
Br Andreas Gatot Yudoanggono SCJ dari Komunitas SCJ Cipinang-Cempedak Jakarta Indonesia
AUDIO RESI:
ANTIFON PEMBUKA – Mazmur 36:30-31
Mulut orang jujur menuturkan kebijaksanaan, dan lidahnya mengucapkan keadilan. Hukum Allah disimpan dalam hatinya.
PENGANTAR:
Suatu perencanaan matang pada permulaan tahun akan sangat membantu usaha mengisi tahun itu. Para perintis Gereja banyak jasanya bagi perkembangan selanjutnya. Greogorius dan Basilius merupakan perintis-perintis Gereja Eropa Timur. Sejak masih belajar mereka bersahabat dan bersama-sama mereka masuk biara. Basilius mengarahkan perhatiannya pada hidup membiara. Peraturan-peraturan hasil karyanya menjadi pola hidup membiara di Eropa Timur. Gregorius menjadi batrik di Istambul pada dan zamannya menjadi ahli teologi yang segani.
DOA KOLEKTA:
Marilah berdoa: Allah Bapa, sumber kebenaran, Santo Basilius dan Santo Gregorius menjadi cahaya terang bagi Gereja-Mu berkat teladan dan pengajaran mereka. Semoga berkat doa restunya kami selalu mencari kebenaran-Mu dengan rendah hati serta mencintai dan menghayatinya dengan setia. Demi Yesus Kristus, …
BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Surat Pertama Rasul Yohanes 2:22-28
“Apa yang telah kamu dengar harus tetap tinggal di dalam dirimu.”
Anak-anakku terkasih, barangsiapa menyangkal bahwa Yesus adalah Kristus, dia itu seorang pendusta! Dan barangsiapa menyangkal baik Bapa maupun Anak, ia juga tidak memiliki Bapa. Barangsiapa mengakui Anak, ia juga memiliki Bapa. Dan kamu, apa yang telah kamu dengar dari semula, itu harus tetap tinggal di dalam dirimu. Jika apa yang telah kamu dengar dari semula itu tetap tinggal di dalam dirimu, maka kamu akan tetap tinggal di dalam Anak dan di dalam Bapa. Dan inilah janji yang telah dijanjikan-Nya sendiri kepada kita, yaitu hidup yang kekal. Semua ini kutulis kepadamu, yaitu mengenai orang-orang yang berusaha menyesatkan kamu. Sebab di dalam dirimu tetap ada pengurapan yang telah kamu terima dari Yesus. Karena itu tidak perlu kamu diajar oleh orang lain. Tetapi sebagaimana pengurapan Yesus mengajar kamu tentang segala sesuatu – dan pengajaran-Nya itu benar, tidak dusta – dan sebagaimana Ia dahulu telah mengajar kamu, demikianlah hendaknya kamu tetap tinggal di dalam Dia.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 98:1.2-3b.3c-4
Ref. Segala ujung bumi melihat keselamatan yang datang dari Allah kita
-
Nyanyikanlah lagu baru bagi Tuhan, sebab Ia telah melakukan karya-karya yang ajaib; keselamatan telah dikerjakan oleh tangan kanan-Nya, oleh lengan-Nya yang kudus.
-
Tuhan telah memperkenalkan keselamatan yang datang dari pada-Nya. Ia telah menyatakan keadilan-Nya di hadapan para bangsa. Ia ingat akan kasih dan kesetiaan-Nya terhadap kaum Israel.
-
Segala ujung bumi telah melihat keselamatan yang datang dari Allah kita. Bersorak-sorailah bagi Tuhan, hai seluruh bumi, bergembiralah dan bermazmurlah.
BAIT PENGANTAR INJIL:
U : Alleluya, alleluya, alleluya
S : (Ibr 1:1-2) Dahulu kala dengan pelbagai cara Allah berbicara kepada leluhur kita dengan perantaraan para nabi; pada zaman akhir ini Ia berbicara kepada kita dengan perantaraan Anak-Nya.
BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes 1:19-28
“Sesudah aku akan datang Dia yang sudah ada sebelum aku.”
