Rabu, 13 September 2023 – Peringatan Wajib St. Yohanes Krisostomus, Uskup dan Pujangga Gereja

Rm.Paskalis Aditya Wardana SCJ dari komunitas Paroki Santo Yohanes Penginjil Bengkulu – Indonesia

 
 

AUDIO RESI:

ANTIFON PEMBUKA – Yeh 34:11.23-24

Tuhan bersabda, “Aku akan memperhatikan domba-domba-Ku, mengangkat seorang gembala sebagai pemimpin, dan Aku, Tuhan sendiri, menjadi Allah mereka.”

PENGANTAR:

Ada orang yang sulit mengungkapkan isi hatinya, tak mampu memberi penerangan yang jelas. Rupayanya hal itu tidak dialami oleh Yohanes Krisostomus. Dengan lancar dan jelas ia memberikan penerangan. Dialah orang yang “bermulut kencana”. Bakat ini didukung oleh pengetahuan tentang Kitab Suci, menjadikan dia imam yang berwibawa. Sebagai batrik di Konstantinopel digunakannya kefasihan berbicara itu guna menentang korupsi di istana. Tetapi ia malahan dibuang dan meninggal akibat kelelahan.

DOA PEMBUKA:

Marilah berdoa: Allah Bapa, keteguhan umat, Engkau telah menganugerahkan kefasihan lidah kepada uskup-Mu Santo Yohanes Krisostomus dan menguatkannya ketika dianiaya. Semoga kami dibimbing oleh pengajarannya dan dikuatkan oleh contoh ketabahan hatinya. Demi Yesus Kristus, …

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Kolose 3:1-11

“Kalian telah mati bersama Kristus, maka matikanlah dalam dirimu segala yang duniawi.”

Saudara-saudara, kalian telah dibangkitkan bersama Kristus. Maka carilah perkara yang di atas, di mana Kristus berada, duduk di sisi kanan Allah. Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi. Sebab kalian telah mati, dan hidupmu tersembunyi bersama dengan Kristus dalam Allah. Kristuslah hidup kita. Apabila Dia menyatakan diri kelak, kalian pun akan menyatakan diri bersama dengan Dia dalam kemuliaan. Karena itu matikanlah dalam dirimu segala yang duniawi, yaitu percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat dan juga keserakahan, yang sama dengan penyembahan berhala. Semuanya itu mendatangkan murka Allah. Dahulu kalian juga melakukan hal-hal itu ketika kalian hidup di dalamnya. Tetapi sekarang buanglah semuanya ini yaitu marah, geram, kejahatan, fitnah dan kata-kata kotor yang keluar dari mulutmu. Janganlah kalian saling menipu lagi, karena kalian telah menanggalkan manusia lama beserta kelakuannya, dan telah mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Penciptanya. Dalam keadaan yang baru itu tiada lagi orang Yunani atau Yahudi, yang bersunat atau tak bersunat, orang Barbar atau orang Skit, budak atau orang merdeka; yang ada hanyalah Kristus di dalam semua orang.
Demikianlah sabda Tuhan
Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 145:2-3.10-11.12-13ab

Ref. Segala bangsa bertepuk tanganlah berpekiklah untuk Allah raja semesta.
atau Tuhan itu baik kepada semua orang

  1. Setiap hari aku hendak memuji Engkau, dan memuliakan nama-Mu untuk selama-lamanya. Besarlah Tuhan, dan sangat terpuji; kebesaran-Nya tidak terselami.

  2. Segala yang Kaujadikan akan bersyukur kepada-Mu, ya Tuhan, dan orang-orang yang Kaukasihi akan memuji Engkau. Mereka akan mengumumkan kemuliaan kerajaan-Mu, dan akan membicarakan keperkasaan-Mu.

  3. Untuk memberitahukan keperkasaan-Mu kepada anak-anak manusia, dan memaklumkan kerejaan-Mu yang semarak mulia. Kerajaan-Mu ialah kerajaan abadi, pemerintahan-Mu lestari melalui segala keturunan.

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Alleluya
S : Bersukacitalah dan bergembiralah, karena besarlah upahmu di surga.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas 6:20-26

“Berbahagialah orang yang miskin, celakalah orang yang kaya.”

