Kamis, 08 April 2021 — Hari Kamis dalam Oktaf Paskah

Rm. Aegidius Wrsito SCJ dari Komunitas SCJ Toronto Kanada

 
 
 
 

 

AUDIO RESI

ANTIFON PEMBUKA – Kebijaksanaan Salomo 10:20-21⁣

Ya Tuhan, kami semua memuji kejayaan tangan-Mu; sebab kebijaksanaan telah membuka mulut orang bisu, dan membuat kanak-kanak patah lidah. Aleluya.⁣⁣

PENGANTAR⁣

Apa yang tak masuk akal dan tak tersangka-sangka telah terjadi: Dia yang tergantung di salib sebagai penjahat, ternyata adalah Mesias, yang telah dibangkitkan Allah. Dia kita kenal kembali ketika membagi-bagi roti; dan kepada kita la mengucapkan salam Paskah, “Damai bagimul” Sebagaimana bagi para rasul, demikian pula bagi kita, kehadiran Yesus di samping kita mem buat kita gembira, sebab kini kita mempunyai kepastian, bahwa derita dan maut bukanlah akhir segala-galanya, dan bahwa sesudah malam salib akan terbitlah cahaya kebangkitan yang gemilang⁣

DOA PEMBUKA⁣

Marilah berdoa: Allah Bapa mahakuasa, Engkau telah mempersatukan pelbagai bangsa dalam iman akan nama-Mu. Kami telah Kaulahirkan kembali dalam air pembaptisan. Semoga kami tetap bersatu, baik dalam iman maupun dalam karya. Demi Yesus Kristus Putra-Mu, ….⁣⁣

ATAU :⁣

Marilah berdoa: Allah Bapa mahakuasa dan kekal,  tanda dan mukjizat telah Kauperbuat dengan perantaraan Putra-Mu terkasih. Kami mohon, jadikanlah kami tanda hidup tentang Dikau, dan jadikanlah nama-Mu berkat bagi kami. Demi Yesus Kristus Putra-Mu, …⁣⁣

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kisah Para Rasul 3:11-26

“Yesus, Pemimpin kepada hidup, yang telah kamu bunuh; tetapi Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati.”

Petrus dan Yohanes menyembuhkan seseorang yang lumpuh. Ketika orang lumpuh yang disembuhkan itu tetap mengikuti Petrus dan Yohanes, seluruh orang banyak yang sangat keheranan datang mengerumuni mereka di serambi yang disebut Serambi Salomo. Petrus melihat orang banyak itu lalu berkata, “Hai orang Israel, mengapa kamu heran tentang kejadian itu? Dan mengapa kamu menatap kami seolah-olah kami membuat orang ini berjalan karena kuasa atau kesalehan kami sendiri? Allah Abraham, Ishak dan Yakub, Allah nenek moyang kita telah memuliakan hamba-Nya, yaitu Yesus yang kamu serahkan dan tolak di depan Pilatus, walaupun Pilatus berpendapat bahwa Ia harus dilepaskan. Kamu telah menolak Yang Kudus dan Benar, dan malah menghendaki seorang pembunuh sebagai hadiahmu. Demikianlah Yesus, Pemimpin kepada hidup, telah kamu bunuh! Tetapi Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati; dan tentang hal itu kami adalah saksi. Karena kepercayaan dalam nama Yesuslah, maka Nama itu telah menguatkan orang yang kamu lihat dan kamu kenal ini; kepercayaan itulah yang telah memberi kesembuhan kepada orang ini di depan kamu semua. Hai saudara-saudara, aku tahu bahwa kamu telah berbuat demikian karena ketidaktahuan, sama seperti semua pemimpinmu. Tetapi dengan jalan demikian Allah telah menggenapi apa yang telah difirmankan dahulu dengan perantaraan nabi-nabi-Nya, yaitu bahwa Mesias yang diutus-Nya harus menderita. Karena itu sadarlah dan bertobatlah, supaya dosamu dihapuskan, agar Tuhan mendatangkan waktu kelegaan, dan mengutus Yesus, yang dari semula diuntukkan bagimu sebagai Kristus. Kristus itu harus tinggal di surga sampai waktu pemulihan segala sesuatu, seperti yang difirmankan Allah dengan perantaraan nabi-nabi-Nya yang kudus di zaman dahulu. Bukankah telah dikatakan Musa: Tuhan Allah akan membangkitkan bagimu seorang nabi dari antara saudara-saudaramu, sama seperti aku! Dengarkanlah Dia dalam segala sesuatu yang akan dikatakannya kepadamu. Dan akan terjadi, bahwa semua orang yang tidak mendengarkan nabi itu, akan dibasmi dari umat kita. Dan semua nabi yang pernah berbicara, mulai dari Samuel, dan sesudah dia, telah bernubuat tentang zaman ini. Kamulah yang mewarisi nubuat-nubuat itu dan mendapat bagian dalam perjanjian yang telah diadakan Allah nenek moyang kita, ketika Ia berfirman kepada Abraham: Oleh keturunanmu semua bangsa di muka bumi akan diberkati. Dan bagi kamulah pertama-tama Allah membangkitkan Hamba-Nya dan mengutus-Nya kepada kamu, supaya Ia memberkati kamu dengan memimpin kamu masing-masing kembali dari segala kejahatanmu.”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 8:2ab.5.6-7.8-9

Ref. Betapa megah nama-Mu Tuhan di seluruh bumi.

