Jumat, 24 Juli 2026 – Hari Biasa Pekan XVI

Rm Thomas Suratno SCJ dari Komunitas SCJ Teluk Betung Bandar Lampung Indonesia

 
 
 

 

AUDIO RESI:

ANTIFON PEMBUKA – Mazmur 19:9

Titah Tuhan itu tepat, menyukakan hati. Perintah Tuhan itu murni, membuat mata berseri.

PENGANTAR:

Tuhan mengajak kita membaca kehendak-Nya dari Taurat. Dalam penjelasan perumpamaan penabur ternyata tawaran Tuhan mengharapkan jawaban pribadi kita. Tanah subur diperlukan agar benih dapat tumbuh dan berkembang. Kesepuluh perintah Allah akan sangat membantu.

DOA KOLEKTA:

Marilah bedoa: Allah Bapa sumber kebenaran, sabda-Mu jujur dan benar untuk selamanya. Semoga Kautanam dalam-dalam di hati kami, agar kami semakin yakin, bahwa Engkau beserta kami. Demi Yesus Kristus, ….

BACAAN PERTAMA: Yeremia 3:14-17

“Hai kalian yang sudah dikubur dalam tanah, bangkitlah dan bersorak-sorailah.”

Kembalilah, hai anak-anak yang murtad, demikianlah firman TUHAN, karena Aku telah menjadi tuan atas kamu! Aku akan mengambil kamu, seorang dari setiap kota dan dua orang dari setiap keluarga, dan akan membawa kamu ke Sion. Aku akan mengangkat bagimu gembala-gembala yang sesuai dengan hati-Ku; mereka akan menggembalakan kamu dengan pengetahuan dan pengertian. Apabila pada masa itu kamu bertambah banyak dan beranak cucu di negeri ini, demikianlah firman TUHAN, maka orang tidak lagi akan berbicara tentang tabut perjanjian TUHAN. Itu tidak lagi akan timbul dalam hati dan tidak lagi akan diingat orang; orang tidak lagi akan mencarinya atau membuatnya kembali. Pada waktu itu Yerusalem akan disebut takhta TUHAN, dan segala bangsa akan berkumpul ke sana, demi nama TUHAN ke Yerusalem, dan mereka tidak lagi akan bertingkah langkah menurut kedegilan hatinya yang jahat.
Demikianlah Sabda Tuhan
U : Syukur kepada Allah

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 32:1-2.5.11

Ref. Tuhan penjaga dan benteng perkasa dalam lindungan-Nya aman sentosa.

  1. Berbahagialah orang yang pelanggarannya diampuni, dan dosa-dosanya ditutupi. Berbahagialah manusia, yang kesalahannya tidak diperhitungkan Tuhan, dan tidak berjiwa penipu!

  2. Dosa-dosaku kuungkapkan kepada-Mu dan kesalahanku tidak kusembunyikan; aku berkata, “Aku akan menghadap Tuhan, dan mengakui segala pelanggaranku.” Maka Engkau mengampuni kesalahanku.

  3. Bersukacitalah dalam Tuhan! Bersorak-sorailah, hai orang-orang benar; bersorak-gembiralah, hai orang-orang jujur!

BAIT PENGANTAR INJIL:

U: Alleluya, alleluya
S: Berbahagialah orang yang menyimpan sabda Allah dalam hati yang baik dan tulus ikhlas, dan menghasilkan buah dalam ketekunan.

BACAAN INJIL: Matius 13:18-23

“Orang yang mendengarkan sabda dan mengerti, menghasilkan buah.”

Sekali peristiwa Yesus bersabda kepada murid-murid-Nya, “Dengarkanlah arti perumpamaan tentang penabur. Setiap orang yang mendengar sabda tentang Kerajaan Surga dan tidak mengerti, akan didatangi si jahat, yang akan merampas apa yang ditaburkan dalam hatinya. Itulah benih yang jatuh di pinggir jalan. Benih yang ditaburkan di tanah berbatu-batu ialah orang yang mendengar sabda itu dan segera menerimanya dengan gembira. Tetapi ia tidak berakar dan hanya tahan sebentar saja. Apabila datang penindasan atau penganiayaan karena sabda itu, orang itu pun segera murtad. Yang ditaburkan di tengah semak duri ialah orang yang mendengar sabda itu, lalu sabda itu terhimpit oleh kekuatiran dunia dan tipu daya kekayaan, sehingga tidak berbuah. Sedangkan yang ditaburkan di tanah yang baik ialah orang yang mendengarkan sabda itu dan mengerti, dan karena itu ia berbuah ada yang seratus, ada yang enam puluh, ada yang tiga puluh ganda.”
Demikianlah Sabda Tuhan
U : Terpujilah Kristus

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm Thomas Suratno SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Kudus Yesus melalui Hati Maria

Saudara-saudari yang terkasih, kita jumpa lagi dalam RESI – DEHONIAN RENUNGAN SINGKAT DEHONIAN hari ini, Jumat – 24 Juli 2026, Pekan Biasa XVI. Bersama saya Romo Thomas Suratno, SCJ dari Komunitas SCJ Teluk Betung-Bandar Lampung, mendengar dan merenungkan sabda Tuhan, yakni firman Tuhan yang tersurat dalam Mat 13:18-23.

Yesus, dalam warta Injil hari ini, menjelaskan perumpamaan tentang Penabur. Ia berbicara dengan jelas dan pribadi kepada para murid karena mereka terbuka—hati mereka siap menerima kebenaran. Perumpamaan ini mengungkapkan empat jenis hati: keras hati , dangkal hati , mudah teralihkan , dan mudah menerima . Dengan menyajikan keempat disposisi batin ini, dengan hanya satu yang ideal, Yesus menunjukkan bahwa menjadi mudah menerima Firman Tuhan membutuhkan usaha, kerendahan hati, dan kasih karunia. Tiga jenis pertama mencerminkan perkembangan penerimaan yang semakin dalam, tetapi masing-masing masih kurang sempurna. Jenis terakhir, tanah yang baik, mewakili tujuan yang menjadi panggilan bagi semua hati.

