Rabu, 07 Desember 2022 – Peringatan Wajib St. Ambrosius, Uskup dan Pujangga Gereja

Rm. Antonius Tugiyatno SCJ dari Komunitas SCJ Tegal Sari, Sumatera Selatan – Indonesia

 
 

AUDIO RESI:

ANTIFON PEMBUKA – 1Sam 2:35

Tuhan bersabda, “Seorang imam akan Kuangkat bagi-Ku. Ia setia pada-Ku dan bertindak Menurut maksud dan keinginan-Ku.”

KATA PENGANTAR:

“Suara rakyat, suara Tuhan!” demikianlah bunyi sebuah pepatah Ketika Ambrosius sebagai pejabat pemerintahan kota sedang menenangkan pemilihan uskup Milan yang agak kacau, tiba-tiba ada orang berseru. “ Ambrosius uskup!” Dan semua orang yang disitu menyerukan yang sama. Kepercayaan rakyat itu tidak dikecewakan. Sebagai uskup ia mengambil kebijaksanaan terbuka. Dalam khotbah-khotbahnya ia memberi kesaksian imannya. Pertemuan-pertemuan diadakan guna menunjukkan bahaya bidaah Arianisme, Ia juga ikut berperan dalam pertobatan Santo Agustinus.

DOA PEMBUKA:

Marilah berdoa: Allah Bapa, pembela umat beriman, engkau mengakat Santo Ambrosius menjadi uskup, pengajar iman dan teladan kekuatan. Bangkitkanlah kiranya di dalam Gereja-Mu pemimpin-pemimpin yang juat dan bijaksana. Demi Yesus Kristus,…

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kitab Yesaya 40:25-31

“Tuhan yang mahakuasa memberikan kekuatan kepada yang lelah.”

Yang Mahakudus berfirman, “Dengan siapa kalian hendak menyamakan Daku? Siapa yang setara dengan Daku? Arahkanlah matamu ke langit dan lihatlah! Siapa yang menciptakan semua bintang itu? Siapa yang menyuruh mereka ke luar seperti tentara, sambil memanggil nama mereka masing-masing? Tidak ada satu pun yang tidak hadir, sebab Dia itu Mahakuasa dan Mahakuat. Hai Yakub, hai Israel, mengapa engkau berkata begini, ‘Hidupku tersembunyi dari Tuhan, dan hatiku tidak diperhatikan Allahku?’ Tidakkah engkau tahu, dan tidakkah engkau mendengar? Tuhan itu Allah yang kekal, yang menciptakan alam semesta. Tuhan tidak menjadi lelah dan tidak menjadi lesu. Pengertian-Nya tidak terduga. Tuhan memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada mereka yang tidak berdaya. Orang-orang muda menjadi lelah dan lesu dan teruna-teruna jatuh tersandung. Tetapi orang yang menanti-nantikan Tuhan mendapat kekuatan baru. Mereka seumpama rajawali yang terbang tinggi dengan kekuatan sayapnya. Mereka berlari dan tidak menjadi lesu. Mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 103:1-2.3-4.8-10

Ref. Puji, jiwaku, nama Tuhan, jangan lupa pengasih Yahwe.

  1. Pujilah Tuhan, hai jiwaku! Pujilah nama-Nya yang kudus, hai segenap batinku! Pujilah Tuhan, hai jiwaku, janganlah lupa akan segala kebaikan-Nya!

  2. Dialah yang mengampuni segala kesalahanmu, dan menyembuhkan segala penyakitmu! Dialah yang menebus hidupmu dari liang kubur, dan memahkotai engkau dengan kasih setia dan rahmat!

  3. Tuhan adalah pengasih dan penyayang, panjang sabar dan berlimpah kasih setia. Tidak pernah Ia memperlakukan kita setimpal dengan dosa kita, atau membalas kita setimpal dengan kesalahan kita.

BAIT PENGANTAR INJIL:

Ref. Alleluya
Ayat. Tuhan akan datang menyelamatkan umat-Nya. Berbahagialah orang yang menyongsong Dia

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius 11:28-30

“Datanglah kepada-Ku kalian yang letih lesu.”

