Rabu, 05 Agustus 2026 – Hari Biasa Pekan XVIII

Rm. Y. Eko Yuniarto SCJ dari Komunitas RR La Verna Pajar Isuk-Pringsewu Lampung-Indonesia

 
 
 

AUDIO RESI:

ANTIFON PEMBUKA – Yeremia 31:10d

Tuhan menjaga kita seperti gembala menjaga kawanannya.

PENGANTAR :

Kita lebih suka mengundang orang yang selalu bersedia datang. Maka di mana-mana kita bertemu dengan orang-orang yang sama. Namun, mereka pun akan bersedia pula ikut serta andaikata mendapat undangan. Pada hari itu Tuhan akan membawa keselamatan bagi setiap orang, dan dimana-mana akan dinikmati damai sejahtera dan sukacita.

DOA KOLEKTA :

Marilah bedoa: Allah Bapa mahasetia, perkenankanlah kami menerima sabda-Mu, dan percaya akan janji-Mu melalui Yesus Mesias, sabda-Mu terakhir serta cahaya hidup kami, yang hidup …. 

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kitab Yeremia 31:1-7

“Aku mengasihi engkau dengan kasih yang abadi.”

Tuhan bersabda, “Aku akan menjadi Allah segenap kaum keluarga Israel dan mereka akan menjadi umat-Ku. Mereka mendapat kasih karunia di padang gurun yaitu bangsa yang terluput dari pedang. Israel berjalan mencari istirahat bagi dirinya; dan dari jauh Tuhan menampakkan diri kepadanya, ‘Aku mengasihi engkau dengan kasih yang abadi, sebab itu Aku melanjutkan kasih setia-Ku kepadamu. Aku akan membangun engkau kembali sehingga engkau pulih, hai anak dara Israel! Engkau akan menghiasi dirimu lagi dengan rebana, dan akan tampil dalam tarian sukaria. Engkau akan membuat kebun anggur lagi di gunung-gunung Samaria; dan orang-orang yang membuatnya akan memetik hasilnya pula. Sungguh, akan datang harinya para penjaga akan berseru di Gunung Efraim: Ayo, marilah kita naik ke Sion, menghadap Tuhan, Allah kita! Sebab beginilah sabda Tuhan: Bersorak-sorailah bagi Yakub dengan sukacita, bersukarialah atas pemimpin para bangsa! Kabarkanlah, pujilah dan katakanlah: Tuhan telah menyelamatkan umat-Nya, yakni sisa-sisa Israel.”  
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

KIDUNG TANGGAPAN: Yer. 31:10,11-12ab,13

Ref. Tuhan menjaga kita seperti gembala menjaga kawanannya.

  1. Dengarlah firman Tuhan, hai bangsa-bangsa, dan beritahukanlah di tanah-tanah pesisir yang jauh, katakanlah: Dia yang telah menyerakkan Israel akan menghimpunnya kembali.

  2. Sebab Tuhan telah membebaskan Yakub, telah menebusnya dari tangan orang yang lebih kuat daripadanya. Mereka akan datang bersorak-sorai di atas bukit Sion, muka mereka akan berseri-seri karena kebajikan Tuhan.

  3. Pada waktu itu anak-anak dara akan bersukaria menari beramai-ramai, orang muda dan orang-orang tua akan bergembira. Aku akan mengubah perkabungan mereka menjadi kegirangan, akan menghibur dan menyukakan mereka sesudah kedukaan.

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Alleluya, alleluya, alleluya, alleluya
S : (Luk 7:16) Seorang nabi besar telah muncul di tengah kita, dan Allah mengunjungi umat-Nya.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius 15:21-28

“Hai ibu, sungguh besar imanmu!”

Pada suatu hari Yesus menyingkir ke daerah Tirus dan Sidon. Maka datanglah seorang wanita Kanaan dari daerah itu dan berseru, “Kasihanilah aku, ya Tuhan, Anak Daud. Anakku perempuan kerasukan setan dan sangat menderita.” Tetapi Yesus sama sekali tidak menjawab. Lalu para murid Yesus datang dan meminta kepada-Nya, “Suruhlah wanita itu pergi, sebab ia mengikuti kita sambil berteriak-teriak.” Jawab Yesus, “Aku diutus hanya kepada domba-domba umat Israel yang hilang.” Tetapi wanita itu mendekat dan menyembah Dia sambil berkata, “Tuhan, tolonglah aku!” Yesus menjawab, “Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing.” Kata wanita itu lagi, “Benar Tuhan, tetapi anjing-anjing pun makan remah-remah yang jatuh dari meja tuannya.” Bersabdalah Yesus kepadanya, “Hai Ibu, sungguh besar imanmu! Terjadilah bagimu seperti yang kaukehendaki.” Dan seketika itu juga anaknya sembuh.
Demikianlah Sabda Tuhan.
U. Terpujilah Kristus.

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Y. Eko Yuniarto SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.

“Berani meletakkan keyakinan pada Kasih Tuhan sebagai bukti seimbangnya kualitas doa dan kualitas hidup” 

Sahabat Resi Dehonian yang dikasihi dan mengasihi Tuhan, kembali berjumpa dengan saya Rm. Yustinus Eko Yuniarto SCJ dari Rumah Retret Laverna, Padang Bulan, Pajaresuk, Pringsewu, Lampung, Indonesia, dalam Resi, Renungan Singkat Dehonian, Edisi Hari Rabu, 5 Agustus 2026, pada Hari Biasa Pekan XVIII. Saya berharap Anda semua penuh dengan sukacita, ada dalam keadaan sehat dan melimpah berkat. 

