Selasa, 23 Juni 2026 – Hari Biasa Pekan XII

Rm Gregorius Virdiawan Mubin SCJ dari Komunitas SCJ Paroki St St Petrus Kota Batak Riau – Indonesia

 
 
 

AUDIO RESI:

ANTIFON PEMBUKA – Mazmur 48:10-11

Dalam bait-Mu, ya Allah, kami renungkan kasih setia-Mu. Nama-Mu, ya Allah, sampai ke ujung bumi; demikian pula kemasyhuran nama-Mu; tangan kanan-Mu penuh dengan keadilan.

PENGANTAR:

Sepanjang sejarah seluruh umat Allah dibimbing iman akan Allah Yang Mahakuasa. Ikut serta kita dalam sejarah ialah me lakukan untuk semua orang segala sesuatu yang kita inginkan dilakukan orang terhadap kita. Iman dan cinta kasih menuntun kita di jalan yang sempit, yang telah dilalui Yesus sendiri.

DOA KOLEKTA:

Marilah berdoa: Allah Bapa tujuan hidup kami, semoga kami dapat melalui pintu gerbang yang sempit, agar dapat sampai ke sumber kehidupan, ialah Yesus, cahaya hidup kami, yang ….

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kitab Kedua Raja-Raja 19:9b-11.14-21.31-35a.36

“Aku akan membela dan menyelamatkan kota ini demi Aku dan demi Daud.”

Pada waktu kota Ye dikepung, Sanherib, Raja Asyur, mengirim utusan kepada Hizkia, raja Yehuda. Ia berpesan, “Beginilah harus kamu katakan kepada Hizkia, raja Yehuda: Janganlah Allahmu yang kaupercayai itu memperdayakan engkau dengan menjanjikan: Yerusalem tidak akan diserahkan ke tangan raja Asyur. Sesungguhnya, engkau ini telah mendengar tentang yang dilakukan raja-raja Asyur kepada segala negeri, yakni bahwa mereka telah menumpasnya; masakan engkau ini akan dilepaskan? Hizkia menerima surat itu dari tangan para utusan, lalu membacanya; kemudian pergilah ia ke rumah TUHAN dan membentangkan surat itu di hadapan TUHAN. Hizkia berdoa di hadapan TUHAN dengan berkata: “Ya TUHAN, Allah Israel, yang bertakhta di atas kerubim! Hanya Engkau sendirilah Allah segala kerajaan di bumi; Engkaulah yang menjadikan langit dan bumi. Sendengkanlah telinga-Mu, ya TUHAN, dan dengarlah; bukalah mata-Mu, ya TUHAN, dan lihatlah; dengarlah perkataan Sanherib yang telah dikirimnya untuk mengaibkan Allah yang hidup. Ya TUHAN, memang raja-raja Asyur telah memusnahkan bangsa-bangsa dan negeri-negeri mereka dan menaruh para allah mereka ke dalam api, sebab mereka bukanlah Allah, hanya buatan tangan manusia, kayu dan batu; sebab itu dapat dibinasakan orang. Maka sekarang, ya TUHAN, Allah kami, selamatkanlah kiranya kami dari tangannya, supaya segala kerajaan di bumi mengetahui, bahwa hanya Engkau sendirilah Allah, ya TUHAN.” Lalu Yesaya bin Amos menyuruh orang kepada Hizkia mengatakan: “Beginilah firman TUHAN, Allah Israel: Apa yang telah kaudoakan kepada-Ku mengenai Sanherib, raja Asyur, telah Kudengar. Inilah firman yang telah diucapkan TUHAN mengenai dia: Anak dara, yaitu puteri Sion, telah menghina engkau, telah mengolok-olokkan engkau; dan puteri Yerusalem telah geleng-geleng kepala di belakangmu. Sebab dari Yerusalem akan keluar orang-orang yang tertinggal dan dari gunung Sion orang-orang yang terluput; giat cemburu TUHAN semesta alam akan melakukan hal ini. Sebab itu beginilah firman TUHAN mengenai raja Asyur: Ia tidak akan masuk ke kota ini dan tidak akan menembakkan panah ke sana; juga ia tidak akan mendatanginya dengan perisai dan tidak akan menimbun tanah menjadi tembok untuk mengepungnya. Melalui jalan, dari mana ia datang, ia akan pulang, tetapi ke kota ini ia tidak akan masuk, demikianlah firman TUHAN. Dan Aku akan memagari kota ini untuk menyelamatkannya, oleh karena Aku dan oleh karena Daud, hamba-Ku.” Maka pada malam itu keluarlah Malaikat TUHAN, lalu dibunuh-Nyalah seratus delapan puluh lima ribu orang di dalam perkemahan Asyur. Sebab itu berangkatlah Sanherib, raja Asyur, dan pulang, lalu tinggallah ia di Niniwe.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 48:2-3a.3b-4.10-11 

Ref. Allah menegakkan kotanya untuk selama-lamanya.

  1. Agunglah Tuhan dan sangat terpuji di kota Allah kita! Gunung-Nya yang kudus, yang menjulang permai, adalah kegirangan bagi seluruh bumi.

  2. Gunung Sion, pusat kawasan utara, itulah kota Raja Agung. Dalam puri-puri-Nya Allah memperkenalkan diri sebagai benteng.

  3. Dalam bait-Mu, ya Allah, kami renungkan kasih setia-Mu. Nama-Mu, ya Allah, sampai ke ujung bumi; demikian pulalah kemasyhuran-Mu; tangan kanan-Mu penuh dengan keadilan.

