Senin, 25 Mei 2026 – Peringatan Wajib Santa Perawan Maria, Bunda Gereja (Hari Senin Sesudah Pentakosta)

Rm Benediktus Mulyono SCJ dari Komunitas Resistencia Provinsi Chaco – Argentina – Argentina

 
 
 

AUDIO RESI:

ANTIFON PEMBUKA – Bdk. Kis. 1:14

Para murid sehati sejiwa bertekun dalam doa bersama Maria, Ibu Yesus.

PENGANTAR:

Saudara-saudari ytk, pada tanggal 3 Maret 2018, Paus Fransiskus menetapkan perayaan liturgis baru, yakni Peringatan Santa Perawan Maria Bunda Gereja. Peringatan ini ditempatkan pada hari Senin sesudah Pentakosta. Hari Raya Pentakosta biasa disebut sebagai hari lahir Gereja. Dalam peristiwa ini, Bunda Maria memiliki peranan yang sangat khas dan istimewa. Kisah Para Rasul memberikan kesaksian bahwa pada masa itu, “Mereka semua bertekun dengan sehati dalam doa bersama-sama, dengan beberapa perempuan serta Maria, ibu Yesus” (Kis 1:14). Dengan demikian, Bunda Maria selalu hadir dan menyertai Gereja sejak awal mula berdirinya. Ia tidak hanya menjadi teladan dalam ketekunan berdoa dan dalam persekutuan yang sehati, namun juga menjadi ibu bagi kita semua sebagaimana dikatakan oleh St. Agustinus bahwa, “Bunda Maria sungguh-sungguh ibu dari anggota-anggota Kristus, yaitu kita semua”. Paus Fransiskus menetapkan perayaan liturgis Santa Perawan Maria Bunda Gereja ini untuk mengajak semua anggota Gereja meneladan Bunda Maria sehingga semakin tumbuh “rasa keibuan Gereja dalam diri para imam, kaum religius, dan umat beriman yang didasari rasa hormat sejati kepada Bunda Maria”.

DOA KOLEKTA:

Marilah berdoa (Hening Sejenak): Allah Bapa Maharahim, Putra Tunggal-Mu yang dipaku di kayu salib, telah menegaskan Santa Perawan Maria, Bunda-Nya, menjadi Bunda kami juga. Semoga dengan pertolongan kasihnya, Gereja-Mu semakin berbuah limpah dengan merangkul seluruh keluarga umat manusia. Dengan pengantaraan Tuhan kami, Yesus Kristus, Putra-Mu, yang Hidup dan Berkuasa bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. U : Amin.

BACAAN PERTAMA: Pembacaan dari kitab Kejadian 3:9-15.20

Dialah yang menjadi ibu semua yang hidup.

Pada suatu hari di Taman Eden, Tuhan Allah memanggil manusia dan bersabda kepadanya, “Di manakah engkau?” Ia menjawab, “Ketika aku mendengar, bahwa Engkau ada dalam taman ini, aku menjadi takut, karena aku telanjang; sebab itu aku bersembunyi.” Tuhan bersabda, “Siapakah yang memberitahukan kepadamu, bahwa engkau telanjang? Apakah engkau makan dari buah pohon, yang Kularang engkau makan itu?” Manusia itu menjawab, “Perempuan yang Kautempatkan di sisiku, dialah yang memberikan buah pohon itu kepadaku, maka kumakan.” Kemudian bersabdalah Tuhan kepada perempuan itu, “Apakah yang telah Kauperbuat ini?” Jawab perempuan itu, “Ular itu memperdayakan aku, maka kumakan buah itu.” Lalu bersabdalah Tuhan Allah kepada ular itu, “Karena engkau berbuat demikian, terkutuklah engkau di antara segala ternak dan di antara segala binatang hutan. Dengan perutmulah engkau akan menjalar dan debu tanahlah yang akan kaumakan seumur hidupmu! Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya.” Lalu manusia itu memberi nama Hawa kepada istrinya, sebab dialah yang menjadi ibu semua yang hidup.
Demikianlah sabda Tuhan.
U Syukur kepada Allah.

ATAU BACAAN LAIN: 

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kisah Para Rasul 1:12-14

“Dengan sehati mereka semua bertekun dalam doa.”

