Selasa, 28 Maret 2023 – Hari Biasa Pekan V Prapaskah

Rm. Aegidius Warsito SCJ dari Komunitas SCJ Toronto Kanada

 
 
 

AUDIO RESI:

ANTIFON PEMBUKA  — Mazmur 27:14⁣

Taruhlah harapanmu pada Tuhan. Jadilah perwira dan tabahkanlah hatimu. Percayalah pada Allah.⁣⁣

PENGANTAR: ⁣

Hari ini kita diwejang tentang misteri wafat Yesus di salib. Sebagaimana ular tembaga menjadi tanda kehadiran Allah yang menghukum dan menyelamatkan, demikian pula pengangkatan Yesus di salib merupakan tanda penyelamatan bagi para pengikut-Nya. Perutusan dari Bapa-Nya tetap merupakan teka-teki bagi orang sezaman-Nya. Wafat-Nya di salib akan membuka mata kita, sehingga kita memahami siapa Dia dan siapa yang mengutus Dia.⁣⁣

DOA PEMBUKA⁣

Marilah berdoa: Allah Bapa sumber segala kebajikan, bantulah kami mengabdi Engkau dengan tekun. Semoga pada zaman kami ini umat-Mu berkembang dalam kebajikan dan bertambah dalam jumlahnya. Demi Yesus Kristus Putra-Mu ….⁣⁣

ATAU :⁣

Marilah berdoa: Allah Bapa mahaluhur, arahkanlah mata hati kami kepada yang luhur, kepada Yesus Putra Manusia, dan ajarilah kami meyakini, bahwa salib tanda kehinaan itulah tempat kebahagiaan kami. Demi Yesus Kristus Putra-Mu, ….⁣

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kitab Bilangan 21:4-9

“Setiap orang yang terpagut ular, jika ia memandang ular tembaga itu, ia akan tetap hidup.”

Ketika umat Israel berangkat dari Gunung Hor, mereka berjalan ke arah Laut Teberau untuk mengelilingi tanah Edom. Bangsa itu tidak dapat lagi menahan hati di tengah jalan. Lalu mereka berkata-kata melawan Allah dan Musa, “Mengapa kamu memimpin kami keluar dari Mesir? Supaya kami mati di padang gurun ini? Sebab di sini tidak ada roti dan tidak ada air! Kami telah muak akan makanan hambar ini!” Lalu Tuhan menyuruh ular-ular tedung ke antara bangsa itu, yang memagut mereka, sehingga banyak dari orang Israel itu mati. Kemudian datanglah bangsa itu mendapatkan Musa dan berkata, “Kami telah berdosa, sebab kami berkata-kata melawan Tuhan dan engkau; berdoalah kepada Tuhan supaya dijauhkan ular-ular ini dari kami.” Lalu Musa berdoa untuk bangsa itu. Maka berfirmanlah Tuhan kepada Musa, “Buatlah ular tedung dan taruhlah itu pada sebuah tiang; maka setiap orang yang terpagut, jika ia melihatnya, akan tetap hidup.” Lalu Musa membuat ular tembaga dan menaruhnya pada sebuah tiang. Maka jika seseorang dipagut ular, dan ia memandang kepada ular tembaga itu, tetaplah ia hidup.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 102:2-3.16-18.19-21

Ref. Tuhan, dengarkanlah doaku, dan biarlah teriakku minta tolong sampai kepada-Mu.

  1. Tuhan, dengarkanlah doaku, dan biarlah teriakku minta tolong sampai kepada-Mu. Janganlah sembunyikan wajah-Mu terhadap aku pada hari aku tersesak. Sendengkanlah telinga-Mu kepadaku; pada hari aku berseru, segeralah menjawab aku!

  2. Maka bangsa-bangsa menjadi takut akan nama Tuhan, dan semua raja bumi menyegani kemuliaan-Mu, bila Engkau sudah membangun Sion, dan menampakkan diri dalam kemuliaan-Mu; bila Engkau mendengarkan doa orang-orang papa, dan tidak memandang hina doa mereka.

  3. Biarlah hal ini dituliskan bagi angkatan yang kemudian, dan bangsa yang diciptakan nanti akan memuji-muji Tuhan, sebab ia telah memandang dari tempat-Nya yang kudus, Tuhan memandang dari surga ke bumi.

