Minggu, 09 Agustus 2026 – Hari Minggu Biasa XIX

Rm Fransiskus Edi Setiawan SCJ dari Komunitas SCJ Biara St Yohanes Gudang Peluru Jakarta – Indonesia

 
 

AUDIO RESI:

ANTFON PEMBUKA – Mzm. 74:20,19,22,23

Ingatlah akan perjanjian-Mu, ya Tuhan, dan janganlah Engkau lupakan umat-Mu yang tertindas. Bangkitlah ya Tuhan, belalah perkara-Mu, janganlah Engkau lupakan seruan orang yang mencari Engkau.

PENGANTAR

Rasa gelisah dan takut adalah situasi yang tidak mengenakkan. Padahal kecenderungan kita adalah memilih untuk mencari kesenangan dan kebahagiaan meskipun hanya sesaat. Hari ini kita diajak belajar tentang kesetiaan kepada Kristus meskipun akan mengalami situasi yang paling tidak mengenakkan. Kesetiaan akan Kristus inilah yang akan membawa kita kepada kebahagiaan yang tak akan berkesudahan.

DOA TOBAT

I : Tuhan Yesus Kristus, Engkaulah Putra Allah Yang Maha Kuasa, yang menguasai alam semesta. Tuhan, kasihanilah kami.

U : Tuhan, kasihanilah kami.

I : Engkau menghendaki pengikut-Mu memercayakan diri seutuhnya kepada-Mu. Kristus, kasihanilah kami.

U : Kristus, kasihanilah kami.

I : Engkau selalu dekat dengan para pengikut-Mu dan siap sedia mengulurkan tangan untuk menolong. Tuhan, kasihanilah kami.

U : Tuhan, kasihanilah kami.

MADAH KEMULIAAN: 

DOA KOLEKTA:

Marilah kita berdoa. (hening sejenak): Allah Yang Maha Kuasa dan Kekal, berkat pengajaran Roh Kudus kami boleh menyebut Engkau: Bapa. Kobarkanlah dalam diri kami semangat sebagai anak-anak-Mu agar kami layak menerima warisan yang telah Engkau janjikan. Dengan pengantaraan Tuhan kami, Yesus Kristus, Putra-Mu, yang Hidup dan Berkuasa, bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. U Amin.

DOA KOLEKTA 2

Marilah kita berdoa. (hening sejenak): Allah Bapa Yang Maha Setia, dalam diri Putra-Mu, Engkau selalu hadir di tengah-tengah kami dan memberikan per-tolongan yang kami butuhkan. Semoga kami tidak pernah bimbang dalam mengimani Engkau dan perkenankanlah kami mengalami karya penyelamatan-Mu. Sebab, Dialah yang Hidup dan Berkuasa, bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. U Amin.

LITURGI SABDA

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kitab Pertama Raja-raja 19:9a.11-13a

Berdirilah di atas gunung itu di hadapan Tuhan.

Sekali peristiwa, ketika Elia sampai di Gunung Horeb, masuklah ia ke dalam sebuah gua dan bermalam di situ. Maka, berfirmanlah Tuhan kepadanya, “Hai Elia, keluarlah, dan berdirilah di atas gunung itu di hadapan Tuhan!” Lalu Tuhan lewat. Angin besar dan kuat membelah gunung-gunung dan memecahkan bukit-bukit batu mendahului Tuhan. Namun Tuhan tidak berada dalam angin itu. Sesudah angin itu datanglah gempa. Namun dalam gempa pun Tuhan tidak ada. Sesudah gempa menyusullah api. Namun Tuhan juga tidak berada dalam api itu. Api disusul bunyi angin sepoi-sepoi basa. Mendengar itu, segeralah Elia menyelubungi wajahnya dengan jubah, lalu keluar dan berdiri di depan pintu gua itu.
Demikianlah sabda Tuhan.
U : Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 85:9ab-10.11-12.13-14; R: 8

Refren 1: Perlihatkanlah kepada kami kasih setia-Mu, ya Tuhan.

Refren 2: Perlihatkanlah kepada kami kasih setia-Mu, ya Tuhan, dan berilah kami keselamatan yang dari pada-Mu.

