Sabtu, 13 Desember 2025 – Peringatan Wajib St. Lusia, Perawan dan Martir

Rm.Paskalis Aditya Wardana SCJ dari komunitas Seminari Menengah Santo Paulus Palembang – Indonesia

 
 
 

AUDIO RESI:

ANTIFON PEMBUKA: 

Inilah martir sejati yang setia menumpahkan darah untuk membela nama Kristus. Ia tidak takut terhadap ancaman di pengadilan. Kerajaan surga kini menjadi miliknya.

KATA PENGANTAR:

Di dalam gelap gulita orang mengharapkan cahaya. Di dalam masa yang serba sulit orang-orang tabah bagi kebanyakan orang menjadi cahaya dan harapan. Dalam penganiayaan kejam di Sisilia tingkah laku Lusia seorang gadis yang baru bertobat,mejadi pegangan banyak orang seiman. “Cahaya” namanya. Cahaya iman dipancarkan kendati sakit, menderita sampai meninggalnya. Teladannya amat terkenal di seluruh Gereja Muda. Di Skandinavia sekarang orang setia tahun merayakan dengan pesta cahaya.

DOA KOLEKTA:

Allah Bapa, sumber cahaya abadi, dengarkanlah kiranya kami berkat bantuan Santa Lusia, martir-Mu. Semoga kemuliaannya yang kami peringati di dunia, kelak kami saksikan pula di surga. Demi Yesus Kristus, Putra-Mu,….

Bacaan dari Kitab Putra Sirakh 48:1-4.9-11

“Elia akan datang lagi.”

Dahulu kala tampillah Nabi Elia bagaikan api. Perkataannya membakar laksana obor. Dialah yang mendatangkan kelaparan atas orang Israel, dan karena geramnya, jumlah mereka dijadikannya sedikit. Atas firman Tuhan langit dikunci olehnya dan api diturunkannya sampai tiga kali. Betapa mulialah engkau, hai Elia, dengan segala mukjizatmu! Siapa dapat memegahkan diri sama dengan dikau? Dalam olak angin berapi engkau diangkat, dalam kereta dengan kuda berapi. Engkau tercantum dalam ancaman-ancaman tentang masa depan untuk meredakan kemurkaan sebelum meletus, untuk mengembalikan hati bapa kepada anaknya serta memulihkan segala suku Yakub. Berbahagialah orang yang telah melihat engkau, dan yang meninggal dalam kasih.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 80:2ac.3b.15-16.18-19

Ref. Bangkitkanlah, ya Tuhan, kegagahan-Mu, dan datanglah menyelamatkan kami.

  1. Hai gembala Israel, pasanglah telinga-Mu, Engkau yang duduk di atas para kerub, tampillah bersinar. Bangkitkanlah keperkasaan-Mu, dan datanglah menyelamatkan kami.

  2. Ya Allah semesta alam, kembalilah, pandanglah dari langit, dan lihatlah! Tengoklah pohon anggur ini, lindungilah batang yang ditanam oleh tangan kanan-Mu!

  3. Kiranya tangan-Mu melindungi orang yang ada di sebelah kanan-Mu, anak manusia yang telah Kauteguhkan. Maka kami tidak akan menyimpang dari pada-Mu. Biarkanlah kami hidup, maka kami akan menyerukan nama-Mu.

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Alleluya, alleluya, alleluya
S : (Lukas 3:4.6) Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya, dan semua orang akan melihat keselamatan yang dari Tuhan.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius 17:10-13

“Elia sudah datang, tetapi orang tidak mengenal dia.”

Ketika Yesus dan murid-murid-Nya turun dari gunung, para murid bertanya kepada-Nya, “Mengapa ahli-ahli Taurat berkata bahwa Elia harus datang dahulu?” Yesus menjawab, “Memang Elia akan datang dan memulihkan segala sesuatu. Dan Aku berkata kepadamu, Elia sudah datang, tetapi orang tidak mengenal dia, dan memperlakukannya menurut kehendak mereka. Demikian pula Anak Manusia akan menderita oleh mereka.” Pada waktu itu mengertilah murid-murid Yesus bahwa Ia berbicara tentang Yohanes Pembaptis.
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm.Paskalis Aditya Wardana SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.

Sahabat pencinta Hati Kudus Yesus yang terkasih dalam Tuhan. Kita berjumpa kembali dalam RESI (renungan singkat) dehonian pada Sabtu 13 Desember 2025 bersama saya Romo Paskalis Aditya Wardana SCJ dari komunitas Seminari Menengah Santo Paulus Palembang. Hari ini Bersama Gereja semesta, kita memperingati Santa Lucia, perawan dan martir. 

Saudara/i terkasih dalam Tuhan, kedewasaan seorang pribadi tidak berjalan searah dengan pertambahan usianya. Hal inilah yang tampak dalam pribadi ahli-ahli Taurat. Artinya, mereka sudah banyak menggeluti sabda Tuhan. Ternyata, kedekatan mereka dengan sabda Tuhan hanya sampai pada tataran kognitif, belum menyentuh kedalaman batin mereka sehingga berbuah dalam kehidupan rohani. Mereka hanya ingin dianggap sebagai orang saleh karena membaca sabda Tuhan. Dengan formula berbeda, mereka akan dekat dengan Sabda Tuhan sejauh memberikan kenikmatan dan afirmasi palsu belaka.

