Minggu, 26 Juli 2026 Hari Minggu Biasa XVII

Rm Aegidius Warsito SCJ dari Komunitas SCJ Toronto Kanada

 
 
 

AUDIO RESI:

ANTIFON PEMBUKA – (bdk. Mzm 67:6.7.36)

Allah bersemayam di tempat-Nya yang kudus. Di dalam rumah-Nya Ia menghimpun semua orang. Dia sendiri akan memberi kekuatan dan keberanian kepada umat-Nya.

PENGANTAR:

Bila seorang tokoh politik tidak dapat mengandalkan pengikut-pengikut dan pejuang-pejuangnya lagi, maka ia akan menjadi sangat peka. Ia akan cepat sekali melihat ketertiban dirinya, kekuarangannya dan kesepiannya. Maka akan tibalah saat terungkapnya kebenaran. Bagi Raja Salomo saat itu adalah saat rahmat, saat keyakinan, bahwa Allah lebih setia daripada manusia, dan bahwa Ia bersedia mencurahkan roh kebijaksanaan dan pengertian kepada siapa pun yang memohonnya. Sekalipun hidup perseorangan kita sendiri brengsek dan umat manusia sendiri kacau balau, namun roh itulah yang harus membimbing kita dalam melilih matiara indah atau harta karun yang terpendam. Pertemuan kita ini hendaknya memberi kepercayaan bahwa kebijaksanaan Tuhan akan membimbing kita dalam pemilihan itu, sebab Dialah yang memanggil kita dan pasti akan meningkatkan keselamatan semua orang yang mencintai Dia.

SERUAN TOBAT:

I : Tuhan Yesus Kristus, Engkaulah Raja kami yang membimbing kami dengan keadilan ilahi. Tuhan, kasihanilah kami.

U : Tuhan, kasihanilah kami.

I : Engkaulah Guru kami yang mengajarkan kebijaksanaan ilahi. Kristus, kasihanilah kami.

U : Kristus, kasihanilah kami.

I : Engkaulah Imam Agung kami, yang mendamaikan kami dengan Bapa di surga. Tuhan, kasihanilah kami.

U : Tuhan, kasihanilah kami.

DOA KOLEKTA:

Marilah bedoa: Ya Allah, Putera-Mu telah mengajarkan bahwa Kerajaan-Mu merupakan harta yang paling berharga bagi kami. Kami mohon berilah kami kebijaksanaan dan pengertian sehingga kami berani mempertaruhkan segalanya demi terwujudnya Kerajaan-Mu di tengah-tengah kami. Dengan pengantaraan Yesus, Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. U : Amin. 

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kitab Pertama Raja-Raja 3:5.7-12

“Salomo meminta hikmat dan pengertian.”

Pada suatu malam Tuhan menampakkan diri kepada Salomo dalam mimpi. Beginilah firman Tuhan Allah, “Mintalah apa yang kauharapkan dari pada-Ku!” Lalu Salomo berkata, “Ya Tuhan, Allahku, Engkau telah mengangkat hamba-Mu ini menjadi raja menggantikan Daud, ayahku, sekalipun aku masih sangat muda dan belum berpengalaman. Kini hamba-Mu ini berada di tengah-tengah umat-Mu yang Kaupilih, suatu umat yang besar yang tidak terhitung dan tidak terkira banyaknya. Maka berikanlah kepada hamba-Mu ini hati yang paham menimbang perkara untuk menghakimi umat-Mu dengan tepat, dengan membedakan mana yang baik dan yang jahat, sebab siapakah yang sanggup menghakimi umat-Mu yang sangat besar ini? “Tuhan sangat berkenan bahwa Salomo meminta hal yang demikian. Maka berfirmanlah Allah kepada Salomo, “Oleh karena engkau telah meminta hal yang demikian, dan tidak meminta umur yang panjang atau kekayaan, atau nyawa musuhmu, melainkan pengertian untuk memutuskan hukum, maka Aku akan melakukan sesuai dengan permintaanmu! Sungguh Aku memberikan kepadamu hati yang penuh hikmat dan pengertian, sehingga sebelum engkau tidak ada seorang pun seperti engkau, dan sesudah engkau pun takkan bangkit seorang seperti engkau.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 57.72.76-77.127-128.129-130

Ref. Sabda-Mu adalah kebenaran, hukum-Mu kebebasan.

  1. Bagianku ialah Tuhan, aku telah berjanji untuk berpegang pada firman-firman-Mu. Taurat yang Kausampaikan adalah baik bagiku, lebih berharga daripada ribuan keping emas dan perak.

  2. Biarlah kasih setia-Mu menjadi penghiburanku, sesuai dengan janji yang Kauucapkan kepada hamba-Mu. Biarlah rahmat-Mu turun kepadaku sehingga aku hidup, sebab Taurat-Mulah kegemaranku.

  3. Itulah sebabnya aku mencintai perintah-perintah-Mu lebih daripada emas, bahkan daripada emas tua. Itulah sebabnya aku hidup jujur sesuai dengan segala titah-Mu, segalal jalan dusta aku benci.

