
Br Andreas Gatot Yudoanggono SCJ dari Komunitas SCJ Cipinang-Cempedak Jakarta Indonesia
AUDIO RESI:
ANTIFON PEMBUKA – lih. Kis 11:24
Berbahagialah orang kudus, yang termasuk bilangan para rasul. Ia orang baik, penuh Roh Kudus dan kepercayaan.
PENGANTAR:
Barnabas yang berasal dari Siprus tidak termasuk kelompok dua belas. Tetapi jasa-jasanya menyebabkan dia patut dijuluki rasul. Sejak semula ia giat dan tegas. Segala miliknys diserahkan kepada umat. Dialah yang meletakkan dasar-dasar kerasulan. Ia berhasil membebaskan Gereja dari belenggu penghayatan hukum Yahudi. Dia pula yang memasukkan Paulus yang baru saja bertobat ke dalam Gereja Yerusalem. Ia meninggal sebagai martir di tanah tumpah darahnya Siprus
DOA KOLEKTA:
Marilah berdoa: Allah Bapa, keselamatan umat manusia, Engkau telah memilih Santo Barnabas yang teguh dalam iman dan memenuhinya dengan Roh Kudus, untuk Kaukhususkan mempertobatkan para bangsa. Semoga Injil kristus yang diwartakannya kini dengan giat kami sebar luaskan pula dengan perkataan dan perbuatan. Demi Yesus Kristus, …
BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kisah Para Rasul 11:21b-26;13:1-3
“Barnabas adalah orang baik, penuh dengan Roh Kudus dan iman”
Pada perkembangan awal umat beriman, di Antiokhia sejumlah besar orang menjadi percaya dan berbalik kepada Tuhan. Maka sampailah kabar tentang mereka itu kepada jemaat di Yerusalem. Lalu jemaat itu mengutus Barnabas ke Antiokhia. Setelah Barnabas datang dan melihat kasih karunia Allah, bersukacitalah ia. Ia menasihati mereka, supaya mereka semua tetap setia kepada Tuhan. Karena Barnabas adalah orang baik, penuh dengan Roh Kudus dan iman, sejumlah orang dibawa kepada Tuhan. Lalu pergilah Barnabas ke Tarsus untuk mencari Saulus. Setelah bertemu dengan dia, ia membawanya ke Antiokhia. Mereka tinggal bersama-sama dengan jemaat itu satu tahun lamanya, sambil mengajar banyak orang. Di Antiokhia murid-murid itu untuk pertama kalinya disebut Kristen. Pada waktu itu dalam jemaat di Antiokhia ada beberapa nabi dan pengajar, yaitu: Barnabas dan Simeon yang disebut Niger, Lukius orang Kirene, Menahem yang diasuh bersama dengan raja wilayah Herodes, dan Saulus. Pada suatu hari, ketika mereka beribadah kepada Tuhan dan berpuasa, berkatalah Roh Kudus, “Khususkanlah Barnabas dan Saulus bagi-Ku untuk tugas yang telah Kutentukan bagi mereka.” Maka berpuasa dan berdoalah mereka, dan setelah meletakkan tangan ke atas kedua orang itu, mereka membiarkan keduanya pergi.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 98:1.2-3ab.3c-4.5-6
Ref. Segala ujung bumi melihat keselamatan yang datang dari Allah kita.
Atau Tuhan telah menyatakan keadilan-Nya di hadapan para bangsa.
-
Nyanyikanlah lagu baru bagi Tuhan, sebab Ia telah melakukan karya-karya yang ajaib; keselamatan telah dikerjakan oleh tangan kanan-Nya, oleh lengan-Nya yang kudus.
-
Tuhan telah memperkenalkan keselamatan yang datang dari pada-Nya. Ia telah menyatakan keadilan-Nya di hadapan para bangsa. Ia ingat akan kasih dan kesetiaan-Nya terhadap kaum Israel.
-
Segala ujung bumi telah melihat keselamatan yang datang dari Allah kita. Bersorak-sorailah bagi Tuhan, hai seluruh bumi, bergembiralah dan bermazmurlah!
