Minggu, 08 Mei 2022 – Hari Minggu Paskah IV (Minggu Panggilan)

Rm. Vincen Suparman SCJ dari Komunitas SCJ Florida USA

 
 
 

AUDIO RESI:

ANTIFON PEMBUKA – Mazmur 33:5-6

Bumi penuh dengan kasih setia Tuhan, oleh Firman Tuhan langit dijadikan, Alleluya.

PENGANTAR:

Kita semua merasakan dalam diri kita hasrat manusia akan kebahagiaan. Kalau kita percaya akan Putera Allah yang telah hidup sebagai manusia seperti kita, maka hal itu pada hakikatnya tidak dapat terlepas dari hasrat untuk bahagia. Bacaan Injil hari ini hendaknya jadi pedoman penunjuk jalan. Sebagai domba-domba kita ini milik Sang Gembala, yang mengenal kita dan kita ikuti, sebab kita telah menyerahkan diri kita kepada-Nya.

SERUAN TOBAT:

I : Tuhan Yesus Kristus, Engkaulah Gembala Baik, yang mengenal kami, domba-domba-Mu dengan segala kelemahan kami. Tuhan, kasihanilah kami.

U : Tuhan, kasihanilah kami.

I : Engkaulah Gembala Baik, yang mempertaruhkan hidup-Mu demi keselamatan kami. Kristus, kasihanilah kami.

U : Kristus, kasihanilah kami.

I : Engkaulah Gembala Baik, yang menghidupi kami dengan hidup Ilahi-Mu sendiri. Tuhan, kasihanilah kami.

U : Tuhan, kasihanilah kami.

DOA PEMBUKA:

Marilah bedoa (Hening Sejenak): Allah Bapa dan Gembala kami, betapa besar cinta kasih yang Kautunjukkan kepada kami dalam penderitaan dan penyaliban Putera-Mu terkasih. Engkau telah membangkitkan Dia pula dan menjadikan Dia batu sendi dalam iman kami. Berilah kami kebenaran, kesabaran dan keuletan di dalam menderita dan mengikuti jejak-Nya. Penuhilah kami dengan sukacita dan dengan Roh-Nya. Demi Yesus Kristus, Putera-Mu, Tuhan dan pengantara kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah sepanjang segala masa. Amin.

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kisah Para Rasul 13:14.43-52

“Kami berpaling kepada bangsa-bangsa lain.”

Pada suatu hari Paulus dan Barnabas melanjutkan perjalanan dari Perga, lalu tiba di Antiokhia di Pisidia. Pada hari Sabat mereka pergi ke rumah ibadat, lalu duduk di situ. Setelah selesai ibadat, banyak orang Yahudi dan penganut agama Yahudi yang takut akan Allah mengikuti Paulus dan Barnabas. Kedua rasul itu lalu mengajar dan menasihati mereka supaya tetap hidup di dalam kasih karunia Allah. Pada hari Sabat berikutnya berkumpullah hampir seluruh kota itu untuk mendengar firman Allah. Akan tetapi, ketika orang Yahudi melihat orang banyak itu, penuhlah mereka dengan iri hati, dan sambil menghujat, mereka membantah apa yang dikatakan Paulus. Tetapi dengan berani Paulus dan Barnabas berkata, “Memang kepada kamulah firman Allah harus diberitakan lebih dahulu! Tetapi kamu menolaknya, dan menganggap dirimu tidak layak beroleh hidup yang kekal. Karena itu kami berpaling kepada bangsa-bangsa lain. Sebab inilah yang diperintahkan kepada kami: Aku telah menentukan engkau menjadi terang bagi bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, supaya engkau membawa keselamatan sampai ke ujung bumi.” Mendengar itu, bergembiralah semua orang yang tidak mengenal Allah, dan mereka memuliakan firman Tuhan. Dan semua orang yang ditentukan Allah untuk hidup yang kekal, menjadi percaya. Lalu firman Tuhan disiarkan di seluruh daerah itu. Tetapi orang-orang Yahudi menghasut perempuan-perempuan terkemuka yang takut akan Allah, dan pembesar-pembesar di kota itu. Begitulah mereka menimbulkan penganiayaan atas Paulus dan Barnabas, dan mengusir mereka dari daerah itu. Akan tetapi Paulus dan Barnabas mengebaskan debu kaki mereka sebagai peringatan bagi orang-orang itu, lalu pergi ke Ikonium. Dan murid-murid di Antiokhia penuh dengan sukacita dan dengan Roh Kudus.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 100.2.3.5

Ref. Bahagia kuterikat pada Yahwe. Harapanku pada Allah Tuhanku.

  1. Beribadahlah kepada Tuhan dengan sukacita, datanglah kehadapan-Nya dengan sorak-sorai!

  2. Ketahuilah bahwa Tuhan itu Allah; Dialah yang menjadikan kita. Punya Dialah kita, kita ini umat-Nya dan kawanan domba gembalaan-Nya.

  3. Sebab Tuhan itu baik, kasih setia-Nya untuk selama-lamanya; kesetiaan-Nya tetap turun-menurun, kasih setia-Nya untuk selama-lamanya.

