Rabu, 01 Juli 2026 – Hari Biasa Pekan XIII

Br Andreas Gatot Yudoanggono SCJ dari Komunitas SCJ Cipinang-Cempedak Jakarta Indonesia

 
 
 

AUDIO RESI:

ANTIFON KOMUNI – Amos 5:24

Hendaknya keadilan bergulung-gulung seperti air, dan kebenaran seperti sungai yang selalu mengalir.

PENGANTAR:

‘Aku membenci, Aku menghinakan perayaan-Mu, dan Aku tidak senang pada kumpulan raya-Mu.’ Demikianlah gugatan Nabi Amos. Salahkan kiranya menganggap bahwa yang dimaksud adat ‘Perjanjian Lama’, yang kini sudah tiada lagi. Bila kita di luar perayaan bertindak tidak adil dan membiarkan diri didorong nafsu akan uang dan harta benda, maka pengabdian kita tidak jujur dan munafik. Keadilan dan cinta kasih berjalan berdampingan.

DOA KOLEKTA:

Marilah bedoa: Allah Bapa sumber kehidupan semoga kami Kauberi kekuatan Agar dapat membagikan kedamaian serta berbuat baik kepada sesama, sebagaimana Engkau sendiri terhadap segala sesuatu yang Kaukehendaki hidup dan lestari. Demi Yesus Kristus Putra-Mu, …

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Nubuat Amos 5:14-15.21-24    

“Jauhkanlah daripadaku keramaian nyanyianmu, dan biarlah keadilan selalu mengalir seperti sungai.”    

Carilah yang baik dan jangan yang jahat, agar kalian hidup. Dengan demikian Tuhan, Allah semesta alam, akan menyertai kalian seperti yang kalian katakan. Bencilah yang jahat, cintailah yang baik, dan tegakkanlah keadilan di pintu gerbang. Mungkin Tuhan, Allah semesta alam, akan mengasihani sisa-sisa keturunan Yusuf. Tuhan bersabda, “Aku membenci, Aku menghinakan perayaanmu, dan Aku tidak senang akan kumpulan rayamu. Sungguh, apabila kalian mempersembahkan kepada-Ku kurban bakaran dan kurban sajianmu, Aku tidak suka. Aku tidak mau memandang kurban keselamatan yang berupa ternak tambun. Jauhkanlah daripada-Ku keramaian nyanyianmu. Aku tidak mau mendengar lagu gambusmu. Tetapi hendaknya keadilan bergulung-gulung seperti air, dan kebenaran seperti sungai yang selalu mengalir.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 50:7.8-9.10-11.12-13.16bc-17

Ref. Aku akan memperlihatkan keselamatan Allah kepada yang jujur jalannya.

  1. Dengarlah, hai umat-Ku, Aku hendak berfirman! Dengarlah hai Israel, Aku hendak bersaksi terhadap kamu: Akulah Allah, Allahmu!

  2. Bukan karena kurban sembelihan engkau Kuhukum, sebab kurban bakaranmu senantiasa ada di hadapan-Ku! Tidak usah Aku mengambil lembu dari rumahmu atau kambing jantan dari kandangmu.

  3. Sebab segala binatang hutan adalah milik-Ku, dan ribuan hewan di gunung adalah kepunyaan-Ku. Aku kenal segala burung di udara, dan semua yang bergerak di padang adalah milik-Ku.

  4. Jika Aku lapar, tidak usah Kukatakan kepadamu, sebab punya-Kulah dunia dan segala isinya. Daging lembu jantankah makanak-Ku? Atau darah kambing jantankah minuman-Ku?

  5. Apakah urusanmu menyelidiki ketetapan-Ku, dan menyebut-nyebut perjanjian-Ku dengan mulutmu, padahal engkau membenci teguran, dan mengesampingkan firman-Ku?

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Alleluya, alleluya
S : Atas kehendak-Nya sendiri Allah telah menciptakan kita dengan kebenaran, agar kita menjadi yang pertama dari ciptaan-Nya.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius 8:28-34

“Adakah Engkau kemari untuk menyiksa kami sebelum waktunya?”

Pada suatu hari Yesus menyeberang danau Genesaret dan tiba di daerah orang Gadara. Maka datanglah dari pekuburan dua orang yang kerasukan setan, menemui Dia. Mereka itu sangat berbahaya, sehingga tak seorang pun berani melalui jalan itu. Dan mereka itu pun berteriak, katanya, “Apakah urusan-Mu dengan kami, hai Anak Allah? Adakah Engkau datang kemari untuk menyiksa kami sebelum waktunya?” Tidak jauh dari mereka itu ada sejumlah besar babi sedang mencari makan. Maka setan-setan itu minta kepada Yesus, katanya, “Jika Engkau mengusir kami, suruhlah kami pindah ke dalam kawanan babi itu.” Maka Yesus berkata kepada mereka, “Pergilah!” Lalu keluarlah mereka dan masuk ke dalam babi-babi itu. Maka terjunlah seluruh kawanan babi itu dari tepi jurang ke dalam danau, dan mati di dalam air. Para penjaga babi lari, dan setibanya di kota mereka menceritakan segala sesuatu, juga tentang dua orang yang kerasukan itu. Maka keluarlah seluruh kota mendapatkan Yesus dan setelah berjumpa dengan Dia, mereka mendesak supaya Ia meninggalkan daerah mereka.
Demikianlah Sabda Tuhan
U. Terpujilah Kristus

RESI DIBAWAKAN OLEH Br. Andreas Gatot Yudoanggono SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.

