Jumat, 02 Januari 2026 – Peringatan Wajib. St. Basilius Agung dan St. Gregorius dari Nazianze Uskup dan Pujangga Gereja

Br Andreas Gatot Yudoanggono SCJ dari Komunitas SCJ Cipinang-Cempedak Jakarta Indonesia

 
 
 

AUDIO RESI:

ANTIFON PEMBUKA – Mazmur 36:30-31

Mulut orang jujur menuturkan kebijaksanaan, dan lidahnya mengucapkan keadilan. Hukum Allah disimpan dalam hatinya.

PENGANTAR: 

Suatu perencanaan matang pada permulaan tahun akan sangat membantu usaha mengisi tahun itu. Para perintis Gereja banyak jasanya bagi perkembangan selanjutnya. Greogorius dan Basilius merupakan perintis-perintis Gereja Eropa Timur. Sejak masih belajar mereka bersahabat dan bersama-sama mereka masuk biara. Basilius mengarahkan perhatiannya pada hidup membiara. Peraturan-peraturan hasil karyanya menjadi pola hidup membiara di Eropa Timur. Gregorius menjadi batrik di Istambul pada dan zamannya menjadi ahli teologi yang segani.

DOA KOLEKTA:

Marilah berdoa: Allah Bapa, sumber kebenaran, Santo Basilius dan Santo Gregorius menjadi cahaya terang bagi Gereja-Mu berkat teladan dan pengajaran mereka. Semoga berkat doa restunya kami selalu mencari kebenaran-Mu dengan rendah hati serta mencintai dan menghayatinya dengan setia. Demi Yesus Kristus, …

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Surat Pertama Rasul Yohanes 2:22-28

“Apa yang telah kamu dengar harus tetap tinggal di dalam dirimu.”

Anak-anakku terkasih, barangsiapa menyangkal bahwa Yesus adalah Kristus, dia itu seorang pendusta! Dan barangsiapa menyangkal baik Bapa maupun Anak, ia juga tidak memiliki Bapa. Barangsiapa mengakui Anak, ia juga memiliki Bapa. Dan kamu, apa yang telah kamu dengar dari semula, itu harus tetap tinggal di dalam dirimu. Jika apa yang telah kamu dengar dari semula itu tetap tinggal di dalam dirimu, maka kamu akan tetap tinggal di dalam Anak dan di dalam Bapa. Dan inilah janji yang telah dijanjikan-Nya sendiri kepada kita, yaitu hidup yang kekal. Semua ini kutulis kepadamu, yaitu mengenai orang-orang yang berusaha menyesatkan kamu. Sebab di dalam dirimu tetap ada pengurapan yang telah kamu terima dari Yesus. Karena itu tidak perlu kamu diajar oleh orang lain. Tetapi sebagaimana pengurapan Yesus mengajar kamu tentang segala sesuatu – dan pengajaran-Nya itu benar, tidak dusta – dan sebagaimana Ia dahulu telah mengajar kamu, demikianlah hendaknya kamu tetap tinggal di dalam Dia.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 98:1.2-3b.3c-4

Ref. Segala ujung bumi melihat keselamatan yang datang dari Allah kita

  1. Nyanyikanlah lagu baru bagi Tuhan, sebab Ia telah melakukan karya-karya yang ajaib; keselamatan telah dikerjakan oleh tangan kanan-Nya, oleh lengan-Nya yang kudus.

  2. Tuhan telah memperkenalkan keselamatan yang datang dari pada-Nya. Ia telah menyatakan keadilan-Nya di hadapan para bangsa. Ia ingat akan kasih dan kesetiaan-Nya terhadap kaum Israel.

  3. Segala ujung bumi telah melihat keselamatan yang datang dari Allah kita. Bersorak-sorailah bagi Tuhan, hai seluruh bumi, bergembiralah dan bermazmurlah.

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Alleluya, alleluya, alleluya
S : (Ibr 1:1-2) Dahulu kala dengan pelbagai cara Allah berbicara kepada leluhur kita dengan perantaraan para nabi; pada zaman akhir ini Ia berbicara kepada kita dengan perantaraan Anak-Nya.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes 1:19-28

“Sesudah aku akan datang Dia yang sudah ada sebelum aku.”

