
Rm. Agustinus Riyanto SCJ dari Komunirtas SCJ Palembang Indonesia
AUDIO RESI:
ANTIFON PEMBUKA — Mazmur 38:22-23
Jangan Kautinggalkan daku, ya Tuhan Allahku, jangan Kaujauhkan diri-Mu daripadaku. Bergegaslah menolong aku, ya Tuhan penyelamatku.
PENGANTAR:
Bacaan hari ini ditandai dengan nubuat penderitaan. Nabi Yeremia merasa terancam. Yesus menubuatkan penderitaan-Nya. Ambisi ibunda dua orang murid berlawanan sekali dengan ke mungkinan masa depan. Murid Yesus yang sejati akan belajar melayani, bukan memerintah dan dilayani.
DOA KOLEKTA:
Marilah berdoa: Allah Bapa pemelihara alam semesta, peliharalah umat-Mu dan ajarilah kami berbuat baik. Bantulah kami dengan kekuasaan-Mu, agar kami layak menikmati anugerah surgawi. Demi Yesus Kristus Putra-Mu, ….
ATAU:
Marilah berdoa: Allah Bapa mahaluhur, nama-Mu telah dimuliakan karena hidup dan wafat Yesus, Sang Putra Manusia. Kami mohon, ajarilah kami hidup seperti Dia, serta mengabdi sesama dengan penuh cinta kasih, agar dapat menikmati kedamaian-Mu. Demi Yesus Kristus Putra-Mu,…
BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kitab Yeremia 18:18-20
“Persekongkolan melawan Nabi Yeremia.”
Para lawan Nabi Yeremia berkata, “Marilah kita mengadakan persepakatan terhadap Yeremia, sebab imam tidak akan kehabisan pengajaran, orang bijaksana tidak akan kehabisan nasihat dan nabi tidak akan kehabisan firman. Marilah kita memukul dia dengan bahasanya sendiri dan jangan memperhatikan setiap perkataannya!” “Perhatikanlah aku, ya Tuhan, dan dengarkanlah suara pengaduanku! Akan dibalaskah kebaikan dengan kejahatan? Mereka telah menggali lubang untuk aku! Ingatlah bahwa aku telah berdiri di hadapan-Mu, dan telah berbicara membela mereka, supaya amarah-Mu disurutkan dari mereka.”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 31:5-6.14.15-16
Ref. Selamatkanlah aku, ya Tuhan, oleh kasih setia-Mu!
-
Engkau akan mengeluarkan aku dari jaring yang dipasang orang terhadap aku, sebab Engkaulah tempat perlindunganku. Ke dalam tangan-Mulah kuserahkan nyawaku; sudilah membebaskan daku, ya Tuhan, Allah yang setia.
-
Sebab aku mendengar banyak orang berbisik-bisik, menghantuiku dari segala penjuru; mereka bermufakat mencelakakan aku, mereka bermaksud mencabut nyawaku.
-
Tetapi aku, kepada-Mu ya Tuhan, aku percaya, aku berkata, “Engkaulah Allahku!” Masa hidupku ada dalam tangan-Mu, lepaskanlah aku dari tangan musuh-musuhku dan bebaskanlah dari orang-orang yang mengejarku!
BAIT PENGANTAR INJIL:
U : Terpujilah Kristus Tuhan, Raja mulia dan kekal
S : (Yoh 8:12b) Akulah terang dunia, sabda Tuhan, barangsiapa mengikuti Aku ia akan mempunyai terang hidup.
BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius 20:17-28
“Yesus akan dijatuhi hukuman mati.”