  1. Ya Tuhan, Allah kami, apakah manusia sehingga Engkau mengingatnya? Apakah anak manusia, sehingga Engkau mengindahkannya?

  2. Kauciptakan dia hampir setara dengan Allah, Kaumahkotai dengan kemuliaan dan semarak. Kauberi dia kuasa atas buatan tangan-Mu; segala-galanya telah Kautundukkan di bawah kakinya.

  3. Domba, sapi dan ternak semuanya, hewan di padang dan margasatwa; burung di udara dan ikan di laut, dan semua yang melintasi arus lautan.

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Alleluya, alleluya, alleluya
S : (Mzm 118:24) Inilah hari yang dijadikan Tuhan, marilah kita bersorak-sorai dan bersukacita karenanya.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas 24:35-48

“Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga.”

Dua murid yang dalam perjalanan ke Emaus ditemui oleh Yesus yang bangkit, segera kembali ke Yerusalem. Mereka menceritakan kepada saudara-saudara apa yang telah terjadi di tengah jalan, dan bagaimana mereka mengenali Yesus pada waktu Ia memecah-mecahkan roti. Sementara mereka bercakap-cakap tentang hal itu, Yesus tiba-tiba berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata, “Damai sejahtera bagi kamu!” Mereka terkejut dan takut, karena menyangka bahwa mereka melihat hantu. Akan tetapi Yesus berkata kepada mereka, “Mengapa kamu terkejut, dan apa sebabnya timbul keragu-raguan di dalam hatimu? Lihatlah tangan dan kaki-Ku: Aku sendirilah ini! Rabalah Aku dan lihatlah, karena hantu kan tidak ada daging dan tulangnya, seperti yang kamu lihat ada pada-Ku.” Sambil berkata demikian Ia memperlihatkan tangan dan kaki-Nya kepada mereka. Dan ketika mereka belum juga percaya karena girang dan masih heran, berkatalah Yesus kepada mereka, “Adakah padamu makanan di sini?” Lalu mereka memberikan kepada-Nya sepotong ikan goreng. Ia mengambilnya dan memakannya di depan mata mereka. Yesus berkata kepada mereka, “Inilah perkataan yang telah Kukatakan kepadamu ketika Aku masih bersama-sama dengan kamu, yakni bahwa harus digenapi semua yang ada tertulis tentang Aku dalam kitab Taurat Musa, kitab nabi-nabi dan dan kitab Mazmur.” Lalu Yesus membuka pikiran mereka, sehingga mereka mengerti Kitab Suci. Kata-Nya kepada mereka, “Ada tertulis demikian: Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga. Dan lagi: Dalam nama-Nya berita tentang pertobatan dan pengampunan dosa harus disampaikan kepada segala bangsa, mulai dari Yerusalem. Kamu adalah saksi dari semuanya ini.”
Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan tekun melaksanakannya.
U. Sabda-Mu adalah jalan, kebenaran, dan hidup kami.

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Aegidius Warsito SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Marie. Terpujilah Hati Yesus melalui Hati Maria…

Jumpa lagi saudara-saudari pendengar Resi Dehonian bersama saya: Rm. Aegidius Warsito SCJ, dari Komunitas SCJ – Toronto – Kanada, di dalam Resi-renungan singkat- Dehonian edisi Kamis, 8 April 2021. Mari kita baca bersama perikopa Injil pada hari ini yang diambil dari Lukas 24:35-48

Saudara/i yang terkasih, apa yang akan terjadi seandainya para murid Jesus tidak menceritakan pengalaman mereka saat Yesus yang bangkit dari kubur menampakkan diriNya dalam pemecahan roti?

Yang jelas jawabannya bisa macam-macam. Bisa jadi Yesus tidak akan muncul di tengah-tengah mereka. Bisa jadi Yesus akan berkata: “Aku tidak akan menampakkan diri lagi kepada mereka toh para muridKu begitu mudahnya melupakan Ku dan mereka tidak mau membicarakan Aku lagi.” Dan masih banyak lagi jawaban yang bisa diajukan.

Akan tetapi yang menarik bahwa hati Cleopas dan para murid yang lainnya terus berkobar-kobar untuk menceritakan pengalaman mereka di dalam perjumpaannya dengan Yesus yang telah bangkit dari kubur dan pada saat pemecahan roti. Mungkin inilah yang menjadi salah satu alasan mengapa Yesus muncul di tengah-tengah mereka, saat mereka berkumpul di Yerusalem, sehingga tidak heranlah kalau Yesus berkata kepada mereka: “Damai sejahtera bagi kamu.”