Inilah kesaksian Yohanes ketika orang Yahudi dari Yerusalem mengutus kepadanya beberapa imam dan orang-orang Lewi untuk menanyakan kepadanya, ‘Siapakah Engkau?’ Yohanes mengaku dan tidak berdusta, katanya, “Aku bukan Mesias!” Lalu mereka bertanya kepadanya, “Kalau begitu, siapakah engkau? Elia?” Yohanes menjawab, “Bukan!” “Engkaukah nabi yang akan datang?” Ia pun menjawab, “Bukan!” Maka kata mereka kepadanya, “Siapakah engkau? Sebab kami harus memberi jawab kepada mereka yang mengutus kami. Apakah katamu tentang dirimu sendiri?” Jawab Yohanes, “Akulah suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Luruskanlah jalan Tuhan seperti yang telah dikatakan Nabi Yesaya.” Di antara orang-orang yang diutus itu ada beberapa orang Farisi. Mereka bertanya-tanya kepadanya, “Mengapa engkau membaptis jikalau engkau bukan Mesias, bukan Elia, dan bukan nabi yang akan datang?” Yohanes menjawab kepada mereka, “Aku membaptis dengan air; tetapi di tengah-tengah kamu berdiri Dia yang tidak kamu kenal, yaitu Dia yang datang kemudian dari padaku. Membuka tali kasut-Nya pun aku tidak layak.” Hal ini terjadi di Betania yang di seberang Sungai Yordan, di mana Yohanes membaptis orang.
Demikianlah Sabda Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

RESI DIBAWAKAN OLEH Br Andreas Gatot Yudoanggono SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Mariae.

Para Sahabatku, Saudari-saudara yang dicintai dan mencintai Hati Kudus Yesus.. Salam jumpa bersama Saya, Br. Andreas Gatot Yudoanggono SCJ dari Komunitas SCJ Cipinang-Cempedak Jakarta Indonesia.dalam Resi (Renungan singkat) Edisi Jumat, 2 januari 2026. Bertepatan dengan peringatan wajib St. Basilius Agung dan St. Gregorius dari Nazianze Uskup dan Pujangga Gereja. Semoga Belas Kasih dan Kerahiman dari Hati Yesus yang Maha Kudus memberkati Anda semua. Amin. Tema Resi kita kali ini adalah “Menjadi Suara yang Mengantar pada Kristus”. Namun sebelumnya, mari kita persiapakan hati dan kita awali permenunga kita dengan tanda kemenangan Kristus. Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus

Para sahabatku, Saudari-saudara yang dikasihi dan mengasihi Hati Yesus. Dalam bacaan injil yang kita dengarkan hari ini memperlihatkan keteguhan St. Yohanes Pembaptis saat ditanya tentang jati dirinya. Ia menunjukkan kualitas kepribadiannya yang luar biasa, tidak terjebak untuk membuktikan kehebatan, tidak pula haus pengakuan. Ia menyadari bahwa dirinya bukanlah Mesias, bukan Elia, bukan pula nabi besar, ia hanyalah “suara” yang mempersiapkan jalan bagi Tuhan. Pada hari ini pula, Gereja memperingati St. Gregorius Agung serta St. Basilius dari Nazianze yaitu dua Bapa Gereja yang suaranya tak lekang oleh waktu. Kita diingatkan bahwa panggilan kita bukan menjadi pusat perhatian, melainkan menjadi suara yang mengantar sesama kepada Kristus. Lalu apa yang bisa kita renungkan? Saya menawarkan 3 hal saja.