Pada waktu Yesus akan pergi ke Yerusalem, Ia memanggil kedua belas murid-Nya tersendiri dan berkata kepada mereka, “Sekarang kita pergi ke Yerusalem, dan Anak Manusia akan diserahkan kepada imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, dan mereka akan menjatuhi Dia hukuman mati. Mereka akan menyerahkan Dia kepada bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, supaya Ia diolok-olok, disesah dan disalibkan, tetapi pada hari ketiga Ia akan dibangkitkan.” Maka datanglah ibu anak-anak Zebedeus beserta anak-anaknya kepada Yesus, lalu sujud di hadapan-Nya untuk meminta sesuatu kepada-Nya. Kata Yesus, “Apa yang kau kehendaki?” Jawab ibu itu, “Berilah perintah, supaya kedua anakku ini kelak boleh duduk di dalam Kerajaan-Mu, yang seorang di sebelah kanan-Mu, dan yang seorang lagi di sebelah kiri-Mu.” Tetapi Yesus menjawab, “Kamu tidak tahu, apa yang kamu minta. Dapatkah kamu meminum cawan, yang harus Kuminum?” Kata mereka kepada-Nya, “Kami dapat.” Yesus berkata kepada mereka, “Cawan-Ku memang akan kamu minum, tetapi hal duduk di sebelah kanan-Ku atau di sebelah kiri-Ku, Aku tidak berhak memberikannya. Itu akan diberikan kepada orang-orang bagi siapa Bapa-Ku telah menyediakannya.” Mendengar itu, marahlah kesepuluh murid yang lain kepada kedua saudara itu. Tetapi Yesus memanggil mereka lalu berkata, “Kamu tahu, bahwa pemerintah bangsa-bangsa memerintah rakyatnya dengan tangan besi, dan pembesar-pembesar menjalankan kuasanya dengan keras atas mereka. Tidaklah demikian di antara kamu! Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, dan barangsiapa ingin menjadi terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hambamu. Sama seperti Anak Manusia: Ia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani, dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.”
Demikianlah Sabda Tuhan
U. Terpujilah Kristus.
RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Agustinus Riyanto SCJ
Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.
SERVANT LEADERSHIP
Yesus dengan sadar melangkah menuju Yerusalem. Ia tahu apa yang akan terjadi: penolakan, penghinaan, penderitaan, dan salib. Tidak ada unsur kebetulan. Salib bukan kecelakaan sejarah, melainkan bagian dari rencana keselamatan. Namun menariknya, tepat setelah pewartaan sengsara itu, muncul permintaan tentang kedudukan. Di sinilah terlihat kontras tajam: Yesus berbicara tentang penyerahan diri; murid-murid berbicara tentang kemuliaan dan kedudukan. Di satu sisi, Yesus berbicara tentang penderitaan, penolakan, dan salib. Di sisi lain, para murid justru berbicara tentang status dan kehormatan. Yesus berbicara tentang pengorbanan; murid-murid memikirkan kekuasaan. Permintaan ibu anak-anak Zebedeus mencerminkan ambisi manusiawi: ingin posisi, ingin dihormati, ingin diutamakan. Bukankah ini juga sering menjadi godaan kita? Kita ingin kebangkitan tanpa salib, ingin kemuliaan tanpa pengorbanan, ingin dihormati tanpa terlebih dahulu setia dalam kesetiaan kecil sehari-hari. Injil hari ini memperlihatkan dua hal yang kontras yang kerap hidup di kalangan murid-muridNya, bahkan dalam pelayanan Gereja, dalam komunitas, atau dalam masyarakat. Namun Yesus membalik cara pandang semua itu. Ia menegaskan bahwa kebesaran sejati bukan terletak pada kuasa, melainkan pada pelayanan. Ia sendiri menjadi teladan: bukan datang untuk dilayani, tetapi untuk melayani dan menyerahkan nyawa-Nya.