Pada waktu itu Yesus memandang murid-murid-Nya, lalu berkata, “Berbahagialah, hai kalian yang miskin, karena kalianlah yang empunya Kerajaan Allah. Berbahagialah, hai kalian yang kini kelaparan, karena kalian akan dipuaskan. Berbahagialah, hai kalian yang kini menangis, karena kalian akan tertawa. Berbahagialah, bila demi Anak Manusia kalian dibenci, dikucilkan, dan dicela serta ditolak. Bersukacitalah dan bergembiralah pada waktu itu karena secara itu pula nenek moyang mereka telah memperlakukan para nabi. Tetapi celakalah kalian, orang kaya, karena dalam kekayaanmu kalian telah memperoleh hiburan. Celakalah kalian, yang kini kenyang, karena kalian akan lapar. Celakalah kalian, yang kini tertawa, karena kalian akan berdukacita dan menangis. Celakalah kalian, jika semua orang memuji kalian; karena secara itu pula nenek moyang mereka telah memperlakukan nabi-nabi palsu.”

Demikianlah Sabda Tuhan.
U. Terpujilah Krisrus.

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm.Paskalis Aditya Wardana SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.

Sahabat pencinta Hati Kudus Yesus yang terkasih dalam Tuhan. Kita berjumpa kembali dalam RESI (renungan singkat) dehonian pada Rabu 13 September 2023 bersama saya Romo Paskalis Aditya Wardana SCJ dari komunitas Paroki Santo Yohanes Penginjil Bengkulu. Gereja Semesta hari ini juga merayakan peringatan Santo Yohanes Krisostomos. Kita akan mengawali permenungan kita dengan mendengarkan sabda Tuhan yang diambil dari Injil Yesus Kristus menurut Santo Lukas 6:20-26

Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan, sepintas perikopa Injil yang kita dengar hari ini hendak melanggengkan kemiskinan dan anti kekayaan. Apakah memang itu yang sungguh Yesus kehendaki? Tentu saja tidak. Yesus mau mengingatkan akan satu hal yang penting dalam hidup melalui Sabda hari ini. Hal penting tersebut adalah kesetiaan manusia untuk terus mengandalkan Tuhan dalam segala situasi hidup. Maka ditampilkanlah dua kondisi kehidupan yang kontras, antara miskin dan kaya, lapar dan kenyang, serta menangis dan tertawa.

Meski salah satu situasi hidup itu disebut bahagia dan yang satunya celaka, bukan berarti hal ini mau memperlihatkan keberpihakan Yesus. Pada zaman Yesus hidup, situasi hidup manusia yang lapar, miskin, dan menangis membuat mereka memiliki disposisi batin untuk mengandalkan Tuhan. Sedangkan sebagian besar dari mereka yang saat itu hidup dalam kenyamanan dan kemapanan seringkali lupa akan andil Tuhan dalam hidup mereka. Dengan demikian, kita tahu bahwa Yesus bukan seorang ekstremis garis kanan ataupun garis kiri, sebaliknya Yesus justru ingin mengingatkan bahwasannya dalam segala situasi hidup, Tuhan senantiasa hadir dan menemani.

Oleh karena itu, anda yang sekarang sedang mengalami masa-masa sulit, jangan sampai kesulitan yang anda hadapi membuat anda tidak mampu menyadari kehadiran Tuhan yang sebenarnya ingin menghantar anda pada kebahagiaan sejati. Bagi anda yang kini hidup dalam kenyamanan dan kemapanan, anda juga dapat disebut yang berbahagia lho jika anda menyadari dan mensyukuri penyertaan Tuhan-lah yang menganugerahkan kesejahteraan dalam hidup anda. Anda pun dapat lebih berbahagia lagi jika anda mau berbagi kebahagiaan dengan mereka yang kurang beruntung hidupnya. Dengan begitu, warta gembira yang kita dengarkan hari ini sungguh menyapa kita semua karena memang itulah tujuan Allah mendatangi manusia, yakni menghadirkan kebahagiaan dan keselamatan. Semoga kita mampu membuka hati agar Hati Kudus Yesus merajai hati kita sehingga anda dan saya mampu menjadi pribadi-pribadi yang berbahagia, apa pun kondisi dan situasi hidup saat ini. Berkat Tuhan berlimpah atas kita semua. Amin.

DOA PENGANTAR PERSEMBAHAN

Allah Bapa yang mahamurah, terimalah kiranya persembahan ini yang kami unjukkan dengan rela hati pada peringatan Yohanes Krisostomus. Semoga kami seturut nasihatnya memuji Engkau dan menyerahkan diri seutuhnya kepada-Mu. Demi Yesus Kristus,…

ANTIFON KOMUNI – Yoh 15:16

Bukannya kalian yang memilih Aku, melainkan Aku yang memilih kalian. Kalian telah Kutetapkan agar pergi dan berhasil dan agar hasilmu tinggal tetap.

