Jumat, 17 Juli 2026 – Hari Biasa Pekan XV

Rm Paskalis Aditya Wardana SCJ dari komunitas Seminari Menengah Santo Paulus Palembang – Indonesia

 

 

AUDIO RESI:

ANTIFON PEMBUKA – 115:17-18

Aku mempersembahkan kurban syukur kepadaMu sambil menyerukan nama Tuhan.

PENGANTAR: 

Bukan persembahan, melainkan belas kasih yang dikehendaki Yesus. Selalu hidup dari kebaikan manusia, mengharapkan dan memberikan yang baik kepadanya. Bukan kematian, tetapi kehidupan yang dikehendaki Tuhan, juga bagi mereka yang menyesal dan bertobat dari dosa-dosanya.

DOA KOLEKTA:

Marilah berdoa: Allah Bapa kami yang maharahim, kami mohon kebebasan para putera-puteriMu.Semoga RohMu berkenan menjiwai hati kami, agar kamimampu menyerupai Yesus, yang menjadi jalan dan kebenaran kami. Sebab dialah…

BACAAN PERTAMA: Yesaya 38:1-6.21-22; 7-8

“Aku telah mendengar doamu dan melihat air matamu.”

Pada waktu itu Hizkia , raja Yehuda, jatuh sakit dan hampir mati. Lalu datanglah Nabi Yesaya bin Amos dan berkata kepadanya: “Beginilah sabda Tuhan, “Sampaikanlah pesan terakhir kepada keluargamu, sebab engkau akan mati, tidak akan sembuh lagi.” Lalu Hizkia memalingkan mukanya ke arah dinding dan ia berdoa kepada Tuhan. Ia berkata, “Ya Tuhan, ingatlah kiranya, bahwa aku telah hidup di hadapan-Mu dengan setia dan dengan tulus hati dan bahwa aku telah melakukan apa yang baik di hadapan-Mu.” Kemudian menangislah Hizkia dengan sangat. Maka bersabdalah Tuhan kepada Yesaya, “Pergilah dan katakanlah kepada Hizkia, ‘Beginilah sabda Tuhan, Allah Daud, leluhurmu: Telah Kudengar doamu dan telah Kulihat air matamu. Sungguh, Aku akan memperpanjang hidupmu lima belas tahun lagi, dan Aku akan melepaskan dikau dan kota ini dari tangan raja Asyur dan Aku akan melindungi kota ini.” Kemudian berkatalah Yesaya, “Hendaknya diambil sebuah kue dari buah ara dan ditaruh di atas barah itu, maka raja akan sembuh.” Sebelum itu Hizkia telah berkata, “Apakah yang akan menjadi tanda, bahwa aku akan pergi ke rumah Tuhan?” Jawab Yesaya, “Inilah yang akan menjadi tanda bagimu dari Tuhan, bahwa Tuhan akan melakukan apa yang telah dijanjikan-Nya, ‘Sungguh, bayang-bayang pada penunjuk matahari buatan Ahas akan Kubuat mundur ke belakang sepuluh tapak dari yang telah dijalaninya’.” Maka pada penunjuk matahari itu mundurlah matahari sepuluh tapak ke belakang dari jarak yang telah dijalaninya.

KIDUNG TANGGAPAN: Yesaya 38:10.11.12abcd.16

Ref. Tuhan, Engkau telah menyelamatkan hidupku.

  1. Aku berkata: Dalam pertengahan umurku aku harus pergi, ke pintu gerbang dunia orang mati aku dipanggil untuk selebihnya dari hidupku.

  2. Aku berkata: Aku tidak akan melihat Tuhan lagi di negeri orang-orang yang hidup; aku tidak lagi akan melihat seorang pun di antara penduduk dunia.

  3. Pondok kediamanku dibongkar dan dibuka seperti kemah gembala; seperti tukang tenun menggulung tenunannya aku mengakhiri hidupku; Tuhan memutus nyawaku dari benang hidup.

  4. Ya Tuhan, karena inilah hatiku mengharapkan Dikau: Tenangkanlah batinku, buatlah aku sehat, buatlah aku sembuh.

BAIT PENGANTAR INJIL:

U: Alleluya

S: (Yoh 10:27) Domba-domba-Ku mendengar suara-Ku, sabda Tuhan; Aku mengenal mereka dan mereka mengenal aku.

BACAAN INJIL: Pembacaan dari Injil Matius 12:1-8

Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat.”