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Terpujilah Kristus Tuhan, Raja mulia dan kekal.
S : Benih itu adalah Sabda Tuhan, penaburnya adalah Kristus. Setiap orang yang menemukan Dia, akan hidup selama-lamanya.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes 8:21-30

“Apabila kamu telah meninggikan Anak Manusia, barulah kamu tahu bahwa Akulah Dia.”

Sekali peristiwa, Yesus berkata kepada orang banyak, “Aku akan pergi, dan kamu akan mencari Aku; tetapi kamu akan mati dalam dosamu. Ke tempat Aku pergi, tidak mungkin kamu datang.” Maka kata orang-orang Yahudi itu, “Apakah Ia mau bunuh diri, dan karena itu dikatakan-Nya: Ke tempat Aku pergi, tidak mungkin kamu datang?” Lalu Yesus berkata kepada mereka, “Kamu berasal dari bawah, Aku dari atas; kamu dari dunia ini, Aku bukan dari dunia ini. Karena itu tadi Aku berkata kepadamu, bahwa kamu akan mati dalam dosamu; sebab jikalau kamu tidak percaya, bahwa Akulah Dia, kamu akan mati dalam dosamu.” Maka kata mereka kepada-Nya, “Siapakah Engkau?” Jawab Yesus kepada mereka, “Apakah gunanya lagi Aku berbicara dengan kamu? Banyak yang harus Kukatakan dan Kuhakimi tentang kamu. Akan tetapi Dia, yang mengutus Aku, adalah benar, dan apa yang Kudengar dari pada-Nya itulah yang Kukatakan kepada dunia.” Mereka tidak mengerti, bahwa Ia berbicara kepada mereka tentang Bapa. Maka kata Yesus, “Apabila kamu telah meninggikan Anak Manusia, barulah kamu tahu, bahwa Akulah Dia, dan bahwa Aku tidak berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri, tetapi Aku berbicara tentang hal-hal, sebagaimana diajarkan Bapa kepada-Ku. Dan Ia yang telah mengutus Aku,menyertai Aku! Ia tidak membiarkan Aku sendiri, sebab Aku senantiasa berbuat apa yang berkenan kepada-Nya.” Setelah Yesus mengatakan semuanya itu, banyak orang percaya kepada-Nya.
Demikianlah Sabda Tuhan.
U. Terpujilah Kristus.

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Agustinus Kelik Pribadi SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.

jumpa lagi saudara-saudari pendengar Resi Dehonian bersama saya: Rm. Aegidius Warsito SCJ, dari Komunitas SCJ – Toronto – Kanada, di dalam Resi-renungan singkat – Dehonian edisi hari Selasa, Pekan Kelima Masa Prapaska, tanggal 28 Maret 2023. Mari kita baca bersama perikopa Injil pada hari ini yang diambil dari Yohanes 8: 21-30.

Para pendengar Resi Dehonian yang budiman, di dalam perikopa Injil yang baru saja kita baca bersama antara lain Yesus berkata: “Apabila kamu telah meninggikan Anak Manusia, barulah kamu tahu, bahwa Akulah Dia, dan bahwa Aku tidak berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri, tetapi Aku berbicara tentang hal-hal, sebagaimana diajarkan Bapa kepada-Ku. Dan Ia, yang telah mengutus Aku, Ia menyertai Aku. Ia tidak membiarkan Aku sendiri, sebab Aku senantiasa berbuat apa yang berkenan kepada-Nya.”

Melalui kata-kata ini Yesus memposisikan diri-Nya sebagai seorang duta besar, yaitu sebagai duta besar dari Kerajaan Allah atau sebagai duta besar dari Bapa di dalam mewartakan kerajaan kasih-Nya kepada kita semua. Duta besar adalah perwakilan resmi suatu negara. Dia berbicara bukan atas namanya sendiri tetapi atas nama orang yang mengutusnya. Seluruh tugas dan tanggung jawabnya adalah untuk menafsirkan pikiran orang yang mengutusnya. Gambaran dan tugas seorang duta besar ini sangat tepat disematkan dalam diri Yesus, karena itulah yang dilakukan oleh Yesus selama hidup-Nya di dunia ini. Ia menyatakan dan melakukan apa yang dikehendaki Bapa yang mengutus-Nya di dunia ini, dan Bapa sendiri memberikan otoritas kepada Yesus untuk melakukan apa yang Dia inginkan bagi kita semua.