Yang pertama — benih yang ditabur di jalan—merujuk kepada mereka yang hatinya begitu keras sehingga Firman Tuhan tidak dapat masuk. Telinga mereka mendengar Firman Tuhan tetapi tanah hati mereka telah diinjak-injak oleh banyak dosa dan kebiasaan egois, sehingga benih tidak dapat menembus. Akibatnya, mereka tidak memahami Injil, dan mereka juga tidak berusaha untuk memahaminya. Ini bahkan mungkin merujuk kepada beberapa orang yang menghadiri gereja, mendengarkan bacaan dan khotbah, namun tetap tidak tergerak oleh Injil.

Yang kedua — benih yang ditabur di tanah berbatu—merujuk kepada mereka yang hatinya dangkal. Mereka menerima Firman Tuhan dengan sukacita dan antusiasme awal, mungkin bahkan dengan emosi dan semangat rohani. Tetapi sukacita itu tidak berakar pada keyakinan yang mendalam atau didukung oleh iman yang tekun. Ketika cobaan datang mereka dengan cepat jatuh, kecewa. Akar kebenaran ilahi tidak pernah menembus lapisan jiwa yang lebih dalam. Inilah mereka yang menyukai gagasan Injil tetapi tidak menyukai harga yang harus dibayar untuk menghidupinya sepenuhnya.

Yang ketiga — benih yang ditabur di antara semak duri—merujuk kepada mereka yang hatinya teralihkan. Mereka menerima Firman Tuhan dan membiarkannya berakar, tetapi pada saat yang sama mereka berpegang teguh pada kecemasan, keterikatan, dan keinginan duniawi. Duri—yang melambangkan kekayaan, kenyamanan, ambisi, dan kekhawatiran kehidupan sehari-hari—mencekik Firman sehingga menjadi tidak berbuah. Inilah jiwa-jiwa yang mencoba hidup untuk Tuhan dan untuk dunia. Mereka menginginkan Surga, tetapi mereka juga mendambakan kendali, kesenangan, atau keamanan dengan cara mereka sendiri. Di tanah seperti itu, Firman berjuang untuk tumbuh dan tidak dapat menghasilkan buah yang kekal.

Yang terakhir — benih yang ditabur di tanah yang subur—merujuk kepada mereka yang hatinya benar-benar terbuka. Mereka tidak hanya mendengar Firman Tuhan tetapi juga memahaminya, menerimanya, merenungkannya, dan membiarkannya mengubah hidup mereka. Hati ini terbuka, rendah hati, penuh doa, dan terlepas dari gangguan duniawi. Firman menembus jauh ke dalam dan menjadi sumber buah rohani yang melimpah—tiga puluh, enam puluh, atau seratus kali lipat. Inilah orang-orang kudus yang sedang dalam proses pembentukan: jiwa-jiwa yang, meskipun tidak sempurna, bekerja sama dengan kasih karunia dan membiarkan kebenaran Tuhan menguduskan mereka hari demi hari.

Maka renungkanlah tentang pertumbuhan dan perkembangan yang terungkap dalam perumpamaan ini. Seberapa terbuka hatimu terhadap Firman Tuhan? Sebagai benih rohani, Firman Tuhan sangatlah berkuasa. Ketika diterima dalam pikiran yang dipenuhi iman, dan hati yang dipenuhi harapan dan kasih, benih itu dipelihara dan tumbuh. Saat tumbuh, transformasi sejati terjadi. Buah yang baik menjadi nyata, dan Tuhan melakukan hal-hal besar di dalam dan melalui jiwa yang kudus ini. Maka terimalah benih firman dengan sukacita, dan bertekadlah untuk memelihara benih itu sehingga buah yang baik berlimpah dapat dihasilkan dari hidupmu—tiga puluh, enam puluh, atau seratus kali lipat.

DOA:

Ya Tuhanku, Engkau menabur benih Kebenaran dengan murah hati dan berlimpah. Engkau selalu berbicara kepadaku, mengungkapkan Kasih-Mu dan Kehendak-Mu yang sempurna, namun aku seringkali keras hati, dangkal, atau teralihkan. Mohon garaplah tanah hatiku dan jadikan aku peka terhadap semua yang Engkau nyatakan, sehingga hidupku dapat menghasilkan buah yang melimpah dan baik bagi Kerajaan-Mu. Amin.

Semoga Allah yang mahakuasa memberkati saudara dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin.

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN:

Allah Bapa mahakudus, semoga kami Kauberkati dengan buah tanaman gandum dan anggur; semoga kami Kauberkati dengan Roh Yesus, Putra-Mu, yang berada di tengah-tengah kami. Sebab Dialah Tuhan dan pengantara kami.

ANTIFON KOMUNI – Matius 13:23

Benih yang tertabur di tanah subur, ialah orang yang mendengarkan warta itu, memahaminya dan menghasilkan buah, ada yang seratus, enam puluh, dan tiga puluh ganda.

DOA SESUDAH KOMUNI:

Marilah berdoa: Allah Bapa sumber kebenaran, kami bersyukur atas sabda yang telah Kausampaikan kepada kami melalui Yesus, Saudara kami se-Bapa. Semoga sabda itu menghasilkan buah melimpah dan membuat gembira semua orang. Demi Kristus, ….

DOWNLOAD AUDIO RESI: 

No Comments

Leave a Comment