Senin, 20 Juni 2022 – Hari Biasa Pekan XII

Frater Diakon Novtavianus Aldi Prayoga SCJ Dari Komunitas SCJ Paroki St Maria Tak Bernoda Tegalrejo Belitang OKUT SumSel – Indonesia

 
 
 

AUDIO RESI:

ANTIFON PEMBUKA – Mazmur 60:13

Berilah kami pertolongan terhadap lawan, sebab sia-sialah penyelamatan dari manusia.

PENGANTAR:

Setiap orang menggendong hasil atau akibat perbuatannya yang baik ataupun yang kurang baik. Orang lain akan terkena dampaknya, sekalipun mungkin tidak terasa. Perjanjian lama mengenal hubungan luas itu dalam sejarah. Bila hal itu kita perhitungkan, maka takkan mudah kita menjatuhkan penilaian ataupun hukuman terhadap orang lain, tetapi akan mawas diri lebih dulu. Maka kita akan menilai dengan tepat pengalaman kita sendiri dari masa lalu yang baik maupun yang kurang baik.

DOA PEMBUKA:

Marilah bedoa: Allah Bapa tujuan hidup kami, semoga kami patuh setia melaksanakan tugas yang kami terima dari-Mu. Perkenankanlah kami berusaha, agar dunia ini layak didiami setiap orang sesuai dengan cita-cita Yesus Kristus, jalan kehidupan kami, yang ….

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kitab Kedua Raja-Raja 17:5-8.13-15a.18

“Tuhan menjauhkan Israel dari hadapan-Nya, dan tidak ada yang tinggal kecuali suku Yehuda saja.”

Pada waktu itu setelah memenjarakan Raja Hosea, Salmaneser, raja Asyur, menjelajah seluruh negeri Israel. Ia menyerang Kota Samaria dan mengepungnya selama tiga tahun. Dalam tahun kesembilan zaman Raja Hosea raja Asyur merebut Samaria. Ia mengangkut orang-orang Israel ke Asyur, ke dalam pembuangan, dan menyuruh mereka tinggal di Halah, di tepi Sungai Habor, yakni sungai negeri Gozan, dan di kota-kota orang Madai. Hal itu terjadi, karena orang Israel telah berdosa kepada Tuhan, Allah mereka, yang telah menuntun mereka dari tanah Mesir, dari kekuasaan Firaun, raja Mesir, dan karena mereka telah menyembah allah lain. Lagi pula mereka telah hidup menurut adat istiadat bangsa-bangsa yang telah dihalau Tuhan dari depan orang Israel, dan menurut ketetapan yang telah dibuat raja-raja Israel. Tuhan telah memperingatkan orang Israel dan orang Yehuda dengan perantaraan semua nabi dan semua pelihat, “Berbaliklah kalian dari jalan-jalanmu yang jahat itu; dan tetaplah mengikuti segala perintah dan ketetapan-Ku, sesuai dengan segala undang-undang yang telah Kuperintahkan kepada nenek moyangmu dan yang telah Kusampaikan kepada mereka dengan perantaraan hamba-hamba-Ku para nabi.” Tetapi mereka tidak mau mendengarkan; mereka bertegar hati seperti nenek moyangnya yang tidak percaya kepada Tuhan, Allah mereka. Mereka menolak ketetapan dan perjanjian Tuhan, yang telah diadakan dengan nenek moyang mereka, mereka membuang peraturan-peraturan Tuhan yang telah disampaikan kepada mereka. Sebab itu Tuhan sangat murka kepada Israel, dan menjauhkan mereka dari hadapan-Nya; tidak ada yang tinggal kecuali suku Yehuda saja.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 60:3.4-5.12-13

Ref. Selamatkanlah kami dengan tangan kanan-Mu, ya Tuhan, dan jawablah kami.

  1. Ya Allah, Engkau telah membuang kami, dan menembus pertahanan kami; Engkau telah murka; pulihkanlah kami!

  2. Engkau telah menggoncangkan bumi dan membelahnya; perbaikilah retak-retaknya, sebab kami telah goyah. Engkau telah membuat umat-Mu mengalami penderitaan yang berat, Engkau telah memberi kami minum anggur yang memusingkan.

  3. Bukankah Engkau, ya Allah, yang telah membuang kami? Bukankah Engkau tidak maju bersama bala tentara kami? Berikanlah kepada kami pertolongan terhadap lawan, sebab sia-sialah penyelamatan dari manusia.

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Alleluya, alleluya
S : Firman Tuhan itu hidup dan kuat, menusuk ke dalam jiwa dan roh.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius 7:1-5

“Keluarkanlah dahulu balok dari matamu sendiri.”