-
Bermazmurlah bagi Tuhan dengan kecapi, dengan kecapi dan lagu merdu; dengan nafiri dan sangkakala yang nyaring bersorak-sorailah di hadapan Raja, yakni Tuhan!
BAIT PENGANTAR INJIL:
U : Alleluya, alleluya.
S : (Mat 28:19-20) Pergilah, ajarlah segala bangsa, sabda Tuhan. Aku menyertai kamu senantiasa sampai akhir zaman.
BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius 10:7-13
“Kamu telah menerima dengan cuma-cuma; karena itu berilah dengan cuma-cuma pula.”
Sekali peristiwa Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Surga sudah dekat. Sembuhkanlah orang-orang sakit, bangkitkanlah orang mati; tahirkanlah orang kusta, usirlah setan-setan! Kamu telah menerima dengan cuma-cuma; karena itu berilah dengan cuma-cuma pula! Janganlah kamu membawa emas atau perak atau tembaga dalam ikat pinggangmu. Janganlah kamu membawa bekal dalam perjalanan, janganlah kamu membawa baju dua helai, kasut atau tongkat, sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya. Apabila kamu masuk kota atau desa, carilah di situ seorang yang layak, dan tinggallah padanya sampai kamu berangkat. Apabila kamu masuk rumah orang, berilah salam kepada mereka. Jika mereka layak menerimanya, salammu itu turun ke atasnya; jika tidak, salammu itu kembali kepadamu.
Demikianlah Sabda Tuhan!
U. Terpujilah Kritus!
RESI DIBAWAKAN OLEH Br Andreas Gatot Yudoanggono SCJ
Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.
Para Sahabatku, Saudari-saudara yang dicintai dan mencintai Hati Kudus Yesus.. Salam jumpa bersama Saya, Br. Andreas Gatot Yudoanggono SCJ dari Komunitas SCJ Cipinang-Cempedak Jakarta Indonesia.dalam Resi (Renungan singkat) Edisi Kamis, 11 Juni 2026, Bertepatan dengan Peringatan wajib St. Barnabas Rasul.Tema Resi kita kali ini adalah: “Diutus dari Hati yang Dipenuhi Kasih”Namun sebelumnya, mari kita persiapakan hati dan kita awali permenunga kita dengan tanda kemenangan kristus. Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus..
Para sahabatku, Saudari-saudara yang dikasihi dan mengasihi Hati Yesus. Hari ini Gereja memperingati Santo Barnabas Rasul, seorang murid yang dikenal karena kebaikan hati, semangat pelayanan, dan kemampuannya menguatkan sesama. Bersamaan dengan itu, kita juga tiba pada hari terakhir Novena Hati Kudus Yesus. Hati Kudus Yesus yang kita renungkan selama sembilan hari mengingatkan kita bahwa kasih Tuhan tidak berhenti pada diri sendiri, tetapi selalu mendorong kita untuk pergi dan menjadi berkat bagi orang lain. Itulah yang dilakukan Barnabas: ia menerima kasih Kristus dan membagikannya kepada dunia. Lalu apa yang bisa kira refleksikan? Saya menawarkan 3 hal saja.
-
Mewartakan dengan Hati yang Penuh Kasih: Yesus mengutus para murid untuk memberitakan bahwa Kerajaan Surga sudah dekat. Pewartaan yang paling kuat bukanlah kata-kata yang indah, melainkan hati yang dipenuhi kasih. Barnabas menjadi rasul yang dipercaya karena hidupnya memancarkan kebaikan dan ketulusan. Pertanyaan refleksinya adalah: “Apakah orang lain dapat merasakan kasih Tuhan melalui sikap dan perkataan saya?”
-
Memberi Tanpa Mengharapkan Balasan: “Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma.” Hati Kudus Yesus adalah hati yang memberi tanpa syarat. Barnabas pun dikenal karena kemurahan hatinya, bahkan rela menyerahkan miliknya demi membantu sesama. Lalu Pertanyaan refleksinya adalah:”Apa yang masih sulit saya berikan dengan tulus kepada Tuhan dan sesama?”