Pernyataan Yesus, “Elia sudah datang, tetapi orang tidak mengenal dia, dan memperlakukannya menurut kehendak mereka” merupakan teguran sekaligus undangan bagi kita untuk tidak sekadar tahu namun sungguh melihat dan mengalami rahmat dan penyertaan Tuhan yang sudah, sedang, dan akan senantiasa tercurah. Sabda yang kita baca dan dengar idealnya mengubah hidup seturut kehendak-Nya, bukan semau kita sendiri.

Saudara/i yang dikasihi dan mengasihi Tuhan, semoga masa advent dan peringatan Santa Lucia yang sedang kita jalani juga mampu menerangi dan membuka mata kita pada pengenalan akan Sang Juruselamat sekaligus menegaskan panggilan kemuridan kita untuk menghadirkan rahmat belaskasih dan pengampunan. Semoga aliran rahmat Hati Kudus memampukan kita menjadi penyalur rahmat belaskasih dan sukacita kepada siapapun yang kita jumpai. Tuhan memberkati. Amin

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN:

Allah Bapa yang nahamulia, kami meluhurkan keagunagn-Mu yang nyata dalam hidup Santa Lusia, martir-Mu. Engkau telah berkenan melihat jasanya, maka sudilah kiranya Engkau berkenan juga menerima pengabdian kami. Demi Kristus,…

ANTIFON KOMUNI – Yoh 14:21-23

Barang siapa mencintai Aku, dicintai Bapa-Ku. Kami akan datang dan tinggal padanya.

DOA SESUDAH KOMUNI:

Marilah berdoa: Allah Bapa kami yang mahaagung, semoga kudus yang kami selenggarakan untuk menghormati Santa Lusia martir-Mu, sungguh mendorong dan menerangi kami. Siapkanlah kami pada perjamuan di surga. Demi Kristus,…

DOWNLOAD AUDIO RESI: 

Santa Lusia

Lucy of Syracuse

Santa Lusia dilahirkan pada akhir abad ketiga di Syracuse, pulau Sicilia. Orangtuanya berasal dari kalangan bangsawan Kristen yang saleh dan kaya-raya. Ayahnya meninggal ketika Lusia masih kecil. Lusia secara diam-diam berjanji kepada Yesus bahwa ia tidak akan pernah menikah agar ia dapat menjadi milik-Nya saja. 

Namun Ibunya, Eutychia, telah mengatur sebuah pernikahan untuknya. Selama tiga tahun Lucia berhasil menunda rencana pernikahan yang diatur ibunya itu. Untuk mengubah pikiran ibu Lusia mengajak ibunya yang sedang sakit untuk berdoa memohon kesembuhan di makam Santa Agatha, dan secara ajaib penyakit hemoragik panjang ibunya disembuhkan. Sebagai ungkapan rasa terima kasih atas kesembuhannya, ibunya mengijinkan Lusia memenuhi panggilan hidupnya.

Tetapi  Paschasius, pemuda kepada siapa ibunya pernah menjanjikan Lusia; amat marah karena kehilangan Lusia. Dalam puncak kemarahannya, ia melaporkan Lusia sebagai seorang pengikut Kristus kepada Gubernur Sicilia.  Gubernur memerintahkan agar Lusia ditangkap dan dibuang ke tempat pelacuran. Tetapi ketika para penjaga pergi untuk menjemputnya, mereka tidak bisa membawa lucia pergi karena Tuhan menjadikan tubuh wanita suci ini menjadi demikian berat. Bahkan walau mereka sudah mengikat Lusia pada seekor lembu; namun lembu tersebut tetap tidak dapat menyeret Lucia.

Gubernur memerintahkan untuk menyiksa dan membunuhnya. Santa lusia kemudian mengalami penyiksaan yang sangat hebat. Ia dianiaya dan kedua matanya dicongkel keluar. Bundel kayu diletakan dikelilingnya lalu dibakar agar Lusia tersiksa dalam api yang bernyala-nyala. Namun sungguh ajaib; Lusia sama sekali tidak merasa kepanasan dalam perapian itu. Karena itu Seorang algojo kemudian menghunus pedangnya lalu menusukkannya ke arah leher perawan suci ini sampai ia meninggal.

Lusia menjadi martir bagi Yesus pada tahun 304.  Namanya tercantum dalam doa “Nobis quoque peccatoribus” dalam Kanon Misa.

Variasi Nama

Luce (Italian), Luzia (German), Lucy (English), Llúcia (Catalan), Luca, Lucija (Croatian), Lucie (Czech), Luus (Dutch), Lucie, Luce, Lucette, Lucile, Lucille, Lucinde (French), Luca (Hungarian), Luus (Limburgish), Lucinda (Literature), Łucja, Lucja (Polish), Lúcia, Luzia, Lucinda (Portuguese), Liùsaidh (Scottish), Lucija (Slovene), Lucía, Lucila (Spanish), Lleucu (Welsh)

Bentuk Maskulin : Lucio (Italian), Lucius (English), Lucius (Ancient Roman)

 

Sumber:  https://katakombe.org/para-kudus/desember/lusia.html

1 Comment

  • Epin Roma Desember 13, 2025 at 3:44 am

    Terima kasih Romo Tuhan memberkati.amin

    Reply

Leave a Comment