Selasa, 19 Mei 2026 – Hari Biasa Pekan VII Paskah (Novena Roh Kudus hari kelima)

Rm. Stefanus Sigit Pranoto SCJ dari Komunitas SCJ Paroki St. Fransikus de Sales Palembang – Indonesia

 
 
 

AUDIO RESI:

ANTIFON PEMBUKA  – Wahyu 1:17-18

Akulah awal dan akhir. Aku mati, namun kini hidup. Sungguh, Aku hidup selama-lamanya. Aleluya.

PENGANTAR: 

Dalam kata perpisahan-Nya, Yesus mengajak kita untuk me nekuni tugas perutusan kita dengan setia. Kita hendaknya menampakkan kemuliaan Allah dan Yesus di dunia. Bagaimana Rasul Paulus melaksanakan tugas itu dengan cemerlang, akan kita dengar dalam bacaan pertama. Marilah kita mohon kepada Roh Kudus agar memperoleh daya kekuatan untuk memberi kesaksian tentang Injil sampai akhir hidup.

DOA KOLEKTA: 

Marilah berdoa: Allah Bapa mahakuasa dan maharahim, semoga Roh Kudus turun atas kami dan tinggal dalam diri kami, sehingga kami menjadi kenisah kemuliaan-Nya. Demi Yesus Kristus Putra-Mu, ….

ATAU:

Marilah berdoa: Allah Bapa sumber kedamaian, semoga kami semakin mengenal Putra-Mu dan merenungkan sabda-Nya, agar dapat memahami apa yang dapat menenteramkan hati kami. Demi Yesus Kristus Putra-Mu, ….

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kisah Para Rasul 20:17-27

“Aku dapat mencapai garis akhir, dan menyelesaikan pelayanan yang ditugaskan oleh Tuhan Yesus.”

Dalam perjalanannya ke Yerusalem paulus menyuruh seorang dari Miletus ke Efesus dengan pesan supaya para penatua jemaat datang ke Miletus. Sesudah mereka datang, berkatalah Paulus kepada mereka: “Kamu tahu, bagaimana aku hidup di antara kamu sejak hari pertama aku tiba di Asia ini: dengan segala rendah hati aku melayani Tuhan. Dalam pelayanan itu aku banyak mencucurkan air mata dan banyak mengalami pencobaan dari pihak orang Yahudi yang mau membunuh aku. Sungguh pun demikian aku tidak pernah melalaikan apa yang berguna bagi kamu. Semua kuberitakan dan kuajarkan kepada kamu, baik di muka umum maupun dalam perkumpulan-perkumpulan di rumahmu. Aku senantiasa bersaksi kepada orang-orang Yahudi dan orang-orang Yunani, supaya mereka bertobat kepada Allah dan percaya kepada Tuhan kita, Yesus Kristus. Tetapi sekarang sebagai tawanan Roh aku pergi ke Yerusalem, dan aku tidak tahu apa yang akan terjadi atas diriku di situ selain apa yang dinyatakan Roh Kudus dari kota ke kota kepadaku, bahwa penjara dan sengsara menunggu aku. Tetapi aku tidak menghiraukan nyawaku sedikit pun, asal saja aku dapat mencapai garis akhir dan menyelesaikan pelayanan yang ditugaskan oleh Tuhan Yesus kepadaku untuk memberi kesaksian tentang Injil kasih karunia Allah. Sekarang aku tahu, bahwa kamu tidak akan melihat mukaku lagi, kamu sekalian yang telah kukunjungi untuk memberitakan Kerajaan Allah. Sebab itu pada hari ini aku bersaksi kepadamu, bahwa aku bersih; aku tidak bersalah terhadap siapa pun yang akan binasa. Sebab aku tidak lalai memberitakan seluruh maksud Allah kepadamu.”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 68:10-11.20-21

Ref. Hai kerajaan-kerajaan bumi, menyanyilah bagi Allah!

  1. Hujan yang melimpah Engkau siramkan, ya Allah; tanah milik-Mu yang gersang Kaupulihkan, sehingga kawanan hewan-Mu menetap di sana; dalam kebaikan-Mu Engkau memenuhi kebutuhan orang yang tertindas.

