
Rm. Y. Eko Yuniarto SCJ dari Komunitas RR La Verna Pajar Isuk-Pringsewu Lampung-Indonesia
AUDIO RESI:
ANTIFON PEMBUKA:
Merekalah orang suci, sahabat Allah, yang mulia karena mewartakan kebenaran ilahi.
KATA PENGANTAR:
Karya perintisan sampai sekarang masih tetap menarik. Winfried, seorang misionaris dari Inggris juga seorang perintis religius. Tanpa mengenal lelah ia menjelajai seluruh jerman. Banyak orang suku Sakks yang bertobat. Didirikannya pula bermacam biara. Oleh Sri Paus Gregorius II ia ditahbiskan menjadi uskup. Dalam perjalanan keliling di Friesland ia dibunuh dan dimakamkan di Fulda, salah sebuah biara yang didirikannya sendiri.
DOA KOLEKTA:
Marilah berdoa: Allah Bapa, keteguhan para martir, hari ini kami memperingati Santo Bonifasius, uskup dan martir-Mu, yang telah memeteraikan dengan darah iman yang diajarkannya dengan lidah. Semoga berkat doa restunya kami selalu memegang teguh iman itu, serta menghayatinya dengan setia. Demi Yesus Kristus, …
Bacaan dari Surat Kedua Rasul Paulus kepada Timotius 3:10-17
“Setiap orang yang mau hidup saleh dalam Kristus, akan menderita aniaya.”
Saudara terkasih, engkau telah mengikuti ajaranku, cara hidupku, pendirianku, imanku, kesabaranku, kasihku dan ketekunanku. Engkau telah ikut menderita penganiayaan dan sengsara seperti yang telah kuderita di Antiokhia dan di Ikonium dan di Listra. Semua penganiayaan itu kuderita dan Tuhan telah melepaskan aku dari padanya. Memang setiap orang yang mau hidup beribadah di dalam Kristus Yesus akan menderita aniaya, sedangkan orang jahat dan penipu akan bertambah jahat, mereka menyesatkan dan disesatkan. Tetapi hendaklah engkau tetap berpegang pada kebenaran yang telah engkau terima dan engkau yakini, dengan selalu mengingat orang yang telah mengajarkannya kepadamu. Ingatlah juga bahwa dari kecil engkau sudah mengenal Kitab Suci yang dapat memberi hikmat kepadamu dan menuntun engkau kepada keselamatan oleh iman kepada Kristus Yesus. Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 119:157.160.161.165.166.168
Ref. Besarlah ketenteraman orang-orang yang mencintai hukum-Mu, ya Tuhan.
-
Pengejar dan lawanku banyak, tetapi aku tidak menyimpang dari peringatan-peringatan-Mu.
-
Dasar firman-Mu adalah kebenaran dan untuk selama-lamanyalah segala hukum-Mu yang adil.
-
Para pembesar mengejar aku tanpa alasan, tetapi hanya terhadap firman-Mu hatiku gemetar.
-
Besarlah ketenteraman orang-orang yang mencintai hukum-Mu, tidak ada batu sandungan bagi mereka.
-
Aku menantikan keselamatan yang datang dari pada-Mu ya Tuhan, dan perintah-perintah-Mu kulakukan.
-
Aku berpegang pada titah dan peringatan-peringatan-Mu, sebab seluruh hidupku terbuka di hadapan-Mu.
BAIT PENGANTAR INJIL:
U : Alleluya, alleluya, alleluya.
S : (Yoh 14:23) Barangsiapa mengasihi Aku, akan menaati sabda-Ku. Bapa-Ku akan mengasihi dia, dan Kami akan datang kepadanya.
BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus 12:35-37
“Bagaimana mungkin Mesias itu anak Daud?”
Pada suatu hari Yesus mengajar di Bait Allah, kata-Nya, “Bagaimana ahli-ahli Taurat dapat mengatakan, bahwa Mesias adalah anak Daud? Daud sendiri berkata dengan ilham Roh Kudus, “Tuhan telah bersabda kepada Tuanku: Duduklah di sisi kanan-Ku, sampai musuh-musuh-Mu Kutaruh di bawah kaki-Mu. Jadi Daud sendiri menyebut Dia Tuannya, bagaimana mungkin Ia sekaligus anaknya?” Orang yang besar jumlahnya mendengarkan Yesus dengan penuh minat.