DOA SESUDAH KOMUNI

Marilah berdoa: Allah Bapa yang maharahim, kami telah menyambut tubuh dan darah Kristus pada peringatan Santo Yohanes Krisostomus. Semoga sakramen ini memperteguh kami dalam cinta kasih-Mu serta menjadikan kami saksi-saksi setia Injil-Mu. Demi Kristus, …

DOANLOAD AUDIO RESI:

Santo Yohanes Krisostomus

Greatest of the Greek Fathers, Golden-Mouth, Giovanni Crisostomo

Santo Yohanes Krisostomus lahir di Antiokhia pada tahun 349 M.  Ayahnya adalah seorang perwira tinggi militer yang meninggal dunia beberapa waktu setelah ia dilahirkan. Yohanes dan saudara-sadaranya dibesarkan oleh sang ibu yang bernama Anthusa, seorang wanita kristen yang saleh dan bijaksana. Anthusa sangat memperhatikan pendidikan anak-anaknya. Ia mengusahakan agar mereka memperoleh pendidikan dari guru-guru terbaik pada masa itu. Salah seorang guru yang membimbing Yohanes adalah Libanius, seorang ahli Sastra Yunani dan ahli retorika yang sangat terkenal.

Yohanes adalah seorang yang cerdas dan menonjol dalam Sastra dan Retorika. Jika ia berbicara, semua yang mendengar akan terpesona pada kata-katanya yang indah. Kecakapannya merangkai kata membuat ia dijuluki “Yohanes Krisostomus” atau “Yohanes si Mulut Emas”.  Gurunya Libianius  sangat menyayanginya. Ia berharap kelak Yohanes dapat menggantikan posisinya. Namun tidak demikian dengan Yohanes. Ia tidak tertarik untuk menapaki jalan duniawi yang membentang dihadapannya. Sejak kecil ia sudah bercita-cita untuk menjalani kehidupan religius dan memberikan diri seutuhnya pada Tuhan.

Yohanes lalu menjadi seorang pertapa dan menjalani pola hidup asketis yang sangat ekstrim. Dua tahun berikutnya ia hidup dalam kontemplasi dan merenungkan Firman Tuhan. Sebagai konsekuensi dari praktek-praktek ini, perut dan ginjalnya menjadi rusak permanen. Karena kesehatannya semakin memburuk dengan terpaksa dia kembali ke Antiokhia.

Tuhan rupanya mempunyai rencana lain bagi si Mulut Emas ini. Gagal melayani Tuhan sebagai pertapa; Yohanes bertekad menjadi seorang imam. Ia belajar Teologi dibawah bimbingan Uskup Diodorus dari Tarsus dan ditahbiskan sebagai diakon pada tahun 381 M oleh Santo Meletius. Lima tahun kemudian ia menerima tahbisan imamat di kota Anthiokia.

Imam Yohanes melayani umat di Antiokhia selama dua belas tahun (Tahun 386 – 397 M). Di Kota ini ia menjadi sangat terkenal karena keindahan kata-katanya saat berkotbah. Meskipun sering sakit-sakitan, namun Yohanes tetap melakukan begitu banyak karya yang mengagumkan. Ia berkhotbah satu atau dua kali sehari, memberi makan fakir miskin serta memberikan perhatian kepada para yatim piatu.

Pada musim gugur tahun 397 M, Yohanes diangkat menjadi Uskup Agung Konstantinopel. Umat di Anthiokia yang sangat mencintai Yohanes tidak rela melepaskannya pergi. Untuk mencegah huru-hara, ia harus meninggalkan kota itu dengan diam-diam menuju ibukota kerajaan Romawi Timur, Konstantinopel. 

Uskup Agung Yohanes Krisostomus sangat mengasihi umatnya dan berusaha merangkul semua kalangan. Walau demikian ia tidak pernah kehilangan ketegasannya. Ia tidak pernah ragu untuk menegur mereka yang berbuat salah;  bahkan ratu sekalipun.  Sebuah tegurannya kepada Ratu  Eudoxia, istri dari Kaisar Arcadius, karena gaya hidup yang amat mewah dan boros membuat ratu membencinya. Ratu bekerjasama dengan orang-orang yang memusuhi sang Patriark; lalu dengan fitnah keji mereka menuntut Yohanes dalam sebuah sidang sinode. Yohanes yang telah diftnah, dijatuhi hukuman pengasingan dan diusir dari Konstantinopel.

Namun belum lama berada di pengasingan, Yohanes dipanggil kembali oleh Kaisar Arcadius, karena terjadi kekacauan dan huru-hara di kalangan umat yang tidak rela Uskup Agung mereka diasingkan. Juga karena terjadi gempa bumi pada malam penangkapan sang uskup, yang membuat ratu Eudoxia takut bahwa ini adalah tanda murka Allah. Ratu lalu mendesak Kaisar untuk memanggil kembali Uskup Agung Yohanes dan memulihkan namanya.

