Rabu, 08 April 2026 – Hari Rabu dalam Oktaf Paskah

Rm Yohanes Dwi Feri Antoro SCJ dari Komunitas Asrama Putra Leo Dehon Metro Lampung – Indonesia

 
 
 
 
 

AUDIO RESI:

ANTIFON PEMBUKA — Matius 25:43⁣

Marilah, hai kamu yang diberkati Bapa-Ku. Terimalah Kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan.⁣⁣

PENGANTAR :⁣

Kita mempunyai persamaan dengan para murid yang pada Paskah malam dengan rasa kecewa pulang ke Emaus. Kita mengalami kedamaian yang tak kunjung tiba, satu sama lain seperti orang asing saja, dan wajah Gereja tidak selalu cerah. Padahal, Tuhan beserta kita. Dialah sukacita kita. Keprihatinan dan kesedihan serta wajah suram sering menghambat kita untuk mengenali Dia. Padahal, Dia di tengah-tengah kita juga sekarang, bila kita membagi-bagi roti, mendengarkan Kitab Suci dan berdoa, “Ya Tuhan, tinggallah bersama kami.”⁣⁣

DOA KOLEKTA⁣:

Marilah berdoa: Allah Bapa sumber sukacita kami, setiap tahun Engkau menggembirakan kami dengan perayaan kebangkitan Kristus. Semoga perayaan yang kami langsungkan ini membimbing kami menuju sukacita abadi Demi Yesus Kristus Putra-Mu, ….⁣⁣

ATAU: ⁣

Marilah berdoa: Allah Bapa sumber pembaruan, kami telah Kauanugerahi daya hidup baru berkat kebangkitan Yesus Putra-Mu.  Kami mohon, ciptakanlah baru dunia ini seturut semangat hidup-Nya. Sebab Dialah Putra-Mu …..⁣

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kisah Para Rasul 3:1-10

“Apa yang kupunyai, kuberikan kepadamu: Dalam nama Yesus Kristus, berjalanlah!”

Pada suatu hari menjelang waktu sembahyang, yaitu pukul tiga petang, naiklah Petrus dan Yohanes ke Bait Allah. Di situ ada seorang laki-laki yang lumpuh sejak lahirnya sehingga ia harus diusung. Tiap-tiap hari orang itu diletakkan dekat pintu gerbang Bait Allah, yang bernama Gerbang Indah, untuk meminta sedekah kepada orang yang masuk ke dalam Bait Allah. Ketika orang itu melihat, bahwa Petrus dan Yohanes hendak masuk ke Bait Allah, ia meminta sedekah. Mereka menatap dia dan Petrus berkata, “Lihatlah kepada kami.” Lalu orang itu menatap mereka dengan harapan akan mendapat sesuatu dari mereka. Tetapi Petrus berkata, “Emas dan perak tidak ada padaku! Tetapi apa yang kupunyai, kuberikan kepadamu: Demi nama Yesus Kristus, orang Nazaret itu, berjalanlah!” Lalu Petrus memegang tangan kanan orang itu dan membantu dia berdiri. Seketika itu juga kuatlah kaki dan mata kaki orang itu. Ia melonjak berdiri lalu berjalan kian kemari dan mengikuti Petrus dan Yohanes ke dalam Bait Allah; ia berjalan dan melompat-lompat serta memuji Allah. Ketika seluruh rakyat melihat dia berjalan sambil memuji Allah, mereka mengenali dia sebagai orang yang biasanya duduk meminta sedekah di Gerbang Indah Bait Allah. Maka mereka takjub dan tercengang tentang apa yang telah terjadi padanya.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 105:1-2.3-4.6-7.8-9

Ref. Biarlah bersukahati orang-orang yang mencari Tuhan.

  1. Bersyukurlah kepada Tuhan, serukanlah nama-Nya, maklumkanlah perbuatan-Nya di antara bangsa-bangsa. Bernyanyilah bagi Tuhan, bermazmurlah bagi-Nya; percakapkanlah segala perbuatan-Nya yang ajaib!