Demikianlah Sabda Tuhan
U. Terpujilah Kristus
RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Yustinus Eko Yuniarto SCJ
Vivat Cor Jesu, Per Cor Mariae! Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria!
“Mesias, Sang Pembebas Hati Manusia dari Ikatan Jerat Dosa”
Sahabat Resi Dehonian yang dikasihi dan mengasihi Tuhan, kembali berjumpa dengan saya Rm. Yustinus Eko Yuniarto SCJ dari Rumah Retret Laverna, Padang Bulan, Pajaresuk, Pringsewu, Lampung, Indonesia, dalam Resi, Renungan Singkat Dehonian, Edisi Hari Jumat Pertama, 5 Juni 2026, pada Hari Biasa Pekan IX bertepatan dengan P.W. St. Bonifasius, Uskup dan Martir. Saya berharap Anda semua penuh dengan sukacita, ada dalam keadaan sehat dan melimpah berkat.
Sahabat Resi Dehonian yang dikasihi dan mengasihi Tuhan. Mengapa Yesus mempertanyakan penyebutan gelar Anak Daud untuk Mesias yang biasa dikatakan oleh ahli-ahli Taurat? Ini soal pola pikir sejarah kejayaan Israel di bawah kuasa Daud. Kita masih ingat bagaimana kesuksesan Daud saat menjadi raja bangsa Israel, kerajaan itu menjadi kerajaan yang utuh, bersatu, kuat, aman, dan nyaman. Sejak Raja Daud-lah maka Kerajaan Israel menjadi berwibawa, diperhitungkan, dan memiliki pengaruh kekuatan politis atas kawasan dan bangsa-bangsa sekitarnya. Penyebutan gelar Anak Daud ini mau mengungkapkan bahwa harapan Israel akan adanya keturunan Daud yang akan mengembalikan masa keemasan yang pernah dialami oleh umat pilihan Allah itu. Ada keyakinan tradisional yang disenggol oleh Yesus, yang bertujuan untuk memberi konsientisasi atau penyadaran kepada orang-orang sebangsaNya supaya memahami sebutan Anak Daud itu bukan pembebas dalam arti sosial politis, maka arah sebutan itu Adalah Mesias sendiri, yakni Juru Selamat yang membebaskan manusia dari ikatan jerat dosa, bukan dari jajahan bangsa lain. Mesias adalah Dia yang merajai hati orang beriman.
Di sini Yesus tidak bermaksud merendahkan keyakinan tradisional mereka, tetapi mau menyadarkan untuk merefleksikan lebih dalam dari sekadar hal yang sosial politis kemasyarakatan, karena mereka adalah orang beriman.
Sahabat Resi Dehonian yang dikasihi dan mangasihi Tuhan. Kisah dalam Injil Markus ini sebenarnya mau menunjukkan Yesus yang mengajukan teka-teki tentang Mesias. Ia berusaha menyejajarkan satu bagian Kitab Suci dengan bagian lainnya. Yang disejajarkan adalah tradisi berdasarkan janji Allah kepada Daud dalam kitab Kedua Samuel 12b-14; 16 dengan sebuah penafsiran popular dalam Mazmur 110. Dalam mazmur 110 jelas sekali di sana ada kata “tuanku” yang menjadi sebuah rujukan mengenai seorang mesias yang akan datang dan akan menjadi pemenang bagi Israel. Markus menunjukkan bahwa Yesus yang menempatkan dua hal ini bersamaan dan menegaskan bahwa kedua hal ini tidak ditambahkan, ia bertanya, jika mesias yang datang itu adalah seorang anak Daud, bagaimana Daud memanggilnya “tuanku”? Tidak ada jawaban untuk teka teki ini. Markus bukan ingin memberikan jawaban tetapi untuk memunculkan pertanyaan. Dan pertanyaan itu adalah soal pemahaman popular tentang “mesias”. Markus juga menunjukkan di bagian sebelumnya bahwa Petrus pun memiliki pemahaman yang Yesus tidak miliki. Petrus berpikir jika Yesus adalah “mesias”, Ia tidak dapat menderita dan mafat, dan Yesus menegurnya (lihat Mrk 8: 22-30). Maka jelas di sini Markus menunjukkan bahwa Yesus menggunakan Kitab Suci untuk menyingkapkan kesalahan yang ada dalam tradisi. Penginjil Markus menunjukkan bagaimana Yesus memunculkan pertanyaan-pertanyaan dalam pikiran para pendengarNya. Markus mencampurkan pemahaman popular tentang “mesias” sehingga dapat mendramatisasikan bahwa Yesus adalah seorang “mesias” dalam sebuah cara yang tidak biasa.
