Selasa, 26 Mei 2026 – Peringatan Wajib St. Filipus Neri, Imam

Rm. Aegidius Warsito SCJ dari Komunitas SCJ Toronto Kanada

 
 
 

AUDIO RESI:

ANTIFON PEMBUKA — Luk. 4: 18

Roh Tulan menyertai aku. Aku diurapi-Nya dan diutus mewartakan kabar gembira kepada kaum fakir miskin dan menghibur yang remuk redam.

PENGANTAR

Filipus Neri dilahirkan tahun 1515 di Florence. Ketika berumur 21 tahun ia pergi ke Roma dan tinggal di sana sampai akhir hidupnya. Hi-dupnya ditandai doa, cinta kasih kepada sesama, karya pastoral dan per-tobatan. Berkat cara berpastoral yang ban disertai rasa humor, besar pengaruh nya. Santo penuh tawa ini bersahabat dengan Sri Paus, Kardinal dan orang-orang suci Dialah salah seorang pastor dan pembaru yang ter-. besar. Untuk pelaksanaan dan penyebaran gagasan-gagasannya ia men dirikan kumpulan ‘Oratorium-nya dan meninggal tahun 1595

DOA KOLEKTA: 

Marilah berdoa: Allah Bapa kami, sumber kegembiraan kami. abdi-Mu yang setia Kauluhurkan dengan kesucian mulia. Maka kami mohon, kobarkanlah dalam diri kanui api Roh Kudus yang menyala-nyala dalam hati Santo Filipus Neri Deni Yesus Kristus Putra-Mu…..

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Surat Pertama Rasul Petrus 1:10-16

“Para nabi telah bernubuat tentang kasih karunia bagimu. Sebab itu waspadalah, dan taruhlah harapanmu sepenuhnya pada kasih karunia itu.”

Saudara-saudara terkasih, para nabi telah menyelidiki dan meneliti keselamatan kalian. Mereka telah bernubuat tentang kasih karunia yang diperuntukkan bagimu. Mereka telah meneliti pula saat yang bagaimana yang dimaksudkan oleh Roh Kristus, yang ada dalam diri mereka. Roh itu sebelumnya memberi kesaksian tentang segala penderitaan yang akan menimpa Kristus dan tentang segala kemuliaan yang menyusul sesudahnya. Kepada para nabi itu telah dinyatakan bahwa mereka bukan melayani diri mereka sendiri, melainkan melayani kalian dengan segala sesuatu yang sekarang diberitakan kepada kalian dengan perantaraan mereka yang diutus oleh Roh Kudus surgawi menyampaikan berita Injil kepada kalian. Dan pokok pewartaan itu ialah apa yang bahkan para malaikat pun ingin mengetahuinya. Sebab itu siapkanlah akal budimu, waspadalah, dan taruhlah harapanmu sepenuhnya pada kasih karunia yang dianugerahkan kepadamu pada waktu penyataan Yesus Kristus. Hiduplah sebagai anak-anak yang taat, dan jangan turuti hawa nafsu yang menguasai kalian pada waktu kalian belum beriman. Hendaklah kalian menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang telah memanggil kalian itu kudus. Sebab ada tertulis: Hendaklah kalian kudus, seperti Aku kudus adanya.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 98:1.2-3ab.3c-4

Ref. Segala ujung bumi melihat keselamatan yang datang dari Allah kita.

  1. Nyanyikanlah lagu baru bagi Tuhan, sebab Ia telah melakukan karya-karya yang ajaib! Keselamatan telah dikerjakan oleh tangan kanan-Nya, oleh lengan-Nya yang kudus.

  2. Tuhan telah memperkenalkan keselamatan yang datang dari pada-Nya, telah menyatakan keadilan-Nya di hadapan para bangsa. Ia ingat akan kasih dan kesetiaan-Nya terhadap kaum Israel.

  3. Segala ujung bumi telah melihat keselamatan yang datang dari Allah kita. Bersorak-sorailah bagi Tuhan, hai seluruh bumi, bergembiralah dan bermazmurlah!

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Alleluya.
S : Terpujilah Engkau Bapa, Tuhan langit dan bumi, sebab misteri Kerajaan Kaunyatakan kepada kaum sederhana.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus 10:28-31

“Sekalipun disertai penganiayaan, pada masa ini juga kalian akan menerima kembali seratus kali lipat dan di masa datang menerima hidup yang kekal.”