Setelah Yesus diangkat ke surga, dari bukit yang disebut Bukit Zaitun kembalilah para rasul ke Yerusalem yang hanya seperjalanan Sabat jauhnya. Setelah tiba di kota, naiklah mereka ke ruang atas tempat mereka menumpang. Mereka itu ialah Petrus dan Yohanes, Yakobus dan Andreas, Filipus dan Tomas, Bartolomeus dan Matius, Yakobus bin Alfeus, Simon orang Zelot, dan Yudas bin Yakobus. Dengan sehati mereka semua bertekun dalam doa bersama dengan beberapa perempuan serta Maria, ibu Yesus, dan dengan saudara-saudara Yesus.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 87:1b-3.4-5.6-7

Ref. Hal-hal yang mulia dikatakan tentang engkau, ya kota Allah.

  1. Di gunung-gunung yang kudus ada kota yang dibangun-Nya; Tuhan lebih mencintai pintu-pintu gerbang Sion daripada segala tempat kediaman Yakub. Hal-hal yang mulia dikatakan tentang engkau, ya kota Allah.

  2. Aku menyebut Rahab dan Babel di antara orang-orang yang mengenal Aku, bahkan tentang Filistea, Tirus dan Etiopia Kukatakan, “Ini dilahirkan di sana.” Tetapi tentang Sion dikatakan, “Tiap-tiap orang dilahirkan di dalamnya,” dan Dia, yang Mahatinggi, menegakkannya.

  3. Pada waktu mencatat bangsa-bangsa Tuhan menghitung,”Ini dilahirkan di sana.” Dan orang menyanyi-nyanyi sambil menari beramai-ramai, “Semua mendapatkan rumah di dalammu.”

BAIT PENGANTAR INJIL: 

U : Alleluya, alleluya

S : Berbahagialah engkau, Perawan yang mengandung Tuhan; engkaulah Bunda Gereja yang bersukacita yang mengandung dari Roh Kudus dan melahirkan Yesus Kristus, Putramu.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Suci menurut Yohanes 19:25-34

“Inilah anakmu. Inilah ibumu.” 

Waktu Yesus bergantung di salib, di dekat salib itu berdirilah ibu Yesus dan saudara ibu Yesus, isteri Klopas dan Maria Magdalena. Ketika Yesus melihat ibu-Nya dan murid yang dikasihi-Nya di sampingnya, berkatalah Ia kepada ibu-Nya, “Ibu, inilah anakmu!” kemudian kata-Nya kepada murid-Nya, “Inilah ibumu!” Dan sejak saat itu murid itu menerima ibu Yesus di dalam rumahnya. Sesudah itu, karena Yesus tahu, bahwa segala sesuatu telah selesai, berkatalah Ia supaya genaplah yang ada tertulis dalam Kitab Suci?: “Aku haus!” Di situ ada suatu bekas penuh anggur asam. Maka mereka mencucukkan bunga karang, yang telah dicelupkan dalam anggur asam, pada sebatang hisop lalu mengunjukkannya ke mulut Yesus. Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia: “Sudah selesai.” Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya. Karena hari itu hari persiapan dan supaya pada hari Sabat mayat-mayat itu tidak tinggal tergantung pada kayu salib — sebab Sabat itu adalah hari yang besar — maka datanglah orang-orang Yahudi kepada Pilatus dan meminta kepadanya supaya kaki orang-orang itu dipatahkan dan mayat-mayatnya diturunkan. Maka datanglah prajurit-prajurit lalu mematahkan kaki orang yang pertama dan kaki orang yang lain yang disalibkan bersama-sama dengan Yesus; tetapi ketika mereka sampai kepada Yesus dan melihat bahwa Ia telah mati, mereka tidak mematahkan kaki-Nya, tetapi seorang dari antara prajurit itu menikam lambung-Nya dengan tombak, dan segera mengalir keluar darah dan air.
Demikianlah Sabda Tuhan
U: Terpujilah Kristus

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm Benediktus Mulyono SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.

Saudara-Saudari, salam jumpa bersama saya Rm Benediktus Mulyono SCJ dari Resistencia, Argentina dalam RESI (Renungan Singkat) Dehonian: Senin, 25 Mei 2026. Peringatan Santa Maria, Bunda Gereja.

Saudara-saudara terkasih dalam Kristus, Ketika salib Kristus berdiri, di bawahnya ada Maria, ibu-Nya, dan juga ada Yusuf, Yakobus, serta Yohanes yang dikasihi. Dalam momen sengsara yang paling pahit itu, Maria tidak meninggalkan kaki salib; ia memilih iman dan penyerahan senantiasa. Dari kejadian ini, Gereja diajak melihat peran seorang ibu sebagai teladan solidaritas, kesetiaan, dan doa yang menggerakkan iman komunitas. Maria memberikan teladan akan kasih sejati seorang Ibu terhadap Putranya. Kesetiaan Maria mengalahkan ego sebagai seorang manusia dan untuk terus menunjukkan bahwa kasih tanpa batas sebagai manusia itu ternyata bisa diwujudkan.