Sahabat Resi Dehonian, kita bisa melihat bagaimana cara pandang Markus mengenai Mesias Yesus itu, yakni bahwa Dia yang menyelamatkan, menebus, dan membawa banyak orang kepada keselamatan dan Dia yang merajai hati orang beriman. Bukan mesias sosio-politis kemasyarakatan tapi mesias yang membebaskan manusia dari ikatan jerat dosa.
Mari kita cintai Yesus Mesias dalam sikap hidup beriman kita setiap hari. Tuhan memberkati Anda semua, dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus. Amin.
DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN:
Allah Bapa yang mahakuasa, terimalah kiranya persembahan umat-Mu pada peringatan Santo Bonifasius, uskup dan martir-Mu. Semoga dalam hidup kami sehari-hari kami meneladan pengurbanan Kristus yang kami kenangkan dalam perayaan ini. Sebab Dialah …
ANTIFON KOMUNI:
Domba-domba-Ku akan Kugembalakan, dan akan kujaga senantiasa.
DOA SESUDAH KOMUNI:
Marilah berdoa Allah Bapa, sumber iman kepercayaan kami, teguhkanlah hamba-hamba-Mu dalam iman berkat daya perayaan suci ini. Semoga iman itu kami akui dan kami hayati dengan perkataan dan perbuatan di mana-mana. Demi Kristus, …
DOWNLOAD AUDIO RESI:
Resi-Jumat 05 Juni 2026 oleh Rm. Y. Eko Yuniarto SCJ dari Komunitas RR La Verna Pajar Isuk-Pringsewu Lampung-IndonesiaUnduh

Pengantar:
P. Leo Yohanes Dehon, SCJ, mendirikan Kongregasi Imam-Imam Hati Kudus pada tahun 1878, di Prancis. Inisial Latin, “SCJ” setelah nama imam atau Bruder, mengidentifikasikan bahwa dia adalah anggota Kongregasi ini, yang lebih dikenal dengan nama “Dehonian” yang diambil dari nama belakang Pater pendiri. Saat ini, Kongregasi Imam-Imam Hati Kudus Yesus melayani di lebih dari 40 negara.
Yang penting bagi Kongregasi Religius ini bukanlah karya/pelayanan tertentu, melainkan semangat / motivasi spiritual untuk pelayanan apa pun yang diberikannya. Pater Dehon menekankan “kehidupan batin”, maksudnya adalah relasi / hubungan yang intim dengan Tuhan, yang mencintai umat manusia tanpa batas. Sebagai pengikut setia Yesus, Allah yang menjadi manusia, P. Dehon dapat berkata seperti yang dilakukan St. Paulus, “Aku telah disalibkan dengan Kristus; namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku. [Galatia 2:19-20].
Dari kontemplasi atas Persembahan Diri Yesus secara total, yang berpuncak pada wafat-Nya di kayu salib dan lambung-Nya yang tertikam, muncul gam-bar dan devosi kepada Hati Yesus, lambang dari sumber kasih yang menakjubkan ini. Pengabdian kepada Hati Yesus berarti tidak hanya mengembalikan cinta kepada Tuhan dan umat Tuhan, tetapi juga mem-percayai dan menyelesaikan rancangan kasih Tuhan – bukan kehendakku tetapi kehendak Tuhan yang terjadi – bahkan ketika harus memikul salib. Ini adalah semangat pemberian diri dari seorang dehonian dan siapa saja yang tertarik pada pengabdian kepada Hati Yesus.