Setelah Yesus berkata betapa sukarnya orang kaya masuk Kerajaan Allah, berkatalah Petrus kepada Yesus, “Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikuti Engkau.” Maka Yesus menjawab, “Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, barangsiapa meninggalkan rumah, saudara-saudari, ibu atau bapa, anak-anak atau ladangnya, pada masa ini juga ia akan menerima kembali seratus kali lipat: rumah, saudara laki-laki, saudara perempuan, ibu, anak-anak dan ladang, sekalipun disertai berbagai penganiayaan; dan di masa datang ia akan menerima hidup yang kekal. Tetapi banyak orang yang terdahulu akan menjadi yang terakhir, dan yang terakhir akan menjadi yang terdahulu.”
Demikianlah Sabda Tuhan!
U. Terpujilah Kristus!

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Aegidius Warsito SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.

Jumpa lagi saudara-saudari pendengar Resi Dehonian bersama saya: Rm. Aegidius Warsito SCJ, dari Komunitas SCJ Toronto Kanada, di dalam Resi: renungan singkat Dehonian edisi hari Selasa Pekan ke 8 Masa Biasa, yang bertepatan dengan peringatan wajib Santo Filipus Neri. Mari kita baca bersama perikopa pada hari ini yang diambil dari Injil Markus 10: 28-31.

Para pendengar Resi Dehonian yang budiman, di dalam Injil hari ini, Yesus berbicara dengan tegas tentang harga dan imbalan menjadi murid-Nya. Ia memberi tahu para pengikut-Nya bahwa mereka yang meninggalkan rumah, keluarga, harta benda, dan keamanan yang mereka miliki demi Kerajaan Allah akan menerima jauh lebih banyak daripada yang telah mereka korbankan—bukan hanya di kehidupan yang akan datang, tetapi bahkan di sini dan sekarang. Namun, Yesus tidak menyembunyikan kenyataan bahwa jalan ini juga akan membawa cobaan, kesalahpahaman, dan bahkan penganiayaan.

Ketegangan antara berkat dan kesulitan inilah yang menjadi inti kehidupan  seorang murid Yesus. Mengikuti Yesus bukanlah sebuah transaksi di mana kita menyerahkan sesuatu dan langsung menerima sesuatu yang lebih baik sebagai gantinya. Sebaliknya, itu adalah transformasi: penataan ulang prioritas kita, pembentukan kembali hati kita, dan pendalaman kepercayaan kita pada pemeliharaan Allah. “Seratus kali lipat” yang dijanjikan Yesus bukanlah kekayaan materi atau kenyamanan semata. Itu adalah kekayaan yang dimiliki karena menjadi bagian dari komunitas iman, kedamaian yang datang dari mengetahui bahwa kita dikasihi tanpa syarat, dan sukacita hidup dengan tujuan yang melampaui ambisi kita sendiri.

Para pendengar Resi Dehonian yang budiman, melepaskan apa yang kita pegang erat—baik itu kendali, status, harta benda, atau bahkan hubungan tertentu—dapat terasa seperti melangkah ke dalam ketidakpastian. Namun, di tangan Tuhan, penyerahan diri bukanlah kehilangan. Itu menjadi tanah tempat kehidupan baru tumbuh. Orang-orang kudus, seperti Santo Filipus Neri yang kita peringati perayaannya hari ini, mengingatkan kita bahwa semakin kita melepaskan genggaman kita pada hal-hal duniawi, semakin banyak ruang yang kita berikan bagi Tuhan untuk memenuhi kita dengan hadirat-Nya.

Oleh karena itu, perkataan Yesus pada hari ini mengajak kita untuk percaya bahwa apa pun yang kita serahkan ke tangan-Nya akan dikembalikan kepada kita dengan cara yang tidak pernah kita bayangkan, dan itu umumnya tidak selalu dalam bentuk yang kita harapkan, tetapi selalu dalam bentuk yang paling kita butuhkan. Akan tetapi persoalannya adalah apakah kita berani melepaskan genggaman kita pada hal-hal duniawi, melepaskan zona aman dalam hidup kita atau bahkan keraguan dan ketakutan yang tidak jelas ujung pangkalannya, sehingga kita mampu seratus persen mempercayai dan berserah diri kepada Tuhan? Apa yang kita butuhkan saat ini agar apapun yang terjadi dalam hidup kita Tuhan lah yang menjadi pegangan hidup kita?

Akhir kata, semoga Tuhan memberkati dan melindungi perjalanan hidup kita di sepanjang hari ini, dan semoga Hati Kudus Yesus senantiasa merajai hati kita semua. Amin

ANTIFON KOMUNI: 

Aku akan menyertai kalian setiap hari sampai akhir zaman.

