampunilah segala dosa kami, setiap kali kami menyantap rezeki anugerah-Mu, setiap kali kami rukun bersatu demi nama Putra-Mu, yang telah wafat membela kami dan memberi kami hidup sejati. Demi Kristus, ….
ANTIFON KOMUNI — Lukas 6:36
Tuhan bersabda, “Hendaknya kamu berbelas kasih sebagaimana Bapamu di surga.”
DOA SESUDAH KOMUNI:
Marilah berdoa: Allah Bapa maha penyayang, semoga sakramen persaudaraan ini membersihkan kami dari dosa dan mengantar kami ke dalam sukacita surgawi. Demi Kristus,…
ATAU:
Marilah berdoa: Allah Bapa maharahim, janganlah mengadili kami, bila kami menempuh jalan yang sesat, tetapi semoga Engkau berkenan menyongsong langkah kami demi Yesus Saudara kami, yang bagi kami telah sudi menjadi kebenaran, kehidupan, dan jalan menuju kepada Bapa. Sebab Dialah Tuhan ….
DOWNLOAD AUDIO RESI:
Terima kasih Romo Tuhan Yesus memberkati kita semua. Amin
Makasih Romo