Para Sahabatku, Saudari-saudara yang dicintai dan mencintai Hati Kudus Yesus.. Salam jumpa bersama Saya, Br. Andreas Gatot Yudoanggono SCJ dari Komunitas SCJ Cipinang-Cempedak Jakarta Indonesia.dalam Resi (Renungan singkat) Edisi Rabu, 01 Juli 2026, hari biasa pekan ke tigabelas.. Tema Resi kita kali ini adalah: “Membiarkan Yesus Membebaskan Hidup Kita”Namun sebelumnya, mari kita persiapakan hati dan kita awali permenunga kita dengan tanda kemenangan kristus. Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus..

Para sahabatku, Saudari-saudara yang dikasihi dan mengasihi Hati Yesus.  Dalam Injil hari ini, Tuhan Yesus berjumpa dengan dua orang yang kerasukan setan di daerah Gadara. Kehadiran Tuhan membuat kuasa jahat tidak berdaya dan kedua orang itu dibebaskan. Namun, yang menarik adalah, bhwa penduduk setempat justru meminta Tuhan Yesus meninggalkan daerah mereka karena mereka takut kehilangan kenyamanan dan kepentingan mereka. Injil hari ini mengajak kita untuk melihat bagaimana kita menanggapi kehadiran Tuhan Yesus yang ingin membebaskan dan memperbarui hidup kita. Lalu apa yang dapat kita renungkan dan refleksikan? Saya menawarkan 3 hal saja:

  1. Yesus Datang untuk Membebaskan: Kedua orang yang kerasukan hidup dalam penderitaan dan keterasingan. Namun Tuhan Yesus tidak menjauhi mereka. Ia datang dan memulihkan martabat mereka. Nah dalam hidup kita sehari-hari, mungkin kita tidak kerasukan setan, tetapi kita bisa terikat oleh kemarahan, dendam, iri hati, ketakutan, atau kebiasaan buruk yang membuat kita tidak bebas. Lalu yang menjadi pertanyaan bagi kita adalah: “Apa yang masih mengikat dan menghalangi saya untuk hidup lebih dekat dengan Tuhan?”

  2. Jangan Takut pada Perubahan yang Dibawa oleh Tuhan Yesus: Penduduk Gadara melihat mukjizat besar, namun mereka lebih fokus pada kerugian materi daripada keselamatan manusia yang telah dibebaskan. Nah dalam hidup sehari-hari, kadang-kadang kita tahu apa yang baik dan benar, tetapi enggan berubah karena merasa nyaman dengan kebiasaan lama. Lalu yang bisa kita refleksikan adalah: “Apakah saya sungguh terbuka pada perubahan yang Tuhan kehendaki dalam hidup saya?”

  3. Pilih Kehadiran Yesus di Atas Segalanya: Penduduk Gadara lebih memilih kehilangan Yesus daripada kehilangan kenyamanan mereka. Sebaliknya, seorang murid dipanggil untuk menempatkan Tuhan sebagai yang utama. Dalam hidup kita sehari-hari, kita sering dihadapkan pada pilihan antara kehendak Tuhan atau kepentingan pribadi. Nah yang bisa kita refleksikan adalah: “Apakah saya sungguh menempatkan Yesus sebagai yang paling utama dalam hidup saya?”

Nah para sahabatku, saudari-saudara yang dikasihi dan mengasihi Hati Yesus, Bacaan Injil hari ini mengingatkan kepada kita bahwa Tuhan Yesus datang bukan untuk menghukum, melainkan untuk membebaskan dan memulihkan kehidupan manusia. Ia mengundang kita untuk membuka hati, berani berubah, dan memilih-Nya di atas segala kepentingan lainnya. Ketika kita memberi ruang bagi Hati Yesus, hidup kita akan semakin dipenuhi damai, kebebasan, dan sukacita sejati.

Semoga Hati Kudus Yesus semakin merajai hati kita sehingga kita berani membuka diri terhadap kasih-Nya yang membebaskan, setia mengikuti kehendak-Nya, dan menjadi pribadi yang membawa damai serta harapan bagi sesama.

Hati Yesiis yang Lemahlembut dan Rendah Hati jadikanlah hati kami seperti Hati-Mu. Dalam Nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin.  Tuhan memberkati. Berkah Dalem.

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN:

Allah Bapa Raja mahamulia, berkat anggur roti ini semoga kami Kaulimpahi Roh Putra-Mu, yang akan membebaskan kami dari segala kejahatan dan membimbing kami masuk ke dalam kediaman-Mu. Demi Kristus , Tuhan dan pengantara kami..

ANTIFON KOMUNI – Amos 5:14

Carilah yang baik dan jangan yang jahat, agar kalian hidup. Dengan demikian, Tuhan, Allah semesta alam akan menyertai kalian seperti yang kalian katakana.

DOA SESUDAH KOMUNI:

Marilah berdoa: Allah Bapa Raja mahamulia, kami bersyukur, bahwasanya Engkau telah mencurahkan Roh Putra-Mu, Setiap kali kami memuliakan Dia dalam perayaan Ekaristi. Semoga daya hidup-Nya meresapi jiwa kami, Sehingga kami dapat berkembang menjadi putra dan putri-Mu yang menyerupai Dia, Ialah Kristus, Tuhan dan pengantara kami.

DOWNLOAD AUDIO RESI:

No Comments

Leave a Comment