DOA SESUDAH KOMUNI: 

Marilah berdoa: Allah Bapa, surnber kehidupan kami, sesudah menikmati santapan surgaw, kami mohon, semoga kami seperti Santo Filipus Neri selalu merindukan kurnia-Mu yang sungguh menghidupi kami. Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami

DOWNLOAD AUDIO RESI: 

Santo Filipus Neri Pendiri Konggregasi Oratory

Filipus Neri dilahirkan pada tanggal 22 Juli 1515 di Florence, Italia. Ayahnya, Fransiskus Neri, bekerja sebagai seorang notaris. Walau keluarganya termasuk golongan bangsawan, tetapi mereka hidup dalam kemiskinan.

Filipus kecil suka sekali berkelakar! Bagi teman-temannya, sentuhan tangan Filipus atau bahkan kehadirannya saja sudah cukup untuk menyembuhkan hati siapa saja yang sedang berduka. Filipus kecil juga suka bertindak seturut kata hatinya. Karena kelakuannya itu hampir saja sebuah kecelakaan merenggut nyawanya. Filipus melihat seekor keledai beban dengan gerobaknya yang sarat dengan buah-buahan; tiba-tiba saja ia meloncat naik ke atas punggung keledai. Keledai yang terkejut itu kehilangan keseimbangannya dan terpeleset. Sedetik kemudian, keledai, gerobak dan buah-buah muatannya serta Filipus jatuh terguling-guling ke gudang bawah tanah dengan Filipus tertindih keledai dan gerobak!

Pada tahun 1533, ketika usianya delapan belas tahun Filipus dikirim ke San Germano, kepada seorang sanak, untuk belajar berdagang. Tetapi tidak ada sama sekali minatnya dalam berdagang. Ia malahan lebih sering menggunakan waktunya untuk berdoa di sebuah kapel di atas bukit. Filipus memperoleh nubuat dalam suatu penglihatan bahwa ia mendapat panggilan merasul di Roma, jadi ia meninggalkan keluarganya dan pindah ke Roma.

Di Roma, Filipus belajar Filsafat dan Teologi selama tiga tahun, sebelum akhirnya memutuskan untuk hidup layaknya seorang pertapa. Pada tahun 1548, Filipus membentuk kelompok Persaudaraan Tritunggal Maha Kudus. Kelompok tersebut beranggotakan kaum awam yang menawarkan bantuan bagi para peziarah yang datang ke Roma. Organisasi ini berjalan baik dan kelak menjadi rumah sakit Santa Trinita dei Pellegrini yang terkenal di Roma.

Karena merasakan panggilan yang kuat untuk menjadi imam, Filipus masuk biara dan pada tahun 1551 ditahbiskan menjadi seorang imam. Kemudian Pater Filipus ditugaskan di gereja San Girolamo. 

Bagi umatnya, Pater Filipus adalah seorang imam yang spontan, tak dapat ditebak, menyenangkan serta penuh humor. Semua orang kudus selalu penuh pengharapan dan sukacita, tetapi pada Neri pengharapan dan sukacita itu tampak lebih nyata. Ia selalu melihat sisi baik dari semua peristiwa, baik peristiwa gembira maupun sedih yang dialaminya. Lelucon-leluconnya, biasanya idenya sendiri, selalu dikenang.

Demi pertumbuhan rohani umatnya, Pater Filipus senantiasa menyediakan waktu bagi siapa saja dan kapan saja. Ia memperhatikan mereka dan memberikan dukungan serta nasehat menurut kepentingan mereka masing-masing. Nasehat-nasehatnya itu membawa dampak yang besar sehingga berguna bagi perkembangan gereja secara menyeluruh. Pater Filipus amat popular sebagai seorang bapa pengakuan sebab ia pandai membaca hati orang dan memberikan penitensi yang membantu mereka berbalik dari dosa-dosa mereka. Ia membantu umatnya mengatasi kelemahan-kelemahan mereka dengan membuat mereka tertawa!

Sukacita Pater Filipus segera memikat hati umatnya, terutama kaum muda. Ia mengadakan kegiatan-kegiatan untuk membimbing hidup kerohanian mereka: doa, Misa, diskusi, pendalaman iman, paduan suara, dsbnya. Ia mengadakan prosesi kunjungan ke Tujuh Gereja di Roma dengan perhentian-perhentian di masing-masing gereja untuk berdoa, devosi, menyanyi, menari dan berpiknik (piknik yang dihadiri oleh ± 6000 orang)! Jumlah kaum muda yang bergabung semakin lama semakin banyak, di antara mereka banyak pula yang kemudian tertarik untuk menjadi imam, hingga pada akhirnya terbentuklah Konggregasi Oratorian. Nama Oratorian dipilih karena mereka biasa berkumpul secara teratur di sebuah ruang kecil yang disebut oratory (“ora” adalah bahasa Latin yang berarti “berdoa”; oratory artinya tempat doa). Pater Filipus dan Oratorian segera menjadi pusat kehidupan beriman di Roma.