Semoga Novena, Litani, dan pengudusan ini menopang dan memperkuat devosi Anda kepada Hati Yesus.

MEDITASI HARI III
“Bersatu dengan Hati Yesus akan menjadi rumah perlindungan kita dan menara kekuatan kita. Marilah kita melakukan semua tindakan kita sedemikian rupa sehingga Tuhan akan menerimanya. Ketika dalam kesulitan, mari kita pergi ke Hati Yesus. Marilah kita melakukan kehendak-Nya setiap saat, bahkan dalam hal-hal kecil, sehingga kita dapat melakukan kehendak-Nya dalam hal-hal besar.”
Fr. Leo John Dehon, SCJ
Catatan tentang Sejarah Hidupku 3:1867

NOVENA HATI KUDUS YESUS
HARI III
Hati Yesus yang Maha Kudus, sebagaimana aku bertumbuh dalam persatuan bersama-Mu, jadilah bagiku tempat perlindungan dalam kesusahan dan kekuatan bagiku dalam melayani umat-Mu.
Dengan penuh keyakinan pada cinta Hati-Mu yang lembut, aku datang kepada-Mu dengan penuh iman dan memohon apa yang aku percaya menjadi kebutuhanku dan kebutuhan saudara-saudariku.
[Sebutkan permintaan Anda.]
Karena Engkau mengenal aku terus-menerus, aku akan menunggu dengan sabar untuk menerima dari Hati-Mu yang peka apa yang benar-benar aku butuhkan untuk kepentinganku dan saudara-saudariku.
Semoga jawaban atas doaku memungkinkan aku untuk bekerja sama dengan Hati-Mu dalam membangun Kerajaan Hati Kudus-Mu, yaitu cinta, keadilan, dan perdamaian yang berasal dari-Mu.
Amin.
Bapa Kami, Salam Maria 3x, Kemuliaan.
Supaya kasih Hati Yesus mudah dipahami dan relevan, P. Leo Yohanes Dehon SCJ, menyarankan untuk mengaitkannya dengan gambaran umum (tentang hati Yesus) dan pengalaman pribadi (akan kasih Allah). Doa-doa dalam litani ini didasarkan pada gambar-kata yang menggugah ini, yang disusun dari tulisan-tulisan rohani P. Dehon.
Persembahkanlah hatimu, putra dan putri Tuhan, persembahkanlah hatimu sebagai kurban kepada Tuhan di atas mezbah Hati Yesus.
Doa-doa Litani Hati Yesus
Hati Yesus, Hati Bapa kami dan Allah kami, kami memuji Engkau.
Hati Yesus, yang sepenuhnya milik Bapa-Mu dan kami, kami memuji-Engkau.
Hati Yesus, kasih Allah yang menjelma bagi manusia, kami memuji-Engkau.
Hati Yesus, lambang cinta manusia kepada Allah, kami memuji Engkau.
Hati Yesus, yang menaruh perhatian khusus dan penuh kasih kepada kami, kami bersyukur kepada-Mu.
Hati Yesus yang lembut seperti hati seorang ibu, kami bersyukur kepada-Mu.
Hati Yesus, yang mengasihi kami lebih dari seorang ibu, kami bersyukur kepada-Mu
Hati Yesus, sahabat yang kebaikannya tak terhingga, kami bersyukur kepa-da-Mu
Hati Yesus yang mengasihi kami lebih dari seorang sahabat, kami bersyukur kepada-Mu
Hati Yesus, pasangan jiwa kami yang penuh kasih, yang kasihnya selalu segar, kami bersyukur kepada-Mu
Hati Yesus yang mengasihi kami lebih dari pasangan hidup, kami bersyukur kepada-Mu
Hati Kudus Yesus, penuntun kepada Kebijaksanaan yang tak terbatas, kami mencintai-Mu.
Hati Kudus Yesus, yang ingin selalu menolong kami dan memenuhi semua kebutuhan kami, kami mencintai-Mu.
