
Br Andreas Gatot Yudoanggono SCJ dari Komunitas SCJ Cipinang-Cempedak Jakarta Indonesia
AUDIO RESI:
Antifon Pembukaan – Wahyu 19:7.6
Marilah kita bergembira dan memuliakan Tuhan, Raja yang mahakuasa. Aleluya.
PENGANTAR:
“Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus, maka engkau akan diselamatkan,” jawab Paulus dengan tegas. Para rasul sedih ke tika Yesus meninggalkan mereka. Namun, Yesus menyatakan bahwa kepergian-Nya itu baik, sebab Ia lalu dapat mengutus Roh Kudus, yang akan membantu kita mengimani Tuhan Yesus dan menyemangati kita memberi kesaksian tentang Dia.
DOA KOLEKTA:
Marilah berdoa: Allah Bapa kami di surga, kami umat-Mu selalu bergembira karena diangkat menjadi putra dan putri-Mu. Semoga kami dapat mengharapkan kebangkitan serta keselamatan abadi. Demi Yesus Kristus Putra-Mu, ….
BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kisah Para Rasul 16:22-34
“Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus, dan engkau akan selamat, engkau dan sisi rumahmu.”
Ketika Paulus dan Silas ada di Kota Filipi terjadilah yang berikut ini: Orang-orang Filipi bangkit menentang Paulus dan Silas; lalu pembesar-pembesar kota itu menyuruh mengoyakkan pakaian dari tubuh mereka dan mendera mereka. Setelah berkali-kali didera, mereka dilemparkan ke dalam penjara. Kepala penjara diperintahkan untuk menjaga mereka dengan sungguh-sungguh. Sesuai dengan perintah itu, kepala penjara memasukkan mereka ke ruang penjara yang paling tengah dan membelenggu kaki mereka dalam pasungan yang kuat. Tetapi kira-kira tengah malam Paulus dan Silas berdoa dan menyanyikan puji-pujian kepada Allah, dan orang-orang hukuman lain mendengarkan mereka. Dan terjadilah gempa bumi yang hebat, sehingga sendi-sendi penjara itu goyah. Seketika itu juga terbukalah semua pintu dan terlepaslah belenggu mereka semua. Ketika kepala penjara itu terjaga dari tidurnya dan melihat pintu-pintu penjara terbuka, ia menghunus pedangnya hendak membunuh diri, karena ia menyangka, bahwa orang-orang hukuman itu telah melarikan diri. Tetapi Paulus berseru dengan suara nyaring, katanya, “Jangan celakakan dirimu, sebab kami semuanya masih ada di sini.” Kepala penjara itu menyuruh membawa suluh, lalu berlari masuk dan dengan gemetar tersungkurlah ia di depan Paulus dan Silas. Ia mengantar mereka keluar, sambil berkata, “Tuan-tuan, apakah yang harus aku perbuat supaya aku selamat?” Jawab mereka, “Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu.” Lalu Paulus dan Silas memberitakan firman Tuhan kepadanya dan kepada semua orang yang ada di rumahnya. Pada jam itu juga kepala penjara itu membawa mereka dan membasuh bilur-bilur mereka. Seketika itu juga ia dan keluarganya memberi diri dibaptis. Lalu ia membawa mereka ke rumahnya dan menghidangkan makanan kepada mereka. Dan ia sangat bergembira, bahwa ia dan seisi rumahnya telah menjadi percaya kepada Allah.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 138:1-2a.2b-3.7c-8
Ref. Tangan kanan-Mu menyelamatkan daku, ya Tuhan.
-
Aku hendak bersyukur kepada-Mu dengan segenap hati, karena Engkau mendengarkan kata-kata mulutku. Di hadapan para dewata aku akan bermazmur bagi-Mu, aku hendak bersujud ke arah bait-Mu yang kudus.
-
Aku hendak memuji nama-Mu oleh karena kasih-Mu dan oleh karena setia-Mu; Pada hari aku berseru, Engkau pun menjawab aku, Engkau menambahkan kekuatan dalam jiwaku.
-
Tangan kanan-Mu menyelamatkan daku, Engkau akan menyelesaikan segalanya bagiku! Ya Tuhan, kasih setia-Mu kekal abadi, janganlah Kautinggalkan buatan tangan-Mu!
BAIT PENGANTAR INJIL:
U : Alleluya, alleluya
S : (Yoh 16:7,13) Aku akan mengutus Roh kebenaran kepadamu, sabda Tuhan, dan Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran.
BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes 16:5-11
“Jikalau Aku tidak pergi, penghibur tidak akan datang kepadamu.”
Dalam amanat perpisahan-Nya Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Sekarang Aku pergi kepada Dia yang telah mengutus Aku, dan tiada seorang pun di antara kamu yang bertanya kepada-Ku: Ke mana Engkau pergi? Tetapi benar yang Kukatakan kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, penghibur tidak akan datang kepadamu; sebaliknya jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu. Dan kalau penghibur itu datang, Ia akan menginsyafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman; akan dosa, karena mereka tetap tidak percaya kepada-Ku; akan kebenaran, karena Aku pergi kepada Bapa dan kamu tidak melihat Aku lagi; akan penghakiman, karena penguasa dunia ini telah dihukum.”