  1. Aku ingin mendengar apa yang hendak difirmankan Tuhan. Bukankah Ia hendak berbicara tentang damai? Sungguh, keselamatan dari Tuhan dekat pada orang-orang takwa, dan kemuliaan-Nya diam di negeri kita.

  2. Kasih dan kesetiaan akan bertemu, keadilan dan damai sejahtera akan berpelukan. Kesetiaan akan tumbuh dari bumi, dan keadilan akan merunduk dari langit.

BACAAN KEDUA:  Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Roma  9:1-5

Aku rela terkutuk dan terpisah dari Kristus demi saudara-saudaraku.

Saudara-Saudara, demi Kristus aku mengatakan kebenaran, aku tidak berdusta. Suara hatiku turut bersaksi dalam Roh Kudus, bahwa aku sangat berdukacita dan selalu bersedih hati. Bahkan, aku rela terkutuk dan terpisah dari Kristus demi saudara-saudaraku, kaum sebangsaku menurut daging. Sebab mereka adalah orang Israel. Mereka telah diangkat menjadi anak Allah, telah menerima kemuliaan dan perjanjian-perjanjian, dan Hukum Taurat, ibadat, serta janji-janji. Mereka itu keturunan bapa-bapa leluhur, yang menurunkan Mesias sebagai manusia, yang mengatasi segala sesuatu. Dialah Allah yang harus dipuji selama-lamanya. Amin!

Demikianlah sabda Tuhan.
U : Syukur kepada Allah.

BAIT PENGANTAR INJIL – Mzm. 130:5

U : Alleluya.
S : Aku menanti-nantikan Tuhan dan mengharapkan firman-Nya.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Suci menurut Matius 14:22-33

Tuhan, suruhlah aku datang kepada-Mu dengan berjalan di atas air.

Sesudah mengenyangkan orang banyak dengan roti, Yesus segera menyuruh murid-murid-Nya naik perahu dan mendahului-Nya ke seberang, sementara itu la menyuruh orang banyak pulang. Setelah orang banyak itu disuruh-Nya pulang. Yesus mendaki bukit untuk berdoa seorang diri. Menjelang malam la sendirian di situ. Perahu para Nya pulang, Yesus mendaki bukit untuk berdoa seorang beberapa mil jauhnya dari pantai, dan di-ombang-ambingkan gelombang, karena angin sakal. Kira-kira pukul tiga pagi, datanglah Yesus berjalan di atas air kepada mereka. Melihat Dia berjalan di atas air, para murid terkejut dan berseru, “Itu hantu!” Lalu mereka berteriak-teriak ketakutan. Tetapi Yesus segera menyapa mereka, kata-Nya, “Tenanglah! Inilah Aku, jangan takut!” Lalu Petrus berkata, “Tuhan, jika benar Tuhan sendiri, suruhlah aku datang kepada-Mu dengan berjalan di atas air.” Kata Yesus, “Datanglah!” Lalu Petrus turun dari perahu dan berjalan di atas air mendekati Yesus. Tetapi ketika dirasakannya tiupan angin, Petrus menjadi takut dan mulai tenggelam, lalu berteriak, “Tuhan, tolonglah aku!” Segera Yesus mengulurkan tangan-Nya, memegang Petrus dan berkata, “Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?” Keduanya lalu naik ke perahu dan angin pun reda. Orang-orang yang ada di perahu menyembah Dia, katanya, “Sesungguhnya, Engkau Putra Allah!”
Demikianlah sabda Tuhan.
U Terpujilah Kristus.

RESI DIBAWAKAN OLEH: Rm Fransiskus Edi Setiawan SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hari Yesus melalui Hati Maria 

Saudara-saudari pendengar Resi Dehonian yang terkasih dalam Kristus, jumpa kembali dengan saya Rm. Fransiskus Edi Setiawan, SCJ dari Komunitas Rumah Dehonian St. Yohanes, Gudang Peluru, Jakarta, Indonesia dalam Resi (renungan singkat) Dehonian edisi Hari Minggu, 09 Juli 2026, Hari Minggu Biasa Pekan XIX. 

