Kamis, 25 Juni 2026 – Hari Biasa Pekan XII

Rm Benediktus Mulyono SCJ dari Komunitas Resistencia Provinsi Chaco – Argentina – Argentina

 
 
 

AUDIO RESI:

ANTIFON PEMBUKA – Matius 7:21

Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku, ‘Tuhan, Tuhan!’ akan masuk kerajaan Allah, melainkan yang melakukan kehendak Bapa-Ku di surga.

PENGANTAR:

Pengkhianatan umat dan para raja berulang kali bukan halangan bagi Tuhan untuk tetap setia pada janji-Nya. Yesus membuka. kedok pengkhianatan itu. ‘Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku, Tuhan, Tuhan!’ akan memasuki kerajaan Allah melainkan yang melakukan kehendak Bapa-Ku.’ Kita tidak cukup hanya mengenal kehendak itu, tetapi harus melaksanakannya.

DOA KOLEKTA:

Marilah berdoa: Allah Bapa mahakuasa, kami mohon datanglah memberikan sabda penghiburan, bila hidup kami terancam perang atau penderitaan. Semoga kami Kau beri pengharapan hidup pada Yesus Kristus Putra-Mu, yang ….

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kitab Kedua Raja-Raja 24:8-17

“Raja Yoyakhin beserta semua para penguasa diangkut sebagai orang buangan ke Babel.”

Yoyakhin berumur delapan belas tahun pada waktu ia menjadi raja, dan tiga bulan lamanya ia memerintah di Yerusalem. Nama ibunya ialah Nehusta, puteri Elnatan, dari Yerusalem. Yoyakhin melakukan yang jahat di mata Tuhan, tepat seperti yang dilakukan ayahnya. Pada waktu itu majulah tentara Nebukadnezar, raja Babel, menyerang Yerusalem, dan kota itu terkepung. Nebukadnezar sendiri datang menyerang sementara orang-orangnya mengepung kota itu. Lalu keluarlah Yoyakhin, raja Yehuda, mendapatkan raja Babel: ia sendiri, ibunya, perwira-perwiranya, para pembesar dan pegawai-pegawai istananya. Raja Babel menangkap Yoyakhin pada tahun yang kedelapan pemerintahannya. Seluruh isi rumah Tuhan dan isi istana raja dikeluarkannya; dikeratnya pula emas dari segala perkakas emas yang dibuat oleh Salomo, raja Israel, di bait Tuhan seperti yang disabdakan Tuhan. Seluruh penduduk Yerusalem diangkutnya ke pembuangan; semua panglima dan semua pahlawan yang gagah perkasa: sepuluh ribu tawanan; juga semua tukang dan pandai besi. Tidak ada yang ditinggalkan kecuali orang-orang lemah dari rakyat negeri. Nebukadnezar mengangkut Yoyakhin ke pembuangan di Babel; juga ibunda raja, isteri-isteri raja, pegawai-pegawai istananya, dan orang-orang berkuasa di negeri itu dibawanya sebagai orang buangan dari Yerusalem ke Babel. Semua orang yang gagah perkasa, tujuh ribu orang banyaknya, para tukang dan para pandai besi, seribu orang banyaknya; sekalian pahlawan yang sanggup berperang, dibawa oleh raja Babel sebagai orang buangan ke Babel. Kemudian raja Babel mengangkat paman Yoyakhin, yang bernama Matanya, menjadi raja menggantikan Yoyakhin, dan menukar namanya menjadi Zedekia.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 37:3-4.5-6.30-31

Ref. Mulut orang benar menuturkan kebijaksanaan.

  1. Percayalah kepada Tuhan dan lakukanlah yang baik, diamlah di negeri dan berlakulah setia, bergembiralah karena Tuhan; maka Ia akan memenuhi keinginan hatimu!

  2. Serahkanlah hidupmu kepada Tuhan dan percayalah pada-Nya, maka Ia akan bertindak; Ia akan memunculkan kebenaranmu seperti terang, dan menampilkan hakmu seperti siang.

  3. Mulut orang benar menuturkan kebijaksanaan, dan lidahnya mengatakan kebenaran. Taurat Allah ada di dalam hatinya, langkah-langkahnya tidaklah goyah.