  2. Terpujilah Tuhan! Hari demi hari Ia menanggung beban kita; Allah adalah keselamatan kita. Allah kita adalah Allah yang menyelamatkan, Allah, Tuhanku, memberi keluputan dari maut.

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Alleluya, alleluya.
S : (Yoh 14:16) Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes 17:1-11a

“Bapa, permuliakanlah Anak-Mu.”

Dalam perjamuan malam terakhir Yesus menengadah ke langit dan berdoa, “Bapa, telah tiba saatnya; permuliakanlah Anak-Mu, supaya Anak-Mu mempermuliakan Engkau. Sama seperti Engkau telah memberikan kepada-Nya kuasa atas segala yang hidup, demikian pula Anak-Mu akan memberikan hidup yang kekal kepada semua yang telah Engkau berikan kepada-Nya. Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus. Aku telah mempermuliakan Engkau di bumi dengan jalan menyelesaikan pekerjaan yang Engkau berikan kepada-Ku untuk Kulakukan. Oleh sebab itu, ya Bapa, permuliakanlah Aku pada-Mu sendiri dengan kemuliaan yang Kumiliki di hadirat-Mu sebelum dunia ada. Aku telah menyatakan nama-Mu kepada semua orang, yang Engkau berikan kepada-Ku dari dunia. Mereka itu milik-Mu dan Engkau telah memberikan mereka kepada-Ku, dan mereka telah menuruti firman-Mu. Sekarang mereka tahu, bahwa semua yang Engkau berikan kepada-Ku itu berasal dari pada-Mu. Sebab segala firman yang Engkau sampaikan kepada-Ku telah Kusampaikan kepada mereka, dan mereka telah menerimanya. Mereka tahu benar-benar, bahwa Aku datang dari pada-Mu, dan mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku. Aku berdoa untuk mereka. Bukan untuk dunia Aku berdoa, tetapi untuk mereka, yang telah Engkau berikan kepada-Ku, sebab mereka adalah milik-Mu, dan segala milik-Mu adalah milik-Ku, dan milik-Ku adalah milik-Mu, dan Aku telah dipermuliakan di dalam mereka. Aku tidak lagi ada dalam dunia, tetapi mereka masih ada di dalam dunia, dan Aku datang kepada-Mu.”
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Stefanus Sigit Pranoto SCJ 

Vivat Cor Jesus, Per Cor Mariae; Hidup Hati Jesus melalui Hati Bunda Maria.

Saudara-saudari terkasih, dalam Injil hari ini Yesus berdoa, “Bapa, telah tiba saatnya.” Yesus tahu bahwa Ia akan menghadapi penderitaan, tetapi Ia tidak lari. Ia menyerahkan seluruh hidup-Nya ke dalam tangan Bapa. Ini mengajarkan kita bahwa setiap tahap hidup, termasuk saat-saat sulit, dapat menjadi jalan bagi Allah untuk menyatakan kasih-Nya. Tugas kita bukan memahami semuanya, tetapi percaya bahwa Tuhan tetap bekerja.

Yesus mengatakan bahwa hidup kekal adalah mengenal Allah dan Yesus Kristus yang diutus-Nya. Artinya, hidup sejati dimulai ketika kita memiliki hubungan yang dekat dengan Tuhan. Seperti ponsel yang harus tetap terhubung dengan jaringan agar dapat berfungsi, demikian juga hati kita perlu selalu terhubung dengan Tuhan melalui doa, sabda-Nya, dan kasih kepada sesama.

Yang menguatkan, di tengah penderitaan-Nya, Yesus justru mendoakan para murid-Nya. Itu berarti sampai hari ini Yesus juga mendoakan kita. Kita tidak pernah sendirian. Apa pun yang sedang kita hadapi, kita berada dalam hati Tuhan, dan di dalam doa-Nya kita selalu dijaga.

DOA MOHON TUJUH KURNIA ROH KUDUS (Didoakan setelah homili)

1. Datanglah, ya Roh Hikmat,

P+U.   turunlah atas diri kami. Ajarlah kami menjadi orang bijak, terutama agar kami dapat menghargai, mencintai, dan mengutamakan cita-cita surgawi. Dan semoga kami Kau lepaskan dari belenggu dosa dunia ini.

