Jumat, 27 Februari 2026 – Hari Biasa Pekan I Prapaskah

Rm Cornelius Maruli Widyan Raswata SCJ dari Komunitas SCJ Pangkalan Kerinci Riau Keuskupan Padang – Indonesia

 
 
 

AUDIO RESI:

ANTIFON PEMBUKA  — Mazmur 25.17-18⁣⁣

Tuhan, lepaskanlah aku dari deritaku. Indahkanlah kehinaan dan kesusahanku dan hapuskanlah segala dosaku.⁣⁣

PENGANTAR⁣⁣ :

Allah kita bukanlah pembalas dendam dan penghukum. Ia tidak berkenan akan kematian orang berdosa, tetapi menghendaki agar kita sungguh hidup. Adapun syaratnya: mau mencari kesucian sejati. Garis para nabi ditarik terus oleh Yesus. Mengusahakan kesucian mengandaikan bahwa niat kita untuk berdamai dan bertobat lebih kuat dari keyakinan bahwa hanya kita sajalah yang benar. Marilah kita berdamai dengan Tuhan dan sesama.⁣⁣

DOA KOLEKTA: 

Marilah berdoa: Allah Bapa maharahim, dalam masa tobat ini kami mempersiapkan diri untuk merayakan Paskah. Berilah kami rahmat-Mu, agar usaha kami berguna bagi kemajuan rohani kami. Demi Yesus Kristus Putra-Mu, …⁣⁣

ATAU⁣⁣ :

Marilah berdoa: Allah Bapa, sumber belas kasih, sungguh luas kesabaran-Mu dan besar belas kasih-Mu. Kami mohon, perkenankanlah kami mengikuti jalan yang benar, dan singkirkanlah segala kejahatan dari kami. Demi Yesus Kristus Putra-Mu, ..⁣⁣

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Nubuat Yehezkiel 18:21-28

“Adakah Aku berkenan kepada kematian orang fasik? Bukankah kepada pertobatannya Aku berkenan supaya ia hidup?”

Beginilah Tuhan Allah berfirman, “Jikalau orang fasik bertobat dari segala dosa yang dilakukannya, dan berpegang pada segala ketetapan-Ku serta melakukan keadilan dan kebenaran, ia pasti hidup, ia tidak akan mati. Segala durhaka yang dibuatnya tidak akan diingat-ingat lagi, ia akan hidup karena kebenaran yang dilakukannya. Adakah Aku berkenan kepada kematian orang fasik? firman Tuhan Allah. Bukankah kepada pertobatannya Aku berkenan, supaya ia hidup? Jikalau orang benar berbalik dari kebenarannya dan melakukan kecurangan seperti segala kekejian yang dilakukan orang fasik, apa ia akan hidup? Segala kebenaran yang dilakukan tidak akan diingat-ingat lagi. Ia harus mati karena ia berubah setia, dan karena dosa yang dilakukannya. Tetapi kamu berkata: Tindakan Tuhan tidak tepat! Dengarlah dulu, hai kaum Israel! Apakah tindakan-Ku yang tidak tepat, ataukah tindakanmu yang itdak tepat. Kalau orang benar berbalik dari kebenarannya dan melakukan kecurangan sehingga ia mati, ia harus mati karena kecurangan yang dilakukannya. Sebaliknya, kalau orang fasik bertobat dari kefasikan yang dilakukannya, dan ia melakukan keadilan dan kebenaran, ia akan menyelamatkan nyawanya. Ia insyaf dan bertobat dari segala durhaka yang dibuatnya, maka ia pasti hidup, ia tidak akan mati.

Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 130:1-2.3-4ab.4c-6.7-8

Ref. Pada Tuhan ada kasih setia dan penebusan berlimpah
atau Jika Engkau mengingat-ingat kesalahan, ya Tuhan, siapakah yang dapat tahan?

  1. Dari jurang yang dalam aku berseru kepada-Mu, ya Tuhan! Tuhan, dengarkanlah suaraku! Biarlah telinga-Mu menaruh perhatian, kepada suara permohonanku.