Dalam kotbah di bukit, Yesus berkata, “Janganlah menghakimi, supaya kalian tidak dihakimi. Karena dengan penghakiman yang telah kalian pakai untuk menghakimi, kalian sendiri akan dihakimi. Dan ukuran yang kalian pakai untuk mengukur akan ditetapkan pada kalian sendiri. Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok dalam matamu sendiri tidak engkau ketahui? Bagaimanakah engkau dapat berkata kepada saudaramu, ‘Biarlah aku mengeluarkan selumbar itu dari matamu’, padahal di dalam matamu sendiri ada balok? Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu sendiri, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar dari mata saudaramu.”
Demikianlah Sabda Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

RESI DIBAWAKAN OLEH Frater Diakon Novtavianus Aldi Prayoga SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Kudus Yesus melalui Hati Maria.

Sahabat Pendengar Resi Dehonian terkasih, jumpa dengan saya Diakon Novtavianus Aldi Prayoga SCJ dari Komunitas Paroki St. Maria Tak Bernoda Tegalrejo, Belitang, OKU Timur, Sumatera Selatan, Indonesia dalam Resi – Renungan Singkat Dehonian edisi Senin, 22 Juni 2026. 

Sahabat Resi Dehonian yang terkasih,Pernahkah Saudara-saudari berjalan-jalan di mall atau area publik misalnya pasar, lalu tanpa sengaja melihat seseorang dengan gaya pakaian yang aneh, atau cara bicara yang terlalu keras? Apa reaksi pertama dalam hati kita? Seringkali, secara otomatis, pikiran kita langsung melabeli: “Dua h, kok begitu ya?” atau “Kurang sopan sekali orang itu.”

Menilai orang lain seolah-olah sudah menjadi bakat alami kita sebagai manusia. Kita sangat cepat melihat kesalahan orang lain, bahkan yang sekecil debu atau “selumbar”. Namun, hari ini, melalui Injil Matius, Yesus mengetuk pintu hati kita dengan sebuah teguran yang sangat menohok sekaligus menggelitik: Bagaimana dengan balok di mata kita sendiri?

Tuhan Yesus sedang menggunakan gaya bahasa yang sengaja dilebih-lebihkan untuk membuka mata rohani kita. Bayangkan betapa lucunya sekaligus tragisnya seseorang yang matanya tertancap sebatang balok kayu besar, tetapi sibuk menunjuk-nunjuk sebutir debu yang menempel di mata orang lain.

Dalam hidup sehari-hari, kita sering kali hidup dengan membawa teropong dan bukan cermin. Kita memakai teropong untuk melihat kekurangan sesama dari kejauhan secara detail: melihat kekurangan pasangan, mengkritik kebijakan pengurus paroki, atau menghakimi cara hidup tetangga. Namun, kita lupa membawa cermin untuk melihat wajah rohani kita sendiri. Kita menutup mata terhadap kesombongan kita, kemalasan kita dalam berdoa, atau luka batin yang membuat kita selalu sinis pada orang lain.

Yesus mengingatkan: “Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu.”

Maka, saudara-saudari yang terkasih, Syarat utama sebelum kita bisa memurnikan sesama adalah memurnikan diri sendiri terlebih dahulu melalui introspeksi. Ketika kita sibuk menghakimi, kita sedang mengambil alih takhta Allah sebagai Hakim Yang Maha Adil. Padahal, kita semua adalah pendosa yang sama-sama berdiri di bawah kaki salib Kristus, sangat membutuhkan kerahiman-Nya.

Mari kita bawa renungan ini dalam aksi nyata hidup kita minggu ini. Setiap kali muncul keinginan kuat di dalam hati untuk menghakimi, membicarakan kejelekan orang lain, atau merasa diri lebih suci, mari kita ambil jeda waktu sejenak. Katakan pada diri sendiri: “Tuhan, selami hatiku, balok apa yang hari ini masih menyumbat mataku?”

Ketika kita berhenti menghakimi, kita memberikan ruang bagi kasih Allah untuk bekerja. Mari kita ubah “teropong” kita menjadi “cermin”, agar kita semakin serupa dengan Kristus yang penuh belas kasih, lambat untuk marah, dan berlimpah kasih setia.

Semoga Hati Kudus Yesus selalu merajai hati kita. Tuhan memberkati kita semua. Amin.

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN:

Allah Bapa maha pengasih, jangan sampai kami diadili. Melainkan berilah kami keselamatan, yang diperoleh Yesus Putra-Mu berkat sengsara, wafat dan kebangkitan-Nya. Sebab Dialah Tuhan dan pengantara kami.

ANTIFON KOMUNI – Mazmur 60:7b.13

Selamatkanlah umat kesayangan-Mu, ya Tuhan. Berilah kami pertolongan terhadap lawan, Sebab sia-sialah penyelamatan dari manusia.

DOA SESUDAH KOMUNI

Marilah berdoa: Allah Bapa kami di surga, kami mengucap syukur karena telah Kautunjukkan, jalan yang benar kepada kami Dalam diri Yesus Mesias. Semoga Ia sehari-hari tetap mendahului kami, menuju dunia baru tempat kehidupan sejati. Sebab Dialah ….

DOWNLOAD AUDIO RESI: 

No Comments

Leave a Comment