Namun perdamaian antara ratu dan sang Uskup Agung berumur pendek. Suatu hari Eodoxia yang gila hormat itu mendirikan patung dirinya yang terbuat dari perak di Augustaion, dekat Katedral Keuskupan. Santo Yohanes mengecam perbuatannya dan dalam kotbahnya ia berbicara dengan bahasa kiasan yang pedas : “Sekali lagi  Herodias berulah, sekali lagi dia bermasalah, ia menari lagi, dan muncul lagi keinginannya untuk menerima kepala Yohanes dalam sebuah nampan” Kata-kata ini mengacu pada kisah kematian Santo Yohanes Pembaptis (Mat 14:1-12). Karena kecamannya ini sekali lagi Uskup Agung Yohanes dibuang; kali ini ke Kaukasus di Armenia.

Dihadapkan pada hukuman pengasingan; Yohanes menulis surat tentang keadaannya masing-masing kepada Paus Innosensius I di Roma, kepada Uskup Milan, Venerius dan kepada Uskup Aquileia, Chromatius. Dari Roma Paus memprotes keras hukuman pembuangan terhadap Patriark Yohanes. Namun Kaisar yang berada dibawah pengaruh ratu sama sekali tidak peduli.  Pada tahun 405 M Paus mengirim delegasi ke Konstantinopel untuk meminta pertimbangan Kaisar atas hukuman Santo Yohanes. Namun delegasi yang dipimpin oleh Santo Gaudensius ini dihadang berbagai kesulitan dan tidak pernah sampai ke Konstantinopel.

Yohanes Krisostomus tidak pernah sampai ke tempat pembuangannya yang kedua. Dalam perjalan ia menderita sakit demam dan akhirnya meninggal dunia di Cormana, Pontus pada tanggal 14 September 407 M. Kata-kata terakhirnya adalah, “δόξα τῷ θεῷ πάντων ἕνεκεν” (Mahasuci Allah atas segala sesuatu). Hujan es dan angin ribut yang dahsyat menyerang kota Konstantinopel beberapa saat setelah ia menutup mata. Empat hari kemudian, Ratu jahat Eudoxia ditemukan telah meninggal dunia. Putera Mahkota kemudian datang ke Carmona untuk menghormati jenasah Santo Yohanes dan menunjukkan betapa ia menyesal atas apa yang telah diperbuat ibunya.

Santo Yohanes Krisostomus semula dimakamkan di Carmona. Pada tahun 438 M, tiga puluh tahun setelah kematiannya, Relikwi pahlawan iman ini dipindahkan ke Konstantinopel melalui sebuah prosesi kenegaraan oleh putra Ratu Eudoxia itu, yang saat itu telah menjadi Kaisar Theodosius II.

Pada tahun 1204, para Kesatria Salib (Crusaders) yang sedang dalam perjalanan menuju medan Perang Salib di tanah suci Yerusalem, memasuki kota Konstantinopel. Sangat disesalkan, para crusaders ini kemudian membuat huru-hara dan menjarah ibukota kekaisaran Romawi Timur tersebut. Mereka merampok makam Santo Yohanes Krisostomus dan Santo Gregorius, lalu membawa pergi relikwi dua bapa Gereja itu ke Roma.  

Pada bulan Juni tahun 2004, delapan ratus tahun setelah peristiwa “Penjarahan Konstantinopel”, Paus Yohannes Paulus II secara resmi meminta maaf kepada Gereja Orthodox atas peristiwa memalukan tersebut. Selanjutnya pada bulan November 2004  Paus mengembalikan relikwi  Santo Yohanes Krisostomus dan Santo Gregorius ke Gereja Orthodox. Patriark Konstantinopel saat itu (Patriark Bartholomew)  menerima penyerahan Relikwi dua orang Bapa Gereja ini pada 27 November 2004  dalam sebuah upacara resmi di Basilika Santo Petrus di Roma.  Relikwi kedua orang suci tersebut dibawa kembali ke Konstantinopel dan disemayamkan di Gereja Santo Georgius Konstantinopel (Istambul) Turki.

Arti Nama

Yohanes : berasal dari nama Yunani Ιωαννης (Ioannes), yang aslinya berasal dari nama Ibrani  יוֹחָנָן (Yochanan) yang berarti YAHWEH Maha pengasih“, “Allah Maha Baik”

Krisostomus : Bermulut emas.  Berasal dari bahasa Yunanichrysos“Emas” dan stoma“mulut” 

2 Comments

  • Endang Donoroto September 12, 2023 at 9:56 pm

    Tengkyu mo

    Reply
  • Herlin September 13, 2023 at 5:50 am

    St.Yohanes Krisostomus.
    Doakanlah kami

    Reply

Leave a Comment