Yesus memperkenalkan model kepemimpinan yang berbeda dari pola dunia. Dunia mengukur kebesaran dari jabatan dan pengaruh. Yesus mengukur kebesaran dari kerendahan hati dan pengorbanan. Dalam kontras antara kehendak Yesus dan kehendak manusiawi, kita dapat merefleksikan, apakah segala yang kita lakukan dalam hidup serta pelayanan muncul dari ketulusan hati atau justru untuk mencari pengakuan dan rasa bangga bagi diri sendiri? Dalam kerjasama dengan orang lain, apakah kita sungguh hadir untuk meringankan tanggungjawab bersama, atau justru untuk bersaing dan mengejar posisi? Dalam kehidupan bermasyarakat, apakah kita lebih mengutamakan kesejahteraan bersama, dan bukan kepentingan atau keuntungan diri sendiri? Saudara-saudariku, di tengah budaya yang sering mengagungkan kekuasaan dan popularitas, Yesus justru mengajak kita semua memilih jalan sunyi namun mulia, yaitu jalan pelayanan dan pengorbanan.
Yesus berjalan ke Yerusalem bukan untuk dimahkotai secara duniawi, tetapi untuk dimahkotai dengan duri. Namun justru melalui salib itulah lahir keselamatan. Jika kita ingin sungguh menjadi murid-Nya, kita tidak hanya mengikuti-Nya dalam kemuliaan, tetapi juga dalam pelayanan dan pengorbanan. Karena di dalam Kerajaan Allah, salib bukan akhir, Pelayanan bukan kehinaan, dan kerendahan hati adalah jalan menuju kebangkitan. Karena dalam Kerajaan Allah, yang terbesar adalah dia yang paling rela menjadi hamba. Semoga demikian pula dengan kita murid-muridNya yang sedang mencoba meneladaniNya di masa pra paskah ini. Tuhan memberkati. Amin.
DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN:
Allah Bapa maharahim, terimalah roti anggur ini, yang akan berubah menjadi tubuh dan darah Kristus. Semoga perubahan suci ini mematahkan belenggu dosa kami. Demi Kristus, ….
ATAU:
Allah Bapa mahakudus, buatlah kami pantas minum dari piala yang diberikan Putra-Mu. Ajarilah kami memahami penderitaan-Nya. Sebab Dialah ….
ANTIFON KOMUNI — Matius 20:28
Putra Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan menyerahkan nyawa-Nya guna menebus semua orang.
DOA SESUDAH KOMUNI:
Marilah berdoa: Allah Bapa sumber kehidupan abadi, kami mohon, semoga sakramen yang Kauanugerahkan sebagai jaminan kehidupan abadi, sungguh-sungguh membantu kami untuk memperoleh keselamatan abadi. Demi Kristus, ….
ATAU:
Marilah berdoa: Allah Bapa mahabaik, kami bersyukur, bahwasanya Hamba-Mu penderita telah merasuki hidup kami sepenuhnya. Semoga kami mengimani sabda-Nya, dan menjadi murid-Nya yang taat setia. Sebab Dialah ….
DOWNLOAD AUDIO RESI:
Amin.
Terima kasih Mo.
Berkah Dalem Gusti 🙏🏻
Terima kasih Romo Tuhan Yesus memberkati kita semua. Amin
Terima Kasih Romo, Sehat dan Bahagia
Pagi Romo
Trmksh banyak Romo
Boleh kirim ibadat pagi harian’y Romo🙏
Salam dr Tangerang
Terimakasih Romo Agustinus Riyanto
Sehat selalu dan semoga tetap teguh dalam panggilan imamat
Doa kami menyertai
Tuhan Yesus memberkati
Amen🙏🙏
Terimakasih Romo Agustinus Riyanto
Sehat selalu dan semoga tetap teguh dalam panggilan imamat
Doa kami menyertai
Berkah Dalem
Amen🙏🙏
Terimakasih remindernya melalui renungan pagii ini Romo Agustinus Riyanto…sehaat2 selalu Berlimpah Berkat dlm segala hal dan Senantiasa dalam Perlindungan dan Naungan KasihNya TYM selalu…
Tuhan ajarilah kami utk sll rendah hati ,rendah hati dan rendah hati dihadapan sesama terlebih di hadapan-Mu.
Makasih Romo
Terimakasih Romo renungannya semoga
Saya dapat meneladan Yesus untuk melayani dan setia mengikuti mau memikul salip Kristus dalam kehidupan ini…