Saudara-saudari pendengar Resi Dehonian yang terkasih dalam Kristus, Hari ini, melalui Injil Matius, kita mendengarkan kisah Yesus berjalan di atas air kerap kali kita dengar sebagai mukjizat yang spektakuler. Namun, jika kita menggali lebih dalam latar belakang teks ini, Matius sedang menyampaikan warta teologis yang sangat kuat bagi jemaat perdananya dan juga bagi kita hari ini yang sering kali merasa diombang-ambingkan oleh badai kehidupan. Melalui kisah ini, kita dapat merenungkan dua hal:

Pertama, kehadiran Kristus. Teks mencatat bahwa Yesus menyuruh (Yunani: anagkazō — kata yang sangat keras, berarti “memaksa”) murid-murid-Nya naik perahu mendahului-Nya. Setelah itu, Yesus naik ke atas gunung untuk berdoa seorang diri. Murid-murid berada di tengah laut, dicambuk gelombang karena angin sakal pada waktu “jaga keempat” (sekitar jam 3 hingga 6 pagi—saat paling gelap dan dingin sebelum fajar).

Banyak dari kita saat ini mungkin sedang berada di “jaga keempat”—masa-masa tergelap dalam hidup. Bisa berupa krisis finansial, sakit penyakit yang tak kunjung sembuh, ketidakharmonisan keluarga, atau kegagalan yang memukul telak. Kita sering bertanya: “Tuhan, di mana Engkau saat badai ini mengamuk?” Renungan ini mengingatkan kita bahwa ketika Yesus tampak “absen”, Ia sebenarnya sedang berdoa bagi kita di atas “gunung”—artinya Ia tidak pernah berpaling dari kita. Yesus menyuruh murid-murid menyeberang karena Ia tahu mereka sanggup bertumbuh lewat ujian tersebut. Tuhan tidak selalu menjauhkan kita dari badai, tetapi Ia menjamin kehadiran-Nya di tengah badai. Dalam tradisi Yahudi, laut dan kegelapan melambangkan kekuatan kekacauan (chaos), kecemasan, dan kuasa maut. Mengapa Yesus memaksa mereka berlayar sendirian menuju situasi itu? Bukan untuk mencelakakan mereka, melainkan untuk melatih iman mereka ketika Yesus secara fisik tidak hadir di samping mereka.

Kedua, jangan takut. Ketika murid-murid berteriak ketakutan yang menyangka Yesus adalah hantu, Yesus menjawab: “Tenanglah! Aku ini, jangan takut!” Kata “Aku ini” dalam bahasa Yunani adalah Ego Emi. Ini adalah formula nama Kudus Allah yang diwahyukan kepada Musa di Semak Duri (Keluaran 3:14 – YHWH). Yesus menyatakan keilahian-Nya: Dialah Pencipta yang berkuasa menginjak-injak gelombang laut (bdk. Ayub 9:8). Perhatikan respons Petrus: saat ia memfokuskan pandangannya kepada Yesus dan mendengarkan sabda “Datanglah!”, ia sanggup berjalan di atas air. Namun, ketika ia dialihkan oleh angin dan gelombang, ketakutan menguasainya dan ia mulai tenggelam. Mengapa kita sering “tenggelam” dalam kecemasan hidup saat ini? Bukan karena badai di luar sana terlalu besar, melainkan karena fokus pandangan kita telah beralih. Ketika mata kita hanya tertuju pada berita buruk, angka-angka tagihan, atau komentar negatif orang lain, kita pasti tenggelam. Namun, ketika kita melatih diri melalui doa harian, Kitab Suci, dan Sakramen Ekaristi untuk tetap menatap mata Yesus, kita diberi kemampuan supranatural untuk “berjalan di atas masalah” yang tadinya mengancam menenggelamkan kita. Petrus tidak tenggelam karena airnya terlalu dalam, tetapi karena fokusnya terpecah antara Yesus dan angin sakal.

Apakah saat ini kita sedang berada di dalam perahu yang dihantam gelombang? Dengarkanlah suara Kristus yang bergema menembus deru angin kehidupan kita hari ini: “Tenanglah! Aku ini, jangan takut!”