-
Menjadi Pembawa Damai dan Penghiburan: Nama Barnabas berarti “anak penghiburan”. Ia hadir untuk menyemangati, mendamaikan, dan membangun persaudaraan. Di tengah dunia yang mudah terpecah oleh konflik dan prasangka, kita dipanggil menjadi pribadi yang membawa harapan dan persatuan. Pertanyaannya adalah: “Apakah kehadiran saya lebih sering membawa damai atau justru menambah beban bagi orang lain?”
Pada hari terakhir Novena Hati Kudus Yesus ini, kita diajak tidak hanya mengagumi kasih Kristus, tetapi juga membiarkan hati kita dibentuk oleh-Nya. Seperti Santo Barnabas, marilah kita menjadi murid yang berani diutus, murah hati dalam pelayanan, dan setia membawa penghiburan bagi sesama.
Semoga Hati Kudus Yesus semakin merajai hati kita sehingga kita mampu menjadi rasul-rasul kasih yang menghadirkan penghiburan, persaudaraan, dan harapan bagi setiap orang yang kita jumpai. Amin.
Hati Yesiis yang Lemahlembut dan Rendah Hati jadikanlah hati kami seperti Hati-Mu. Tuhan memberkati. Berkah Dalem.
DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN:
Allah Bapa maha pengasih, berkatilah kiranya persembahan kami ini. Semoga cinta kasih kami kepada-Mu berkobar seperti cinta kasih yang mendorong Santo Barnabas membawa terang Injil kepada para bangsa. Demi Kristus, …
ANTIFON KOMUNI – Yoh 15:15
Aku tidak lagi menyebut kalian hamba. Sebab hamba tidak tahu apa yang dikerjakan tuannya. Aku menyebut kalian ini sahabat, sebab semua yang Kudengar dari Bapa, sudah Kuberitahukan kepadamu.
DOA SESUDAH KOMUNI:
Marilah berdoa: Allah Bapa yang maha murah, kami telah menerima jaminan hidup abadi pada peringatan Santo Barnabas ini. Kami mohon dengan rendah hati, semoga apa yang kami rayakan dengan menggunakan lambang-lambang, kelak kami alami pula dengan nyata. Demi Kristus, …
DOWNLOAD AUDIO RESI:
Resi-Kamis 11 Juni 2026 oleh Br Andreas Gatot Yudoanggono SCJ dari Komunitas SCJ Cipinang-Cempedak Jakarta IndonesiaUnduh

Pengantar:
P. Leo Yohanes Dehon, SCJ, mendirikan Kongregasi Imam-Imam Hati Kudus pada tahun 1878, di Prancis. Inisial Latin, “SCJ” setelah nama imam atau Bruder, mengidentifikasikan bahwa dia adalah anggota Kongregasi ini, yang lebih dikenal dengan nama “Dehonian” yang diambil dari nama belakang Pater pendiri. Saat ini, Kongregasi Imam-Imam Hati Kudus Yesus melayani di lebih dari 40 negara.
Yang penting bagi Kongregasi Religius ini bukanlah karya/pelayanan tertentu, melainkan semangat / motivasi spiritual untuk pelayanan apa pun yang diberikannya. Pater Dehon menekankan “kehidupan batin”, maksudnya adalah relasi / hubungan yang intim dengan Tuhan, yang mencintai umat manusia tanpa batas. Sebagai pengikut setia Yesus, Allah yang menjadi manusia, P. Dehon dapat berkata seperti yang dilakukan St. Paulus, “Aku telah disalibkan dengan Kristus; namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku. [Galatia 2:19-20].
Dari kontemplasi atas Persembahan Diri Yesus secara total, yang berpuncak pada wafat-Nya di kayu salib dan lambung-Nya yang tertikam, muncul gam-bar dan devosi kepada Hati Yesus, lambang dari sumber kasih yang menakjubkan ini. Pengabdian kepada Hati Yesus berarti tidak hanya mengembalikan cinta kepada Tuhan dan umat Tuhan, tetapi juga mem-percayai dan menyelesaikan rancangan kasih Tuhan – bukan kehendakku tetapi kehendak Tuhan yang terjadi – bahkan ketika harus memikul salib. Ini adalah semangat pemberian diri dari seorang dehonian dan siapa saja yang tertarik pada pengabdian kepada Hati Yesus.