Saudara/i yang terkasih, dari apa yang kita dengar dan lihat dari perikopa Injil pada hari ini kita bisa melihat pengalaman kita masing-masing: “Seberapa seringkah kita berbicara tentang Yesus dengan anggota keluarga dan teman yang sering bahkan tiap hari kita jumpai?”

Kalau kita mau jujur, barangkali kita harus mengakui bahwa sangat jarang melakukan hal itu. Barangkali kita baru berbicara dan mendengar tentang Yesus ketika kita berada di Gereja saat mengikuti perayaan Ekaristi atau pendalaman Iman. Akan tetapi pada saat kita di rumah atau menjalani aktivitas harian dengan rekan kerja atau teman yang kita jumpai, kita sangat jarang bahkan tidak pernah berbicara tentang Yesus.

Pertanyaan yang kemudian muncul adalah: “Mengapa kita jarang berbicara tentang Yesus ketika kita di rumah, di tempat kerjaan atau ketika kita di luar Gereja atau kegiatan rohani? Apakah kita malu untuk membicarakan tentang Yesus yang kita Imani sebagai sang Juruselamat? Apakah kita takut tidak disukai dan dianggap sok suci oleh rekan kerja atau teman-teman kita? Apakah kita tidak enak hati karena sikap ini bisa mengusik rekan kerja atau teman kita walau mereka sama-sama Katolik?

Saudara/i yang terkasih, banyak dari kita sangat jarang berbicara tentang Yesus di luar tembok Gereja atau kegiatan rohani. Dan mungkin ini juga yang menjadi alasan mengapa banyak dari kita yang sangat jarang merasakan kehadarian Yesus yang tinggal dan hadir di dalam hidup kita sehari-hari. Dan saya kira tidak heran pula kalau ada tendesi sekarang ini orang menjadi Katolik hanya dalam KTP- nya saja, karena semakin sedikit orang yang bersedia untuk mensharingkan pengalaman akan perjumpaannya dengan Yesus yang bangkit. Lihatlah Gereja perdana, mereka berkembang dengan sangat pesat karena semua anggota Gereja memiliki semangat yang sama untuk bersaksi akan Yesus yang bangkit baik kepada orang yang sudah mengenal maupun kepada orang yang sama sekali belum mengenal Yesus. Sharing pengalaman akan Yesus ini mereka wujudkan dalam sharing pengajaran maupun dalam praktek kehidupan sehari-hari. Mereka menjadikan perjumpaan akan Yesus yang bangkit dalam kehidupan mereka yang real, sehingga hal ini menjadi daya tarik yang luar biasa dan menjadikan hidup beriman akan Yesus yang bangkit sesuatu yang real dan tidak di atas awang-awang.

Pertanyaan penutup adalah: “Bagaimana dengan kita sekarang ini?”

Semoga melalui perikopa ini kita dapat belajar banyak dari pengalaman Cleopas dan teman-temannya. Dan mari kita wujudkan komitmen kita, yang kita perbaharui dengan janji baptis pada saat perayaan malam Paska/Paska yang lalu.

Semoga kasih dan berkat Tuhan menyertai dan memberkati kita semua di sepanjang hari ini. Dan semoga Hati Kudus Yesus merajai hati kita semua. Amin.

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN⁣

Allah Bapa sumber segala rahmat, terimalah kurban yang kami rayakan ini sebagai ungkapan syukur atas rahmat sakramen baptis. Semoga kurban Kristus ini mendatangkan rahmat bagi kami. Demi Kristus, ….⁣⁣

ATAU :⁣

Allah Bapa sumber iman kepercayaan, berkatilah persembahan ini dan terimalah iman kami akan Yesus, Putra sulung yang bangkit dari kematian dan hidup dalam kemuliaan-Mu. Sebab Dialah Tuhan ….⁣⁣

ANTIFON KOMUNI – I Petrus 2:9⁣

Hai umat milik Tuhan, wartakanlah kebijaksanaan Tuhan, yang telah memanggil kalian dari kegelapan ke dalam cahaya yang menakjubkan. Aleluya.⁣⁣

DOA SESUDAH KOMUNI⁣

Marilah berdoa: Allah Bapa sumber sukacita, dalam misteri Paskah Putra-Mu, dan Kauantar ke dalam sukacita kekal. maut diubah menjadi pangkal hidup mulia. Semoga karena pertukaran suci ini kami Kaubantu dalam kehidupan sekarang Demi Kristus, ….⁣⁣

ATAU: ⁣

Marilah berdoa: Allah Bapa sumber kehidupan, kami bersyukur sebab Putra-Mu telah mengajar kami, bahwa Engkaulah Bapa kami, bahwa Engkaulah yang menghendaki kami hidup serupa dengan Putra-Mu, yang merupakan jalan, kebenaran dan kehidupan kami. Dialah Tuhan dan ….

No Comments

Leave a Comment