Senin, 23 Februari 2026 – Hari Biasa Pekan I Prapaskah

Rm Gregorius Virdiawan Mubin SCJ dari Komunitas SCJ Paroki St St Petrus Kota Batak Riau – Indonesia

 
 

AUDIO RESI:

ANTIFON PEMBUKA – Mazmur 123:2-3

Sebagaimana mata seorang hamba tertuju kepada tuannya, demikian pula mata kita terarah kepada Allah, agar la mengasihani kita. Sayangilah kami, ya Tuhan, sayangilah kami.

PENGANTAR:

“Kasihilah Allah melebihi segala sesuatu dan sesamamu seperti dirimu sendiri”, demikianlah undang-undang dasar Perjanjian Lama maupun Baru. Tetapi, antara tahu dan mau, terdapat jurang pemisah. Orang Yahudi berpedoman keras pada hukum Taurat. Yesus berusaha membuka mata hati kita terhadap pengabdian sejati. Hidup beriman berarti mau melihat Kristus pada setiap orang.

DOA KOLEKTA: 

Marilah berdoa: Allah Bapa penyelamat orang berdosa, bukalah hati kami untuk menerima ajaran-Mu. Semoga kami bertobat dari dosa dan memperoleh manfaat dari matiraga kami. Demi Yesus Kristus Putra-Mu, ….

ATAU:

Marilah berdoa: Allah Bapa kami, Engkau mahaagung dan mahakudus. Namun, Engkau menghendaki pengakuan dan cinta kasih dari pihak manusia yang memerlukan pertolongan. Kami mohon, semoga penghormatan kami kepada-Mu dapat kami wujudkan dalam cinta kasih kepada sesama. Demi Yesus Kristus Putra-Mu ….

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kitab Imamat 19:1-2.11-18

“Engkau harus mengadili sesamamu dengan kebenaran.”

Tuhan berfirman kepada Musa, “Berbicaralah kepada segenap jemaat Israel, dan katakan kepada mereka: Kuduskanlah kamu, sebab Aku, Tuhan Allahmu, kudus. Janganlah kamu mencuri, janganlah kamu berbohong dan janganlah berdusta seorang kepada sesamanya. Janganlah kamu bersumpah dusta demi nama-Ku, supaya engkau jangan melanggar kekudusan nama Allahmu; Akulah Tuhan. Janganlah engkau memeras sesamamu manusia, dan janganlah merampas; janganlah kautahan upah seorang pekerja harian sampai besok harinya. Janganlah kaukutuki orang tuli, dan di depan orang buta janganlah kautaruh batu sandungan; engkau harus takut akan Allahmu; Akulah Tuhan. Janganlah kamu berbuat curang dalam peradilan; janganlah membela orang kecil secara tidak wajar, dan janganlah engkau terpengaruh oleh orang-orang besar, tetapi engkau harus mengadili sesamamu dengan kebenaran.Janganlah engkau pergi kian ke mari menyebarkan fitnah di antara orang-orang sebangsamu; janganlah engkau mengancam hidup sesamamu manusia; Akulah Tuhan. Janganlah engkau membenci saudaramu di dalam hati, tetapi engkau harus berterus terang menegur sesamamu, dan janganlah engkau mendatangkan dosa kepada dirimu karena dia. Janganlah engkau menuntut balas, dan janganlah menaruh dendam terhadap orang-orang sebangsamu, melainkan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri; Akulah Tuhan.”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 19:8.9.10.15

Ref. Sabda-Mu, ya Tuhan, adalah Roh dan kehidupan.

  1. Taurat Tuhan itu sempurna, menyegarkan jiwa; peraturan Tuhan itu teguh, memberikan hikmat kepada orang bersahaja.

  2. Titah Tuhan itu tepat, menyukakan hati, perintah Tuhan itu murni, membuat mata ceria.

  3. Takut akan Tuhan itu suci, tetap ada untuk selamanya; hukum-hukum Tuhan itu benar, adil selalu.

  4. Mudah-mudahan Engkau sudi mendengarkan ucapan mulutku dan berkenan akan renungan hatiku, ya Tuhan, Gunung Batu dan penebusku.

