
Rm Agustinus Guntoro SCJ dari Komunitas Generalat SCJ Roma – Italia
AUDIO RESI:
ANTIFON PEMBUKA – bdk.Mazmur 98:1-2
Nyanyikanlah nyanyian baru bagi Tuhan sebab Ia telah melakukan karya-karya yang ajaib; Ia telah menyatakan keadilan-Nya di depan mata bangsa-bangsa. Alleluya.
PENGANTAR:
Gereja bukanlah masyarakat yang hendak memenuhi tuntutan-tuntutan Tuhan, melainkan umat beriman, yang dalam hidupnya mau memberikan kesaksian, bahwa Tuhan berada di tengah mereka. Kita semua ini batu-batu hidup di tangan Tuhan. Dalam bangunan itu Krituslah batu penjurunya, sedangkan kita batu-batunya, diakon dan pelayan para papa miskin dan orang-orang-orang kecil, tempat kita melihat wajah Yesus. Kita belum pernah melihat Allah sendiri, tetapi Yesus berada di tengah kita. Sekalipun Ia telah dimuliakan oleh Bapa, namun kita tahu, Ia dekat dengan kita dan kita percaya, bahwa Dia itu jalan, kebenaran dan hidup, citra Bapa, cahaya di dalam kegelapan dan petunjuk jalan yang aman di dala kekalutan dan kebingungan.
SERUAN TOBAT:
I : Tuhan Yesus Kristus, Engkaulah satu-satunya jalan menuju Bapa. Tuhan, kasihanilah kami.
U : Tuhan, kasihanilah kami.
I : Engkaulah Sabda Allah, kebenaran yang diwahyukan oleh Bapa. Kristus, kasihanilah kami.
U : Kristus, kasihanilah kami.
I : Engkaulah sumber kehidupan, yang memberi daya kekuatan untuk melaksanakan kehendak Bapa. Tuhan, kasihanilah kami.
U : Tuhan, kasihanilah kami.
DOA PEMBUKA:
Marilah bedoa (hening sejenak): Allah Yang Mahakuasa dan kekal, Engkau berkenan membarui kami dengan pembaptisan kudus. Sempurnakanlah selalu sakramen Paskah ini dalam diri kami supaya berkat perlindungan-Mu kami menghasilkan banyak buah dan Engkau perkenankan mencapai sukacita hidup abadi. Dengan Pengantaraan Yesus Kristus, Putera-Mu, Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah sepanjang segala masa. Amin.
BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kisah Para Rasul 6:1-7
“Mereka memilih tujuh orang yang penuh dengan Roh Kudus.”
Di kalangan jemaat di Yerusalem, ketika jumlah murid makin bertambah, timbullah sungut-sungut di antara orang-orang Yahudi yang berbahasa Yunani terhadap orang-orang Ibrani, karena dalam pelayanan sehari-hari pembagian kepada janda-janda mereka diabaikan. Berhubung dengan itu kedua belas rasul memanggil semua murid berkumpul dan berkata, “Kami tidak merasa puas, karena kami melalaikan firman Allah untuk melayani meja. Karena itu, Saudara-saudara, pilihlah tujuh orang dari antaramu yang terkenal baik dan yang penuh Roh dan hikmat, supaya kami mengangkat mereka untuk tugas itu, sehingga kami sendiri dapat memusatkan pikiran dalam doa dan pelayanan firman.” Usul itu diterima baik oleh seluruh jemaat. Lalu mereka memilih Stefanus, seorang yang penuh iman dan Roh Kudus, dan Filipus, Prokhorus, Nikanor, Timon, Parmenas, dan Nikolaus, seorang penganut agama Yahudi dari Antiokhia. Mereka itu dihadapkan kepada para rasul; lalu para rasul pun berdoa dan meletakkan tangan di atas mereka. Firman Allah makin tersebar, dan jumlah murid di Yerusalem makin bertambah banyak, juga sejumlah besar imam menyerahkan diri dan percaya.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 33:1-2.4-5.18-19
Ref. Kita memuji Allah kar’na besar cinta-Nya.
-
Bersorak-sorailah dalam Tuhan, hai orang-orang benar! Sebab memuji-muji itu layak bagi orang jujur. Bersyukurlah kepada Tuhan dengan kecapi, bermazmurlah bagi-Nya dengan gambus sepuluh tali.
-
Sebab firman Tuhan itu benar, segala sesuatu dikerjakan-Nya dengan kesetiaan. Ia senang pada keadilan dan hukum; bumi penuh dengan kasih setia-Nya.