Semoga Novena, Litani, dan pengudusan ini menopang dan memperkuat devosi Anda kepada Hati Yesus.
MEDITASI Hari IX
“Marilah kita menjaga diri kita dengan kedamaian dan kelemah lembutan di hadapan Hati Kudus, di bawah pancaran kasih-Nya, di dekat perapian kasih ini; mari kita renungkan karya cinta-Nya, dan kehendak untuk membalas cinta akan lahir di dalam hati kita.
P. Leo John Dehon, SC, Crowns of Love for the Sacred Heart I, 2nd Mystery, 3rd Meditation
NOVENA HATI KUDUS YESUS
HARI IX
Hati Yesus yang Maha Kudus, semoga cahaya dan kehangatan kehadiran-Mu menyegarkan hatiku untuk senatiasa bertumbuh menjadi gambar kasih-Mu yang hidup.
Dengan penuh keyakinan pada cinta Hati-Mu yang lembut, aku datang kepada-Mu dengan penuh iman dan memohon apa yang sungguh aku butuhkan.
[Sebutkan permintaan Anda.]
Karena Engkau sangat mengenalku, aku akan menunggu dengan sabar untuk menerima dari Hati-Mu yang pemurah, apa yang benar-benar aku butuhkan untuk kepentinganku dan saudara-saudariku.
Semoga jawaban atas doaku, memungkinkan aku untuk bekerja sama dengan Hati-Mu dalam membangun Kerajaan cinta, keadilan, dan damai-Mu.
Amin.
Bapa Kami, Salam Maria 3x, Kemuliaan,
Supaya kasih Hati Yesus mudah dipahami dan relevan, P. Leo Yohanes Dehon SCJ, menyarankan untuk mengaitkannya dengan gambaran umum (tentang hati Yesus) dan pengalaman pribadi (akan kasih Allah). Doa-doa dalam litani ini didasarkan pada gambar-kata yang menggugah ini, yang disusun dari tulisan-tulisan rohani P. Dehon.
Persembahkanlah hatimu, putra dan putri Tuhan, persembahkanlah hatimu sebagai kurban kepada Tuhan di atas mezbah Hati Yesus.
Doa-doa Litani Hati Yesus
Hati Yesus, Hati Bapa kami dan Allah kami, kami memuji Engkau.
Hati Yesus, yang sepenuhnya milik Bapa-Mu dan kami, kami memuji Engkau.
Hati Yesus, kasih Allah yang menjelma bagi manusia, kami memuji Engkau.
Hati Yesus, lambang cinta manusia kepada Allah, kami memuji Engkau.
Hati Yesus, yang menaruh perhatian khusus dan penuh kasih kepada kami, kami bersyukur kepada-Mu.
Hati Yesus yang lembut seperti hati seorang ibu, kami bersyukur kepada-Mu.
Hati Yesus, yang mengasihi kami lebih dari seorang ibu, kami bersyukur kepada-Mu
Hati Yesus, sahabat yang kebaikannya tak terhingga, kami bersyukur kepada-Mu
Hati Yesus yang mengasihi kami lebih dari seorang sahabat, kami bersyukur kepada-Mu
Hati Yesus, pasangan jiwa kami yang penuh kasih, yang kasihnya selalu segar, kami bersyukur kepada-Mu
Hati Yesus yang mengasihi kami lebih dari pasangan hidup, kami bersyukur kepada-Mu
Hati Kudus Yesus, penuntun kepada Kebijaksanaan yang tak terbatas, kami mencintai-Mu.
Hati Kudus Yesus, yang ingin selalu menolong kami dan memenuhi semua kebutuhan kami, kami mencintai-Mu.
Hati Kudus Yesus, yang bersimpati dengan semua kelemahan rohani dan jasmani kami, kami mencintai-Mu.
