Minggu, 05 April 2026 – HARI RAYA PASKAH – HARI RAYA KEBANGKITAN TUHAN

Rm. Y. Eko Yuniarto SCJ dari Komunitas RR La Verna Pajar Isuk-Pringsewu Lampung-Indonesia

 
 
 

AUDIO RESI:

ANTIFON PEMBUKA – bdk. Lukas 24:34; bdk. Kis. 1:6

Tuhan sungguh telah bangkit, Alleluya. Bagi-Nya kemuliaan dan Kerajaan sepanjang segala abad, Alleluya.

PENGANTAR:

SELAMAT PASKAH. Tuhan sudah bangkit. Mari kita rayakan dengan meriah. Tuhan telah mengalahkan maut. Mari kita rayakan dengan gembira. Bukan hanya sekadar mengenangkan, namun kita sungguh ikut bangkit bersama dengan Yesus karena Ia menjadi yang sulung dari kebangkitan. Baptis yang telah kita terima menjadi yang sulung dari kebangkitan. Baptis yang telah kita terima menjadikan kita ambil bagian dalam kebangkitan Kristus ini. Kehadiran anak, ibu, dan bapak sebagai satu keluarga adalah bentuk konkret Gereja yang disemangati oleh kebangkitan Yesus. Gereja Kristus telah ditampakkan oleh kebersamaan kita yang pagi ini mengalami kebangkitan Kristus. Kita mau memberi kesaksian atas pengalaman kebangkitan Kristus. Kita mau memberi kesaksian atas pengalaman kebangkitan ini dengan penuh hormat dan syukur. Alleluya –Pujilah Tuhan.

SERUAN TOBAT:

I : Tuhan Yesus Kristus, Engkau telah wafat, namun bangkit dengan mulia, mengalahkan maut dan dosa.. Tuhan, kasihanilah kami.

U : Tuhan, kasihanilah kami.

I : Engkau telah wafat, namun bangkit dengan mulia, dan membangkitkan iman, harapan, serta cinta kasih kami. Kristus, kasihanilah kami. 

U : Kristus, kasihanilah kami.

I : Engkau telah wafat, namun bangkit dengan mulia, dan membangkitkan kami dari kematian dosa untuk hidup kekal. Tuhan, kasihanilah kami.

U : Tuhan, kasihanilah kami.

DOA KOLEKTA:

Marilah bedoa: Ya Allah, pada hari ini dengan pengantaraan Putra Tunggal-Mu Engkau telah menaklukkan kematian dan membuka bagi kami pintu keabadian. Semoga kami yang merayakan pesta kebangkita Tuhan dibarui oleh Roh-Mu dan bangkit dalam terang kehidupan. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama denganDikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kisah Para Rasul 10:34a.37-43

“Kami telah makan dan minum bersama dengan Yesus setelah Ia bangkit dari antara orang mati.”

Sekali peristiwa Allah menyuruh Petrus pergi ke rumah perwira Kornelius. Di sana Petrus berkata, “Kamu tahu tentang segala sesuatu yang terjadi di seluruh tanah Yudea, mulai dari Galilea, sesudah pembaptisan yang diberitakan oleh Yohanes, yaitu tentang Yesus dari Nazaret: Bagaimana Allah mengurapi Dia dengan Roh dan kuat kuasa. Yesus itulah yang berjalan berkeliling sambil berbuat baik dan menyembuhkan semua orang yang dikuasai Iblis, sebab Allah menyertai Dia. Kami adalah saksi dari segala sesuatu yang diperbuat Yesus di tanah Yudea maupun di Yerusalem! Dia telah dibunuh dan digantung pada kayu salib. Tetapi Allah telah membangkitkan Dia pada hari yang ketiga. Dan Allah berkenan bahwa Ia menampakkan diri, bukan kepada seluruh bangsa, tetapi kepada saksi-saksi, yang sebelumnya telah ditunjuk oleh Allah, yaitu kepada kami yang telah makan dan minum bersama dengan Dia, setelah Ia bangkit dari antara orang mati. Dan Yesus telah menugaskan kami memberitakan kepada seluruh bangsa dan bersaksi bahwa Dialah yang ditentukan Allah menjadi Hakim atas orang-orang hidup dan orang-orang mati. Tentang Dialah semua nabi bersaksi, bahwa barangsiapa percaya kepada-Nya, ia akan mendapat pengampunan dosa oleh karena nama-Nya.”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 118:1-2.16ab-17.22-23

Ref. Pada hari ini Tuhan bertindak! Mari kita rayakan dengan gembira.