Hati Kudus Yesus, yang bersimpati dengan semua kelemahan rohani dan jasmani kami, kami mencintai-Mu.
Hati Kudus Yesus, harta silih, kasih, dan anugerah kami, kami mencintai-Mu.
Hati Kudus Yesus, yang menyerahkan diri sepenuhnya kepada kami, kami mencintai-Mu.
Hati ekaristis Yesus, roti yang menguatkan dan menyirami jiwa-jiwa dengan semangat kemurahan hati, kepahlawanan, dan amal-kasih, kami menyam-but-Mu.
Hati ekaristis Yesus, Raja-Gembala, dan penyelenggara hidup kami, kami menyambut-Mu.
Hati ekaristis Yesus, Saudara kami yang penuh kasih dan setia, kami menyambut-Mu.
Hati Yesus, yang dipenuhi dengan belarasa kepada semua orang yang men-derita, kami ingin menjadi seperti Engkau.
Hati Yesus, yang dipenuhi dengan belarasa kepada mereka yang dilanda ma-salah, kesulitan, dan beban berat, kami ingin menjadi seperti Engkau.
Hati Yesus, yang dipenuhi dengan belarasa kepada yang lapar, yang bekerja keras, dan yang miskin, kami ingin menjadi seperti Engkau.
Hati Yesus, yang dipenuhi dengan belarasa kepada yang sakit dan lemah, kami ingin menjadi seperti Engkau.
Hati Yesus, yang menderita ketika kami menderita, kami menyatukan diri kami dengan persembahan diri-Mu.
Hati Yesus, yang menuntut keadilan, rasa hormat, dan kebajikan bagi para pekerja, kami menyatukan diri kami dengan persembahan diri-Mu.
Hati Yesus, penjaga yang berjaga-jaga melindungi Gereja-Nya, kami menyatukan diri kami dengan persembahan diri-Mu.
Hati Yesus, yang berdoa untuk kebutuhan umat-Nya, kami menyatukan diri kami dengan persembahan diri-Mu.
Hati Yesus, teladan kami, cita-cita kami, segalanya bagi kami, kami menyatukan diri kami dengan persembahan diri-Mu.
Dipenuhi dengan keyakinan akan kasih Allah yang melimpah bagi semua ciptaan, kami berdoa:
Guru yang baik, Engkau telah memberikan kepada kami
rahmat untuk mulai mencintai-Mu;
berilah kami juga rahmat untuk bertekun dalam cinta-Mu,
yang sering kali terasa begitu berat.
Dalam semangat cinta,
kami ingin terus-menerus mempersembahkan kepada-Mu
perbuatan, pekerjaan, dan penderitaan kami sehari-hari. Amin.
Pengudusan Keluarga kepada Hati Yesus
Lebih dari sekadar upacara – seremoni, pengudusan keluarga kepada Hati Yesus adalah komitmen harian untuk menghidupi cinta, penerimaan, pengampunan, dorongan, dan perhatian.
Ini adalah praktik spiritual untuk menciptakan sebuah keluarga (tidak sempurna, tetapi penuh kasih) tempat tinggal yang nyaman bagi Hati Yesus .
Jika memungkinkan, keluarga berkumpul di sekitar meja, yang di atasnya diletakkan gambar Hati Yesus. Atau, berkumpul di dekat gambar Hati Yesus yang dipasang di tempat yang pantas dalam rumah. Jika diinginkan, nya-lakan lilin dan hiasi ruangan dengan bunga.
Berikut ini adalah ritual sederhana, yang dapat Anda sesuaikan dengan situasi Anda. Sangat ideal untuk memiliki salinan “Doa Keluarga Pengudusan ke Hati Yesus” untuk setiap anggota keluarga. Sudah sepantasnya yang ter-tua dalam rumah tangga [mungkin kakek-nenek] untuk memimpin doa ini. Mintalah seorang anggota keluarga yang lebih muda untuk membaca kutipan Kitab Suci setelah memberinya kesempatan untuk berlatih mem-bacanya. Putuskan sebelumnya bagaimana Anda ingin melakukan “Doa dengan Tangan”.