  2. Jika Engkau mengingat-ingat kesalahan, ya Tuhan, siapakah yang dapat tahan? Tetapi pada-Mu ada pengampunan, maka orang-orang bertakwa kepada-Mu.

  3. Aku menanti-nantikan Tuhan, jiwaku menanti-nanti, dan aku mengharapkan firman-Nya. Jiwaku mengharapkan Tuhan, lebih dari pada pengawal mengharapkan pagi.

  4. Sebab pada Tuhan ada kasih setia, dan Ia banyak kali mengadakan pembebasan. Dialah yang akan membebaskan Israel dari segala kesalahannya.

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Terpujilah Kristus Tuhan, Raja mulia dan kekal.
S :  (Yeh 18:31) Buanglah daripada-Mu segala durhaka yang kamu buat terhadap Aku, sabda Tuhan, dan perbaharuilah hati serta rohmu.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius 5:20-26

“Pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu.”

Dalam khotbah di bukit berkatalah Yesus kepada murid-murid-Nya, “Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Surga. Kamu telah mendengar yang difirmankan kepada nenek moyang kita: Jangan membunuh; siapa yang membunuh harus dihukum. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang marah terhadap saudaranya harus dihukum; siapa yang berkata kepada saudaranya: Kafir! harus dihadapkan ke Mahkamah Agama dan siapa yang berkata: Jahil! harus diserahkan ke dalam neraka yang menyala-nyala. Sebab itu, jika engkau mempersembahkan persembahanmu di atas mezbah dan engkau teringat akan sesuatu yang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau, tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu. Segeralah berdamai dengan lawanmu selama engkau bersama-sama dengan dia di tengah jalan, supaya lawanmu itu jangan menyerahkan engkau kepada hakim dan hakim itu menyerahkan engkau kepada pembantunya dan engkau dilemparkan ke dalam penjara. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya engkau tidak akan keluar dari sana, sebelum engkau membayar hutangmu sampai lunas.
Inilah Injil Tuhan.
U : Terpujilah Kristus.

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm Cornelius Maruli Widyan Raswata SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor MariaeTerpujilah Hati Yesus melalui Hati Maria.

Para Sahabatku, Saudari-saudara yang dicintai dan mencintai Hati Kudus Yesus. Salam jumpa bersama Saya, Rm Cornelius Maruli SCJ dari Komunitas SCJ Pangkalan Kerinci, Riau, Keuskupan Padang, Indonesia, dalam RESI (Renungan Singkat) Edisi Jumat, 27 Februari 2026, Jumat – Pekan I Prapaskah. Semoga Kasih Hati Yesus yang Maha Kudus memberkati Anda semua. Amin.

Tema Resi kita kali ini adalah “Hati yang bersih dan Relasi damai dengan sesama” Namun sebelumnya, mari kita persiapkan hati dan kita awali permenungan kita dengan tanda kemenangan Kristus. Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus. AMIN

Pendengar Resi Dehonian terkasih, dimanapun engkau berada. Dalam Injil hari ini, kita diingatkan oleh Yesus bahwa hidup kita sebagai orang beriman tidak boleh sekadar menaati aturan tertulis, atau hanya fokus pada hal lahiriah yang dilihat orang lain, tetapi lebih pada soal ketulusan hati. Bahkan, ibadah di depan altar atau di dalam gereja bisa menjadi “kurang dan tidak berharga” di mata Allah, jika batin kita masih menyimpan hal-hal yang mencemarkan. Apalagi membunuh, Yesus berpesan bahkan amarah, dendam, atau rasa benci pada orang lain, kawan, keluarga bisa membuat persembahan atau doa-doa kita kehilangan makna. Di sini kita dapat menyimpulkan bahwa “persembahan” utama yang diinginkan Tuhan sebelum mempersembahkan hal-hal lainnya adalah hati yang bersih dan damai.