Sekali peristiwa bersabdalah Yesus, “Datanglah kepada-Ku, kalian semua yang letih lesu dan berbeban berat. Aku akan memberikan kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah-lembut dan rendah hati. Maka hatimu akan mendapat ketenangan. Sebab enaklah kuk yang Kupasang, dan ringanlah beban-Ku.”
Demikianlah Sabda Tuhan.
U. Terpujilah Kristus.

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Antonius Tugiyatno SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.

Saudara–saudari sahabat Resi Dehonian yang dikasihi oleh Tuhan, kita berjumpa kembali dalam Resi renungan singkat Dehonian edisi Rabu 7 Desember 2022. Pada hari ini Gereja memperingati St Ambrosius Uskup dan Pujangga Gereja. Bersama saya Romo Antonius Tugiyatno SCJ dari komunitas Tegal Sari Sumatera Selatan. Kita akan mendengarkan dan merenungkan Sabda Tuhan dari Injil Matius 11: 28-30. Marilah kita memulainya dengan membuat tanda kemenangan Tuhan, dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus.

Saudara-saudari yang dikasihi oleh Tuhan tentu saja perikop Injil tadi cukup sering kita dengar. Namun bagi saya tetap ada suatu makna relevan yang selalu baru. Ada dua ciri khas manusiawi sederhana namun menyentuh hati dan punya makna mendalam yaitu lemah lembut dan rendah hati. Sebelumnya mari kita mengingat fungsi dari sebuah kuk. Sebuah kuk secara tradisional adalah alat yang digunakan untuk sapi atau kuda yang dikaitkan dengan gerobak untuk membawa beban. Bila kuk itu terlalu besar untuk punggung sapi maka berjalannya tidak nyaman. Mungkin kita pernah merasakan ketika memakai sepatu atau sandal yang ukurannya terlalu besar atau sempit sehingga membuat Langkah kita saat berjalan menjadi tidak nyaman. Begitu juga bila kuk terlalu kecil maka akan membuat punggung sapi atau kuda itu akan menjadi sakit. Kehadiran Yesus memberikan sebuah tawaran sebagai perumpamaan ukuran kuk yang pas. Ukuran kuk yang tepat akan menjadikan perjalanan terasa nyaman. Bahkan lebih dari itu, kuk itu dapat menjadi sebuah sandaran yang melegakan. Ada dua hal yang saya renungkan tentang perikop hari ini.

Pertama tentang makna dari sikap lemah lembut tyang tentu saja tentu bukanlah merupakan suatu kelemahan. Sikap hidup yang lemah lembut berbeda dengan lemah gemulai. Sikap lemah lembut juga bukan berarti tidak tegas atau penakut. Akan tetapi lemah lembut adalah suatu proses ciri hidup atau karakter penguasaan diri dalam berelasi sosial. Suatu sikap kelemah lembutan akan membuat kita mampu berelasi dengan siapa saja secara baik. Sikap lemah lembut akan menghindarkan kita dari sebuah konflik yang terkadang tidak diperlukan. Sikap lemah lembut akan menjadikan orang yang bersahabat dengan kita menjadi merasa terberkati.

Yang ke dua adalah tentang kerendahan hati. Orang yang rendah hati adalah orang yang mampu membangun dan menjaga relasi hidup bersama dengan orang lain dalam setiap perjumpaan. Orang yang rendah hati adalah orang yang tidak merasa paling baik, paling bisa, paling mengerti, paling pintar dan sebagainya. Kerendahan hati tidak bersikap meremehkan orang lain tetapi justru mengarahkan kita untuk mengenal diri secara lebih mendalam. Melalui sikap kerendahan hari kita belajar menyadari bahwa ada banyak juga kekurangan-kekurangan dan ketidaksempurnaan dalam diri kita.  Sikap rendah hati memampukan kita dapat melihat, mengakui serta menghargai orang lain dalam berbagai kelebihan maupun kekurangannya. Orang yang rendah hati akan menempatkan orang lain lebih utama dari pada dirinya. Orang yang rendah hati adalah orang yang berintegritas, tidak ada dalam kepura-puraan dan kemunafikan. Sikap rendah hati akan menjadikan orang berusaha melakukan semua karya-karya atas dasar kebenaran dan keadilan yang pada akhirnya memberi dampak kebaikan bagi banyak orang. Orang yang rendah hati adalah orang yang tahu bersyukur dalam keadaan apapun. Orang yang rendah hati akan mampu untuk setia dan menaruh pengharapannya dalam rencana Tuhan yang baik. Semoga Hati Kudus Yesus senantiasa merajai hati kita.