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Terpujilah Kristus Tuhan, Raja mulia dan kekal.
S : (2Kor 6:2b) Waktu ini adalah waktu perkenanan, hari ini adalah hari penyelamatan!

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius 25:31-46

“Segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.”

Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan dan semua malaikat datang bersama-sama dengan Dia, maka Ia akan bersemayam di atas takhta kemuliaan-Nya. Lalu semua bangsa akan dikumpulkan di hadapan-Nya, dan Ia akan memisahkan mereka seorang dari pada seorang, sama seperti gembala memisahkan domba dari kambing; Ia akan menempatkan domba-domba di sebelah kanan-Nya, dan kambing-kambing di sebelah kiri-Nya. Lalu Raja itu akan berkata kepada mereka yang di sebelah kanan-Nya: Mari, hai kamu yang diberkati oleh Bapa-Ku, terimalah Kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan. Sebab ketika Aku lapar, kamu memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu memberi Aku minum; ketika Aku seorang asing, kamu memberi Aku tumpangan; ketika Aku telanjang, kamu memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit, kamu melawat aku; ketika Aku di dalam penjara, kamu mengunjungi Aku. Maka orang-orang benar itu akan bertanya kepada-Nya: Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar dan kami memberi Engkau makan, atau haus dan kami memberi Engkau minum? Bilamanakah kami melihat Engkau sebagai orang asing, dan kami memberi Engkau tumpangan, atau telanjang dan kami memberi Engkau pakaian? Bilamanakah kami melihat Engkau sakit atau dalam penjara dan kami mengunjungi Engkau? Maka Raja itu akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku. Dan ia akan berkata juga kepada mereka yang di sebelah kiri-Nya: Enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu orang-orang terkutuk, enyahlah ke dalam api yang kekal, yang telah disediakan untuk iblis dan malaikat-malaikatnya. Sebab ketika Aku lapar, kamu tidak memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu tidak memberi Aku minum; ketika Aku seorang asing, kamu tidak memberi Aku tumpangan; ketika Aku telanjang, kamu tidak memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit, dan dalam penjara, kamu tidak melawat Aku. Lalu mereka pun akan bertanya kepada-Nya: Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar, atau haus, atau sebagai orang asing, atau telanjang atau sakit, atau dalam penjara dan kami tidak melayani Engkau? Maka Ia akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang tidak kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu tidak melakukannya juga untuk Aku. Dan mereka ini akan masuk ke tempat siksaan yang kekal, tetapi orang benar masuk ke dalam hidup yang kekal.”
Demikianlah Sabda Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm Gregorius Virdiawan Mubin SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.

Saudara sekalian yang direngkuh oleh Hati Yesus, kembali bersama saya Pastor Gregorius Virdi Mubin SCJ, dari komunitas SCJ Kota Batak – Riau. Mari sejenak kita merenungkan bacaan Injil hari ini, hari Senin Biasa Pekan Prapaskah I. Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin

Seorang pemuda jatuh cinta pada seorang kembang desa yang anggun dan Demi memenangkan hati seorang gadis, seorang pemuda menabung berbulan-bulan untuk membeli paket skincare paling mahal dan mewah. Ia membayangkan sang gadis akan sangat bahagia menerimanya. Namun, ketika ia datang dengan hadiah yang dibungkus cantik, rumah itu kosong. Seorang tetangga berkata, “Ia sedang di ladang.”

Pemuda itu pun pergi ke sana. Betapa tertegun ia melihat gadis pujaannya berdiri di tengah tanah berlumpur, peluh bercucuran, tangan kotor karena mencabuti rumput liar bersama orang tuanya. Walau berpeluh dan berlumuran tanah, ia tetap tampak anggun. Seketika, paket skincare mewah di tangan sang pemuda terasa tidak relevan, bahkan konyol. Ia sadar: selama ini ia mencintai bayangan kecantikan gadis itu, tetapi hampir melewatkan kecantikan sejati—kecantikan hati yang rela berjuang di tengah lumpur ladang.