Ibadah sejati lahir dari hati yang bersih dan relasi yang damai dengan sesama. Inilah mengapa Yesus menegaskan bahwa kesalehan kita harus melebihi “ahli Taurat dan orang Farisi”. Secara aturan dan ritual kedua kelompok ini memberikan persembahan dengan amat baik, teliti, dan taat. Tetapi Tuhan menolak ibadah mereka karena jarak yang jauh antara apa yang diucapkan di bibir dengan apa yang disimpan di dalam hati. Ahli Taurat dan orang Farisi hanya memberi fokus pada tampilan luar, namun mengabaikan kondisi batin atau hati mereka. Mereka taat di permukaan, mengutamakan ritual daripada relasi, dan merasa sudah “suci” hanya karena telah memberikan persembahan dan menjalankan puasa. Inilah bentuk-bentuk kesombongan rohani yang berbahaya bagi iman kita.

Yesus memberikan instruksi yang praktis: jika kita ingat ada ganjalan dengan saudara saat hendak beribadah, berhentilah sejenak dan berdamai terlebih dahulu. Melalui perkataan ini, kita memahami bahwa hubungan kita dengan Tuhan (vertikal) tidak bisa dipisahkan dari hubungan kita dengan sesama (horizontal). Maka hari ini, kita diundang untuk mengalami pertobatan hati. Di hadapan Tuhan, kesalehan tidak diukur dari seberapa rajin kita beribadah, walau tentu itu amat penting, melainkan dari seberapa besar kasih dan kerendahan hati kita dalam menyelesaikan konflik dengan orang lain.

Wajah kita adalah cermin dari kasih Allah yang penuh pengampunan. Jika Allah mahapengampun, kita pun sebagai Anak Allah, harus punya hati yang mau mengampuni. Mari memeriksa hati. Kita bertanya diri, “Apakah ada seseorang yang masih saya benci?, Apakah masih ada yang perlu saya ampuni?” Jika ada, doakan kebaikan bagi mereka sebagai langkah awal pengampunan.

Sahabat Resi terkasih, Semoga Hati Kudus Yesus semakin merajai hati kita. Dan, Semoga Allah Mahakuasa memberkatimu, Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin.

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN⁣⁣

Allah Bapa maha penyayang, terimalah persembahan ini sebagai tanda perdamaian antara Engkau dengan umat-Mu Semoga berkat kemurahan hati-Mu kami Kauanugerahi keselamatan Demi Kristus, …⁣⁣

ATAU ⁣⁣

Allah Bapa kami sumber kerukunan, semoga berkat roti anggur, berkat Yesus Putra-Mu terkasih, kami Kaukuduskan menjadi umat-Mu dan rukun bersatu padu dengan sesama. Demi Kristus, ….⁣⁣

ANTIFON KOMUNI — Yehezkiel 33:11⁣⁣

Tuhan telah bersumpah: Aku menghendaki bukan supaya orang berdosa mati. melainkan supaya ia bertobat dan hidup⁣⁣

DOA SESUDAH KOMUNI: 

Marilah berdoa: Allah Bapa mahakudus, anugerah-Mu telah menyegarkan kami. Semoga kami Kausucikan dari noda hidup di masa lampau dan Kauberi bagian dalam misteri Paskah Putra-Mu. Sebab Dialah ….⁣

ATAU:

Marilah berdoa: Allah Bapa sumber belas kasih, Engkau menyelami diri kami masing-masing sampai ke lubuk hati kami. Kami mohon. semoga kami dapat berbelas kasih kepada sesama sebagaimana Engkau sendiri berbelas kasih kepada kami. Demi Kristus…..

DOWNLOAD AUDIO RESI: 

6 Comments

  • ketty epin Februari 27, 2026 at 3:29 am

    Terimakasih Romo Tuhan Yesus memberkati kita semua. Amin

    Reply
  • Firmus Dega Februari 27, 2026 at 8:09 am

    Makasih Romo

    Reply
  • Agustinus Suyatno Februari 27, 2026 at 8:16 am

    Terimakasih Romo renungannya memberikan pencerahan dalam hidup suci sebagai persembahan yang berkenan pada Allah.

    Reply
  • Yustina Sulistiyani Februari 27, 2026 at 8:29 am

    Terima kasih Romo, batin ini bisa selalu mengarah dan pantas selalu pada Yesus sang Juru Selamat, Amin
    Berkah Dalem

    Reply
  • Wilma Februari 27, 2026 at 10:55 am

    Terimakasih romo renungan singkat hari ini.

    Reply

Leave a Comment