Hati Kudus Yesus, harta silih, kasih, dan anugerah kami, kami mencintai-Mu.
Hati Kudus Yesus, yang menyerahkan diri sepenuhnya kepada kami, kami mencintai-Mu.
Hati Ekaristis Yesus, roti yang menguatkan dan menyirami jiwa-jiwa dengan semangat kemurahan hati, kepahlawanan, dan amal-kasih, kami menyambut-Mu.
Hati Ekaristis Yesus, Raja-Gembala, dan penyelenggara hidup kami, kami menyambut-Mu.
Hati Ekaristis Yesus, Saudara kami yang penuh kasih dan setia, kami menyambut-Mu.
Hati Yesus, yang dipenuhi dengan belarasa kepada semua orang yang menderita, kami ingin menjadi seperti Engkau.
Hati Yesus, yang dipenuhi dengan belarasa kepada mereka yang dilanda masalah, kesulitan, dan beban berat, kami ingin menjadi seperti Engkau.
Hati Yesus, yang dipenuhi dengan belarasa kepada yang lapar, yang bekerja keras, dan yang miskin, kami ingin menjadi seperti Engkau.
Hati Yesus, yang dipenuhi dengan belarasa kepada yang sakit dan lemah, kami ingin menjadi seperti Engkau.
Hati Yesus, yang menderita ketika kami menderita, kami menyatukan diri kami dengan persembahan diri-Mu.
Hati Yesus, yang menuntut keadilan, rasa hormat, dan kebajikan bagi para pekerja, kami menyatukan diri kami dengan persembahan diri-Mu.
Hati Yesus, penjaga yang berjaga-jaga melindungi Gereja-Nya, kami menyatukan diri kami dengan persembahan diri-Mu.
Hati Yesus, yang berdoa untuk kebutuhan umat-Nya, kami menyatukan diri kami dengan persembahan diri-Mu.
Hati Yesus, teladan kami, cita-cita kami, segalanya bagi kami, kami menyatukan diri kami dengan persembahan diri-Mu.
Dipenuhi dengan keyakinan akan kasih Allah yang melimpah bagi semua ciptaan, kami berdoa:
Guru yang baik, Engkau telah memberikan kepada kami
rahmat untuk mulai mencintai-Mu;
berilah kami juga rahmat untuk bertekun dalam cinta-Mu,
yang sering kali terasa begitu berat.
Dalam semangat cinta,
kami ingin terus-menerus mempersembahkan kepada-Mu
perbuatan, pekerjaan, dan penderitaan kami sehari-hari. Amin.
Pengudusan Keluarga kepada Hati Yesus
Lebih dari sekadar upacara – seremoni, pengudusan keluarga kepada Hati Yesus adalah komitmen harian untuk menghidupi cinta, penerimaan, pengampunan, dorongan, dan perhatian.
Ini adalah praktik spiritual untuk menciptakan sebuah keluarga (tidak sempurna, tetapi penuh kasih) tempat tinggal yang nyaman bagi Hati Yesus .
Jika memungkinkan, keluarga berkumpul di sekitar meja, yang di atasnya diletakkan gambar Hati Yesus. Atau, berkumpul di dekat gambar Hati Yesus yang dipasang di tempat yang pantas dalam rumah. Jika diinginkan, nya-lakan lilin dan hiasi ruangan dengan bunga.
Berikut ini adalah ritual sederhana, yang dapat Anda sesuaikan dengan situasi Anda. Sangat ideal untuk memiliki salinan “Doa Keluarga Pengudusan ke Hati Yesus” untuk setiap anggota keluarga. Sudah sepantasnya yang ter-tua dalam rumah tangga [mungkin kakek-nenek] untuk memimpin doa ini. Mintalah seorang anggota keluarga yang lebih muda untuk membaca kutipan Kitab Suci setelah memberinya kesempatan untuk berlatih mem-bacanya. Putuskan sebelumnya bagaimana Anda ingin melakukan “Doa dengan Tangan”.