Jangan biarkan ketakutan mencuri pandangan kita dari Sang Juru Selamat. Ulurkan tangan kita, berteriaklah kepada-Nya dalam doa, dan biarkan Ia menuntun kita kembali ke dalam damai sejahtera-Nya.

Semoga Sabda Tuhan yang kita terima hari ini meneguhkan kita, sehingga dikuatkan oleh Allah Bapa kita. Semoga Allah memberkati hidup kita, keluarga kita, niat baik dan usaha kita, Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin.

DOA UMAT:

I : Tuhan Yesus Kristus bersabda agar kita tidak takut karena Ia beserta kita. Marilah kita panjatkan doa-doa kita kepada Bapa agar kita selalu di dalam kasih-Nya, yang memampukan kita untuk selalu berani dalam mewartakan Kabar Gembira-Nya bagi segala makhluk.

L : Bagi Bapa Suci dan para Uskup: Semoga Allah Bapa Yang Maha Kasih menerangi dan mem-bimbing Bapa Suci dan para Uskup, agar mereka tidak mengenal ketakutan atau kebimbangan dalam mewartakan kabar sukacita keselamatan Kristus. Marilah kita mohon …

U : Kabulkanlah doa kami, ya Tuhan.

L : Bagi semua orang yang takut menghadapi masa depan: Semoga Allah Bapa Yang Maha Kasih meneguhkan hati umat dalam menghadapi kemajuan ilmu pengetahuan dan teknik sehingga mereka mampu melihatnya sebagai karya penyelenggaraan-Mu demi masa depan yang indah bagi manusia dan dunia. Marilah kita mohon

U : Kabulkanlah doa kami, ya Tuhan.

L : Bagi mereka yang berkecimpung dalam ilmu pengetahuan: Semoga para ilmuwan selalu dibimbing oleh Roh Kebijak-sanaan agar dapat melanjutkan karya mereka demi kese-jahteraan semakin banyak orang. Marilah kita mohon …

U : Kabulkanlah doa kami, ya Tuhan.

L : Bagi kita sendiri: Semoga kami makin mantap dan bergembira setiap kali mendengar suara Tuhan, “Jangan takut, Akulah ini!” Marilah kita mohon

U : Kabulkanlah doa kami, ya Tuhan.

I : Allah Bapa Yang Maha Baik, kami berkumpul di sini demi Putra-Mu. Demi nama-Nya pula kami berdoa kepada-Mu. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami.

U Amin.

LITURGI EKARISTI

DOA ATAS PERSEMBAHAN 1

Ya Allah Yang Maha Penyayang, berkenanlah menerima persembahan Gereja-Mu, yang Engkau letakkan dalam tangan kami untuk kami persembahkan kepada-Mu-Semoga dengan kuasa-Mu, Engkau mengubahnya menjadi misteri keselamatan bagi kami. Dengan pengantaraar Kristus, Tuhan kami. U Amin.

DOA ATAS PERSEMBAHAN 2

Allah Bapa Yang Maha Baik, Engkau telah mengundang kami untuk ikut serta dalam perjamuan ini. Kami mohon terimalah roti dan anggur serta persembahan diri kami ini. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. U Amin.

ANTIFON KOMUNI – Mzm. 148:12,14

Megahkanlah Tuhan, hai Yerusalem! Ia mengenyangkan engkau dengan gandum yang terbaik.

ATAU – Bdk. Yoh. 6:51

Roti yang akan Kuberikan ialah daging-Ku untuk kehidupan dunia, sabda Tuhan.

DOA SESUDAH KOMUNI 1

Marilah kita berdoa. Ya Allah, semoga persekutuan dengan Kristus dalam Tubuh-Nya, yang telah kami sambut, menyelamatkan dan meneguhkan kami dalam terang kebenaran-Mu. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. U Amin.

DOA SESUDAH KOMUNI 2

Marilah kita berdoa. Ya Allah, kami beryukur atas Sakramen Ekaristi yang telah kami terima ini. Semoga sakramen-Mu ini meneguhkan iman kami akan kehadiran-Mu yang selalu menyertai kami dalam penziarahan hidup ini menuju ke rumah-Mu yang abadi. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. U Amin.

DOWNLOAD AUDIO RESI: 

No Comments

Leave a Comment