
Rm. Antonius Tugiyatno SCJ dari komunitas Kokonao Timika Papua
AUDIO RESI:
ANTIFON PEMBUKA:
Para kudus bergembira di surga, sebab telah mengikuti jejak Kristus. Mereka menumpahkan darahnya demi Dia, sehingga kini bersuka ria selamanya.
PENGANTAR:
Dionisius, asal Perancis Utara, semula seorang pelaut. Pada umur 35 tahun ia memutuskan menjadi ima dan masuk biara Karmel. Sedangkan Redemptus, asal Portugal, semula seorang tentara Portugal, yang menjadi bruder Karmel. Pada tahun 1638 keduanya mengikuti rombongan utusan Portugasl ke Aceh. Sampai di sana mereka di tangkap dan dipenjarakan. Pada tanggal 29 November 1638 mereka gugur sebagai martir. Usaha mereka untuk mewartakan Injil di Indonesia nampaknya gagal total. Tetapi bukanlah biji gandung harus jatuh dan mati, supaya dapat tumbuh dan berbuah?
DOA KOLEKTA:
Marilah berdoa: Allah Bapa sekalian manusia. Engkau telah mendorong Beato Dionisius dan Redemptus untuk meninggalkan tanah airnya masing-masing dan menaburkan benih sabda-Mu di Asia. Di tanah air kami mereka menyerahkan nyawa demi nama-Mu dan usaha mereka terhenti. Semoga kami mampu meneruskan usaha mulia itu, sehingga akhirnya biji gandung yang jatuh dan mati itu menghasilkan buah berlimpah. Demi Yesus Kristus,…
BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kitab Yesaya 2:1-5
“Tuhan menghimpun semua bangsa dalam kerajaan damai abadi Allah.”
Inilah firman yang dinyatakan kepada Yesaya, putera Amos, tentang Yehuda dan Yerusalem, “Pada hari-hari yang terakhir akan terjadilah hal-hal ini: Gunung tempat rumah Tuhan akan berdiri tegak di atas gunung-gunung dan menjulang tinggi di atas bukit-bukit. Segala bangsa akan berduyun-duyun ke sana, dan banyak suku bangsa akan pergi serta berkata, ‘Mari kita naik ke gunung Tuhan, ke rumah Allah Yakub, supaya Ia mengajar kita tentang jalan-jalan-Nya, dan supaya kita berjalan menempuh jalan itu. Sebab dari Sion akan keluar pengajaran, dan dari Yerusalem akan keluar sabda Tuhan. ‘Tuhan akan menjadi hakim antara bangsa-bangsa dan akan menjadi wasit bagi banyak suku bangsa. Maka mereka akan menempa pedang-pedangnya menjadi mata bajak dan tombak-tombaknya menjadi pisau pemangkas. Bangsa yang satu tidak akan lagi mengangkat pedang terhadap bangsa yang lain, dan mereka tidak akan lagi berlatih perang. Hai kaum keturunan Yakub, mari kita berjalan di dalam terang Tuhan!”
Atau
BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kitab Yesaya (4:2-6)
Orang-orang Israel yang selamat akan disebut kudus karena telah dibersihkan dari segala noda. Semuanya akan dilindungi Tuhan siang dan malam.
Pada waktu itu tunas yang ditumbuhkan Tuhan akan menjadi permai dan mulia, dan hasil bumi akan menjadi kebanggaan serta kehormatan bagi orang-orang Israel yang selamat. Dan semua orang yang tertinggal di Sion dan yang tersisa di Yerusalem akan disebut kudus. Mereka itu ialah setiap orang di Yerusalem yang tercatat untuk beroleh hidup, apabila Tuhan telah membersihkan kekotoran puteri Sion dan menghapuskan segala noda darah Yerusalem dari tengah-tengahnya dengan roh yang mengadili dan yang membakar. Maka Tuhan akan menjadikan di atas seluruh wilayah Gunung Sion dan di atas semua pertemuan yang diadakan di situ segumpal awan pada waktu siang dan segumpal asap serta sinar api yang menyala-nyala pada waktu malam. Sebab di atas semuanya itu akan nampak kemuliaan Tuhan sebagai tudung dan pondok tempat bernaung terhadap panas terik pada waktu siang dan sebagai perlindungan serta persembunyian terhadap angin ribut serta hujan.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 122:1-2.3-4a. (4b-5.6-7). 8-9
Ref. ‘Ku menuju ke altar Allah dengan sukacita.
-
Aku bersukacita, ketika orang berkata kepadaku, “Mari kita pergi ke rumah Tuhan.” Sekarang kaki kami berdiri di pintu gerbangmu, hai Yerusalem.
-
Hai Yerusalem, yang telah didirikan sebagai kota yang bersambung rapat, kepadamu suku-suku berziarah yakni suku-suku Tuhan.
-
Untuk bersyukur kepada nama Tuhan sesuai dengan peraturan bagi Israel. Sebab di Yerusalemlah ditaruh kursi-kursi pengadilan, kursi-kursi milik keluarga Raja Daud.
-
Berdoalah untuk kesejahteraan Yerusalem: “Biarlah orang-orang yang mencintaimu mendapat kesentosaan. Biarlah kesejahteraan ada di lingkungan tembokmu, dan kesentosaan di dalam purimu!”
-
Oleh karena saudara-saudara dan teman-temanku aku hendak mengucapkan: Semoga kesejahteraan ada di dalammu!” Oleh karena rumah Tuhan, Allah kita, aku hendak mencari kebaikan bagimu.
BAIT PENGANTAR INJIL:
U : Alleluya, alleluya, alleluya.