2. Datanglah, ya Roh Pengertian,

P+U.   turunlah atas diri kami. Terangilah budi kami, agar dapat memahami ajaran Yesus, Sang Putra, dan melaksanakannya dalam hidup sehari-hari.

3. Datanglah, ya Roh Nasihat,

P+U.  dampingilah kami dalam perjalanan hidup yang penuh gejolak ini. Semoga kami selalu melakukan yang baik dan benar, serta menjauhi yang jahat.

4. Datanglah, ya Roh Keperkasaan,

P+U.   kuatkanlah hamba-Mu yang lemah ini, agar tabah menghadapi segala kesulitan dan derita. Semoga kami Kau kuatkan dengan memegang tangan-Mu yang senantiasa menuntun kami.

5. Datanglah, ya Roh Pengenalan akan Allah,

P+U.  ajarlah kami mengetahui bahwa semua yang ada di dunia ini sifatnya sementara saja. Bimbinglah kami, agar tidak terbuai oleh kemegahan dunia. Bimbinglah kami, agar dapat menggunakan hal-hal duniawi untuk kemuliaan-Mu.

6. Datanglah, ya Roh Kesalehan,

P+U.   bimbinglah kami untuk terus berbakti kepada-Mu. Ajarilah kami menjadi orang yang tahu berterimakasih atas segala kebaikan-Mu. Semoga kami berani menjadi teladan kesalehan bagi orang-orang di sekitar kami.

7. Datanglah, ya Roh Takut akan Allah,

P+U.   ajarlah kami untuk takut dan tunduk kepada-Mu, dimana pun kami berada. Tegakkanlah kami agar selalu berusaha melakukan hal-hal yang berkenan kepada-Mu.

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN: 

Allah Bapa mahamulia, terimalah doa dan persembahan kami. Semoga berkat misteri suci yang kami rayakan ini kami akhirnya beralih kepada kemuliaan di surga. Demi Kristus, …..

ATAU: 

Allah Bapa mahamulia, berkatilah roti ini dan kuduskanlah piala ini, agar iman kami memperoleh santapan yang menyelamatkan kami. Demi Kristus, ….

ANTIFON KOMUNI – Yohanes 14:26

Roh Kudus yang akan diutus Bapa demi nama-Ku, akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan mengingatkan segala yang telah Kunyatakan kepadamu. Aleluya.

DOA SESUDAH KOMUNI: 

Marilah berdoa: Allah Bapa mahamulia, Putra-Mu meminta kami merayakan ibadat ini untuk mengenangkan Dia. Kami telah ikut serta dalam kurban-Nya dan mohon dengan rendah hati, semoga Engkau mengobarkan cinta kasih kami kepada-Mu.Demi Kristus, ….

ATAU: 

Marilah berdoa: Allah Bapa mahamulia, ajarilah kami semakin mengenal Yesus, kedamaian kami, dan ajarilah pula melaksanakan sabda yang diucapkan-Nya. Semoga Roh-Nya memberikan dan kekuatan kepada kami. Demi Kristus, ….

DOWNLOAD AUDIO RESI: 

DOA NOVENA ROH KUDUS – HARI V

Persiapan Menyambut Kedatangan Tujuh Karunia Roh Kudus

Pendarasan doa setiap harinya disesuaikan dengan karunia Roh Kudus yang dituju. Berikut bacaan doa Novena Roh Kudus selama sembilan hari yang dikutip dari laman Discerning Hearts.

 

DOA NOVENA ROH KUDUS – Hari Ke lima

Datanglah, ya Roh kesucian, dari kemuliaan surga dan memancarkan pancaran cahaya-Mu. Bapa dari semua orang miskin, terang dan damai sejahtera semua hati, datang dengan karunia-Mu yang tak terhitung jumlahnya. Penghibur dalam kehancuran; penyegaran penuh keindahan, datanglah sahabat jiwaku. Dalam keletihan kirim istirahat; napas lembut sejuk menyegarkan angin; menghibur orang-orang yang kesepian yang menangis sendirian. Cahaya Kebahagiaan, siapkan hati kami; masuk ke dalam jiwa kami. Tanpa rahmat-Mu, manusia berdiri sendiri; dia tidak bisa menjadi baik atau yakin. Membersihkan apa yang kotor; menyembuhkan apa yang terluka; membasahi apa yang gersang. Tekuk kemauan yang keras kepala; menghangatkan hati yang dingin; membimbing langkah kaki yang mengembara.