-
Sungguh, mata Tuhan tertuju kepada mereka yang bertakwa, kepada mereka yang berharap akan kasih setia-Nya; Ia hendak melepaskan jiwa mereka dari maut dan memelihara hidup mereka pada masa kelaparan.
BACAAN KEDUA: Bacaan dari Surat Pertama Rasul Petrus 2:4-9
“Kamulah bangsa yang terpilih, kaum imam yang rajawi.”
Saudara-saudara terkasih, datanglah kepada Kristus, batu yang hidup, yang dibuang oleh manusia, tetapi dipilih dan dihormati di hadirat Allah. Biarlah kamu pun dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani bagi suatu imamat kudus, untuk mempersembahkan persembahan rohani, yang berkenan kepada Allah karena Yesus Kristus. Sebab ada tertulis dalam Kitab Suci: Sesungguhnya, Aku meletakkan di Sion sebuah batu yang terpilih, sebuah batu penjuru yang mahal, dan siapa yang percaya kepadanya tidak akan dipermalukan. Karena itu, bagi kamu yang percaya, ia mahal, tetapi bagi mereka yang tidak percaya, “Batu yang telah dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru: juga telah menjadi batu sentuhan dan suatu batu sandungan. Mereka tersandung padanya karena mereka tidak taat kepada firman Allah; dan memang sudah ditentukan untuk itu. Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, kaum imam yang rajawi, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri. Maka kamu harus memaklumkan perbuatan-perbuatan agung Allah. Ia telah memanggil kamu keluar dari kegelapan masuk ke dalam terang-Nya yang menakjubkan.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
BAIT PENGANTAR INJIL:
U : Alleluya, alleluya, allelluya
S : (Yoh 10:6) Akulah jalan, kebenaran dan hidup. Tak seorang pun dapat datang kepada Bapa kalau tidak melalui Aku.
BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes 14:1-12
“Akulah jalan, kebenaran dan hidup.”
Dalam amanat perpisahan-Nya Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku. Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke sana untuk menyediakan tempat bagimu. Dan apabila Aku telah pergi ke sana dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat Aku berada, kamu pun berada. Dan ke mana Aku pergi, kamu tahu jalan ke sana.” Kata Tomas kepada-Nya, “Tuhan, kami tidak tahu ke mana Engkau pergi; Jadi bagaimana kami tahu jalan ke sana?” Kata Yesus kepadanya, “Akulah jalan, kebenaran dan hidup. Tidak seorang pun dapat datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. Sekiranya kamu mengenal Aku, pasti kamu juga mengenal Bapa-Ku. Sekarang ini kamu mengenal Dia dan kamu telah melihat Dia.” Kata Filipus kepada-Nya, “Tuhan, tunjukkanlah Bapa kepada kami, dan itu sudah cukup bagi kami.” Kata Yesus kepadanya, “Telah sekian lama Aku bersama-sama engkau, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku? Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa, bagaimana engkau berkata: Tunjukkanlah Bapa kepada kami. Tidak percayakah engkau bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku? Apa yang Aku katakan kepadamu, tidak Aku katakan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang diam di dalam Aku, Dialah yang melakukan pekerjaan-Nya. Percayalah kepada-Ku bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku; atau setidak-tidaknya percayalah karena pekerjaan-pekerjaan itu sendiri. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar daripada itu. Sebab Aku pergi kepada Bapa.
Demikianlah Sabda Tuhan
U. Terpujilah Kristus.
RESI DEHONIAN DIBAWAKAN OLEH Rm Agustinus Guntoro SCJ
Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.
Para sahabatku dimana pun Anda berada, saya, Agustinus Guntoro, scj dari kota Roma, menyapa dan mengundang Anda semua untuk berefleksi bersama RESI Dehonian, hari ini, Minggu Paskah V, tanggal 3 Mei 2026.
Dalam Injil Yohanes 14:1–12, Yesus mengundang kita: “Jangan gelisah hatimu.” Iman bukan terutama soal memahami segalanya, melainkan mempercayakan diri kepada Pribadi yang memegang segalanya. Ia tidak memberi peta yang rinci, tetapi menawarkan diri-Nya sebagai jalan, kebenaran, dan hidup. Sering kali kegelisahan muncul bukan karena jalan terlalu gelap, melainkan karena kita lupa kepada siapa kita berjalan. Paskah mengajar kita untuk melangkah dengan kepercayaan, bukan dengan kepastian yang lengkap.