  1. Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab Ia baik, kekal abadi kasih setia-Nya. Biarlah Israel berkata, “Kekal abadi kasih setia-Nya.”

  2. Tangan kanan Tuhan berkuasa meninggikan, tangan kanan Tuhan melakukan keperkasaan. Aku tidak akan mati, tetapi hidup, dan aku akan menceritakan perbuatan-perbuatan Tuhan!

  3. Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru. Hal itu terjadi dari pihak Tuhan, suatu perbuatan ajaib di mata kita.

BACAAN KEDUA: Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Kolose 3:1-4

“Pikirkanlah perkara yang di atas, dimana Kristus berada.”

Saudara-saudara, kamu telah dibangkitkan bersama dengan Kristus. Maka carilah perkara yang di atas, di mana Kristus berada, duduk di sebelah kanan Allah. Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi. Sebab kamu telah mati, dan hidupmu tersembunyi bersama dengan Kristus dalam Allah. Kristuslah hidup kita! Apabila Ia menyatakan diri kelak, kamu pun akan menyatakan diri bersama dengan Dia dalam kemuliaan.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah

ATAU :

BACAAN KEDUA: Bacaan dari Surat Pertama Rasul Paulus kepada umat di Korintus 1Kor 5:6b-8

“Buanglah ragi yang lama, agar kamu menjadi adonan baru.

Saudara-saudara, kamu tahu bahwa ragi yang sedikit saja dapat mengkhamirkan seluruh adonan. Maka buanglah ragi yang lama, supaya kamu menjadi adonan yang baru, sebab kamu memang tidak beragi. Sebab Kristus, anak domba Paskah kita, sudah disembelih. Karena itu marilah kita berpesta, bukan dengan roti yang lama, bukan pula dengan ragi keburukan dan kejahatan, tetapi dengan roti yang tidak beragi, yaitu kemurnian dan kebenaran.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

SEKUENSIA PASKAH (PS 518)

wajib dinyanyikan pada Hari Minggu Paskah I, sebelum Bait Pengantar Injil

Hai umat Kristen, pujilah Kristus, Sang Kurban Paskah.
Cempe menebus domba: Kristus yang tak berdosa mendamaikan kita dengan Bapa.
Maut dan kehidupan dahsyat saling menyerang:
Sang Hidup yang mati, bangkit jaya.
Katakan, Maria, yang kaulihat di jalan!
Kubur dan kemuliaan Sang Kristus yang hidup serta bangkit:
Saksi malaikat, kain peluh dan kafan.
Kristus, harapanku bangkit, mendahului ke Galilea.
Kita yakin Kristus bangkit dari kematian: Kau Raja Pemenang, kasihanilah.

ATAU

Victimae paschali laudes
immolent Christiani.
Agnus redemit oves:
Christus innocens Patri
reconciliavit peccatores.

Mors et vita duello
conflixere mirando:
dux vitae mortuus,
regnat vivus.

Dic nobis Maria,
quid vidisti in via?
Sepulcrum Christi viventis,
et gloriam vidi resurgentis:
Angelicos testes,
sudarium, et vestes.
Surrexit Christus spes mea:
praecedet suos in Galilaeam.

Scimus Christum surrexisse
a mortuis vere:
tu nobis, victor Rex,
miserere.
Amen. Alleluia.

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Alleluya, alleluya, alleluya
S : (1Kor 5:7b-8a) Mari kita merayakan perjamuan Paskah, sebab Yesus Kristus sudah dikurbankan.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes 20:1-9

“Yesus harus bangkit dari antara orang mati.”