  2. Bermegahlah dalam nama-Nya yang kudus, biarlah bersukahati orang-orang yang mencari Tuhan. Carilah Tuhan dan kekuatan-Nya, carilah selalu wajah-Nya!

  3. Hai anak cucu Abraham, hamba-Nya, hai anak-anak Yakub, pilihan-Nya, Dialah Tuhan, Allah kita, ketetapan-Nya berlaku di seluruh bumi.

  4. Selama-lamanya Ia ingat akan perjanjian-Nya, akan firman yang diperintahkan-Nya kepada seribu angkatan; akan perjanjian yang diikat-Nya dengan Abraham, dan akan sumpah-Nya kepada Ishak.

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Alleluya, alleluya, alleluya
S : (Mzm 118:24) Inilah hari yang dijadikan Tuhan, marilah kita bersorak-sorai dan bersukacita karenanya.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas 24:13-35

“Mereka mengenali Yesus pada waktu Ia memecah-mecahkan roti.”

Pada hari Sabat sesudah Yesus dimakamkan, dua orang dari murid-murid Yesus pergi ke sebuah kampung bernama Emaus, yang terletak kira-kira tujuh mil jauhnya dari Yerusalem, dan mereka bercakap-cakap tentang segala sesuatu yang telah terjadi. Ketika mereka sedang bercakap-cakap dan bertukar pikiran, datanglah Yesus sendiri mendekati mereka, lalu berjalan bersama-sama dengan mereka. Tetapi ada sesuatu yang menghalangi mata mereka, sehingga mereka tidak dapat mengenali Dia. Yesus berkata kepada mereka, “Apakah yang kamu percakapkan sementara kamu berjalan?” Maka berhentilah mereka dengan muka muram. Seorang dari mereka, namanya Kleopas, menjawab-Nya, “Adakah Engkau satu-satunya orang asing di Yerusalem, yang tidak tahu apa yang terjadi di situ pada hari-hari belakangan ini?” Kata-Nya kepada mereka, “Apakah itu?” Jawab mereka, “Apa yang terjadi dengan Yesus orang Nazaret! Dia adalah seorang nabi, yang berkuasa dalam pekerjaan dan perkataan di hadapan Allah dan di depan seluruh bangsa kami. Tetapi imam-imam kepala dan pemimpin-pemimpin kami telah menyerahkan Dia untuk dihukum mati, dan mereka telah menyalibkan-Nya. Padahal kami dahulu mengharapkan, bahwa Dialah yang datang untuk membebaskan bangsa Israel. Tetapi sementara itu telah lewat tiga hari, sejak semuanya itu terjadi. Dan beberapa perempuan dari kalangan kami telah mengejutkan kami: Pagi-pagi buta mereka telah pergi ke kubur, dan tidak menemukan mayat-Nya. Lalu mereka datang dengan berita, bahwa telah kelihatan kepada mereka malaikat-malaikat, yang mengatakan bahwa Yesus hidup. Dan beberapa teman kami telah pergi ke kubur itu dan mendapati bahwa memang benar yang dikatakan perempuan-perempuan itu, tetapi Yesus sendiri tidak mereka lihat.” Lalu Ia berkata kepada mereka, “Hai kamu orang bodoh, betapa lambannya hatimu, sehingga kamu tidak percaya akan segala sesuatu yang telah dikatakan para nabi! Bukankah Mesias harus menderita semuanya itu untuk masuk ke dalam kemuliaan-Nya?” Lalu Ia menjelaskan kepada mereka apa yang tertulis tentang Dia dalam seluruh Kitab Suci, mulai dari kitab-kitab Musa dan segala kitab nabi-nabi. Sementara itu mereka mendekati kampung yang mereka tuju. Ia berbuat seolah-olah hendak meneruskan perjalanannya. Tetapi mereka mendesak-Nya dengan sangat, “Tinggallah bersama-sama dengan kami, sebab hari telah menjelang malam dan matahari hampir terbenam.” Lalu masuklah Ia untuk tinggal bersama-sama dengan mereka. Waktu duduk makan dengan mereka, Ia mengambil roti, mengucap berkat, lalu memecah-mecahkan roti itu dan memberikannya kepada mereka. Ketika itu terbukalah mata mereka dan mereka pun mengenali Dia. Tetapi Yesus lenyap dari tengah-tengah mereka. Kata mereka seorang kepada yang lain, “Bukankah hati kita berkobar-kobar, ketika Ia berbicara dengan kita di tengah jalan dan ketika Ia menerangkan Kitab Suci kepada kita?” Lalu bangunlah mereka dan langsung kembali ke Yerusalem. Di situ mereka mendapati kesebelas murid. Mereka sedang berkumpul bersama teman-teman mereka. Kata mereka kepada kedua murid itu, “Sungguh, Tuhan telah bangkit, dan telah menampakkan diri kepada Simon.” Lalu kedua orang itu pun menceriterakan apa yang terjadi di tengah jalan, dan bagaimana mereka mengenali Yesus pada waktu Ia memecah-mecahkan roti.
Demikianlah Sabda Tuhan.
U. Terpujilah Kristus.