S : (Mzm 80:8) Ya Allah, pulihkanlah kami buatlah wajah-Mu bersinar, maka selamatlah kami.
BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius 8:5-11
“Banyak orang akan datang dari timur dan barat masuk Kerajaan Surga.”
Pada waktu itu Yesus masuk ke kota Kapernaum. Maka datanglah seorang perwira mendapatkan Dia dan mohon kepada-Nya, “Tuan, hambaku terbaring di rumah karena sakit lumpuh, dan ia sangat menderita.” Yesus berkata kepadanya, “Aku akan datang menyembuhkannya.” Tetapi perwira itu menjawab, “Tuan, aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku. Katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh. Sebab aku sendiri seorang bawahan, dan di bawahku ada pula prajurit. Jika aku berkata kepada salah seorang prajurit itu, ‘Pergi!’ maka ia pergi; dan kepada seorang lagi, ‘Datang!’ maka ia datang; ataupun kepada hambaku, ‘Kerjakanlah ini!’ maka ia mengerjakannya.” Mendengar hal itu heranlah Yesus. Maka Ia berkata kepada mereka yang mengikuti-Nya, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya iman sebesar ini tidak pernah Kujumpai pada seorang pun di antara orang Israel. Aku berkata kepadamu, banyak orang akan datang dari timur dan barat, dan duduk makan bersama dengan Abraham, Ishak dan Yakub di dalam Kerajaan Surga.”
Demikianlah Sabda Tuhan
U. Terpujilah Kristus.
RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Antonius Tugiyatno SCJ
Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.
Saudara–saudari sahabat Resi Dehonian yang dikasihi oleh Tuhan, kita berjumpa kembali dalam Resi renungan singkat Dehonian edisi Senin Adven Pertama 1 Desember 2025. Hari ini Gereja memperingati St. Dionosius dan Redemptus Martir. Bersama saya Romo Antonius Tugiyatno SCJ dari komunitas Kokonao Timika Papua. Kita akan mendengarkan dan merenungkan Sabda Tuhan dari Injil Matius 8: 5-11. Marilah kita memulainya dengan membuat tanda kemenangan Tuhan, dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin
Saudara-saudari yang ikasihi oleh Tuhan, ada sebuah pepatah kuno yang berkata: “Kekuatan sejati bukan pada tangan yang menggenggam, tetapi pada hati yang percaya.” Pepatah ini seakan menyuarakan inti perjalanan iman: bahwa sering kali, bukan tindakan besar yang menggugah Tuhan, melainkan kerendahan hati yang percaya sepenuhnya pada-Nya. Pepatah ini mengajak kita masuk lebih dalam adakah hati kita sungguh percaya sebelum melihat, dan berharap sebelum menerima? Pada kesempatan kali ini saya merenungkan dua hal:
-
Iman yang Tumbuh dari Kerendahan Hati: Perwira dalam Injil ini tidak meminta Tuhan berdasarkan pangkat, kedudukan, atau jasa. Ia justru berkata, “Tuhan, aku tidak pantas…” Inilah inti iman sejati: bukan merasa layak, tetapi menyadari bahwa kasih Tuhan jauh lebih besar dari ketidaklayakan kita. Iman yang sejati mulai tumbuh saat kita berhenti mengandalkan diri, dan mulai bersandar sepenuhnya pada-Nya. Dalam setiap doa, Tuhan tidak menunggu kata-kata indah, Ia menanti hati yang rendah dan percaya.
-
Kekuatan Sabda Tuhan yang Menyembuhkan: Perwira percaya bahwa sabda Yesus memiliki kuasa untuk menembus jarak, melampaui batas ruang dan waktu. Ia membuktikan bahwa iman bukanlah soal melihat mujizat dengan mata, tetapi percaya kepada Sabda-Nya bahkan sebelum mujizat terjadi. Kita pun dipanggil untuk percaya bahwa Sabda Tuhan bukan sekadar kata-kata indah, tetapi kekuatan yang menyembuhkan luka terdalam, membangkitkan harapan, dan menghidupkan kembali jiwa yang letih.
Maka Saudara-saudari yang dikasihi oleh Tuhan marilah kita datang kepada Tuhan seperti sikap perwira itu: tanpa keangkuhan, tanpa merasa pantas, tetapi dengan iman yang percaya bahwa sabda-Nya cukup bagi hidup kita. Ketika kita berseru dalam kelemahan, “Tuhan, katakanlah sepatah kata…,” kita sedang membuka pintu bagi karya penyembuhan dan kasih-Nya. Sebab Tuhan tidak mencari hati yang sempurna, Ia mencari hati yang percaya. Semoga hati Kudus Yesus senantiasa merajai hati kita.
DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN:
Allah Bapa mahakudus, semoga ibadat yang kami laksanakan di hadirat-Mu dalam perjalanan ziarah kami, kelak mendatangkan anugerah penebusan kekal. Demi Kristus, …..
ANTIFON KOMUNI – lih. Mazmur 106:4-5; Yesaya 38:3
Datanglah, ya Tuhan, kunjungilah kami dengan damai, agar kami sebulat hati bersukacita di hadapan-Mu.
DOA SESUDAH KOMUNI:
Marilah berdoa: Allah Bapa mahamulia, semoga ibadat yang kami lakukan ini mendatangkan keselamatan bagi kami. Kiranya Engkau mengajar kami mendambakan harta surgawi di tengah suka-duka dunia ini. Demi Kristus,
DOWNLOAD AUDIO RESI:
Resi-Senin 01 Desember 2025 oleh Rm. Antonius Tugiyatno SCJ dari komunitas Kokonao Timika PapuaUnduh

Beato Dionisius dan Redemptus
Doakanlah kami
Makasih Romo