Pada hari pertama minggu itu, pagi-pagi benar ketika hari masih gelap, pergilah Maria Magdalena ke kubur Yesus, dan ia melihat bahwa batu telah diambil dari kubur. Maka ia berlari-lari mendapatkan Simon Petrus dan murid yang lain yang dikasihi Yesus. Ia berkata kepada mereka, “Tuhan telah diambil orang dari kubur-Nya, dan kami tidak tahu di mana Ia diletakkan.” Maka berangkatlah Petrus dan murid yang lain itu ke kubur. Keduanya berlari bersama-sama, tetapi murid yang lain itu berlari lebih cepat daripada Petrus, sehingga ia lebih dahulu sampai di kubur. Ia menjenguk ke dalam dan melihat kain kafan terletak di tanah; akan tetapi ia tidak masuk ke dalam. Maka tibalah juga Simon Petrus menyusul dia, dan masuk ke dalam kubur itu. Ia melihat kain kafan terletak di tanah, sedang kain peluh yang tadinya ada di kepala Yesus tidak terletak dekat kain kafan itu, tetapi agak di samping, di tempat yang lain, dan sudah tergulung. Maka masuklah juga murid yang lain, yang lebih dahulu sampai ke kubur itu; ia melihatnya dan percaya. Sebab selama itu mereka belum mengerti isi Kitab Suci, yang mengatakan bahwa ia harus bangkit dari antara orang mati.
Demikianlah Sabda Tuhan!
U. Terpujilah Kristus!

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Yustinus Eko Yuniarto SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Maria. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.

Sahabat Resi Dehonian yang dikasihi dan mengasihi Tuhan, kembali berjumpa dengan saya Rm. Yustinus Eko Yuniarto SCJ dari Rumah Retret Laverna, Padang Bulan, Pajaresuk, Pringsewu, Lampung, Indonesia, dalam Resi, Renungan Singkat Dehonian, edisi Hari Raya Paskah Kebangkitan Tuhan, tanggal 5 April 2026, Hari ketiga Novena Kerahiman Ilahi. Selamat Paskah, selamat merayakan Kebangkitan Tuhan, Saya berharap Anda semua penuh dengan sukacita, ada dalam keadaan sehat dan melimpah berkat.

Sahabat Resi Dehonian yang dikasihi dan mengasihi Tuhan. Maria Magdalena hadir dalam keempat Injil, namun di sini ia digambarkan pergi sendirian, sebelum matahari terbit. Dalam Markus 16:1 dan Lukas 24: 1 dikisahkan para wanita pergi ke kubur untuk mengurapi tubuh Yesus dengan rempah-rempah, namun dalam Injil Yohanes hal itu sudah dilakukan sebelumnya (lihat Yoh. 19: 40). Ketika Maria Magdalena melihat bahwa batu penutup kubur telah diambil, ia berlari mendapatkan Simon Petrus dan Murid Yang Dikasihi. Maria Magdalena mengira bahwa seseorang telah mengambil mayat Yesus dari kubur, seperti dalam Matius 27: 64; 28: 13-15. Kedua murid itu berlari ke kubur (ay. 3-5). Murid yang Dikasihi sampai lebih dulu, namun barangkali karena rasa hormatnya, ia tidak masuk, meskipun ia melongok ke dalam dan melihat kain kafan, ada sedikit ketegangan di antara kedua murid itu, dan jelas bahwa dalam Injil ini, Murid Yang Dikasihi adalah bintangnya. Ia sungguh dijunjung tinggi dan dikasihi Yesus. Namun dalam bab ini dan bab 21, kepemimpinan Petrus sangat diakui.