Pada suatu hari Sabat, Yesus dan murid-murid-Nya berjalan di lading gandum. Karena lapar murid-murid-Nya memetik bulir gandum dan memakannya. Melihat itu, berkatalah orang-orang Farisi kepada Yesus, “Lihatlah, murid-murid-Mu berbuat sesuatu yang tidak diperbolehkan pada hari Sabat.” Tetapi Yesus menjawab, “Tidakkah kalian baca apa yang dilakukan Daud, ketika ia dan para pengikutnya lapar? Ia masuk ke dalam bait Allah, dan mereka semua makan roti sajian yang tidak boleh dimakan kecuali oleh imam-imam. Atau tidakkah kalian baca dalam Kitab Taurat, bahwa pada hari-hari Sabat, imam-imam melanggar hukum Sabat di dalam bait Allah, namun tidak bersalah? Aku berkata kepadamu: Di sini ada yang melebihi bait Allah. Seandainya kalian memahami maksud sabda ini, ‘Yang kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan’, tentu kalian tidak akan menghukum orang yang tidak bersalah. Sebab Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat.”

RESI DIBAWAKAN OLEH: Rm Paskalis Aditya Wardana SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus, melalui Hati Maria.

Sahabat pencinta Hati Kudus Yesus yang terkasih dalam Tuhan. Kita berjumpa kembali dalam RESI (renungan singkat) dehonian pada Jumat 17 Juli 2026 bersama saya Romo Paskalis Aditya Wardana SCJ dari komunitas Seminari Menengah Santo Paulus Palembang. Kita akan mengawali permenungan dengan mendengarkan sabda Tuhan yang diambil dari Injil Yesus Kristus menurut Santo Matius 12:1-8

Saudara/i terkasih dalam Tuhan, sebagai orang beriman Kristiani, idealnya kita sudah tahu bahwa harapan kita semestinya kita letakkan pada kasih dan pemberian diri Tuhan melalui kehadiran Putra Tunggal-Nya, Kristus Yesus. Tidak ada tanda lain yang lebih besar dari misteri ini, namun tanpa disadari, kita dapat menjadi layaknya orang-orang Farisi dalam bacaan Injil hari ini yang jauh dari tindakan belas kasih karena mereka justru mempersoalkan boleh dan tidak boleh tentang hal yang penting dan urgen yakni  kehidupan yang diperjuangkan oleh Kristus Yesus. Mereka membutakan indera mereka akan apa yang telah dilakukan oleh Tuhan Yesus.

ita pun bisa menjadi seperti mereka jika kita terlalu banyak mempersalahkan pribadi, peristiwa, atau situasi dan kondisi yang kita jalani. Kita malah dapat mengabaikan dan kehilangan akan hal-hal yang penting dalam hidup ini. Jikalau hal itu terjadi, Yesus pun akan kembali mengeluh melihat ketidamauan dan ketidakmampuan kita untuk terpesona akan kasih-Nya yang sedemikian besar dan akan selalu tercurah dalam peziarahan hidup kita. Bagaimana mungkin kita tidak mampu melihat kehadiran-Nya melalui pengalaman sederhana harian yang terjadi meskipun dalam hal-hal sederhana. Barangkali hal tersebut kita lewati begitu saja karena tiadanya waktu untuk hening dan bergetar akan peristiwa-peristiwa luhur tadi. Ambisi berlebihan dan dominanlah yang menguasai kita sehingga kita perlahan dibutakan akan penyelenggaraan Ilahi yang sudah dan sedang terjadi dalam hidup kita. Andaikata kita telah mampu merasakan penyertaan Tuhan tadi, sebagai wujud syukurnya pun kita diundang kembali untuk menjadi tanda belas kasih selanjutnya bagi setiap makhluk ciptaan.

Saudara/i yang baik, semoga Hati Kudus Yesus membantu kita untuk bisa melihat nyala kasih Tuhan yang rindu untuk mengobarkan semangat kita agar kita pun bersedia menjadi tanda belas kasih itu sendiri kepada setiap ciptaan yang kita jumpai. Tuhan memberkati. Amin

DOA PENGANTAR PERSEMBAHAN

Allah Bapa kami yang mahakudus, berkenanlah menguduskan persembahan ini menjadi lambang cinta kasihMu kepada manusia, menjadi lambang PuteraMu, Adam yang baru, yang telah membangkitkan harapan akan kedamaian. Sebab Doalah….

ANTIFON KOMUNI – Mzm 115:12-13

Bagaimana akan kunalas segala kebaikan Tuhan terhadapku? Aku mengangkat piala untuk merayakan keselamatan sambil menyerukan nama Tuhan.

DOA SESUDAH KOMUNI: 

Marilah berdoa: Allah Bapa kami yang maharahim, Engkau lebih menyukai belas kasih dari pada kurban dan persembahan.Ajarilah kami menjauhkan kepentingan diri serta penuh belas kasih sebagaimana PuteraMu.Ajarilah kami menaruh cinta kasih. Demi Kristus…

DOWNLOAD AUDIO RESI: 

No Comments

Leave a Comment