BACAAN KEDUA: Bacaan dari Kitab Wahyu 7:9.14b-17

“Anak domba akan menggembalakan mereka, dan akan menuntun mereka ke mata air kehidupan.”

Aku, Yohanes, mendapat penglihatan sebagai berikut: Nampaklah suatu kumpulan besar orang banyak yang tidak terhitung banyaknya, dari segala bangsa dan suku, kaum dan bahasa. Mereka berdiri di hadapan takhta dan di hadapan Anak Domba, memakai jubah putih dan memegang daun-daun palem di tangan mereka. Lalu seorang dari antara tua-tua itu berkata kepadaku, “Mereka ini adalah orang-orang yang keluar dari kesusahan besar. Mereka telah mencuci jubah mereka dan membuatnya putih di dalam darah Anak Domba. Karena itu mereka berdiri di hadapan takhta Allah dan siang malam melayani Dia di Bait Suci-Nya. Dan Ia yang duduk di atas takhta itu akan membentangkan kemah-Nya di atas mereka. Mereka tidak akan menderita lapar dan dahaga lagi; matahari atau panas terik tidak akan menimpa mereka lagi. Sebab Anak Domba yang di tengah-tengah takhta itu akan menggembalakan mereka, dan akan menuntun mereka ke mata air kehidupan. Dan Allah akan menghapus segala air mata dari mata mereka.”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Alleluya, alleluya, alleluya
S : Akulah gembala yang baik. Aku mengenal semua domba-Ku, dan domba-domba-Ku mengenak Aku.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes 10:27-30

“Aku memberikan hidup yang kekal kepada domba-domba-Ku.”

Pada suatu hari Yesus berkata kepada orang-orang Farisi, “Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku; Aku mengenal mereka, dan mereka mengikut Aku. Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka, dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya, dan seorang pun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku. Bapa-Ku yang memberikan mereka kepada-Ku lebih besar daripada siapa pun, dan seorang pun tidak dapat merebut mereka dari tangan Bapa. Aku dan Bapa adalah satu.”
Demikianlah Sabda Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Vincen Suparman SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria

Empat puluhan tahun yang lalu sebagai katekumen saya diajari dan menerima gagasan bahwa sekali diselamatkan akan selalu diselamatkan. Injil Johanes 10:27-30  dikutip kepada saya berulang-ulang dan saya membacanya secara pribadi berulang-ulang.  Ketika saya mulai menyelidiki dan mencoba menyelaraskan semua buku-buku dalam Perjanjian Baru, saya mulai bertanya diri bagaimana saya menghayati iman saya setelah saya diselamatkan.

Setelah merenungkan perikope itu berkali-kali, saya sampai pada pernyataan: Setelah anda diselamatkan, anda tidak akan pernah hilang. Jika anda mengatakan anda tersesat, itu karena anda mengikuti kemauan anda sendiri yang biasanya disertai oleh nafsu daging dan nafsu akan hal-hal duniawi.

Sebagai orang beriman kita sadar bahwa kita telah dikuatkan dengan aneka sakramen. Kita juga sadar bahwa ada kekuatan di luar diri kita. Tetapi ketika iman kita sedang bertumbuh, kita sering dihadapkan pada situasi dimana kita mengalami kesulitan untuk berserah kepada Tuhan. Kadang-kadang kita merasakan ada bagian-bagian dalam tubuh kita mengajak kita berjalan ke arah lain yang tak sesuai dengan suara hati.

Jika seseorang telah terkontaminasi oleh pola fikir tertentu, sulitlah baginya untuk berubah, seperti yang saya tahu dari pengalaman. Namun, seseorang dengan hati yang jujur ​​dan baik (Luk. 8:15), pada waktunya ia akan menemukan kebenaran dan mengambil sikap untuk itu, mengetahui bahwa hal itu penting bagi seseorang untuk diselamatkan pada akhirnya.

Perhatian Tuhan pertama-tama tertuju kepada siapa domba-domba-Nya: Ada domba yang mendengarkan  suara-Nya dan mengikuti-Nya. Inilah gagasan utama bahwa ketaatan adalah penting untuk keselamatan Tuhan Yesus Kristus diklaim melalui wahyu Allah. Namun, ada begitu banyak orang yang mengatakan bahwa tidak demikian, mempercayai dan melakukannya berarti mempercayai Jesus sebagai tokoh atau pribadi  yang salah. Itu BUKAN alkitabiah.

Yesus mengidentifikasi mereka yang menjadi milik-Nya, memiliki barkat, perlindungan-Nya, mereka adalah orang-orang yang mendengarkan petunjuk-Nya dan melaksanakannya! Itulah satu-satunya cara seseorang benar-benar bertindak “dengan iman,” dan mengikuti Sang Gembala.  Seseorang dapat melihat fasal kesebelas dari kitab Ibrani, di mana begitu banyak yang berhasil “oleh iman,” dan jika anda jujur ​​dengan diri sendiri, anda akan melihat masing-masing dengan hati-hati mengikuti petunjuk Tuhan.