Pendahuluan: Pemimpin menggunakan kata-kata ini atau yang serupa:
P : Kita telah berkumpul bersama sebagai sebuah keluarga untuk membuat janji kepada Tuhan dan meminta Tuhan untuk membantu kita menepati janji kita. Gambar Hati Yesus dan Doa Pengudusan kita ini akan mengingatkan kita betapa Allah mengasihi kita dan betapa kita harus berusaha untuk saling mengasihi.
Mari kita mendengarkan bacaan dari Alkitab. Bacaan dari Surat Pertama Yohanes 4:9, 11 dan 12
Dalam hal inilah kasih Allah dinyatakan di tengah-tengah kita, yaitu bahwa Allah telah mengutus Anak-Nya yang tunggal ke dalam dunia, supaya kita hidup oleh-Nya. Saudara-saudaraku yang kekasih, jikalau Allah sedemikian mengasihi kita, maka haruslah kita juga saling mengasihi.
~ Waktu untuk hening sejenak ~
Doa Pengudusan Keluarga kepada Hati Yesus
[Jika memungkinkan, doakan doa ini bersama-sama]
Hati Yesus yang penuh kasih,
karena kami tahu bahwa Engkau mencintai kami
kami mohon bantuan-Mu.
Sebagai sebuah keluarga / Komunitas
(orang tua, kakek-nenek, dan anak-anak)
Ajarilah kami bagaimana kami mampu saling mencintai apa adanya,
mendorong satu sama lain untuk menjadi yang terbaik,
dan mendukung siapa pun di antara kami yang membutuhkan.
Di saat kuat atau lemah,
di saat-saat berahmat atau saat jatuh dalam dosa,
bantulah kami untuk berbelaskasih seperti Engkau Berbelaskasih,
dan menjadi keluarga-tempat tinggal yang nyaman bagi-Mu.
Walaupun kami bukan keluarga yang sempurna,
kami ingin menjadi keluarga yang penuh kasih.
Dengan bantuan-Mu,
kami berjanji untuk terus mengusahakannya.
Semoga Hati-Mu yang penuh belaskasih menjaga kami setiap saat
dan keluarga kami selalu berada dalam lindungan-Mu.
Amin.
Doa dengan Tangan
Dengan kata-kata, kami meminta Yesus untuk tinggal bersama kami dan kami berjanji untuk melakukan apa yang kami bisa untuk menjadi keluarga yang penuh kasih. Sekarang, mari kita ekspresikan hal yang sama dengan tangan kita.
[Pilih cara A atau B:]
[A] Saya akan mengulurkan tangan dan meletakkannya di atas meja. Kemudian, saya meminta masing-masing orang untuk mengulurkan tangan sehingga kita semua bisa saling bersentuhan.
[B] Saya meminta kita semua untuk berdiri dalam lingkaran dan saling ber-gandengan tangan.
[Setelah hening sejenak, gunakan kata-kata ini atau yang serupa:]
Kita semua adalah bagian dari keluarga ini. Masing-masing dari kita memberi dan menerima.
Mari kita semua menjalani tanggungjawab masing-masing untuk men-ciptakan keluarga yang penuh kasih.
Doa Bapa kami.
Dengan tangan yang masih bersentuhan, marilah kita mengucapkan doa yang diajarkan Tuhan Yesus kepada kita.
Bapa kami….…
Doa Penutup
Hati Yesus yang Penuh Kasih,
jagalah keluarga kami selalu dalam lindunganMu
dan ajari kami untuk mencintai
dan mendukung satu sama lain.
Amin.
Doa untuk Pembaruan Harian
Pengudusan Keluarga kepada Hati Yesus
Kasih Hati Yesus yang Mahakasih.
Jagalah keluarga kami selalu dalam lindungan-Mu
dan ajari kami bagaimana mencintai dan mendukung satu sama lain.
Amin
Hati Yesus,
bantu kami menciptakan keluarga yang penuh kasih
di mana Engkau selalu merasa nyaman tinggal di dalamnya.
Amin.
Copyright 2020, United States Province
Priests of the Sacred Heart
No Comments