Beberapa penguasa gereja yang iri kepada Pater Filipus merasa terancam dengan berkembangnya gerakan Oratorian. Oleh karena itu Pater Filipus diperintahkan untuk menghentikan segala kegiatan Oratorian. Pater Filipus tentu saja kecewa, tetapi ia menghadapi semua rintangan itu dengan humor, kerendahan hati dan ketaatan. Akhirnya, pada tahun 1575, Paus Gregorius XIII merestui Konggregasi Oratorian dan mengijinkannya untuk melakukan segala kegiatannya kembali. Mereka bahkan dihadiahi gereja Santa Maria dari Vallicella, tetapi lebih dikenal hingga sekarang sebagai “Chiesa Nuova” (gereja baru). Pada hari mereka memasuki gereja baru mereka pada tahun 1577, para Oratorian melakukan arak-arakan di kota dengan membawa serta segala tetak-bengek peralatan rumah tangga mereka (sendok, mangkuk, kursi yang seluruhnya terbuat dari kayu). Di barisan depan parade yang aneh ini tampaklah Pastor Neri, berarak sambil menendang-nendang bola sepak. 

Pater Filipus memahami betapa pentingnya berbicara dengan bijaksana. Suatu hari seseorang datang kepadanya. Orang itu mempunyai masalah tidak dapat menghentikan kebiasaan buruknya yaitu bergosip dan menceritakan keburukan-keburukan orang lain. Pater Filipus menyuruhnya naik ke atap rumah dengan satu tas besar penuh dengan bulu burung. Kemudian Pater memintanya untuk membuka tas serta menggoncang-goncangkan tas tersebut agar bulu-bulu itu dapat keluar semuanya. Baru saja ia melakukannya, maka angin segera meniup bulu-bulu itu dan membawanya terbang hingga jauh menyebar ke seluruh penjuru kota. Sesudahnya, Pater Filipus memintanya untuk pergi mengumpulkan setiap bulu yang telah terbang terbawa angin. Orang itu memandang Pater Filipus dengan terkejut dan gugup. Pater Filipus berkata, “Kata-kata yang jahat sama seperti bulu-bulu itu. Begitu keluar dari tas, mereka menyebar ke segala penjuru kota dan tidak pernah bisa ditarik kembali” 

Suatu hari seorang anak muda yang dibimbingnya datang kepada Pater Filipus dan bertanya apakah ia diperkenankan mengenakan baju kasar (dalam tradisi kuno wajib dikenakan oleh para pendosa berat yang belum diampuni dosanya oleh gereja). Pater Filipus menyadari bahwa kegiatan yang tampak seperti “laku silih” pun dapat menjadi sumber kesombongan, padahal Pater Filipus senantiasa menjauhi sikap bangga dan tinggi hati. Oleh karenanya Pater Filipus memberinya ijin dengan syarat bahwa baju kasar tersebut harus dikenakan di luar kemejanya! Dengan demikian baju kasar tersebut bukan saja menyebabkan ketidaknyamanan di tubuhnya tetapi juga menyebabkannya diperolok dan ditertawakan orang-orang di sekitarnya. Kisah ini menjadi terkenal, karena kelak di kemudian hari, pemuda itu menyatakan dengan penuh syukur bahwa “laku silih” yang dianjurkan Pater Filipus mengajarkan kepadanya arti sebenarnya dari penderitaan dan dengan demikian mengubah hidupnya.

Seorang pemuda bangsawan jatuh sakit dan mendadak meninggal. Ibunya sangat sedih, sebab puteranya belum menerima Sakramen Pengurapan Orang Sakit serta Sakramen Pengakuan Dosa. Ia memohon agar Pater Filipus berdoa bagi puteranya. Pater Filipus mendekati jenasah pemuda itu dan memegang tangannya seraya berkata, “Paulo, Paulo!” Maka pemuda itu pun bangun dan hidup kembali selama setengah jam sehingga dapat menerima kedua sakramen yang amat diperlukan bagi perjalanannya menuju surga. 