Oh Roh Kudus,

kami memohon kepada-Mu untuk memberi kami rahmat melalui kekuatan tujuh kali lipat-Mu dan berilah aku bantuan yang dengan sungguh-sungguh aku cari dalam novena ini…

(Sampaikan permintaan Anda di sini) Beri kami pahala untuk saat ini, dan suatu hari kebahagiaan ketika kami telah menyelesaikan perjalanan duniawi kami. Datanglah, ya Roh Kudus, mengisi hati orang-orang beriman-Mu, dan nyalakan di dalamnya api cinta-Mu.

Amin.

 

Dilanjutkan dengan Rosario Roh Kudus

 

ROSARIO ROH KUDUS

Rosario Roh Kudus disusun pada tahun 1892 oleh seorang biarawan Fransiskan Kapusin di Inggris sebagai sarana bagi umat beriman untuk menghormati Roh Kudus. Doa ini kemudian memperoleh persetujuan apostolik dari Paus Leo XIII pada tahun 1902. Rosario ini dimaksudkan sebagai sarana untuk menghormati Roh Kudus, sama seperti Rosario Bunda Maria di maksudkan para rahib Dominikan untuk menghormati Bunda Maria.

Rosario ini terdiri atas 5 kelompok manik-manik. Tiap kelompok terdiri dari 7 manik. Sebelum dan sesudah tiap kelompok terdapat 2 butir manik besar, sehingga seluruhnya ada 35 butir manik kecil dan 12 butir manik besar. Sebagai tambahan, terdapat 3 manik kecil pada bagian permulaan. Pada ketiga manik kecil ini dibuat tanda salib, lalu di daraskan doa tobat dan himne datanglah Roh Pencipta.

Dalam tiap kelompok manik, diucapkan doa kemuliaan pada ketujuh manik kecil, dan 1 doa Bapa Kami serta 1 Salam Maria pada kedua manik besar. Pada 2 manik besar yang tersisa di bagian akhir, diucapkan Sahadat Para Rasul (Aku percaya …..), doa Bapa Kami dan Salam Maria untuk mendoakan Bapa Suci.

Pada doa ini terdapat 5 misteri: masing-masing misteri direnungkan pada setiap kelompok manik-manik. Angka lima merupakan penghormatan atas lima Luka Suci Yesus yang merupakan sumber rahmat yang dibagikan Roh Kudus untuk seluruh umat manusia.

Secara berurutan, Rosario Roh Kudus di daraskan sebagai berikut:

I. TANDA SALIB

II. DOA TOBAT

III. DATANGLAH ROH PENCIPTA

Datanglah hai Roh Pencipta kunjungilah jiwa kami semua penuhilah dengan rahmat-Mu hati kami ciptaan-Mu. Gelar-Mu ialah penghibur rahmat Allah yang mahaluhur Sumber Hidup, Api Kasih dan Pengurapan Ilahi.

Engkaulah sumber sapta karunia jemari tangan Sang Ilahi. Engkaulah janji sejati Allah Bapa yang mempergandakan bahasa. Terangilah akal budi, curahkan cinta di setiap hati. Segala kelemahan kami semoga Kau lindungi dan Kau kuatkan. Jauhkanlah semua musuh segera, anugrahkanlah kedamaian jiwa, dengan Engkau sebagai penuntun kami kejahatan tak’kan mempengaruhi. Perkenalkanlah kami kepada Bapa ajarilah agar mengakui Putra serta Engkau, Roh dari Keduanya yang kami imani dan puji selamanya. Segala kemuliaan bagi Allah Bapa dan bagi Sang Putra yang telah bangkit dari mati serta bagi-Mu Roh Kudus pula sepanjang segala abad.  Amin

IV. MISTERI PERTAMA:

“Dari Roh Kuduslah Yesus dikandung Perawan Maria.” (Renungan Luk1:35 ) Ujud khusus:

Dengan tekun, mintalah bantuan dari Roh Ilahi serta perantaraan Bunda maria untuk mengikuti kebajikan-kebajikan Yesus Kristus, contohlah segala kebajikan-Nya, sehingga kita dapat menjadi serupa dengan citra Putra Allah.

