Minggu, 13 Februari 2022 – Hari Minggu Biasa VI

Rm. Paskalis Aditya Wardana SCJ dari komunitas Paroki Santo Yohanes Penginjil Bengkulu – Indonesia

 

AUDIO RESI:

ANTIFON PEMBUKA – bdk. Mzm 31:3-4

Jadilah bagiku gunung batu tempat perlindungan, kubu pertahanan untuk menyelamatkan aku. Sebab Engkaulah bukit batuku dan pertahananku. Oleh karena nama-Mu, Engkau akan menuntun dan membimbing aku.

PENGANTAR:

Mendengarkan Sabda Bahagia yang disampaikan dalam Injil Lukas memunculkan dua reaksi. Pertama, reaksi orang yang mengerti, memahami, dan menerimanya dengan tenang. Kedua, reaksi orang yang mempertanyakannya, apakah hal itu bisa diterima oleh orang yang mendengarnya? Karena memang tidak mudah untuk dipraktikkan. Kita sering tidak tahan berada dalam kesulitan atau penderitaan. Kita dapat melihat, mana yang muncul dalam diri kita sekarang ini? Marilah kita membangun sikap iman yang benar, yaitu mengandalkan Tuhan dan menaruh segala harapan kita pada Tuhan. Ekaristi ini menegaskan lagi niat hati kita untuk menjadikan Kristus sebagai yang “pertama/sulung” dalam hidup kita

TOBAT

I : Tuhan Yesus Kristus, Engkaulah Nabi Agung yang mewartakan dan melaksanakan penyelamatan umat manusia. Tuhan, kasihanilah kami.

U : Tuhan, kasihanilah kami.

I : Engkaulah Nabi Agung yang demi cinta kasih mengorbankan hidup, namun bangkit jaya mengalahkan maut dan dosa.. Kristus, kasihanilah kami.

U : Kristus, kasihanilah kami.

I : Engkaulah Nabi Agung yang membawa pandangan hidup baru yang membahagiakan. Tuhan, kasihanilah kami.

U : Tuhan, kasihanilah kami.

DOA PEMBUKA:

Marilah bedoa: Ya Allah, Kami bersyukur karena melalui Yesus Kristus, Putra-Mu, Engkau telah menyampaikan Sabda bahagia kepada kami yang miskin dan lemah ini. Semoga Sabda Putra-Mu itu menjadikan kami kaya akan belas kasih dan perhatian kepada mereka yang kecil, miskin, tersingkir, dan menderita. Sebab Dialah Tuhan dan Pengantara kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kitab Yeremia 17:5-8

“Terkutuklah yang mengandalkan manusia, Terpujilah yang mengandalkan Tuhan.”

Inilah sabda Tuhan, “Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh daripada Tuhan! Ia akan seperti semak bulus di padang belantara, ia tidak akan mengalami datangnya keadaan baik; ia akan tinggal di tanah angus di padang gurun, di negeri padang asin yang tidak berpenduduk. Diberkatilah orang yang mengandalkan Tuhan, yang menaruh harapannya pada Tuhan! Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 1:1-2.3.4.6

Ref. Bahagia kuterikat pada Yahwe. Harapanku pada Allah Tuhanku.

  1. Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan kaum pencemooh; tetapi yang kesukaannya ialah hukum Tuhan, dan siang malam merenungkannya.

  2. Ia seperti pohon yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buah pada musimnya; daunnya tak pernah layu, dan apa saja yang diperbuatnya berhasil.

  3. Bukan demikianlah orang-orang fasik; mereka seperti sekam yang ditiup angin. Sebab Tuhan mengenal jalan orang benar, tetapi jalan orang fasik menuju kebinasaan.

BACAAN KEDUA: Bacaan dari Surat Pertama Rasul Paulus kepada umat di Korintus 15:12.16-20

“Andaikata Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah kepercayaanmu.”