Demikianlah Sabda Tuhan
U. Terpujilah Kristus.
RESI DIBAWAKAN OLEH Br Andreas Gatot Yudoanggono SCJ
Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.
Sahabat Resi Dehonian yang dicintai dan mencintai Hati Kudus Yesus.. Salam jumpa Bersama Saya, Br. Andreas Gatot Yudoanggono SCJ dari Rumah SCJ Cipinang Cempedak Jakarta Timur Indonesia, dalam Resi (Renungan singkat) Edisi Selasa, 12 Mei 2026, Hari Hari Biasa Pekan VI Paskah. Tema Resi kita kali ini adalah: “Roh Kudus: Menyadarkan, Menuntun, dan Menguatkan” Marilah kita mempersiapkan hati untuk mendengarkan bacaan hari ini. Dalam Nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin
Para Sahabat, Saudari-saudara yang dikasihi dan mengasihi Hati Yesus. Dalam bacaan injil hari ini dikisahkan bahwa Tuhan Yesus bersabda kepada para murid bahwa Ia akan pergi kepada Bapa. Mendengar hal itu, hati para murid dipenuhi kesedihan karena mereka merasa akan kehilangan Guru yang selama ini menemani mereka. Namun Tuhan Yesus justru mengatakan bahwa kepergian-Nya adalah sesuatu yang baik, sebab jika Ia pergi, Ia akan mengutus Roh Kudus, Sang Penolong. Roh Kudus akan bekerja di dalam hati manusia untuk menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran, dan penghakiman. Melalui Roh Kudus, Tuhan Yesus tetap hadir dan bekerja di tengah hidup umat-Nya. Lalu apa yang bisa kita refleksikan dari perikop yang kita dengan hari ini? Saya menawarkan 3 hal saja:
-
Roh Kudus diutus untuk menginsafkan manusia akan dosa: Dosa sering kali tidak lagi disadari karena manusia terbiasa hidup dalam egoisme, kemarahan, kebohongan, atau sikap tidak peduli terhadap sesama. Kadang kita merasa diri sudah benar, padahal hati kita jauh dari kasih Tuhan. Roh Kudus bekerja melalui hati nurani agar kita sadar bahwa ada sikap dan tindakan yang perlu diperbaiki. Misalnya, ketika kita menyakiti orang lain dengan kata-kata, namun kemudian hati terasa gelisah dan ingin meminta maaf. Itulah Roh Kudus yang mengetuk hati kita. Lalu apa yang bisa kita refleksikan: “Apakah saya masih mau mendengarkan suara hati yang mengajak saya bertobat, atau justru menutup diri terhadap teguran Tuhan?”
-
Roh Kudus menuntun kita kepada kebenaran. Tuhan Yesus mengatakan bahwa Roh Kudus akan menunjukkan kebenaran sejati. Di zaman sekarang, orang mudah bingung membedakan mana yang benar dan mana yang hanya mengikuti arus dunia. Kadang demi diterima lingkungan, orang rela berbohong, menipu, atau ikut melakukan hal yang salah. Roh Kudus membantu kita berani memilih yang benar meskipun tidak populer. Misalnya, tetap jujur saat ujian atau tetap menjalankan tugas dengan sungguh meskipun tidak ada yang melihat.Yang menjadi pertanyaan refleksinya adalah :”Dalam hidup sehari-hari, apakah saya berani memilih kebenaran meskipun harus berkorban?”
-
Roh Kudus menginsafkan dunia akan penghakiman, sebab penguasa dunia ini telah dihukum: Yang dimaksud Tuhan Yesus adalah bahwa kuasa dosa, kejahatan, dan kegelapan sebenarnya sudah dikalahkan melalui wafat dan kebangkitan-Nya. Dunia sering membuat orang takut: takut gagal, takut ditolak, takut kehilangan, bahkan takut berbuat baik karena khawatir dirugikan. Namun Roh Kudus mengingatkan bahwa kejahatan tidak memiliki kemenangan terakhir. Misalnya, ketika seseorang tetap memilih jujur meskipun diejek, tetap mengampuni meski disakiti, atau tetap setia melayani walau tidak dihargai. Semua itu menjadi tanda bahwa terang Kristus lebih kuat daripada kuasa dunia. Roh Kudus memberi keberanian agar kita tidak dikuasai rasa takut dan godaan duniawi. Kita bisa bertanya dalam diri kita:”Apakah saya masih dikuasai ketakutan dan cara hidup duniawi, ataukah saya percaya bahwa Kristus telah menang atas kuasa kejahatan?”
Amin🙏
Terimakasih Romo2 SCJ,
melalui resi dehonian saya memiliki sarana untuk membaca dan memahami firman2 Tuhan.
Semoga Romo semua sehat dan selalu teguh dalam karya pelayanan.
Tuhan Yesus memberkati 🙏
Amin. Bu Helena. Semoga menjadi berkat. Br. Gatot
Amin
Terima kasih Romo atas Homilinya. Tuhan Yesus Memberkati kita semua. Amin
Amin.
Terimakasih Romo