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN

Allah Bapa yang mahaluhur, Roh Kudus menerangi Santo Ambrosius untuk memperjuangkan kemuliaan-Mu. Semoga kami pun disinari cahaya iman dalam perayaan suci ini. Demi Kristus,…

ANTIFON KOMUNI – Yoh 15:16

Bukannya kalian yang memilih aku, melainkan Aku yang memilih kalian. Kalian telah Kutetapkan agar pergi dan berhasil dan hasilmu tinggal tetap.

DOA SESUDAH KOMUNI:

Marilah berdoa: Allah Bapa yang maharahim, teguhkanlah kami dengan kekuatan sakramen ini, Semoga kami mengambil manfaat dari pengajaran Santo Ambrosius, sehingga tak gentar menempuh jalan-Mu dan semakin pantas menikmati perjamuan abadi. Demi Kristus,…

DOWNLOAD AUDIO RESI: 

Santo Ambrosius

Doctor of the Church, The Honey Tongued Doctor

Ambrosius adalah uskup kota Milan, salah satu keuskupan terpenting pada abad ke-4. St.Ambrosius bersama-sama dengan Santo Augustinus Hippo, Santo Hieronimus, dan Santo Gregorius Agung, dianggap sebagai empat doktor Gereja Barat dalam Sejarah Gereja kuno.

Ambrosius lahir sekitar tahun 339 di Trier, Jerman, di lingkungan sebuah keluarga Kristen yang saleh. Ayahnya adalah gubernur (prefect) Romawi di Gallia Narbonensis dan ibunya adalah seorang wanita kristen yang saleh. Sebuah legenda mengatakan bahwa ketika masih anak-anak, sekelompok lebah hinggap di muka Ambrosius kecil dan meninggalkan setetes madu dimulutnya. Bapaknya berpikir bahwa ini adalah tanda bahwa anak ini akan menjadi seorang yang sangat pandai berbicara. Karena alasan ini, lebah dan sarang lebah sering tampak dalam simbol santo ini.

Ambrosius berencana mengikuti karier politik ayahnya, karena itu kemudian bersekolah di kota Roma. Ia belajar sastra, hukum dan retorika. Kepandaiannya membuat ia mendapat tempat di dewan kota dan sekitar tahun 372 ia diangkat menjadi kepala dewan kota Liguria dan Emilia, dengan berkedudukan di kota Milano.  Saat itu Milano adalah ibu kota kedua Kerajaan Romawi setelah Kota Roma.  Kedudukan ini membuatnya menjadi terkenal ke seluruh negeri sebagai seorang administrator yang cakap dan seorang politisi ulung.

Pada masa itu umat di kota Milan terpecah menjadi dua golongan;  Kristen Trinitarian dan Bidaah Arian. Walau ia sendiri adalah seorang Kristen yang setia dan percaya pada Tuhan Yesus, namun Ambrosius sang Kepala Dewan Kota yang sangat bersahaja ini sangat dihormati dan diterima dengan baik oleh kedua golongan yang sedang bertikai ini.  Ketika Uskup Milan Auxentius meninggal dunia; Kedua golongan ini terlibat persaingan dan pertikaian sengit dalam pemilihan Uskup  yang baru.  Gubernur Milan sampai harus datang secara pribadi ke basilika tempat pemilihan berlangsung, untuk mencegah kerusuhan yang mungkin akan terjadi.  Saat gubernur sedang berpidato ia diinterupsi dengan seruan-seruan “Angkat Ambrosius menjadi uskup!”  yang kemudian diikuti oleh orang lain sehingga Ambrosius pun secara aklamasi diangkat sebagai uskup.

Ambrosius dengan keras menolak pengangkatannya ini  karena ia sama sekali tidak siap.  Ia bukan seorang imam dan tidak memiliki pendidikan teologis.  Namun umat terus mendesaknya; gubernur Milan dan bahkan kaisar pun memintanya untuk menerima keputusan tersebut. “Suara rakyat  adalah suara Tuhan” begitu kata mereka.  Ambrosius kamudian dengan besar hati menerima pilihan umat kota Milan.  