  1. Menjadi Jalan, Bukan Penghalang bagi Orang Mengenal Kristus: St. Yohanes tidak memakai panggung untuk dirinya. Ia sadar tujuan pelayanannya adalah mempersiapkan orang agar mudah mengenali Yesus. Dalam hidup sehari-hari, kita pun bisa menjadi “jalan”, yaitu agar orang merasakan kasih Allah atau sebaliknya, malahan menjadi batu sandungan. Kita dipanggil bukan hanya untuk berdoa, tapi juga menghidupi doa itu dalam sikap sehari-hari. Refleksi: Apakah sikap, kata-kata, dan keputusan hidupku menunjukkan wajah Kristus atau justru menutupi-Nya

  2. Menjadi Suara Pengharapan di “Padang Gurun” Kehidupan: Yohanes bersuara di padang gurun, tempat yang sunyi, keras, dan sering diabaikan. Banyak “padang gurun” di zaman ini: lingkungan kerja yang toxic, keluarga yang penuh luka, konflik komunitas, kesepian batin, serta dunia digital yang membingungkan. Di sana suara kita dibutuhkan: bukan suara kebencian atau komentar yang menyiram bensin, tetapi suara pengharapan yang membuat orang merasa “tidak sendirian”. Misalnya kita dipanggil untuk mengirim pesan pengharapan dan sederhana kepada teman yang sedang drop: “Aku di sini kalau kamu butuh cerita. Tuhan bersamamu.” Memberi senyum kepada petugas kebersihan, berkata terima kasih dengan tulus, atau berani meminta maaf duluan. Pertanyaan Refleksi: Di mana “padang gurun” yang sedang Tuhan percayakan kepadaku? Apa satu suara kecil kebaikan yang bisa kuberikan hari ini?

Para Sahabatku, saudari-saudara yang dikasihi dan mengasihi Hati Yesus, St. Yohanes Pembaptis mengingatkan kita bahwa menjadi murid Kristus berarti memilih menjadi suara, bukan pemeran utama; menjadi jembatan, bukan tembok; menjadi cahaya kecil yang memantulkan terang Kristus. Bersama St. Gregorius Agung dan St. Basilius dari Nazianze, yang hidupnya menjadi suara Gereja, kita mohon rahmat untuk setia pada panggilan ini. Semoga dalam Masa Natal ini dan hari-hari mendatang, setiap pilihan, kata-kata, dan sikap kita membuat orang berkata: “Ada Yesus di dalam dirimu.” Itulah tugas kita: mengantar, menunjuk, dan memberi jalan bagi-Nya.
Amin.

Semoga Hati Kudus Yesus semakin merajai hati kita sehingga kita menjadi suara untuk mendekatkan Tuhan dalam hidup sesama kita. Amin.

Hati Yesus yang lemah lembut dan rendah hati, jadikanlah hati kami seperti Hati-Mu. Amin. Dalam Nama Bapa, dan Putera, dan Roh Kudus. Amin. Tuhan memberkati. Berkah Dalem.

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAAN:

Terimalah kiranya, ya Bapa di surga, persembahan yang kami unjukkan dengan gembira para peringatan Santo Basilius dan Gregorius. Semoga kami selalu mendengarkan nasihat mereka dan menyerahkan jiwa raga kami seutuhnya kepada-Mu bersama persembahan roti dan anggur ini. Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami.

ANTIFON KOMUNI – Lukas 12:42

Dialah pengurus rumah yang setia dan bijaksana, yang diangkat Tuhan menjadi kepala atas semua hamba-hamba-Nya untuk memberikan makanan kepada mereka pada waktunya.

DOA SESUDAH KOMUNI:

Marilah berdoa: Allah Bapa kami yang mahabaik, kami telah diajar oleh sabda Kristus, guru kami, dan disegarkan oleh kurban Kristus, santapan kami. Semoga dengan doa restu dan bantuan Santo Basilius dan Gregorius sabda-Mu kami wartakan dan kurnia cinta kasih-Mu kami bagikan. Demi Kristus, …

DOWNLOAD AUDIO RESI: 

3 Comments

  • adi jahja Januari 1, 2026 at 9:10 pm

    Belum bisa download audio-nya 🙏

    Reply
  • Herlin Januari 2, 2026 at 6:22 am

    Amin

    Reply
  • admin2 Januari 2, 2026 at 3:11 pm

    sudah bisa pak..

    Reply

Leave a Comment