Bunda Gereja sekaligus mengingatkan kita bahwa iman tidak pernah sebagai hanya urusan pribadi; iman sejati lahir dan tumbuh dan berproses dalam kasih persaudaraan dan tanggung jawab bersama. Itulah makna perkataan Yesus di kayu salib: Yohanes diangkat sebagai anak Maria dan Maria sebagai ibu bagi Yohanes. Itu artinya: panggilan kita sebagai umat beriman adalah saling menjaga, melindungi, dan menyalurkan kasih Allah kepada sesama.

Saudara-saudari Terkasih, Gereja lahir dari suka duka dan sengsara bersama; kita dipanggil untuk menebarkan kasih, menyambut mereka yang tersisih, dan membangun komunitas yang saling merawat seperti Maria merawat umat Allah sebagai anak-anak Maria. Bunda Gereja juga mengundang kita untuk merenungkan bagaimana kita turut mengambil bagian dalam karya keselamatan melalui penerimaan satu sama lain; melalui pelayanan persaudaraan yang nyata.

Saling mendukung, saling meneguhkan, saling mengerti dan saling mencintai merupakan ciri-ciri murid Yesus dan anak-anak Maria yang sejati.

Akhirnya, marilah kita mengikuti teladan Maria untuk tetap setia dan selalu dekat pada salib kehidupan; menjadi murid-murid yang peduli, dan membangun gereja yang hidup melalui iman, doa, persaudaraan, serta pelayanan kasih yang nyata. Santa Maria Bunda Gereja, Doakanlah Kami.

Berkat Allah Yang Maha Kuasa untuk kita: (+) Dalam Nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin. (Salam Kasih dan Doa kami dari Komunitas SCJ, Kota Resistencia – Provinsi Chaco – ARGENTINA).

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN: 

Allah Bapa Mahakudus, berkenanlah menerima persembahan kami. Jadikanlah roti dan anggur ini wujud nyata misteri keselamatan-Mu yang mampu mengobarkan hati kami. Semoga kami semakin sehati berdoa bersama Santa Perawan Maria, Bunda Gereja dan turut mewujudkan karya penebusan-Mu. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin

PREFASI – Maria, Citra dan Bunda Gereja

Sungguh layak dan benar, pantas dan menyelamatkan, bahwa kami selalu dan di mana pun bersyukur kepada-Mu, Tuhan, Bapa yang kudus, Allah yang mahakuasa dan kekal dan memuliakan Dikau dengan pujian yang pantas pada perayaan Santa Perawan Maria ini.

Dengan menerima Sabda-Mu dalam hati yang tak bernoda, dia diperkenankan mengandung-Nya dalam rahim yang perawan; dan, dengan melahirkan Sang Pencipta, dia menunjang Gereja sejak awal mula. Dengan menerima pesan akhir kasih ilahi di bawah salib, dia mengangkat sebagai anaknya semua orang, yang oleh wafat Kristus, dilahirkan untuk hidup ilahi. Dengan menggabungkan doanya pada doa para Rasul, yang menantikan janji-Mu, dia tampil sebagai teladan Gereja yang berdoa.

Dan, setelah diangkat ke dalam kemuliaan surgawi, dengan kasih keibuan, ia mendampingi Gereja yang berziarah; dan, dengan penuh kasih sayang, ia menjaga langkah Gereja menuju tanah air abadi, sampai tiba hari Tuhan yang mulia.

Dari sebab itu, bersama para Kudus dan semua Malaikat, kami turut memuliakan Dikau dengan tak henti-hentinya berseru: Kudus…kudus…kuduslah Tuhan…

ANTIFON KOMUNI – Yohanes 19:26-27

Ketika bergantung di kayu salib, Yesus berkata kepada murid yang Dia kasihi, “Inilah Ibumu.”

DOA SESUDAH KOMUNI:

Allah Bapa Maha Pengasih, karena kemurahan-Mu kami menerima janji penebusan dalam Ekaristi yang telah kami sambut ini. Semoga dengan rahmat Roh Kudus yang Kaucurahkan dan pertolongan Bunda Perawan Tersuci, Gereja-Mu mampu menerangi segala bangsa dengan tekun mewartakan Injil sampai ke hidup yang kekal. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami.