Ketika Simon Petrus memasuki kubur (ayat 6-7), ia melihat kain kafan dan kain peluh penutup wajah Yesus sudah tergulung rapi di tempat yang terpisah. Detail semacam ini kemungkinan besar menggambarkan bahwa kebangkitan merupakan penaklukan yang pasti dan definitif terhadap kematian. Kita ingat dalam Yoh. 11: 44, Lazarus keluar dari kubur dengan masih terikat kain kafan. Apalagi konstruksi gramatika Yunani menunjuk pada Allah sebagai sumber kejadian tersebut. Ketika Murid yang Dikasihi memasuki kubur, ia melihat dan percaya, ini menandakan bahwa entah bagaimana, Petrus gagal menangkap arti penting kain kafan itu. Sedangkan Yohanes melihat dan percaya.

Di sini terdapat pernyataan yang aneh dalam ayat 9 bahwa mereka belum memahami Kitab Suci, yaitu bahwa Yesus harus bangkit dari antara orang mati. Tradisi Kristen awal menyatakan bahwa kebangkitan telah diramalkan dalam Kitab Suci (Kis. 2: 24-27; 1 Kor 15:4), namun kutipan mana yang mereka acu tidaklah jelas. Dalam Injil Yohanes, banyak hal dalam kehidupan Yesus dan dalam Kitab Suci, baru dijelaskan setelah perutusan Roh Kudus (Yoh. 2: 27; 12: 16). Tampak jelas bahwa Murid yang Dikasihi percaya kepada Yesus dan entah bagaimana, ia hidup. Namun ada banyak arus teologi di abad pertama yang membicarakan mengenai kehidupan baka, seperti yang digambarkan Markus 9:10, ketika para murid membicarakan apa artinya bangkit dari antara orang mati.

Sahabat resi dehonian yang dikasihi dan mengasihi Tuhan. Ada kesan bahwa para murid Yesus lamban percaya, namun Allah dalam diri Yesus selalu berinisiatif untuk mencari, menemukan, dan membangkitkan kembali iman dan kepercayaan mereka akan karya keselamatan Allah. Yohanes lebih muda, jalannya lebih cepat, dan khas orang muda bergerak cepat bahkan kadang tanpa perhitungan, namun sampai di depan makam tidak berani langsung masuk, entah karena apa, mungkin takut, mungkin ragu-ragu, mungkin diliputi pikiran macam-macam, meskipun mungkin juga karena menghormati Petrus yang lebih senior. Lalu Simon Petrus yang lebih tua, berjalan lamban sambil merenung-renungkan arti peristiwa ini dengan berbagai pertimbangan. Yesus setia dan sabar menemani perjalanan kehidupan para murid dan hidup kita sekarang ini yang acapkali sulit. Yesus bahkan dengan sabar menuntun dan memberikan semangat dengan menunjukkan cara DIA bangkit mengalahkan maut. Paskah menunjukkan kepada kita bahwa kebenaran Ilahi senantiasa menang melawan kejahatan dosa dan kekecewaan hidup. Yohanes Sang Murid Terkasih yang memahami dan percaya karena melihat, menjadi gambaran kita yang optimis dan penuh harapan, Petrus yang dengan kelambanannya mewakili kita yang penuh perhitungan dalam beriman. Namun semua bermuara ke arah yang sama, yakni mempercayai kebenaran Ilahi dan Prakarsa Allah dalam peristiwa kebangkitan.

Lalu dalam konteks kita sekarang ini, percaya akan kebangkitan adalah inti iman Kristiani yang menegaskan bahwa Yesus Kristus telah mengalahkan kematian, memberikan jaminan kehidupan kekal, dan harapan akan kebangkitan tubuh di akhir zaman. Ini bukan sekadar konsep, melainkan dasar kekuatan, pengharapan, dan perubahan hidup. Seperti halnya para murid, iman mereka juga berawal dari pergumulan yang tidak mudah, seperti kita di jaman ini. Maka poin-poin utama kepercayaan akan kebangkitan yang bisa kita renungkan antara lain adalah: Dasar Iman, yakni bahwa Kebangkitan Yesus membuktikan kebenaran janji-janji Allah dan menjamin keselamatan bagi yang percaya. Harapan Hidup Kekal, yakni bahwa kematian bukanlah akhir, melainkan pintu gerbang menuju kehidupan abadi yang mulia. Kebangkitan Badan, yakni bahwa orang percaya diyakini akan dibangkitkan dengan tubuh yang baru dan tidak dapat binasa pada akhir zaman. Kemenangan atas Maut, yakni bahwa kebangkitan memberikan keberanian dan sukacita dalam menghadapi kesulitan hidup serta ketakutan akan kematian. Kepercayaan ini jelas bersumber dari peristiwa sejarah kosongnya makam Yesus dan penampakan-Nya, yang mengubah ketakutan para murid menjadi kesaksian yang berani pada akhirnya nanti.