Para pendengar Resi Dehonian yang budiman, sebagai seorang Katolik dan murid Yesus, kita juga mendapatkan mandat untuk menjadi duta Yesus melalui sakreman Baptisan yang kita terima. Dalam Injil Lukas 16: 15-18 “Lalu Ia berkata kepada mereka: Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum. Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka  akan berbicara dalam bahasas-bahasa yang baru bagi mereka, mereka akan memegang ular dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka,; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit dan orang itu akan sembuh.” Artinya kita semua diberi otoritas untuk berbicara dan bertidak atas nama Yesus. Apa yang kita lakukan dan katakana bukan untuk konsumsi kita sendiri, melainkan untuk pertumbuhan dan perkembangan Kerajaan Allah di dunia ini, sehingga semakin banyak orang yang akan menerima kasih dan keselamatan yang ditawarkan oleh Allah Bapa kepada semua orang yang mau menerimanya.

Maka pertanyaan yang perlu kita ajukan kepada diri kita sendiri adalah: apakah kita mampu melakukan tugas kita sebagai duta bagi Yesus di dalam kehidupan kita sehari-hari? Apa yang biasanya menjadi kendala bagi kita untuk bisa bertindak sebagai duta Yesus Kristus dalam kehidupan di jaman sekarang ini? Bagaimana kita hendak menghubungkan pesan Injil pada hari ini dengan Pekan Suci yang sebantar lagi akan kita masuki mulai tgl. 2 April 2023?

Saudara/I pendengar Resi Dehonian yang budiman, semoga bacaan Injil pada hari ini dapat membantu kita semua untuk mengisi masa Pra-Paska ini dengan menyadari kembali akan perutusan kita sebagai duta Yesus Kristus di dunia ini, sehingga kita dapat menjadi duta yang layak dari cinta dan keselamatan yang berasal dari Allah Bapa yang tak berkesudahan.

Semoga kasih Tuhan memberkati langkah dan perjuangan hidup kita di sepanjang hari ini.  Dan semoga Hati Kudus Yesus senantiasa merajai hati kita semua. Amin

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN⁣

Allah Bapa maharahim, kami mempersembahkan kurban pembawa damai dan mohon kepada-Mu, semoga Engkau mengampuni dosa kami dan membimbing hati kami yang mudah goyah. Demi Kristus, …⁣⁣

ATAU : ⁣

Allah Bapa pencipta alam semesta, berkatilah kiranya roti anggur ini menjadi lambang ciptaan baru, lambang Putra-Mu, yang mengubah kami menjadi manusia baru. Demi Kristus, …⁣⁣

ANTIFON KOMUNI  — Yohanes 12:32⁣

Tuhan bersabda, “Apabila Aku ditinggikan dari bumi, Aku akan menarik semua orang kepada-Ku.”⁣⁣

DOA PENUTUP⁣

Marilah berdoa: Allah Bapa yang kekal dan kuasa, bantulah kami mengejar perkara ilahi, agar hidup kami semakin sesuai dengan anugerah yang kami terima. Demi Kristus, ….⁣

ATAU : ⁣

Marilah berdoa: Allah Bapa sumber kedamaian, kami bersyukur bahwasanya Yesus telah menganugerahi kami lambang kedamaian dalam sengsara dan wafat-Nya. Kami mohon, semoga kami menyadari bahwa keselamatan terletak pada salib-Nya. Demi Kristus, …⁣

DOWNLOAD AUDIO RESI:

2 Comments

  • Herlin Maret 28, 2023 at 3:37 am

    Amin

    Reply
  • Fx. Teguh Maret 28, 2023 at 8:32 pm

    Terima kasih Rm. Aegidius Warsito..

    Semoga kita mampu melakukan tugas kita sebagai duta bagi Yesus di dalam kehidupan kita sehari-hari? Amin🙏

    Reply

Leave a Comment