Saudara-saudari terkasih, kisah ini adalah cermin bagi kerohanian kita. Sering kali kita “salah alamat” dalam menghadap Tuhan. Kita sibuk mempersembahkan “skincare rohani”: doa-doa yang indah, kesalehan yang rapi di permukaan, seolah Tuhan hanya menginginkan penampilan yang sempurna. Namun Injil hari ini tentang Penghakiman Terakhir menyingkapkan kejutan besar: Yesus justru hadir di tengah mereka yang lapar, haus, asing, telanjang, sakit, dan dipenjara. Ia tidak sekadar mirip dengan mereka, melainkan menyatu dengan mereka. Apa pun yang kita lakukan bagi yang paling hina, kita lakukan bagi Dia.

Inilah yang oleh Kitab Suci disebut sebagai skandalon atau batu sandungan. Dunia mengira Tuhan hanya layak ditemui di tempat mulia, namun Yesus justru menyingkapkan diri-Nya di tengah mereka yang lapar, haus, sakit, dan tersingkir. Inilah kejutan Injil yang mengguncang cara pandang kita. Kesalahan orang-orang kala itu bukan karena mereka berbuat jahat, melainkan karena mereka tidak berbuat apa-apa. Mereka terlalu sibuk menjaga “kebersihan tangan” sendiri, hingga lupa bahwa Tuhan sedang menunggu di ladang kehidupan yang penuh lumpur. Kekudusan sejati tidak hanya ditemukan dalam doa yang rapi, melainkan dalam tangan yang rela ikut kotor demi menyentuh luka sesama.

Maka, apa yang layak kita persembahkan kepada Tuhan? Ia bukanlah Allah yang lapar akan daging, melainkan Allah yang lapar dalam wajah sesama yang kekurangan. Ia bukanlah Allah yang haus akan pujian, melainkan Allah yang haus akan seteguk air keadilan bagi mereka yang tertindas. Ibadah sejati bukan sekadar doa yang indah di bibir, melainkan langkah berani keluar dari sarang kenyamanan. Ibadah sejati adalah keberanian untuk “salah alamat”: pergi ke tempat yang dihindari orang, menyapa mereka yang terlupakan, dan mengulurkan hidup bagi yang hancur. Di sanalah, di tengah peluh dan luka sesama, kasih menjadi nyata. Dan di sanalah pula, dalam cinta yang sederhana namun konkret, pintu hidup kekal benar-benar terbuka.

Dalam Nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Tuhan memberkati!

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN

Allah Bapa maha penyayang, terimalah tanda bakti kami. Semoga persembahan ini menguduskan hidup kami dan mendatangkan ampun bagi kami. Demi Kristus, ….

ATAU:

Allah Bapa maharahim, semoga roti anggur ini mempersatukan kami dengan Yesus Kristus Putra-Mu terkasih, yang telah taat sampai wafat, dan menjadi pengantara kami di hadapan-Mu, kini dan sepanjang masa.

ANTIFON KOMUNI – Matius 25:40.34

Sungguh, Aku bersabda kepadamu: Apa pun yang kamu lakukan bagi saudara-Ku yang terhina sekali, itu kamu lakukan bagi-Ku. Datanglah kamu yang terberkati oleh Bapa-Ku, dan milikilah kerajaan yang tersedia bagimu sejak dunia dijadikan.

DOA SESUDAH KOMUNI:

Marilah berdoa: Allah Bapa mahakudus, sakramen-Mu telah menyegarkan jiwa raga kami. Semoga kami selamat lahir batin dan masuk ke dalam kemuliaan-Mu. Demi Kristus, ….

ATAU:

Marilah berdoa: Allah Bapa mahamulia, kami bersyukur karena Yesus Kristus Tuhan kami, telah sudi merendahkan diri dan menjadi hamba semua orang. Kami mohon, jadikanlah kami murid-murid-Nya yang setia. Sebab Dialah….

DOWNLOAD AUDIO RESI:

2 Comments

  • Epin roma Februari 23, 2026 at 6:43 am

    Terima Kasir Romo Tuhan Yesus Memberkati Kita Semua. Amin

    Reply
  • Firmus Dega Februari 23, 2026 at 7:47 am

    Makasih Romo

    Reply

Leave a Comment