Semoga kita pun mengalami kebangkitan dalam cara hidup beriman kita, tidak mudah digoyahkan oleh keraguan dan tidak gampang dijatuhkan oleh godaan, kokoh karena berelasi dekat dengan Yesus dan menjaga iman dengan siap sedia diutus. Karena kebangkitan bagi kita adalah memenangkan kehidupan bersama Kristus. Selamat Paskah. Tuhan memberkati Anda semua, dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin..

DOA UMAT:

I : Kristus Sang Mesias sumber kehidupan, telah dibangkitkan oleh Allah. Kristus juga akan membangkitkan kita dengan kasih karunia-Nya. Maka, marilah kita berdoa.

L : Ya Kristus, Engkaulah awal dan akhir. Engkau telah wafat namun hidup kembali. Semoga kami semua yang telah dibaptis selalu berjuang melawan kejahatan dan tetap setia sampai mati mengamalkan semangat pengorbanan-Mu di tengah masyarakat. Marilah kita mohon,…

U : Kristus, sumber kehidupan, selamatkanlah kami.

L : Ya Kristus, Engkaulah cahaya dan keselamatan segala bangsa. Terangilah kiranya pada pemimpin bangsa-bangsa agar selalu menggalang persatuan dan kerukunan di antara para bangsa demi perdamaian dan kesejahteraan umat manusia. Marilah kita mohon,…

U : Kristus, sumber kehidupan, selamatkanlah kami.

L : Ya Kristus, Engkaulah kebangkitan dan kehidupan. Tunjukkanlah belas kasih-Mu kepada mereka yang sakit, yang menderita dan yang menghadapi ajal, agar mereka semua dikuatkan dan diteguhkan berkat kebangkitan-Mu. Marilah kita mohon,…

U : Kristus, sumber kehidupan, selamatkanlah kami.

L : Ya Kristus, Engkaulah batu yang dibuang oleh para tukan, tetapi terpilih menjadi batu sendi. Gunakanlah kami sebagai batu-batu hidup dalam membangun masyarakat yang rukun dan adil makmur merata. Marilah kita mohon,…

U : Kristus, sumber kehidupan, selamatkanlah kami.

I : Tuhan Yesus Kristus, Engkau telah bangkit dan tetap tinggal bersama dengan kami. Tuntunlah kami kepada Bapa dalam iman, harapan, dan kegembiraan. Sebab Engkaulah Tuhan dan Pengantara kami. Amin

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN

Ya Allah, terimalah kurban yang kami persembahkan kepada-Mu di tengah sukacita Paskah. Dengan kurban ini, Gereja-Mu Engkau perbarui dan Engkau pelihara secara mengagumkan. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin

ANTIFON KOMUNI – 1Kor 5:7-8

Kristus, Anak Domba Paskah kita sudah dikurbankan, Alleluya, maka marilah kita berpesta dengan roti tak beragi, yakni kesucian dan kebenaran, Alleluya.

DOA SESUDAH KOMUNI:

Marilah berdoa: Ya Allah, kami bersyukur karena Engkau telah menganugerahkan hidup baru kepada kami melalui kebangkitan Putra-Mu yang kami rayakan ini. Semoga berkat kuasa kebangkitan-Nya, kami diantar sampai pada kehidupan yang abadi. Sebab, Dialah Tuhan, Pengantara kami. Amin.

DOWNLOAD AUDIO RESI: 

No Comments

Leave a Comment