Sebagai uskup, ia segera menjalani cara hidup para pertapa (asketik)  dan bermati-raga dengan sangat keras. Ia menjual segala miliknya dan membagi-bagikan uangnya kepada orang miskin. Tanahnya yang luas ia serahkan kepada Gereja, dan sebagian kecil ia sisakan untuk saudara perempuannya Marselina (yang kemudian juga menjadi seorang santa).

Uskup Ambrosius menjadi bapa serta teladan yang mengagumkan bagi umatnya. Ia juga melawan segala kejahatan dengan keberanian yang mengagumkan.  Ia juga melawan bidaah Arian dengan gigih.  Suatu ketika kaum Arian yang mendapat dukungan kuat dari kaisar dan ibu suri meminta izin dari bapa Uskup Ambrosius untuk menggunakan dua gedung  gereja, satu di dalam kota, dan satunya lagi di pinggiran kota Milan.  Ambrosius menolak, dan karena itu ia  dituntut pertanggung-jawabannya di hadapan dewan kekaisaran. 

Dalam sidang yang dihadiri khalayak ramai itu, kegigihannya menyebabkan hakim memperbolehkannya pulang tanpa harus menyerahkan kedua gedung gereja tersebut.  Segala upaya dewan kekaisaran untuk dapat menguasai kedua Gereja itu bagi kaum Arian terbukti sia-sia. Ketika mereka terus menekannya dengan segala cara;  Bapa uskup malah mengeluarkan pernyataan yang sangat keras :  “Jika engkau menginginkan saya, saya siap untuk takluk. Bawalah saya ke dalam penjara atau kematian, saya tidak akan melawan; tetapi saya tidak akan mengkhianati gereja Kristus. Saya tidak akan menyeru rakyat untuk menolong saya; lebih baik saya mati di kaki altar dari pada meninggalkannya. Huru-hara rakyat tidak akan saya bangkitkan: namun hanya Allah yang mampu meredakannya”.  Kemudian menurut legenda, ketegasan Santo Ambrosius ini dapat menghentikan pertumbuhan pengaruh ajaran sesat Arian di Milano.

Berhadapan dengan suatu pasukan yang siap menyerang, St. Ambrosius berdiri paling di depan menyambut kedatangan mereka. Ia berhasil meyakinkan pemimpin mereka untuk menarik mundur pasukannya meninggalkan Milano.  Sebagi uskup Ambrosius tidak pernah melupakan tugas utamanya sebagai pelayan iman bagi umatnya. Ia melayani semua orang dengan penuh kasih; baik dari golongan petani miskin maupun dari keluarga bangsawan yang kaya raya. Bagi Sang Uskup semua orang adalah sama dimata Tuhan. Bahkan ketika kaisar Theodosius melakukan suatu dosa berat,  Bapa Uskup tidak segan-segan menegurnya.  Teguran keras dari gembalanya tidak membuat  Kaisar menjadi gusar dan marah. Ia sadar bahwa Ambrosius benar.  Sebagai bukti pertobatannya; Kaisar dengan rendah hati melakukan penitensi secara umum atas dosa-dosanya, sesuai dengan perintah dari bapa Uskup.

Rakyat khawatir akan apa yang terjadi dengan Italia apabila Ambrosius wafat. Karenanya ketika Ambrosius jatuh sakit, mereka memohon kepadanya untuk berdoa agar dikarunia umur panjang. Ambrosius menjawab, “Aku tidak berlaku sedemikian rupa di antara kalian sehingga aku merasa malu untuk hidup lebih lama; namun demikian aku juga tidak takut mati, karena kita mempunyai Tuan yang baik.”  Uskup Ambrosius wafat pada hari Jumat Agung pada tahun 397.

Arti Nama

Berasal dari kata Yunani Αμβροσιος (Ambrosios) yang berarti “abadi”

Variasi Nama

Ambrose (English),  Ambrosios, Ambrosius (Ancient Greek), Ambroos, Broos (Dutch), Ambroise (French), Ambrus (Hungarian), Ambrogio, Ambrogino, Giotto (Italian), Ambrósio (Portuguese), Ambrož (Slovene), Ambrosio (Spanish), Emrys (Welsh)

 

Sumber: https://katakombe.org/para-kudus/desember/ambrosius.html

1 Comment

  • Herlin Desember 7, 2022 at 5:53 am

    St.Ambrosius
    Doakanlah kami

    Reply

Leave a Comment