Senin, 27 Juli 2026 – Hari Biasa Pekan XVII

Rm Cornelius Maruli Widyan Raswata SCJ dari Komunitas SCJ Pangkalan Kerinci Riau Keuskupan Padang – Indonesia

 
 
 

AUDIO RESI:

ANTIFON PEMBUKA – Matius 11:25

Terpujilah Engkau, Bapa, Tuhan langit dan bumi. sebab misteri kerajaan Kaunyatakan kepada kaum kecil.

PENGANTAR: 

Umat yang enggan mendengarkan sabda Tuhan, berkeras kepala mencari jalannya sendiri, mengikuti dewa-dewa asing, tiada gunanya lagi. Namun, Tuhan memulai lagi yang baru, sekalipun permulaan itu sebesar biji sesawi atau seperti ragi dalam adonan terigu.

DOA KOLEKTA: 

Marilah bedoa: Allah Bapa mahaagung, semoga benih sabda-Mu menghasilkan buah, sehingga berwujud sungguh-sungguh dalam hidup kami berupa iman, harapan, dan cinta kasih. Demi Yesus Kristus, ….

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kitab Yeremia 13:1-11

Bangsa ini akan menjadi seperti ikat pinggang yang tidak berguna untuk apa pun.

Beginilah sabda Tuhan kepadaku, “Pergilah membeli ikat pinggang lenan, dan ikatkanlah pada pinggangmu, tetapi jangan kaucelupkan ke dalam air!” Maka aku membeli ikat pinggang seperti yang disabdakan Tuhan, lalu kuikatkan pada pinggangku. Sesudah itu datanglah sabda Tuhan kepadaku untuk kedua kalinya, “Ambillah ikat pinggang yang telah kaubeli, yang sekarang ada pada pinggangmu itu. Pergilah segera ke Sungai Efrat, dan sembunyikanlah di sana, di celah-celah bukit batu!” Maka pergilah aku dan menyembunyikannya di tepi Sungai Efrat sebagaimana diperintahkan Tuhan kepadaku. Sesudah beberapa lama bersabdalah Tuhan kepadaku, “Pergilah segera ke Sungai Efrat, dan ambillah dari sana ikat pinggang yang Kuperintahkan kausembunyikan di sana!” Maka pergilah aku ke Sungai Efrat, lalu aku menggali dan mengambil ikat pinggang itu dari tempat aku menyembunyikannya. Tetapi ternyata ikat pinggang itu sudah lapuk, tidak berguna lagi untuk apa pun. Lalu datanglah sabda Tuhan kepadaku, “Beginilah sabda Tuhan, ‘Demikianlah Aku akan menghapuskan kecongkakan Yehuda dan Yerusalem. Bangsa yang jahat ini enggan mendengarkan sabda-Ku. Mereka mengikuti kedegilan hatinya dan mengikuti allah lain untuk beribadah dan bersujud kepada mereka. Bangsa yang jahat ini akan menjadi seperti ikat pinggang yang tidak berguna untuk apa pun. Sebab seperti ikat pinggang melekat pada pinggang seseorang, demikianlah dahulu segenap kaum Israel dan segenap kaum Yehuda Kulekatkan kepada-Ku,’ demikianlah sabda Tuhan, ‘supaya mereka itu menjadi umat yang ternama, terpuji dan terhormat bagi-Ku. Tetapi mereka itu tidak mau mendengar.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

KIDUNG TANGGAPAN: Ulangan 32:18-19.20.21

Reff: Engkau telah melupakan Allah yang melahirkan dikau

  1. Hai umat, engkau telah melalaikan Gunung Batu yang memperanakkan dikau, dan melupakan Allah yang melahirkan dikau. Ketika Tuhan melihat hal itu, maka Ia menolak mereka, karena Ia sakit hati oleh anak-anaknya lelaki dan perempuan.

  2. Tuhan bersabda, “Aku hendak menyembunyikan wajah-Ku terhadap mereka, dan melihat bagaimana kesudahan mereka, sebab mereka itu suatu angkatan yang bengkok, anak-anak yang tidak mempunyai kesetiaan.

  3. Mereka membangkitkan cemburu-Ku dengan yang bukan Allah, mereka menimbulkan sakit hati-Ku dengan berhala mereka. Sebab itu Aku akan membangkitkan cemburu mereka dengan yang bukan umat, dan menyakiti hati mereka dengan bangsa yang bebal.”

BAIT PENGANTAR INJIL:

U: Alleluya
S: Dengan rela hati Allah telah melahirkan kita oleh sabda kebenaran, supaya kita menjadi anak sulung ciptaan-Nya.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius 13:31-35

Biji sesawi itu menjadi pohon, sehingga burung-burung di udara datang bersarang di cabang-cabangnya.

Sekali peristiwa Yesus membentangkan perumpamaan ini, “Hal Kerajaan Surga itu seumpama biji sesawi, yang diambil dan ditaburkan orang di ladangnya. Memang biji itu yang paling kecil di antara segala jenis benih, tetapi apabila sudah tumbuh, sesawi itu lebih besar daripada sayuran lain, bahkan menjadi pohon, sehingga burung-burung di udara datang bersarang di cabang-cabangnya.” Dan Yesus menceritakan perumpamaan lain lagi, “Hal Kerajaan Surga itu seumpama ragi yang diambil seorang wanita dan diadukkan ke dalam tepung terigu tiga sukat, sampai seluruhnya beragi.” Semuanya itu disampaikan Yesus kepada orang banyak dalam perumpamaan, dan Ia tidak menyampaikan apa pun kepada mereka kecuali dengan perumpamaan. Dengan demikian digenapilah sabda nabi, “Aku mau membuka mulut-Ku mengatakan perumpamaan. Aku mau mengucapkan hal yang tersembunyi sejak dunia dijadikan.”
Demikianlah Sabda Tuhan
U. Terpujilah Kristus

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm Cornelius Maruli Widyan Raswata SCJ

Vivat Cor Iesus per Cor Mariae. Hiduplah Hati Kudus Yesus melalu Hati Maria.