  4. Peringatan-peringatan-Mu ajaib, itulah sebabnya jiwaku memegangnya. Bila tersingkap, firman-Mu memberi terang, memberi pengertian kepada orang-orang bodoh.

BACAAN KEDUA: Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Roma 8:28-30

“Mereka ditentukan Allah dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya.”

Saudara-saudara, kita tahu, bahwa Allah bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah. Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Anak-Nya itu menjadi yang sulung di antara banyak saudara. Dan mereka yang ditentukan-Nya dari semula, juga dipanggil-Nya. Dan mereka yang dipanggil-Nya itu, juga dibenarkan-Nya. Dan mereka yang dibenarkan-Nya, juga dimuliakan-Nya.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Alleluya, alleluya, alleluya.
S : (Mat 11:25) Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena rahasia Kerajaan telah Kaunyatakan kepada orang-orang kecil.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius 13:44-52

“Ia menjual seluruh miliknya, lalu membeli ladang itu.”

Sekali peristiwa Yesus mengajar orang banyak, “Hal Kerajaan Surga itu seumpama harta yang terpendam di ladang, yang ditemukan orang, lalu dipendamkannya lagi. Karena sukacitanya pergilah ia menjual seluruh miliknya, lalu membeli ladang itu. Demikian pula hal Kerajaan Surga itu seumpama seorang pedagang yang mencari mutiara yang indah. Setelah ditemukannya mutiara yang sangat berharga, iapun pergi menjual seluruh miliknya lalu membeli mutiara itu. Demikianlah pula “Hal Kerajaan Surga itu seumpama pukat yang dilabuhkan di laut, lalu mengumpulkan pelbagai jenis ikan. Setelah penuh, pukat itu ditarik orang ke pantai. Lalu mereka duduk dan dipilihlah ikan-ikan itu, ikan yang baik dikumpulkan ke dalam pasu, yang buruk dibuang. Demikianlah juga pada akhir zaman. Malaikat-malaikat akan datang memisahkan orang jahat dari orang benar. Yang jahat lalu mereka campakkan ke dalam dapur api. Di sana akan ada ratapan dan kertak gigi. Mengertikah kalian akan segala hal ini?” Orang-orang menjawab, “Ya, kami mengerti.” Maka bersabdalah Yesus kepada mereka, “Karena itu setiap ahli Taurat yang menerima pelajaran hal Kerajaan Allah seumpama seorang tuan rumah yang mengeluarkan harta yang baru dan yang lama dari perbendaharaannya.”
Demikianlah Sabda Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm Aegidius Warsito SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.

Jumpa lagi saudara-saudari pendengar Resi Dehonian bersama saya: Rm. Aegidius Warsito SCJ, dari Komunitas SCJ Toronto Kanada, di dalam Resi: renungan singkat Dehonian edisi hari Minggu Pekan ke 17 Masa Biasa tahun A. Mari kita baca bersama perikopa pada hari ini yang diambil dari Injil Matius 13:44-52.

Para pendengar Resi Dehonian yang budiman, dalam Injil hari ini, Yesus menawarkan tiga perumpamaan yang menarik, yaitu: harta tersembunyi, mutiara yang sangat berharga, dan penjala ikan. Ketiga perumpamaan ini masing-masing mengungkapkan aspek yang berbeda dari Kerajaan Allah.

Dua perumpamaan pertama berfokus pada nilai dan respons. Seorang pria secara tak terduga menemukan harta karun yang terkubur di ladang, dan seorang pedagang, setelah pencarian yang panjang, menemukan mutiara yang nilainya luar biasa. Meskipun jalan mereka berbeda—yang satu menemukan Barang yang sangat  berharga secara tidak sengaja, yang lain mencarinya dengan sengaja—keduanya menyadari nilainya yang luar biasa dan bertindak tegas. Mereka menjual semuanya, bukan dengan enggan, tetapi dengan sukacita, karena mereka tahu apa yang telah mereka temukan lebih berharga daripada apa pun yang dapat mereka hilangkan. Inilah inti dari kemuridan: melihat Kerajaan sebagaimana adanya dan merespons dengan komitmen total.

Para pendengar Resi Dehonian yang budiman, perkataan “Menjual semua” dalam perumpamaan ini bukan hanya tentang harta benda. Ini berbicara tentang menyerahkan apa pun yang menjauhkan kita dari Allah: kesombongan, kebencian, ketakutan, atau prioritas yang salah. Kerajaan bukanlah sekadar janji masa depan. Ini adalah realitas masa kini yang dimulai ketika kita mengizinkan kasih, belas kasihan, dan keadilan Allah membentuk hidup kita. Hal itu mengubah cara kita memandang dunia, cara kita memperlakukan orang lain, dan cara kita menggunakan waktu dan energi kita.