Saudara-saudara, jika kami wartakan bahwa Kristus dibangkitkan dari antara orang mati, bagaimana mungkin ada di antara kamu yang mengatakan bahwa tidak ada kebangkitan orang mati? Sebab andaikata benar bahwa orang mati tidak dibangkitkan, maka Kristus juga tidak dibangkitkan. Dan andaikata Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah kepercayaanmu dan kamu masih hidup dalam dosamu. Dengan demikian binasa pulalah orang-prang yang meninggal dalam Kristus. Dan jikalau kita berharap pada Kristus hanya dalam hidup ini, maka kita ini orang-orang yang paling malang dari semua manusia. Namun, ternyata Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati sebagai yang sulung dari antara orang-orang yang telah meninggal dunia.Demikianlah sabda Tuhan
Syukur kepada Allah.

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Alleluya, alleluya, alleluya
S : Bersukacita dan bergembiralah, sabda Tuhan, sebab besarlah ganjaranmu di surga. (Luk 6:23ab)

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas 6:17.20-26

“Berbahagialah orang miskin, celakalah orang kaya.”

Pada waktu itu Yesus bersama kedua belas rasul-Nya turun dari gunung dan berdiri di suatu tempat yang datar. Di situ telah berkumpul banyak murid dan sejumlah besar orang yang datang dari seluruh Yudea, dari Yerusalem, dan dari daerah pantai Tirus dan Sidon. Yesus menengadah, memandang murid-murid-Nya lalu berkata, “Berbahagialah, hai kamu yang miskin, karena kamulah yang empunya kerajaan Allah. Berbahagialah hai kamu yang sekarang ini lapar, karena kamu akan dipuaskan. Berbahagialah, hai kamu yang sekarang ini menangis, karena kamu akan tertawa. Berbahagialah kamu, jika karena Anak Manusia orang membenci kamu dan jika mereka mengucilkan kamu, dan mencela kamu serta menolak namamu sebagai sesuatu yang jahat. Bersukacitalah pada waktu itu dan bergembiralah, sebab sesungguhnya, upahmu besar di surga karena secara demikian juga nenek moyang mereka telah memperlakukan para nabi. Tetapi celakalah kamu, hai kamu yang kaya, karena dalam kekayaanmu kamu telah memperoleh penghiburanmu. Celakalah kamu, yang sekarang ini kenyang, karena kamu akan lapar. Celakalah kamu, yang sekarang ini tertawa, karena kamu akan berdukacita dan menangis. Celakalah kamu, jika semua orang memuji kamu; karena secara demikian juga nenek moyang mereka telah memperlakukan nabi-nabi palsu.”

Demikianlah sabda Tuhan!
U. Terpujilah Kristus!

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Paskalis Aditya Wardana SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.

Sahabat pencinta Hati Kudus Yesus yang terkasih dalam Tuhan. Kita berjumpa kembali dalam RESI (renungan singkat) dehonian pada Minggu 13 Februari 2022 bersama saya Romo Paskalis Aditya Wardana SCJ dari komunitas Paroki Santo Yohanes Penginjil Bengkulu. Kita akan mengawali permenungan kita dengan mendengarkan sabda Tuhan yang diambil dari Injil Yesus Kristus menurut Santo Lukas 6:17.20-26

Saudara/i terkasih dalam Tuhan, sepintas perikopa yang diberi judul Sabda bahagia ini seolah hendak melanggengkan kemiskinan dan anti kekayaan. Apakah memang itu yang sungguh Yesus kehendaki? Tentu saja tidak. Yesus mau mengingatkan akan satu hal yang penting dalam hidup melalui Sabda bahagia ini. Hal penting tersebut adalah kesetiaan manusia untuk terus mengandalkan Tuhan dalam segala situasi hidup. Maka ditampilkanlah dua kondisi kehidupan yang kontras, antara miskin dan kaya, lapar dan kenyang, serta menangis dan tertawa.

Meski salah satu situasi hidup itu disebut bahagia dan yang satunya celaka, bukan berarti hal ini mau memperlihatkan keberpihakan Yesus. Pada zaman Yesus hidup, situasi hidup manusia yang lapar, miskin, dan menangis membuat mereka memiliki disposisi batin untuk mengandalkan Tuhan. Sedangkan sebagian besar dari mereka yang saat itu hidup dalam kenyamanan dan kemapanan seringkali lupa akan andil Tuhan dalam hidup mereka. Dengan demikian, kita tahu bahwa Yesus bukan seorang ekstremis garis kanan ataupun garis kiri, sebaliknya Yesus justru ingin mengingatkan bahwasannya dalam segala situasi hidup, Tuhan senantiasa hadir dan menemani.