BAIT PENGANTAR INJIL: 

U:  Alleluya
S:  (Yoh 14:23) Barangsiapa mengasihi Aku, akan mentaati sabda-Ku. Bapa-Ku akan mengasihi dia, dan Kami akan datang kepadanya. Alleluya.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius 7:21-29

“Rumah yang didirikan di atas wadas dan rumah yang didirikan di atas pasir.” 

Dalam khotbah di bukit Yesus berkata, “Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku, ‘Tuhan, Tuhan!’ akan masuk ke dalam Kerajaan Surga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku di surga. Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku, ‘Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mukjizat demi nama-Mu juga?’ Pada waktu itu Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata, ‘Aku tidak pernah mengenal kalian! Enyahlah dari pada-Ku, kalian semua pembuat kejahatan!’” Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas wadas. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak roboh, sebab didirikan di atas wadas. Tetapi setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang bodoh, yang mendirikan rumahnya di atas pasir. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, sehingga robohlah rumah itu, dan hebatlah kerusakannya.” Setelah Yesus mengakhiri perkataan-Nya ini, takjublah orang banyak itu mendengar pengajaran-Nya, sebab Ia mengajar mereka sebagai orang yang berkuasa, bukan seperti ahli-ahli Taurat mereka.

RESI DIBAWAKAN OLEH: Rm Albertus Suryadi SCJ

Vivat cor Iesu, – per cor Mariae – Terpujilah Hati Jesus melalui Hati Maria. 

Saudara-Saudari, salam jumpa bersama saya Rm Benediktus Mulyono SCJ dari Resistencia, Argentina dalam RESI (Renungan Singkat) Dehonian: Kamis, 25 Juni 2026.

Saudara-saudara terkasih dalam Kristus, Yesus menegaskan satu realitas yang cukup mengejutkan: berseru “Tuhan, Tuhan” saja tidak cukup untuk masuk Kerajaan Surga. 

Yesus mengumpamakan dua tipe manusia yang sedang membangun rumah. Tipe pertama adalah orang bijaksana yang menggali lebih dalam dan meletakkan fondasinya di atas batu karang. Tipe kedua adalah orang bodoh yang membangun di atas hamparan pasir karena menginginkan jalan pintas.

Di hari-hari tenang, kedua rumah tersebut tampak sama megahnya dan berdiri dengan aman. Namun, ujian yang sesungguhnya terjadi ketika badai kehidupan datang menerjang. Hidup orang beriman tentu tidak serta merta dibebaskan dari berbagai macam konflik dan persoalan.

Saudara-saudari Terkasih, pesan Yesus hari ini membawa refleksi mendalam bagi keseharian hidup kita. Badai kehidupan—entah berupa masalah keluarga, krisis ekonomi, atau pergumulan batin—pasti akan datang. 

Mari kita memeriksa kembali fondasi kehidupan kita saat ini. Apakah kita sedang sibuk membangun “rumah” yang tampak megah di luar namun rapuh di bawah? Tuhan tidak mencari kehebatan pelayanan kita, melainkan hati yang mau tunduk dan taat pada kehendak-Nya. Ketika kita memilih untuk melakukan firman-Nya, kita sedang memastikan bahwa hidup kita aman dalam pelukan-Nya, tidak peduli seberapa keras badai kehidupan menerpa.

Semoga iman, harapan dan kasih kita semakin diteguhkan dan tidak akan pernah tergoyahkan.

Berkat Allah Yang Maha Kuasa untuk kita: (+) Dalam Nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin. (Salam Kasih dan Doa kami dari Komunitas SCJ, Kota Resistencia – Provinsi Chaco – ARGENTINA). .

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN:

Allah Bapa sumber pembaruan, bangunlah kami menjadi Gereja-Mu, tubuh Yesus Putra-Mu, yang ….

ANTIFON KOMUNI – Matius 7:29

Ia mengajar sebagai orang yang berwibawa, bukan seperti ahli-ahli Taurat.

DOA SESUDAH KOMUNI:

Marilah berdoa: Allah Bapa mahakuasa dan kekal, kami mengucap syukur karena telah menemukan seorang saksi penuh wibawa yang telah membicarakan Dikau, ialah Yesus Mesias, Tuhan kami. Semoga sabda-Nya selalu menjadi pegangan hidup kami di mana pun. Sebab Dialah Tuhan dan pengantara kami.

DOWNLOAD AUDIO RESI: 

No Comments

Leave a Comment