BAIT PENGANTAR INJIL: 

U: Alleluya, alleluya
S: Akulah cahaya dunia; siapa yang mengikuti Aku, ia hidup dalam cahaya abadi.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius 7:6.12-14

“Segala sesuatu yang kamu kehendaki diperbuat orang kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka.”

Dalam khotbah di bukit Yesus berkata, “Janganlah kamu memberikan barang yang kudus kepada anjing, dan janganlah kamu melemparkan mutiaramu kepada babi, supaya jangan diinjak-injak dengan kakinya, lalu babi itu berbalik mengoyak kamu. Segala sesuatu yang kamu kehendaki diperbuat orang kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi. Masuklah melalui pintu yang sempit itu, karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kebinasaan, dan banyak orang telah masuk melalui pintu dan jalan itu. Tetapi sempitlah pintu dan sesaklah jalan yang menuju kehidupan, dan sedikitlah orang yang menemukannya.”

RENUNGAN DIBAWAKAN OLEH: Rm Gregorius Virdiawan Mubin SCJ

Vivat Cor Jesu, Per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus, melalui hati Bunda Maria.

Aroma Kehidupan di Tanah yang Gersang

Saudara sekalian yang direngkuh oleh Hati Yesus, kembali bersama saya Pastor Gregorius Virdi Mubin SCJ, dari komunitas SCJ Kota Batak – Riau. Mari sejenak kita merenungkan bacaan Injil hari ini, Hari Selasa  Biasa XII.

Menolak Menjadi “Babi” yang Memburu Ilusi.

Jika Anda melemparkan sebutir berlian murni sebesar telur ayam ke hadapan seekor babi yang kelaparan, hewan itu akan mendekat, mendengus, lalu mencoba mengunyahnya. Ketika menyadari benda berkilau itu keras dan tidak bisa mengenyangkan perutnya, ia akan menginjak-injak berlian itu ke dalam lumpur, lalu dengan gusar berbalik menyerang Anda karena Anda memberinya batu, bukan ampas tahu. Di sini, babi tidak salah, sebab bagi insting perutnya, ampas tahu jauh lebih berharga daripada berlian terindah di dunia. Yang keliru adalah kebodohan kita yang mengharapkan makhluk itu menghargai sebuah mahakarya yang bernilai tinggi. Melalui perumpamaan yang tajam dan provokatif ini, Yesus sebenarnya sedang membedah psikologi spiritual kita manusia yang sering kali mengidap ilusi nilai, dimana kita kerap mengorbankan hal-hal yang paling suci dalam hidup demi mengejar kepuasan semu yang tak berarti.

Yesus mengingatkan kita untuk tidak memberikan “barang kudus kepada anjing dan mutiara kepada babi” (Matius 7:6), sebuah peringatan taktis tentang discernment atau kebijaksanaan memilah. Mutiara iman, kemurnian hati, dan kedamaian batin kita adalah harta surgawi yang terlalu suci untuk dinegosiasikan dengan dunia yang sinis. Namun, agar kita tidak egois dan sekadar defensif, Yesus menuntut logika ofensif melalui Hukum Emas (Matius 7:12) dalam bentuk yang aktif, yaitu mengambil inisiatif untuk berbuat baik terlebih dahulu tanpa menunggu orang lain berubah. Karakter murid Kristus yang berani menjaga kesucian sekaligus aktif mengasihi inilah yang membuat kita mampu memilih pintu yang sempit dan jalan yang sesak. Dalam teks aslinya, kata “sesak” secara harfiah berarti terhimpit atau tertekan; sebuah penegasan bahwa jalan menuju kehidupan itu menuntut akurasi moral dan penciutan ego, sebuah rute yang sepi karena tidak semua orang rela menanggalkan kesombongannya demi sebuah kebenaran.

Hari ini, mari kita memeriksa kembali perbendaharaan kehidupan kita: apakah kita sedang sibuk mengumpulkan ‘ampas tahu duniawi’ berupa validasi, kesenangan instan, dan kompromi terhadap dosa, sambil menginjak-injak mutiara berupa integritas perkawinan, kejujuran, dan iman kita sendiri? Jalan lebar di luar sana memang tampak luas dan riuh oleh kerumunan orang yang memburu ilusi, namun ujungnya adalah kebinasaan dan kehampaan jiwa yang akut. Mari keluar dari lingkaran massa yang buta itu dan berani melangkah menuju pintu yang sempit bersama Kristus dengan mulai mengambil inisiatif untuk mengampuni, menghargai, dan mengasihi sesama secara konkret. Memang jalan sesak ini akan menghimpit ego kita dan terasa sunyi, tetapi mendekap erat mutiara iman di jalan yang sesak ini adalah satu-satunya kepastian yang akan menuntun kita pulang dengan selamat menuju kehidupan abadi. Tuhan memberkati.

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN:

Allah Bapa sumber kehidupan sejati, berkenanlah menerima niat baik kami mau mengimani Yesus Putra-Mu dan mau menempuh jalan-Nya menuju kehidupan sejati. Sebab Dialah

ANTIFON KOMUNI – Matius 7:12

Segala sesuatu yang Kauinginkan diperbuat orang kepadamu, perbuatlah juga demikian kepadanya.

DOA SESUDAH KOMUNI:

Marilah berdoa: Allah Bapa sumber kehidupan sejati, kami mengucap syukur, karena demikian besar perhatian-Mu kepada manusia, sehingga berkenan datang sendiri dalam diri Yesus Putra Manusia. Kami mohon, semoga Ia sudi menjadi pintu gerbang kehidupan kami. Sebab Dialah Tuhan dan pengantara kami.

DOWNLOAD AUDIO RESI:

No Comments

Leave a Comment