Sahabat Resi Dehonian yang dikasihi dan mengasihi Tuhan, dalam kisah Injil hari ini, kita bisa melihat rangkuman kisahnya sebagai berikut:

  1. Yesus menyingkir: Yesus pergi ke daerah Tirus dan Sidon.

  2. Seruan ibu: Seorang perempuan Kanaan datang meminta belas kasihan agar anaknya disembuhkan.

  3. Ujian iman: Yesus diam saja lalu berkata bahwa Ia diutus hanya kepada umat Israel yang hilang, namun wanita itu tetap menyembah dan memohon.

  4. Mujizat terjadi: Yesus memuji besarnya iman perempuan itu dan anaknya sembuh seketika.

Ada perbedaan sistem kepercayaan antara orang-orang Yahudi dan orang-orang Kanaan, yakni perbedaan kepercayaan Politeisme vs Monoteisme. Budaya Kanaan menganut sistem politeisme dengan dewa-dewa utama seperti El (dewa tertinggi), Baal (dewa kesuburan/hujan), dan dewi Asyera. Sebaliknya, agama Yahudi purba (Yahwisme) berkembang menjadi monoteisme ketat yang hanya menyembah Tuhan Yang Maha Esa (YHWH). Lalu terkait dengan tradisi ada pemisahan Tradisi, yakni Narasi keagamaan dalam Alkitab menekankan pemisahan total identitas Israel dari praktik ritual keagamaan Kanaan, meskipun secara sosiologis pengaruh budaya lokal sempat terjadi pada masa awal permukiman. 

Adapun pelajaran rohani dari kisah perempuan Kanaan dalam kisah ini mencakup tiga hal utama, yakni: ketekunan dalam doa, kerendahan hati yang sejati, dan anugerah keselamatan bagi semua orang.

Bagian pertama adalah ketekunan dan sikap pantang menyerah. Perempuan itu terus berharap. Ia tidak berhenti memanggil Yesus meskipun awalnya tidak dijawab dan bahkan dilarang oleh para muridNya. Setelah itu masih ada kisah dialog iman yang diuji. Jawaban Yesus yang keras tidak membuatnya tersinggung atau marah, bahkan disejajarkan dengan anjing (ini adalah sebutan umum orang Yahudi bagi bangsa lain) namun perempuan itu semakin mendekat kepada Yesus.

Bagian kedua adalah kerendahan hati di hadapan Tuhan. Perempuan itu mengakui keterbatasannya. Ia merendahkan diri dan rela menerima status sebagai “anjing”, demi mendapat remah-remah kasih karunia Yesus. Sebuah kerendahan hati yang luar biasa.  Ia juga memiliki kegigihan penuh dalam dirinya. Ia sadar bahwa hanya Tuhan satu-satunya pengharapan saat menghadapi masalah berat.

Bagian ketiga adalah Kasih dan keselamatan tanpa batas. Kasih Tuhan berlaku bagi siapa saja. Kasih Tuhan Yesus melampaui batas suku dan bangsa, terbuka bagi siapa pun yang datang dengan iman. Dan perempuan itu dipuji Tuhan. Yesus memuji imannya yang besar dan langsung menyembuhkan anaknya seketika itu juga.

Dari kisah ini kita bisa melihat bagaimana kualitas doa dan kualitas hidup itu telah dimiliki oleh Perempuan Kanaan itu. Yesus mau mengajarkan kepada kita bahwa perempuan itu tidak mudah menyerah saat berdoa. Allah juga ingin supaya kita umatNya berdoa dengan jujur dan benar. Dan saat berdoa kita sebagai orang beriman tidak boleh memaksa Allah atau membuat tuntutan kepadaNya. Utamanya adalah kita meletakkan keyakinan terhadap KasihNya bagi kita, seperti sikap Perempuan Kanaan tadi, yang meletakkan keyakinan dan iman bahwa kasih Allah ada, tidak pernah berubah, dan selalu menjawab. Mari kita memiliki sikap iman seperti Perempuan Kanaan tadi, dimana kualitas doa dan kualitas hidup sungguh terbukti. Tuhan memberkati Anda, dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin.

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN: 

Allah Bapa maha pengasih, perkenankanlah kami menyantap rezeki yang sanggup memuaskan lapar kami akan kebahagiaan, ialah Yesus Mesias, Penyelamat dunia, Tuhan dan pengantara kami.

ANTIFON KOMUNI – Yeremia 31:7

Kabarkanlah, pujilah, dan katakanlah: Tuhan telah menyelamatkan umat-Nya, yakni sisa-sisa Israel.

DOA SESUDAH KOMUNI:

Marilah berdoa: Allah Bapa maha pengasih dan penyayang, kami bersyukur atas anugerah kesehatan yang Kaulimpahkan kepada kami berkat sabda kedamian, ialah Yesus Putra-Mu. Semoga karena Dia, dunia dapat bernapas lagi. Sebab Dialah Tuhan dan pengantara kami.

DOWNLOAD AUDIO RESI:

No Comments

Leave a Comment