Tuhan melakukan banyak mukjizat-Nya melalui Pastor Neri. Namun demikian yang ingin dilakukan Pater Filipus hanyalah membawa sebanyak-banyaknya orang kepada Yesus. Oleh karena itulah, guna menghindari rasa kagum umatnya, Pater Filipus seringkali berlagak tolol. Ia mengenakan pakaian yang modelnya menggelikan atau pernah suatu ketika ia mencukur separuh janggutnya sebelum pergi ke suatu pesta perjamuan yang diselenggarakan khusus untuk menghormatinya. Atau, ketika para tamu dari Polandia datang untuk bertemu dengan orang kudus yang amat popular ini, mereka malahan mendapatkan Pater Filipus sedang duduk mendengarkan seorang imam lain membacakan lelucon dari buku-buku humor. Pater Filipus ingin orang lain menertawakannya dan dengan segera lupa bahwa ia adalah seorang kudus. 

Kepada para pengikutnya Pater Filipus sering berkata, “Bersukacitalah senantiasa, karena sukacita adalah jalan untuk berkembang dalam kebajikan”. Meskipun Pater Filipus seorang yang penuh humor, tetapi ia sangat serius dalam kehidupan doanya. Pater Filipus mudah sekali mengalami `ekstase’ (keadaan orang yang sedang terpengaruh Roh Kudus, sehingga berbuat sesuatu yang luar biasa); berjam-jam dalam sehari dihabiskannya untuk berdoa. Jika seseorang bertanya bagaimana caranya berdoa, Pater Filipus akan menjawab, “Rendah hati serta taat, maka Roh Kudus akan membimbingmu.” 

Pater Filipus memiliki semangat doa yang luar biasa. Tidak peduli di mana pun ia berada, ia dapat dengan mudah berkomunikasi dengan Tuhan – bahkan dikatakan bahwa hatinya seolah-olah siap meledak karena cintanya yang meluap-luap kepada Tritunggal Maha Kudus! Pernyataan tersebut memang tidak berlebihan karena didasarkan pada suatu kejadian yang amat menakjubkan : 

Ketika ia masih belajar di Roma pada tahun 1544, menjelang Hari Raya Pentakosta, Filipus sedang berlutut dan berdoa memohon Karunia-karunia Roh Kudus di Katakombe St.Sebastianus. Tiba-tiba sebuah bola api muncul dan secepat kilat masuk ke dalam mulutnya, lalu meluncur ke dalam hatinya. Seketika Filipus merasakan hatinya membesar, tetapi ia sendiri tidak merasa sakit. Sejak itu, setiap kali Filipus mengalami suatu peristiwa mistik (persatuan dengan Tuhan secara mendalam), maka hatinya akan berdebar kencang menyebabkan seluruh tubuhnya bergetar. Di saat-saat seperti itu Filipus akan memohon kepada Tuhan untuk menenangkan hasratnya atau membawanya pulang ke surga. Kadang kala dada Filipus menjadi demikian panas terbakar sehingga ia harus melemparkan dirinya ke dalam salju.

Pada tanggal 26 Mei 1595, setelah menderita sakit cukup lama, Pater Filipus meninggal dunia dalam usia delapan puluh tahun. Ia dimakamkan di Chiesa Nuova. Seluruh kota Roma berduka. Namun, sekarang kota Roma tampak amat berbeda dibandingkan 60 tahun sebelumnya. Ada iman yang tumbuh dari kota tersebut yang segera menyebar dan mempengaruhi umat Katolik di seluruh dunia. Sebagai ungkapan syukur, Paus menyatakan Santo Filipus Neri sebagai Rasul kota Roma yang kedua sesudah Santo Petrus.

Arti Nama

Berasal dari kata Yunani Φιλιππος (Philippos) yang berarti  Sahabat dari Kuda / Penyayang Kuda

Variasi Nama

Philip, Phillip (English), Filip (Swedish), Filip (Norwegian), Filip (Danish), Filip, Filippus (Dutch), Philippos (Ancient Greek), Philippos (Biblical Greek), Philippus (Biblical Latin), Filip (Bulgarian), Felip (Catalan), Filip (Croatian), Filip (Czech), Filip, Vilppu (Finnish), Philippe (French), Philipp (German), Filippos (Greek), Filip, Fülöp (Hungarian), Pilib (Irish), Filippo (Italian), Filips (Latvian), Pilypas (Lithuanian), Filip (Macedonian), Piripi (Maori), Filip (Polish), Filipe, Felipinho (Portuguese), Felipe (Portuguese (Brazilian)), Filip (Romanian), Filipp (Russian), Filib (Scottish), Filip (Serbian), Filip (Slovak), Filip (Slovene), Felipe (Spanish), Pylyp (Ukrainian)

Bentuk Pendek : Phil, Pip (English), Flip (Dutch)

Bentuk Feminim: Philipa, Phillipa (English), Philippa (English (British)), Filippa (Swedish)

Sumber: https://katakombe.org/para-kudus/mei/filipus-neri.html

No Comments

Leave a Comment