Senin, 22 Mei 2023 – Hari Biasa Pekan VII Paskah (Novena Roh Kudus hari keempat)

Rm. Petrus Haryanto SCJ dari Komunitas SCJ Paroki St. Andreas Rasul Mesuji Lampung-Indonesia

 
 
 
 

AUDIO RESI:

ANTIFON PEMBUKA – Kisah para Rasul 1:8

Kamu akan diberi kekuatan yakni Roh Kudus yang akan datang kepadamu. Maka, kamu akan menjadi saksiku sampai ke ujung bumi. Aleluya.

PENGANTAR:

Yesus mempertanyakan kepada para murid dan kita apakah kita benar-benar mengimani Dia sebagai Utusan Bapa. Ada kala nya kita ditertawakan orang karena iman, sehingga ingin rasa nya melupakan Yesus. Baik bila pada hari-hari menjelang Pente kosta, kita mohon agar Roh Kudus dicurahkan kepada keluarga keluarga dan masyarakat kita, supaya dengan tabah dan rela mampu memberi kesaksian iman.

DOA PEMBUKA

Marilah berdoa: Allah Bapa mahakudus, semoga kekuatan Roh-Mu turun, agar kami mematuhi kehendak-Mu dengan setia dan mengamalkannya dalam cara hidup kami. Demi Yesus Kristus Putra-Mu, ….

ATAU: 

Marilah berdoa: Allah Bapa maha pengasih, berilah kami hati yang tabah dan semangat yang menyala-nyala, agar cinta kasih ajaran Putra-Mu dapat kami amalkan dalam hidup kami; maka seluruh bumi akan bercorak baru seturut gambaran yang Kaucita-citakan. Demi Yesus Kristus ….

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kisah Para Rasul 19:1-8

“Sudahkah kamu menerima Roh Kudus, ketika kamu menjadi percaya?”

Ketika Apolos masih berada di kota Korintus, Paulus sudah menjelajah daerah-daerah pedalaman Asia, dan tiba di Efesus. Di situ didapatinya beberapa orang murid. Katanya kepada mereka, “Sudahkah kamu menerima Roh Kudus, ketika kamu menjadi percaya?” Akan tetapi mereka menjawab dia, “Belum, bahkan kami belum pernah mendengar, bahwa ada Roh Kudus.” Lalu kata Paulus kepada mereka, “Kalau begitu dengan baptisan manakah kamu telah dibaptis?” Jawab mereka, “Dengan baptisan Yohanes.” Kata Paulus, “Baptisan Yohanes adalah baptisan tobat, dan Yohanes sendiri berkata kepada orang banyak, bahwa mereka harus percaya kepada Dia yang datang kemudian daripadanya, yaitu Yesus.” Ketika mendengar hal itu, mereka memberi diri dibaptis dalam nama Tuhan Yesus. Dan ketika Paulus menumpangkan tangan di atas mereka, turunlah Roh Kudus ke atas mereka, dan mulailah mereka berkata-kata dalam bahasa Roh dan bernubuat. Jumlah mereka adalah kira-kira dua belas orang. Selama tiga bulan Paulus mengunjungi rumah ibadat di situ dan mengajar dengan berani. Lewat pemberitaannya ia berusaha meyakinkan mereka tentang Kerajaan Allah.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 68:2-3.4-5ac.6-7ab

Ref. Hai kerajaan-kerajaan bumi, menyanyilah bagi Allah.

  1. Allah bangkit, maka terseraklah musuh-musuh-Nya, orang-orang yang membenci Dia melarikan diri dari hadapan-Nya. Seperti asap hilang tertiup, seperti lilin meleleh di depan api, demikianlah orang-orang fasik binasa di hadapan Allah.

  2. Tetapi orang-orang benar bersukacita, mereka beria-ria di hadapan Allah, bergembira dan bersukaria. Bernyanyilah bagi Allah, bermazmurlah bagi nama-Nya! Nama-Nya ialah Tuhan!