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm Yohanes Dwi Feri Antoro SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.

Pendengar Resi Dehonian yang terkasih, selamat berjumpa kembali dengan saya, Romo Yohanes Dwi Feri Antoro SCJ dari Komunitas Asrama Putra Leo Dehon Metro, Lampung, dalam ReSi (Renungan Singkat) Dehonian, edisi hari Rabu oktaf paskah, 08 Maret 2026.

Saudara/I, setiap dari kita pernah mengalami rasa kecewa, putus asa, dan merasa harapannnya pupus. Pengalaman seperti ini membuat kita menjadi pribadi yang ragu bahkan tidak yakin aka napa yang kita lakukan. Bahkan kekecewaan, keputusasaan, dan kehilangan harapan membuat kita menjadi pribadi “buta” akan makna hidup ini. mengapa? karena kita merasa sia-sia dengan apa yang perjuangkan.

Para pendengar resi yang terkasih, Injil hari ini, kita mendengarkan kisah dua murid yang sedang berjalan menuju Emaus. Mereka adalah Kleopas dan seorang murid lainnya. Perjalanan mereka bukan sekadar perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan hati yang penuh dengan kekecewaan, kebingungan, dan kehilangan harapan.

Peristiwa sengsara dan wafat Tuhan Yesus menjadi pukulan berat bagi mereka. Harapan yang telah mereka gantungkan kepada Yesus seakan runtuh seketika. Mereka merasa bahwa semua yang telah diperjuangkan bersama-Nya menjadi sia-sia. Karena itu, mereka memutuskan untuk kembali ke kampung halaman—kembali ke kehidupan lama, meninggalkan segala harapan yang pernah mereka miliki ataupun bangun.

Saudara-saudari, bukankah pengalaman ini juga sering kita alami? Kekecewaan dalam hidup dapat membuat kita menjadi “buta”. Kita tidak lagi mampu melihat bahkan merasakan kehadiran Tuhan dalam hidup kita. Kita merasa sendiri, putus asa, bahkan kehilangan arah. Dalam situasi seperti itu, kita cenderung ingin menyerah dan kembali ke zona nyaman, meninggalkan perjuangan iman kita. Namun, Injil hari ini menghadirkan kabar pengharapan. Di tengah perjalanan kedua murid, Yesus sendiri datang mendekat dan berjalan bersama mereka. Akan tetapi, mereka tidak mengenali-Nya. Mengapa? Karena hati mereka masih diliputi oleh kesedihan, kekecewaan, dan ketakutan.