Sementara itu, perumpamaan ketiga, penjala ikan, mengalihkan fokus pada inklusivitas dan pertanggungjawaban Kerajaan Allah. Undangan Allah sangat luas, mengumpulkan orang-orang dari berbagai kalangan. Namun akan ada waktu pemilihan—saat di mana hidup kita akan diukur berdasarkan bagaimana kita menanggapi kasih karunia Allah. Ini bukan dimaksudkan untuk menanamkan rasa takut, tetapi untuk mengingatkan kita bahwa iman bukanlah sesuatu yang pasif. Iman menuntut pilihan sehari-hari yang menyelaraskan kita dengan kehendak Allah.

Para pendengar Resi Dehonian yang budiman, sukacita harta dan mutiara bukanlah hanya terletak pada kepemilikan, tetapi pada kebebasan dan tujuan yang datang dari hidup untuk sesuatu yang kekal. Semoga kita mencari Kerajaan Allah dengan sungguh-sungguh, menerimanya dengan sukacita, dan hidup dengan cara yang mencerminkan keindahannya — mengetahui bahwa di dalam Kristus, kita telah menemukan harta terbesar, harta yang tidak akan pernah pudar atau diambil. Semoga kita mencari Kerajaan Allah dengan urgensi yang sama seperti orang di ladang dan pedagang di jalan. Dan semoga kita menemukan, berulang kali, bahwa dengan menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah, kita memperoleh sukacita dan harta yang tak dapat diambil oleh apa pun di dunia ini.

Oleh karena itu, perumpamaan-perumpamaan ini mengajak kita untuk bertanya: Apakah saya menyadari nilai Kerajaan Allah? Apakah saya bersedia melepaskan apa yang menghalangi saya untuk sepenuhnya menerimanya? Tindakan konkrit apakah yang akan kita lakukan pada hari ini untuk menanggapi bacaan Injil pada hari ini?

Akhir kata, semoga Tuhan memberkati dan melindungi perjalanan hidup kita di sepanjang hari ini, dan semoga Hati Kudus Yesus senantiasa merajai hati kita semua. Amin

DOA UMAT:

I : Kerajaan Surga itu seumpama harta terpendam di ladang dan ditemukan orang, kemudian orang itu menjual seluruh miliknya untuk membeli ladang itu. Marilah kita panjatkan doa kepada Bapa, Sang Raja Kerajaan Surga agar kita diperkenankan tinggal di dalamnya.

L : Bagi Gereja kita: Ya Bapa, bimbinglah Gereja-Mu dengan cahaya Roh-Mu, agar selalu memperbarui diri dalam pengajarannya sesuai dengan perkembangan zaman.

U : Semoga umat-Mu selalu siap sedia memberikan diri secara penuh dalam mewartakan kabar sukacita keselamatan-Mu.

L : Bagi para pemimpin bangsa-bangsa: Ya Bapa, anugerahilah para pemimpin bangsa-bangsa pengenalan yang mendalam, pengertian, dan kebijaksanaan yang penuh dalam memimpin rakyatnya.

U : Semoga nama-Mu semakin dimuliakan di dalam karya pelayanan mereka.

L : Bagi para korban perang dan korban lalu lintas: Ya Bapa, semoga para korban perang dan lalu lintas kau-perkenankan menikmati kedamaian di rumah Bapa.

U : Persatukanlah mereka di dalam kebahagiaan kekal bersama Putra-Mu, Tuhan kami, Yesus Kristus.

L : Bagi masyarakat kita di sini: Ya Bapa, semoga masyarakat kami tetap setia dalam memperjuangkan dan menantikan kedatangan Kerajaan Surga yang terwujud dalam usaha kami untuk semakin membangun persaudaraan sejati di antara kami.

U : Tuntunlah masyarakat kami dalam nama-Mu agar dalam perjuangan hidup ini, kami selalu mengandalkan Engkau.

I : Allah Bapa Yang Mahabaik, dengarkanlah doa kami dan tinggallah bersama kami. Kabulkanlah permohonan kami demi Kristus, Tuhan dan Pengantara kami. U : Amin

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN:

Ya Allah Yang Kudus, perkenankanlah Putra-Mu datang di tengah-tengah kami dan mengambil roti dan anggur persembahan kami ini serta mempersatukannya dengan korban salib-Nya supaya kami menjadi serupa dengan-Nya. Sebab Dialah Tuhan dan Pengantara kami. Amin

ANTIFON KOMUNI – Mazmur 103:2

Pujilah Tuhan, hai jiwaku, dan janganlah lupa akan segala kebaikan-Nya.

DOA SESUDAH KOMUNI: 

Marilah berdoa:  Ya Allah, Kami telah menyambut Sakramen Kudus, sebagai kenangan abadi akan sengsara Putra-Mu. Semoga anugerah yang diberikan-Nya kepada kami, demi cinta-Nya yang tak terperikan, berguna untuk keselamatan kami. Dialah, Tuhan kami, yang hidup dan berkuasa sepanjang segala masa. Amin

DOANWLOAD AUDIO RESI: 

No Comments

Leave a Comment