  3. Bapa bagi anak yatim dan pelindung bagi para janda, itulah Allah di kediaman-Nya yang kudus; Allah memberi tempat tinggal kepada orang-orang sebatang kara, Ia mengeluarkan orang-orang tahanan, sehingga mereka bahagia.

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Alleluya
S : (Kol 3:1) Kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes 16:29-33

“Kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia.”

Dalam amanat perpisahan-Nya Yesus berkata bahwa akan tiba saat-Nya bahwa Ia tidak lagi berbicara dengan memakai kiasan. Maka para murid berkata kepada Yesus, “Lihat, sekarang Engkau berkata-kata terus terang dan Engkau tidak memakai kiasan. Sekarang kami tahu, bahwa Engkau mengetahui segala sesuatu dan tidak perlu orang bertanya kepada-Mu. Karena itu kami percaya, bahwa Engkau datang dari Allah.” Jawab Yesus kepada mereka, “Percayakah kamu sekarang? Lihat, saatnya datang, bahkan sudah datang, bahwa kamu diceraiberaikan, masing-masing ke tempatnya sendiri dan kamu meninggalkan Aku seorang diri. Namun Aku tidak seorang diri, sebab Bapa menyertai Aku. Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya kamu beroleh damai sejahtera dalam Aku. Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia.”
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Petrus Haryanto SCJ 

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus, melalui Hati Maria.

Sahabat RESI Dehonian yang terkasih. Perasaan nyaman menjadi salah satu kebutuhan mendasar pada umumnya orang. Mengapa? Karena di sana orang merasakan pengalaman diterima, didukung, disemangati dan diperhatikan. Terlebih bila orang sedang menghadapi suatu masalah atau kesulitan, sehingga kehadiran seseorang, baik itu teman atau sahabat akan memberikan peneguhan. 

Sabda Tuhan yang baru saja kita baca dan dengarkan, masih dalam konteks amanat perpisahan dengan para murid. Tampaknya menjadi saat-saat sulit bagi para murid, tetapi sekaligus juga meneguhkan. Pertama-tama Yesus menyampaikan pengalaman-Nya sebagai Pribadi yang telah tinggal di dalam kasih Bapa-Nya, “Aku tidak seorang Diri, sebab Bapa menyertai Aku” (Yoh 16:32). Dengan kasih-Nya, Bapa selalu menyertai Putra-Nya sehingga Ia tidak pernah merasa seorang diri.

Begitu juga ketika orang yang mengasihi sesama, maka ia tidak pernah membiarkan sesamanya itu merasa sendiri. Artinya, ia akan memberikan perhatiannya kepada sesamanya itu, dalam berbagai bentuk perhatian sesuai dengan situasi yang dialami dan kebutuhan yang ada.

Selanjutnya, Yesus menubuatkan penderitaan yang akan dialami para murid di masa mendatang. Yesus mau menegaskan bahwa menjadi murid Kristus tidak lepas dari penderitaan karena kebencian. Bapa Suci Fransiskus berpandangan bahwa kehidupan Kristiani bukanlah pesta dan sukacita yang berkesinambungan, melainkan saat-saat yang baik maupun saat-saat yang buruk, saat-saat kehangatan dan keterpisahan, termasuk saat-saat di mana tidak semuanya memiliki makna, saat-saat kehancuran.

Pertanyaannya adalah: Mengapa para murid dan para pengikut Yesus dalam sepanjang sejarahnya, mereka begitu tegar dan mereka berani menghadapi penganiayaan? Karena mereka percaya: “… kami percaya, bahwa Engkau datang dari Allah” (Yoh. 16:30). Maka selanjutnya Yesus meneguhkan dan menghibur para murid-Nya. “Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia” (ay. 33).

Meneguhkan dan menghibur sesama yang sedang ada dalam kesulitan atau mereka yang sedang menderita adalah bentuk konkrit dari mengasihi sesama. Itulah tindakan atau karya Roh Kudus, sebab Roh Kudus adalah Roh Penghibur (bdk. Yoh 15:26). Bagi Paus Fransiskus, meneguhkan dan menghibur sesama, berarti “memberi daya hidup” (Evangelii Gaudium, 273).