DOWNLOAD AUDIO RESI: 

Peringatan Santa Perawan Maria, Bunda Gereja

Wahai Perawan yang bahagia, engkau melahirkan Tuhan; Wahai Bunda Gereja yang terberkati, Engkau menghangatkan hati kami dengan Roh Putra-Mu Yesus Kristus.


Paus Fransiskus telah menetapkan bahwa devosi kuno kepada Perawan Maria yang Terberkati, dengan gelar Bunda Gereja , dimasukkan ke dalam Kalender Romawi. Perayaan liturgi, B. Mariæ Virginis, Ecclesiæ Matris , akan dirayakan setiap tahun sebagai Peringatan pada hari setelah Pentakosta.

Maria, Bunda Gereja

Santo Paulus VI, pada akhir Sidang Ketiga Konsili Vatikan Kedua pada tahun 1964, mendeklarasikan Perawan Maria yang Terberkati sebagai “Bunda Gereja”, artinya seluruh umat Kristiani, umat beriman serta para pendeta, yang menyebutnya sebagai Bunda yang paling penuh kasih dan menetapkan bahwa “Bunda Allah harus lebih dihormati dan dipanggil oleh seluruh umat Kristiani dengan gelar yang paling lembut ini.” Namun baru pada tanggal 11 Februari 2018, Kongregasi Ibadah Ilahi dan Tata Tertib Sakramen memasukkan Peringatan wajib baru Perawan Maria yang Terberkati sebagai Bunda Gereja, ke dalam Kalender Umum Romawi. Peringatan ini dirayakan setiap tahun pada hari Senin setelah Pentakosta, yang merupakan hari yang tepat karena Maria juga hadir di ruangan itu pada hari ulang tahun Gereja. Dengan mengeluarkan Dekrit tentang perayaan hari raya Maria Bunda Gereja , Paus Fransiskus ingin mendorong devosi ini guna “mendorong tumbuhnya rasa keibuan Gereja di kalangan para pendeta, religius dan umat beriman, serta pertumbuhan kesalehan Maria yang sejati.”

Dekrit tersebut merefleksikan sejarah teologi Maria dalam tradisi liturgi Gereja dan tulisan-tulisan para Bapa Gereja. Dikatakan Santo Agustinus dan Paus Santo Leo Agung keduanya merefleksikan pentingnya Perawan Maria dalam misteri Kristus.

“Sebenarnya mantan [St. Agustinus] mengatakan bahwa Maria adalah ibu dari para anggota Kristus, karena dengan kasih ia bekerja sama dalam kelahiran kembali umat beriman ke dalam Gereja, sedangkan yang terakhir [St. Leo Agung] mengatakan bahwa kelahiran Kepala juga merupakan kelahiran tubuh, dengan demikian menunjukkan bahwa Maria sekaligus Bunda Kristus, Putra Allah, dan ibu dari anggota Tubuh Mistiknya, yaitu Gereja. ”

Dekrit tersebut mengatakan bahwa refleksi ini adalah hasil dari “keibuan ilahi Maria dan dari kesatuan intimnya dalam karya Penebus.”

Kitab Suci, menurut dekrit tersebut, menggambarkan Maria di kaki Salib (lih. Yoh 19:25). Di sana dia menjadi Bunda Gereja ketika dia “menerima wasiat kasih Putranya dan menyambut semua orang dalam pribadi murid terkasih sebagai putra dan putri untuk dilahirkan kembali dalam kehidupan kekal.”

Pada tahun 1964, dekrit tersebut mengatakan, Paus Paulus VI “mendeklarasikan Perawan Maria yang Terberkati sebagai ‘Bunda Gereja, yaitu bagi semua umat Kristiani, umat beriman serta para pendeta, yang menyebutnya sebagai Bunda yang paling penuh kasih’ dan menetapkan bahwa ‘Bunda Allah harus lebih dihormati dan disembah oleh seluruh umat Kristiani dengan gelar yang paling lembut ini.’”

 

sumber: https://www.catholicculture.org/culture/liturgicalyear/calendar/day.cfm?date=2022-06-06

4 Comments

  • Epin Roma Mei 25, 2026 at 2:44 am

    Terima kasih Romo Tuhan Yesus memberkati kita semua. Amin

    Reply
  • Herlin Mei 25, 2026 at 6:43 am

    Bunda Maria,bunda gereja.
    Doakanlah kami.

    Reply
  • Firmus Dega Mei 25, 2026 at 7:36 am

    Makasih Romo

    Reply
  • Firmus Dega Mei 25, 2026 at 7:37 am

    Makasih banyak Romo atas renungannya

    Reply

Leave a Comment