Inilah kesaksian Yohanes ketika orang Yahudi dari Yerusalem mengutus kepadanya beberapa imam dan orang-orang Lewi untuk menanyakan kepadanya, ‘Siapakah Engkau?’ Yohanes mengaku dan tidak berdusta, katanya, “Aku bukan Mesias!” Lalu mereka bertanya kepadanya, “Kalau begitu, siapakah engkau? Elia?” Yohanes menjawab, “Bukan!” “Engkaukah nabi yang akan datang?” Ia pun menjawab, “Bukan!” Maka kata mereka kepadanya, “Siapakah engkau? Sebab kami harus memberi jawab kepada mereka yang mengutus kami. Apakah katamu tentang dirimu sendiri?” Jawab Yohanes, “Akulah suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Luruskanlah jalan Tuhan seperti yang telah dikatakan Nabi Yesaya.” Di antara orang-orang yang diutus itu ada beberapa orang Farisi. Mereka bertanya-tanya kepadanya, “Mengapa engkau membaptis jikalau engkau bukan Mesias, bukan Elia, dan bukan nabi yang akan datang?” Yohanes menjawab kepada mereka, “Aku membaptis dengan air; tetapi di tengah-tengah kamu berdiri Dia yang tidak kamu kenal, yaitu Dia yang datang kemudian dari padaku. Membuka tali kasut-Nya pun aku tidak layak.” Hal ini terjadi di Betania yang di seberang Sungai Yordan, di mana Yohanes membaptis orang.
Demikianlah Sabda Tuhan
U. Terpujilah Kristus.
RESI DIBAWAKAN OLEH Br Andreas Gatot Yudoanggono SCJ
Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Mariae.
Para Sahabatku, Saudari-saudara yang dicintai dan mencintai Hati Kudus Yesus.. Salam jumpa bersama Saya, Br. Andreas Gatot Yudoanggono SCJ dari Komunitas SCJ Cipinang-Cempedak Jakarta Indonesia.dalam Resi (Renungan singkat) Edisi Jumat, 2 januari 2026. Bertepatan dengan peringatan wajib St. Basilius Agung dan St. Gregorius dari Nazianze Uskup dan Pujangga Gereja. Semoga Belas Kasih dan Kerahiman dari Hati Yesus yang Maha Kudus memberkati Anda semua. Amin. Tema Resi kita kali ini adalah “Menjadi Suara yang Mengantar pada Kristus”. Namun sebelumnya, mari kita persiapakan hati dan kita awali permenunga kita dengan tanda kemenangan Kristus. Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus
Para sahabatku, Saudari-saudara yang dikasihi dan mengasihi Hati Yesus. Dalam bacaan injil yang kita dengarkan hari ini memperlihatkan keteguhan St. Yohanes Pembaptis saat ditanya tentang jati dirinya. Ia menunjukkan kualitas kepribadiannya yang luar biasa, tidak terjebak untuk membuktikan kehebatan, tidak pula haus pengakuan. Ia menyadari bahwa dirinya bukanlah Mesias, bukan Elia, bukan pula nabi besar, ia hanyalah “suara” yang mempersiapkan jalan bagi Tuhan. Pada hari ini pula, Gereja memperingati St. Gregorius Agung serta St. Basilius dari Nazianze yaitu dua Bapa Gereja yang suaranya tak lekang oleh waktu. Kita diingatkan bahwa panggilan kita bukan menjadi pusat perhatian, melainkan menjadi suara yang mengantar sesama kepada Kristus. Lalu apa yang bisa kita renungkan? Saya menawarkan 3 hal saja.
-
Menjadi Jalan, Bukan Penghalang bagi Orang Mengenal Kristus: St. Yohanes tidak memakai panggung untuk dirinya. Ia sadar tujuan pelayanannya adalah mempersiapkan orang agar mudah mengenali Yesus. Dalam hidup sehari-hari, kita pun bisa menjadi “jalan”, yaitu agar orang merasakan kasih Allah atau sebaliknya, malahan menjadi batu sandungan. Kita dipanggil bukan hanya untuk berdoa, tapi juga menghidupi doa itu dalam sikap sehari-hari. Refleksi: Apakah sikap, kata-kata, dan keputusan hidupku menunjukkan wajah Kristus atau justru menutupi-Nya
-
Menjadi Suara Pengharapan di “Padang Gurun” Kehidupan: Yohanes bersuara di padang gurun, tempat yang sunyi, keras, dan sering diabaikan. Banyak “padang gurun” di zaman ini: lingkungan kerja yang toxic, keluarga yang penuh luka, konflik komunitas, kesepian batin, serta dunia digital yang membingungkan. Di sana suara kita dibutuhkan: bukan suara kebencian atau komentar yang menyiram bensin, tetapi suara pengharapan yang membuat orang merasa “tidak sendirian”. Misalnya kita dipanggil untuk mengirim pesan pengharapan dan sederhana kepada teman yang sedang drop: “Aku di sini kalau kamu butuh cerita. Tuhan bersamamu.” Memberi senyum kepada petugas kebersihan, berkata terima kasih dengan tulus, atau berani meminta maaf duluan. Pertanyaan Refleksi: Di mana “padang gurun” yang sedang Tuhan percayakan kepadaku? Apa satu suara kecil kebaikan yang bisa kuberikan hari ini?
Belum bisa download audio-nya 🙏
Amin
sudah bisa pak..