Oleh karena itu, anda yang sekarang sedang mengalami masa-masa sulit, jangan sampai kesulitan yang anda hadapi membuat anda tidak mampu menyadari kehadiran Tuhan yang sebenarnya ingin menghantar anda pada kebahagiaan sejati. Bagi anda yang kini hidup dalam kenyamanan dan kemapanan, anda juga dapat disebut yang berbahagia lho jika anda menyadari dan mensyukuri penyertaan Tuhan-lah yang menganugerahkan kesejahteraan dalam hidup anda. Anda pun dapat lebih berbahagia lagi jika anda mau berbagi kebahagiaan dengan mereka yang kurang beruntung hidupnya. Dengan begitu, Sabda bahagia yang kita dengarkan hari ini sungguh menyapa kita semua karena memang itulah tujuan Allah mendatangi manusia, yakni menghadirkan kebahagiaan dan keselamatan. Semoga kita mampu membuka hati agar Tuhan merajai hati kita sehingga anda dan saya mampu menjadi pribadi-pribadi yang berbahagia, apa pun kondisi dan situasi hidup saat ini. Berkat Tuhan berlimpah atas kita semua. Amin.

DOA UMAT:

I : Saudara-saudara, Yesus memakai ukuran-Nya sendiri untuk menyebyt orang bahagia atau celaka. Marilah kita mohon kepada Allah Bapa kita supaya kita pun tidak menilai dan hidup menurut ukuran-ukuran duniawi, tetapi menurut ukuran Yesus, Tuhan kita.

L : Kehadiran Allah membahagiakan kita, kendati masih banyak hal yang harus kita benahi dalam Gereja dan kehidupan kita. Bantulah kami ya Bapa, agar kami semakin menyadari dan mampu menciptkana suasana yang memudahkan kami mengenali kehadiran-Mu di tengah-tengah kami. Marilah kita mohon, …

L : Ya Bapa, begitu banyak masalah di negara kami yang harus kami selesaikan bersama para pemimpin kami. Bantulah para pemimpin kami agar dapat bekerja sama mengembangkan masyarakat yang adil dan beradab. Marilah kita mohon, …

L : Di antara kita tedapat banyak orang yang menangis karena beban penderitaan, entah karena bencana alam, rusaknya keadaban publik, dan egoisme di antara kita. Bantulah kami ya Bapa, untuk menyampaikan penghiburan-Mu kepada mereka yang menangis karena beban penderitaan. Bantulah mereka untuk menyadari keagungan kasih-Mu yang sanggup mengatasi segala beban derita yang mereka tanggung. Marilah kita mohon, …

L : Sering kali kita tertutup dan tidak peka akan berbagai persoalan kehidupan, namun hanya memikirkan kepentingan pribadi kita saja. Bantulah kami ya Bapa, agar kami lebih peka terhadap berbagai macam persoalah di sekitar kami. Kuatkanlah dan teguhkanlah iman kepercayaan kami kepada-Mu sehingga dapat kami jadikan dasar untuk terlibat dalam usaha mengatasi persoalan di sekitar kami. Marilah kita mohon, …

I : Bapa Yang Mahamurah, bantulah kami agar kami semakin peka dan tergerak menanggapi permintaan saudara-saudari kami yang mengalami kemiskinan, kelaparan, penderitaan, dan penganiayaan. Sebab Engkaulah Tuhan kami untuk selama-lamanya. Amin

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN:

Ya Bapa, terimalah persembahan roti dan anggur yang kami unjukkan sebagai tanda kesediaan kami untuk selalu mengandalkan diri kepada-Mu. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami.

DOA SESUDAH KOMUNI:

Marilah berdoa. Allah Yang Mahabaik, kami bersyukur atas Putra-Mu yang telah hadir di tengah-tengah kami untuk menyatakan kebaikan-Mu. Semoga Roh-Nya selalu menjiwai kami sehingga kami pun selalu berusaha untuk menciptakan kebaikan bersama sebagai cerminan dari kebahagiaan surgawi yang kami harapkan. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin

DOWNLOAD AUDIO RESI: 

No Comments

Leave a Comment