Ditengah-tengah mereka berbincang-bincang, Yesus kemudian bertanya, “Apakah yang kamu percakapkan sementara kamu berjalan?” Pertanyaan ini bukan karena Ia tidak tahu, tetapi karena Ia ingin mereka membuka hati. Ia memberi ruang bagi mereka untuk mengungkapkan isi hati mereka terutama luka, harapan yang hancur, dan kebingungan yang mereka alami.

Saudara-saudari, Tuhan juga melakukan hal yang sama dalam hidup kita. Ia hadir dan berjalan bersama kita, bahkan ketika kita tidak menyadarinya. Ia mendengarkan setiap keluh kesah kita. Ia tidak pernah meninggalkan kita, meskipun kita sering merasa sebaliknya.

Yesus juga menjelaskan isi Kitab Suci kepada mereka. Ia menolong mereka memahami bahwa penderitaan dan kematian yang dialami-Nya bukanlah akhir, melainkan bagian dari rencana keselamatan Allah. Hati mereka pun mulai berkobar-kobar. Akhirnya, mereka mengenali Yesus saat Ia memecahkan roti. Dalam peristiwa itu, mata mereka terbuka. Mereka yang tadinya putus asa, kini dipenuhi semangat baru. Mereka segera bangkit dan kembali ke Yerusalem untuk mewartakan kabar sukacita.

Saudara-saudari terkasih, melalui kisah ini, kita diingatkan bahwa dalam setiap kekecewaan dan keputusasaan, Tuhan tidak pernah meninggalkan kita. Ia hadir dalam perjalanan hidup kita—dalam sabda-Nya, dalam sesama, dan terutama dalam perayaan Ekaristi. Oleh karena itu, marilah kita belajar untuk: membuka hati kita kepada Tuhan, setia mendengarkan sabda-Nya, dan percaya bahwa Ia selalu menyertai setiap langkah hidup kita.

Semoga hati kita pun berkobar-kobar setiap kali kita mendengarkan firman Tuhan dan mengalami kehadiran-Nya dalam hidup kita. Semoga Tuhan memberkati kita semua, Bapa, Putera dan Roh Kudus. Amin.

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN:⁣

Allah Bapa pencipta dan penyelamat, terimalah kurban Kristus, Penebus umat manusia, dan selamatkanlah jiwa raga kami. Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami.⁣⁣

ATAU: ⁣

Allah Bapa sumber kehidupan, berkatilah roti anggur ini,   dan jadikanlah berkat Roh-Mu lambang kedatangan dan kehadiran-Mu dalam diri Yesus, rezeki kehidupan kami, yang hidup dan berkuasa sepanjang segala masa.⁣⁣

ANTIFON KOMUNI  —  Lukas 24:35⁣

Murid-murid mengenal Yesus kembali, ketika la membagi bagikan roti. Aleluya.⁣

DOA SESUDAH KOMUNI⁣: 

Marilah berdoa: Allah Bapa sumber pembaruan, kami telah menyambut tubuh dan darah Putra-Mu terkasih. Semoga kami Kaulepaskan dari cara hidup manusia lama dan Kaujadikan manusia baru. Demi Kristus, …⁣⁣

ATAU : ⁣

Marilah berdoa: Allah Bapa maha pengasih, dampingilah kami dalam mencari kedamaian; kuatkanlah kami berkat sabda-Mu dan semoga di dalam diri kami cinta kasih tetap jaya melawan segala paksaan. Demi Kristus,…

DOWNLOAD AUDIO RESI:

2 Comments

  • Epin Roma April 7, 2026 at 4:03 pm

    Terima kasih Romo Tuhan Yesus memberkati kita semua. Amin

    Reply
  • Firmus Dega April 8, 2026 at 7:40 am

    Makasih Romo

    Reply

Tinggalkan Balasan ke Epin Roma Cancel Reply