Renungan dan doa pribadi …

Bapa Kami …

Salam Maria …

Kemuliaan … (7x)

V. MISTERI KEDUA:

“Roh Allah turun atas Yesus.” (Renungan Mat3:16 ) Ujud khusus:

Peliharalah dengan penuh kesungguhan anugrah yang tak ternilai, rahmat pengudusan yang dicurahkan dan ditanamkan dalam jiwa kita oleh Roh Kudus pada saat pembabtisan. Peganglah dengan teguh janji baptis yang telah kita ucapkan: tingkatkan iman, harapan dan cinta kasih melalui tindakan nyata, serta hiduplah sebagai anak-anak Allah dan anggota Gereja Allah yang sejati agar kelak kita dapat memperoleh warisan surgawi.

Renungan dan doa pribadi …

Bapa Kami …

Salam Maria …

Kemuliaan … (7x)

VI. MISTERI KETIGA:

“Oleh Roh Kudus, Yesus dibimbing menuju padang gurun untuk dicobai.” (Renungan Luk4:1-2) Ujud khusus:

Bersyukurlah selalu atas ketujuh karunia Roh Kudus yang dicurahkan pada kita saat menerima Sakramen Penguatan: Roh kebijaksanaan, pengertian, nasihat, keperkasaan, pengenalan akan Allah, kesalehan, dan rasa takut akan Allah. Serahkan diri kita dengan setia kepada bimbingan Ilahi-Nya, sehingga di atas segala godaan dan pencobaan hidup kita berlaku secara perkasa sebagai seorang Kristen sejati dan prajurit Kristus yang berani.

Renungan dan doa pribadi …

Bapa Kami …

Salam Maria …

Kemuliaan … (7x)

VII. MISTERI KEEMPAT:

“Peranan Roh Kudus dalam Gereja.” (Renungan Kis2:2 Kis2:4 Kis2:11 ) Ujud khusus:

Bersyukurlah kepada Tuhan karena Ia menjadikan kita sebagai anggota Gereja-Nya yang selalu dijiwai dan diarahkan oleh Roh Kudus, Roh yang diturunkan ke dunia untuk tugas itu pada hari Pentekosta. Dengarlah dan patuhilah Takhta Suci, wakil Roh Kudus yang tidak dapat salah, serta Gereja, pilar dan dasar kebenaran. Junjunglah ajaran-ajarannya dan belalah hak-haknya.

Renungan dan doa pribadi …

Bapa Kami …

Salam Maria …

Kemuliaan … (7x

VIII. MISTERI KELIMA:

“Roh Kudus dalam jiwa-jiwa orang beriman.” (Renungan 1Kor6:19 1Tes5:19 Ef4:30 ) Ujud khusus:

Sadarilah keberadaan Roh Kudus dalam diri kita, peliharalah dengan seksama kemurnian tubuh dan jiwa, ikutilah dengan setia bimbingan Ilahi-Nya, sehingga kita dapat menghasilkan buah-buah Roh: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan hati, kebaikan, kesetiaan, kelemah lembutan, iman, kerendahan hati, penguasaan diri, dan kemurnian.

Renungan dan doa pribadi … Bapa Kami …

Salam Maria … Kemuliaan … (7x) Aku Percaya … Bapa Kami …

Salam Maria …

 

3 Comments

  • Epin Roma Mei 19, 2026 at 4:53 am

    Terima kasih Romo Tuhan Yesus memberkati kita semua. Amin

    Reply
    • Firmus Dega Mei 19, 2026 at 8:25 am

      Makasih Romo

      Reply
  • Herlin Mei 19, 2026 at 8:45 am

    Amin

    Reply

Leave a Comment