Itulah cara seseorang menemukan jalan yang pasti mengantar kepada keselamatannya. Sungguh, tidak ada seorang pun yang bijaksana atau super power akan mampu mengambil anda dan saya dari Tuhan, jika kita setia kepada Tuhan.  Namun, seseorang dapat meninggalkan Tuhan seperti telah terjadi di negara kita.  Mereka pergi dari hadapan Tuhan, karena mereka tidak setia dan memutuskan atas dasar kehendak bebasnya sendiri karena merasa sudah menemukan jalan yang benar.

Ingat bagaimana ular menipu Hawa, dalam membujuknya bahwa dia tidak akan mengalami konsekuensi yang Tuhan katakan tentang kegagalannya  mengikuti ajaran-ajaran-Nya. Kita semua tahu bahwa Tuhan berpegang pada prinsip untuk menegakkan ajaran-Nya, tetapi Ia telah memberi manusia kehendak bebas, mampu membuat pilihan. Kepada kita dijanjikan suatu berkat dari mengindahkan pengajaran-Nya.  Apakah selalu mengindahkan pengajaran-Nya? Marilah kita memilih untuk mengikuti Tuhan dan ajaran-ajaran-Nya, dan menolak ajaran-ajaran yang bertentangan dengan-Nya.

Tuhan sering memberikan peringatan kepada kita agar kita tidak mudah disesatkan oleh bermacam-macam ajaran asing yang kadang-kadang dapat membuat kita serasa terbuai.Tuhan menghendaki kita agar hidup dalam  kebajikan dan memupuk pengetahuan kita.  Dengan pengetahuan kita dapat  memaknai kesederhanaan, kesabaran, dan kesalehan. Dari ketiga hal ini akan mengalir kebaikan dan persaudaraan dengan banyak orang-orang yang percaya kepada Tuhan.

Sebaliknya, mereka  yang tidak memiliki ketiga hal itu akan menjadi buta dan tidak mampu melihat jauh, dan telah lupa bahwa dia telah dibersihkan dari dosa-dosa lamanya. Oleh karena itu, saudara-saudara, marilah kita rajin membuat panggilan dan pilihan kita yang pasti dan setia kepada Sang Gembala agar kita tidak mudah disesatkan oleh hal-hal duniawi di sekitar kita. Amen.

DOA UMAT:

I : Kristus, Gembala Baik, menghendaki kita semua bersatu dengan Bapa karena kasih-Nya yang amat agung. Dengan kepercayaan akan kasih-Nya, marilah kita bersama-sama berdoa kepada Bapa.

L : Bagi Sri Paus, para Uskup, para Imam, dan para pemimpin umat: Ya Bapa, berkatilah Sri Paus, para Uskup, para Imam, dan para pemimpin umat-Mu agar hidup mereka semakin menyerupai Kristus. Marilah kita mohon,…

U : Kabulkanlah doa kami ya Tuhan.

L : Bagi para pemimpin masyarakat: Ya Bapa, para pemimpin masyarakat kami mengikuti jejak Putra-Mu dan sanggup berjerih payah berusaha membawa masyarakat menuju kesejahteraan umum. Marilah kita mohon,…

U : Kabulkanlah doa kami ya Tuhan.

L : Bagi semua orang yang sudah meninggal: Ya Bapa, semoga mereka yang sudah meninggal dunia, Kauperkenankan menikmati kasih-Mu di surga dan tetap sehati dengan kami yang masih berjuang di dunia ini. Marilah kita mohon,…

U : Kabulkanlah doa kami ya Tuhan.

L : Bagi kita sendiri. Ya Bapa, berilah kami semangat bekerja sama, bergotong royong dan saling membantu dalam membangun umat-Mu menjadi Gereja, tanda kehadiran-Mu di masyarakat kami. Marilah kita mohon,…

U : Kabulkanlah doa kami ya Tuhan.

I : Allah, Bapa kami, semoga Yesus, Gembala Baik kami, dapat dijumpai dalam segala kata dan perbuatan kami, dan semoga kami semua dibimbing oleh-Nya kepada-Mu. Sebab, Dialah Tuhan dan Pengantara kami. Amin

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN

Ya Allah, terimalah persembahan kami ini dan penuhilah kerinduan kami untuk ikut serta dalam perjamuan Putra-Mu. Sebab, Dialah Tuhan dan Pengantara kami, kini dan sepanjang masa. Amin

ANTIFON KOMUNI:

Telah bangkit Gembala Baik yang menyerahkan nyawa untuk domba-domba-Nya dan rela mati untuk kawanan-Nya. Alleluya.

DOA SESUDAH KOMUNI:

Marilah berdoa: Ya Allah, kami bersyukur karena Engkau telah memuaskan rasa lapar dan haus kami dengan santapan Tubuh Kristus, Putra-Mu. Semoga, berkat santapan ini kami dikuatkan dalam perjalanan menuju kepada-Mu, Sang Sumber Hidup yang sejati. Demi Kristus, Tuhan dan Pengantara kami. Amin.

DOWNLOAD AUDIO RESI: 

No Comments

Leave a Comment