Para Sahabatku, Saudari-saudara yang dicintai dan mencintai Hati Kudus Yesus. Salam jumpa bersama Saya, Rm Cornelius Maruli SCJ dari Komunitas SCJ Pangkalan Kerinci, Riau, Keuskupan Padang, Indonesia. Kita akan mendengarkan RESI (Renungan Singkat) Edisi Senin, 27 Juli 2026, Minggu Biasa XVII. Semoga Kasih Hati Yesus yang Maha Kudus memberkati Anda semua. Amin.

Tema Resi kita kali ini adalah Iman yang Berdaya ubahNamun sebelumnya, mari kita persiapkan hati dan kita awali permenungan kita dengan tanda kemenangan Kristus. Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus. AMIN

Pendengar Resi Dehonian terkasih, dimanapun engkau berada. Melalui perumpamaan, Yesus menyampaikan kebenaran yang mendalam lewat hal-hal sederhana di sekitar kita. Hari ini, Yesus mengibaratkan Kerajaan Surga seperti biji sesawi yang sangat kecil dan ragi yang diaduk ke dalam adonan tepung. Biji sesawi dan ragi adalah hal-hal kecil yang tampaknya tak berarti. Begitulah, kita diajak menyadari karya Allah yang sering kali dimulai dari sesuatu yang tampaknya tidak berarti di mata dunia.

Yesus, hari ini mengajak kita merenungkan tentang pertumbuhan iman. Biji sesawi adalah memang biji yang amat kecil, tetapi ketika tumbuh, biji itu berubah menjadi pohon tempat burung-burung bersarang. Benih kebaikan yang Yesus taburkan di hati kita mungkin amat kecil, kita harus setia untuk memperjuangkannya agar dapat tumbuh berkembang. Berhadapan dengan iman manusia, Tuhan tidak mencari sesuatu yang besar sejak awal; Ia mencari yang setia dalam perkara-perkara kecil. Kebaikan sederhana, doa yang tulus, atau perhatian kecil yang kita berikan kepada sesama, jika ditanam dengan kasih, akan memiliki daya tumbuh luar biasa. Iman kita, jika telah bertumbuh kembang akan sanggup menjadi berkat dan tempat perlindungan bagi orang lain.

Perumpamaan tentang ragi mengingatkan kita akan sebuah daya ubah yang senyap namun pasti. Ragi tidak bekerja dengan suara gemuruh, berisik, bergerak atau menarik perhatian, melainkan menyatu dengan adonan dalam diam dan mengubah seluruh adonan dari dalam. Begitu pula harapannya, kehadiran kita sebagai saksi Kristus di tengah dunia. Kita dipanggil untuk menjadi “ragi” yang membawa pengaruh positif, damai, dan kasih di lingkungan tempat kita berada, tanpa berisik, pamer, dan menarik semua perhatian pada diri kita. Perubahan rohani sejatinya terjadi secara perlahan dan tidak terlihat, namun dampaknya mampu merombak dan memperbarui seluruh aspek kehidupan kita, dan bahkan sesame di sekitar kita.

Manusia jaman ini ingin selalu instan, segera berdampak, tak sabar dengan proses, butuh diperhatikan, dilihat dan seterusnya. Sering jika itu tak sesuai harapan, kita cepat menilai sebuah proses pertumbuhan itu gagal, lalu berkecil hati seolah usaha kita terasa sia-sia. Hari ini, kita diajak untuk terus menabur benih kebaikan sekecil apa pun dan menjadi ragi yang membawa damai dalam keseharian kita. Sudahkah kita setia merawat benih iman kecil yang telah ditaburkan Tuhan dan bertumbuh menjadi berkat bagi sesama? Di akhir hari nanti, bertanyalah sejauh mana kehadiran diriku menjadi ragi yang mengubah sesamaku, lingkunganku menjadi lebih baik?

Sahabat Resi terkasih, Semoga Hati Kudus Yesus semakin merajai hati kita. Ya Hati Yesus yang lemah lembut dan rendah hati, jadikanlah hatiku seperti hati-Mu!Dan, Semoga Allah Mahakuasa memberkatimu, Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin.

DOA PENGANTAR PERSEMBAHAN:

Allah baa kami di surga, melalui roti dan anggur ini sudilah menyatakan kehendakMu kepada kami; semoga Roh Yesus Al Masih, yang mengajar kami mengenal kehendakMu, menjiwai kami sekarang dan selama-lamanya. Amin.

ANTIFON KOMUNI  –  Mat. 12:33

Kerajaan Allah itu seumpama ragi, yang diambul seorang wanita dan dicampur dengan terigu tiga takar, sehingga seluruhnya beragi.

DOA SESUDAH KOMUNI:

Marilah beroda: Allah Bapa kami di surga, berkenanlah mengadakan tanda-tanda KerajaanMu. Semoga Kau perlihatkan bahwa Engkau berada di mana-mana dan mendampingi siapa saja yang mencari kedamaian sejati. Demi Kristus, ….

DOWNLOAD AUDIO RESI: 

No Comments

Leave a Comment