Oleh karena itu, kita semua sanantiasa dipanggil dalam kemendesakan agar terus membuka diri bagi kehadiran dan karya Roh Kudus. Ketika kita membiarkan Roh Kudus bekerja di dalam kita, maka kita akan mampu untuk mengasihi sesama, apa pun situasinya. Karena dengan itulah kita sedang berbagi hidup dan menjaga kehidupan kita juga siapapun dan apapun di sekitar kita. 

Tuhan memberkati niat-niat baik kita. AMIN

DOA MOHON TUJUH KURNIA ROH KUDUS (Didoakan setelah homili)

1. Datanglah, ya Roh Hikmat,

P+U.   turunlah atas diri kami. Ajarlah kami menjadi orang bijak, terutama agar kami dapat menghargai, mencintai, dan mengutamakan cita-cita surgawi. Dan semoga kami Kau lepaskan dari belenggu dosa dunia ini.

2. Datanglah, ya Roh Pengertian,

P+U.   turunlah atas diri kami. Terangilah budi kami, agar dapat memahami ajaran Yesus, Sang Putra, dan melaksanakannya dalam hidup sehari-hari.

3. Datanglah, ya Roh Nasihat,

P+U.  dampingilah kami dalam perjalanan hidup yang penuh gejolak ini. Semoga kami selalu melakukan yang baik dan benar, serta menjauhi yang jahat.

4. Datanglah, ya Roh Keperkasaan,

P+U.   kuatkanlah hamba-Mu yang lemah ini, agar tabah menghadapi segala kesulitan dan derita. Semoga kami Kau kuatkan dengan memegang tangan-Mu yang senantiasa menuntun kami.

5. Datanglah, ya Roh Pengenalan akan Allah,

P+U.  ajarlah kami mengetahui bahwa semua yang ada di dunia ini sifatnya sementara saja. Bimbinglah kami, agar tidak terbuai oleh kemegahan dunia. Bimbinglah kami, agar dapat menggunakan hal-hal duniawi untuk kemuliaan-Mu.

6. Datanglah, ya Roh Kesalehan,

P+U.   bimbinglah kami untuk terus berbakti kepada-Mu. Ajarilah kami menjadi orang yang tahu berterimakasih atas segala kebaikan-Mu. Semoga kami berani menjadi teladan kesalehan bagi orang-orang di sekitar kami.

7. Datanglah, ya Roh Takut akan Allah,

P+U.   ajarlah kami untuk takut dan tunduk kepada-Mu, dimana pun kami berada. Tegakkanlah kami agar selalu berusaha melakukan hal-hal yang berkenan kepada-Mu.

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN: 

Allah Bapa sumber segala rahmat, semoga kurban Kristus yang tak bernoda ini menyucikan kami dan mendatangkan rahmat dan daya kekuatan bagi kami. Demi Kristus, ….

ATAU: 

Allah Bapa sumber kedamaian, ajarilah kami melatih diri dalam cinta kasih, agar dapat menyelamatkan dunia. Berilah kami rezeki yang mendatangkan kedamaian. Demi Kristus, ….

ANTIFON KOMUNI – Yohanes 14:18; 16:23

Kamu takkan Kutinggalkan sebagai yatim piatu, Aku akan kembali dan hatimu akan bersukacita. Aleluya.

DOA SESUDAH KOMUNI: 

Marilah berdoa: Allah Bapa sumber pembaruan hidup, Engkau telah menyegarkan umat-Mu dengan sakramen Ekaristi. Semoga kami dapat beralih dari hidup lama ke hidup yang baru. Demi Kristus, ….

ATAU

Marilah berdoa: Allah Bapa mahasetia, dengan roti anggur Engkau menunjukkan, bagaimana Engkau mendampingi kami. Semoga kami yang telah Kauperkenankan menyantap rezeki surgawi ganti menampakkan kesetiaan kami kepada-Mu serta membangun dunia ini sesuai dengan cita-cita-Mu. Demi Kristus, ….

DONWLOAD AUDIO RESI

1 Comment

  • Firmus dega Mei 22, 2023 at 8:47 am

    Makasih romo

    Reply

Leave a Comment