Spiritualitas Dehonian menuntun kita masuk ke dalam Hati Yesus—sumber kepercayaan sejati. Hati yang tertikam adalah tanda cinta yang tidak pernah mundur, bahkan saat ditolak. “Rumah Bapa” bukan hanya tujuan akhir, tetapi pengalaman yang mulai sekarang, ketika kita tinggal dalam kasih-Nya dan berani menyerahkan diri. Jalan menuju Bapa memang tidak bebas luka, tetapi justru di sanalah cinta menjadi nyata: memberi diri dengan setia, bahkan dalam kerapuhan.
Yesus juga menegaskan bahwa yang percaya kepada-Nya akan melakukan karya-karya yang lebih besar—bukan karena kehebatan kita, tetapi karena kita terbuka menjadi saluran kasih Allah. Dalam semangat Dehonian, kita dipanggil untuk menghadirkan kasih itu secara konkret: mencintai tanpa syarat, mengampuni tanpa perhitungan, dan melayani tanpa pamrih. Maka pertanyaannya: apakah hidup kita sudah menjadi jalan yang menuntun orang lain kepada Allah?
Para sahabatku, semoga Hati Kudus Yesus semakin merajai hati kita, sehingga dalam setiap langkah kita berani percaya, dalam setiap luka kita tetap mengasihi, dan melalui hidup kita, semakin banyak orang menemukan jalan menuju Bapa. Terima kasih. Tuhan memberkati kita.
DOA UMAT:
I : Kristuslah jalan, kebenaran, dan hidup kita. Marilah kita berdoa kepada Bapa di surga agar kita selalu terarah kepada Kristus dan mampu menunjukkan jalan keselamatan itu kepada sesama kita.
L : Bagi Paus, para Uskup, para Imam, dan semua saja yang mempunyai tugas pelayanan dalam Gereja: Ya Bapa, semoga kebenaran Sabda-Mu tampak dalam diri para pemimpin Gereja-Mu. Semoga mereka sungguh mampu menuntun kami menuju jalan, kebenaran dan hidup kami, yakni Kristus, Putra-Mu. Marilah kita mohon,…
U : Kabulkanlah doa kami ya Tuhan.
L : Bagi para pejabat pemerintahan: Ya Bapa, semoga para pejabat pemerintahan merintis jalan bagi rakyat untuk mencapai keadilan, perdamaian, dan kerukunan. Semoga kami semua beroleh keselamatan yang telah Kaujanjikan di dalam diri Yesus Kristus, Putra-Mu. Marilah kita mohon,…
U : Kabulkanlah doa kami ya Tuhan.
L : Bagi saudara-saudari kita yang lapar dan sebatang kara, yang miskn, dan hina dina: Ya Bapa, semoga dalam hidup saudara-saudari kami yang kurang beruntung itu, martabat serta harapan dipulihkan karena usaha kami bagi mereka. Dan kami pun senantiasa giat berjuan untuk berbagi hidup bagi keselamatan dan kesejahteraan sesama kami, khususnya bagi mereka yang menderita dan tak berdaya. Marilah kita mohon,…
U : Kabulkanlah doa kami ya Tuhan.
L : Bagi umat kristiani yang berkumpul di tempat ini atau di mana saja. Ya Bapa, semoga kami semua menyadari panggilan untuk saling membahagiakan. Dan semoga panggilan itu tetap kami yakini dan kami ikuti walaupun mendapat pengalaman-pengalaman yang mengecewakan. Marilah kita mohon,…
U : Kabulkanlah doa kami ya Tuhan.
I : Allah Bapa kami, tinggallah beserta kami oleh Putra-mu dan semoga Putra-Mu menjadi jalan, kebenaran dan hidp bagi kami semua, sekarang dan selama-lamanya. Amin
DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN:
Ya Allah, Putra-Mu menjadi manusia dan mengurbankan diri-Nya supaya kami mendapat bagian dalam keilahian-Mu yang mulia. Kami mohon, semoga berkat pertukaran agung ini kami memahami kebenaran yang Engkau ajarkan dan mengamalkannya dalam perilaku yang pantas. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin
ANTIFON KOMUNI – Yoh. 15:1,5
Akulah pokok anggur yang benar dan kamulah ranting-rantingnya, Sabda Tuhan; siapa saja yang tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, Alleluya.
DOA SESUDAH KOMUNI:
Marilah berdoa: Ya Allah, kami bersyukur kepada-Mu karena berkat komuni suci ini, kami dapat bersatu dengan Kristus, jalan, kebenaran, dan kehidupan kami. Kami mohon, semoga persatuan kami dengan Dia dapat kami alami secara penuh di surga. Sebab, Dialah Tuhan, Pengantara kami. Amin.
DOWNLOAD AUDIO RESI:
No Comments