Pendahuluan: Pemimpin menggunakan kata-kata ini atau yang serupa:
P : Kita telah berkumpul bersama sebagai sebuah keluarga untuk membuat janji kepada Tuhan dan meminta Tuhan untuk membantu kita menepati janji kita. Gambar Hati Yesus dan Doa Pengudusan kita ini akan mengingatkan kita betapa Allah mengasihi kita dan betapa kita harus berusaha untuk saling mengasihi.
Mari kita mendengarkan bacaan dari Alkitab. Bacaan dari Surat Pertama Yohanes 4:9, 11 dan 12
Dalam hal inilah kasih Allah dinyatakan di tengah-tengah kita, yaitu bahwa Allah telah mengutus Anak-Nya yang tunggal ke dalam dunia, supaya kita hidup oleh-Nya. Saudara-saudaraku yang kekasih, jikalau Allah sedemikian mengasihi kita, maka haruslah kita juga saling mengasihi.
~ Waktu untuk hening sejenak ~
Doa Pengudusan Keluarga kepada Hati Yesus
[Jika memungkinkan, doakan doa ini bersama-sama]
Hati Yesus yang penuh kasih,
karena kami tahu bahwa Engkau mencintai kami
kami mohon bantuan-Mu.
Sebagai sebuah keluarga / Komunitas
(orang tua, kakek-nenek, dan anak-anak)
Ajarilah kami bagaimana kami mampu saling mencintai apa adanya,
mendorong satu sama lain untuk menjadi yang terbaik,
dan mendukung siapa pun di antara kami yang membutuhkan.
Di saat kuat atau lemah,
di saat-saat berahmat atau saat jatuh dalam dosa,
bantulah kami untuk berbelaskasih seperti Engkau Berbelaskasih,
dan menjadi keluarga-tempat tinggal yang nyaman bagi-Mu.
Walaupun kami bukan keluarga yang sempurna,
kami ingin menjadi keluarga yang penuh kasih.
Dengan bantuan-Mu,
kami berjanji untuk terus mengusahakannya.
Semoga Hati-Mu yang penuh belaskasih menjaga kami setiap saat
dan keluarga kami selalu berada dalam lindungan-Mu.
Amin.
Doa dengan Tangan
Dengan kata-kata, kami meminta Yesus untuk tinggal bersama kami dan kami berjanji untuk melakukan apa yang kami bisa untuk menjadi keluarga yang penuh kasih. Sekarang, mari kita ekspresikan hal yang sama dengan tangan kita.
[Pilih cara A atau B:]
[A] Saya akan mengulurkan tangan dan meletakkannya di atas meja. Kemudian, saya meminta masing-masing orang untuk mengulurkan tangan sehingga kita semua bisa saling bersentuhan.
[B] Saya meminta kita semua untuk berdiri dalam lingkaran dan saling ber-gandengan tangan.
[Setelah hening sejenak, gunakan kata-kata ini atau yang serupa:]
Kita semua adalah bagian dari keluarga ini. Masing-masing dari kita memberi dan menerima.
Mari kita semua menjalani tanggungjawab masing-masing untuk men-ciptakan keluarga yang penuh kasih.
Doa Bapa kami.
Dengan tangan yang masih bersentuhan, marilah kita mengucapkan doa yang diajarkan Tuhan Yesus kepada kita.
Bapa kami….…
Doa Penutup
Hati Yesus yang Penuh Kasih,
jagalah keluarga kami selalu dalam lindunganMu
dan ajari kami untuk mencintai
dan mendukung satu sama lain.
Amin.
Doa untuk Pembaruan Harian
Pengudusan Keluarga kepada Hati Yesus
Kasih Hati Yesus yang Mahakasih.
Jagalah keluarga kami selalu dalam lindungan-Mu
dan ajari kami bagaimana mencintai dan mendukung satu sama lain.
Amin
Hati Yesus,
bantu kami menciptakan keluarga yang penuh kasih
di mana Engkau selalu merasa nyaman tinggal di dalamnya.
Amin.
Copyright 2020, United States Province
Priests of the Sacred Heart
St. Barnabas Rasul

No Comments