
Rm Paulus Jose Pratama SCJ Paroki St Yohanes Penginjil Bengkulu – Indonesia
AUDIO RESI:
ANTIFON PEMBUKA – Mazmur 146:5a.6
Berbahagialah orang, yang mempunyai Allah Yakub sebagai penolong. Dialah pencipta langit dan bumi, laut dan segala isinya, yang tetap setia untuk selama-lamanya.
PENGANTAR:
Seperti tanah liat di tangan tukang periuk demikianlah umat di tangan Tuhan. Segalanya didapatnya dari Tuhan dan selalu umat tergantung pada Tuhan. Dalam menantikan akhir zaman orang harus menggunakan segala pemberian secara baik. Jahatlah orang yang mau melepaskan diri dari tangan Tuhan.
DOA KOLEKTA:
Marilah bedoa: Allah Bapa pencipta jagat raya, kami ini seutuhnya Engkaulah yang memberi dan hidup kami berada di tangan-Mu. Semoga kami Kaujadikan umat yang selalu patuh setia memperhatikan kebahagiaan sesama. Demi Yesus Kristus Putar-Mu, ….
BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kitab Yeremia 18:1-6
“Seperti tanah liat di tangan tukang periuk, demikianlah kalian di tangan-Ku.”
Tuhan bersabda kepada Yeremia, “Pergilah segera ke rumah tukang periuk! Di sana Aku akan memperdengarkan sabda-Ku kepadamu.” Lalu pergilah aku ke rumah tukang periuk, dan kebetulan ia sedang bekerja dengan pelarikan. Apabila bejana yang sedang dibuatnya dari tanah liat itu rusak di tangannya, maka tukang periuk itu mengerjakannya kembali menjadi bejana lain menurut keinginannya. Kemudian bersabdalah Tuhan kepadaku, “Masakan Aku tidak bertindak terhadap kalian seperti tukang periuk ini, hai kaum Israel!, demikianlah sabda Tuhan. Sungguh, seperti tanah liat di tangan tukang periuk, demikianlah kalian di tangan-Ku, hai kaum Israel!
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 146:2abc.2d-4.5.6
Ref. Berbahagialah orang yang mempunyai Allah Yakub sebagai penolong.
-
Aku hendak memuliakan Tuhan selama aku hidup, dan bermazmur bagi Allahku selagi aku ada.
-
Janganlah percaya kepada para bangsawan, kepada anak – manusia yang tidak dapat memberikan keselamatan. Apabila nyawanya melayang, ia kembali ke tanah; pada hari itu juga lenyaplah maksud-maksud hatinya.
-
Berbahagialah orang yang mempunyai Allah Yakub sebagai penolong, yang harapannya pada Tuhan, Allahnya: Dialah yang menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya; yang tetap setia untuk selama-lamanya.
BAIT PENGANTAR INJIL:
U : Alleluya
S : (Kis 16:14b) Tuhan, bukalah hati kami, supaya kami memperhatikan sabda Putra-Mu.
BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius 13:47-53
“Ikan yang baik dikumpulkan ke dalam pasu, yang buruk dibuang.”
Sekali peristiwa Yesus bersabda kepada orang banyak, “Hal Kerajaan Surga itu seumpama pukat yang dilabuhkan di laut, lalu mengumpulkan pelbagai jenis ikan. Setelah penuh, pukat itu ditarik orang ke pantai. Lalu mereka duduk dan dipilihlah ikan-ikan itu, ikan yang baik dikumpulkan ke dalam pasu, yang buruk dibuang. Demikianlah juga pada akhir zaman. Malaikat-malaikat akan datang memisahkan orang jahat dari orang benar. Yang jahat lalu mereka campakkan ke dalam dapur api. Di sana akan ada ratapan dan kertak gigi. Mengertikah kalian akan segala hal ini?” Orang-orang menjawab, “Ya, kami mengerti.” Maka bersabdalah Yesus kepada mereka, “Karena itu setiap ahli Taurat yang menerima pelajaran hal Kerajaan Allah seumpama seorang tuan rumah yang mengeluarkan harta yang baru dan yang lama dari perbendahraannya.” Setelah selesai menyampaikan perumpamaan itu, Yesus pergi dari sana.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
RESI DIBAWAKAN OLEH Rm Paulus Jose Pratama SCJ
Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.
Sahabat Hati Kudus Yesus yang terkasih.. Salam jumpa bersama Saya, Rm. Yosse SCJ dari Paroki St. Yohanes Penginjil, Bengkulu, dalam Resi (Renungan singkat) Edisi Kamis, 30 Juli 2026. Tema Resi kita adalah “Kasih Allah Menjangkau Hidupku”
Mari kita mempersiapakan hati dan kita awali permenungan ini dengan tanda kemenangan Kristus. Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus..
Sahabat pecinta Hati Kudus, Perumpamaan yang Yesus sampaikan tentang pukat yang dilabuhkan di laut, mengungkapkan betapa luasnya kasih Allah. Seperti jaring pukat (sagēnē) yang ditebarkan ke laut hingga mampu menanjaring berbagai jenis ikan, demikian pula karya keselamatan Allah menjangkau semua orang tanpa membedakan suku, status, masa lalu, atau kerapuhan-kerapuhan yang ada.
Gereja di dunia menjadi seperti jaring yang menampung berbagai karakter manusia, ada yang sungguh mengasihi Tuhan, ada yang masih berjuang dengan masalah hidupnya, bahkan ada yang hidup seperti bejana yang rapuh. Semua itu masuk dalam jaring pukat yang sama. Itu artinya, rahmat Allah masih terus bekerja, memanggil setiap orang kepada pertobatan. Allah yang berbelaskasih memberi kita kesempatan.
Namun, pukat itu pada akhirnya akan ditarik ke pantai. Di sanalah terjadi pemisahan oleh malaikat-malaikat. Allah menghendaki adanya pemisahan antara yang baik dan yang jahat. Mari kita bertanya diri, layakah aku berada dalam jaring kesalamatan Tuhan? Kita semua berharap, ketika pukat itu ditarik ke pantai kekekalan hidup kita, Allah menjangkau kita sebagai “ikan yang baik”, yaitu pribadi yang sudah belajar mengasihi-Nya dan sesama dengan setia.
Hati Yesus yang lemah lembut dan rendah hati, jadikanlah hati kami seperti Hati-Mu. Amin. Dalam Nama Bapa, dan Putera, dan Roh Kudus. Amin. Tuhan memberkati. Berkah Dalem.
DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN:
Allah Bapa mahakuasa dan kekal, persatukanlah kami di dalam kerajaan-Mu di sekitar altar ini. Maka kini silakan mulai melaksanakan janji-Mu. Demi Kristus, ….
ANTIFON KOMUNI – Yeremia 18:6
Seperti tanah liat di tangan tukang periuk, demikianlah kalian di tangan-Ku.
DOA SESUDAH KOMUNI:
Marilah berdoa: Allah Bapa maha pengasih dan penyayang, kami mohon Kauajar tentang Kitab Suci serta kauberi daya semangat Yesus, Saudara kami, agar dapat menjadi orang yang penuh rasa syukur, saling menaruh cinta kasih dan memperhatikan sesama sebagai saudara se-Bapa. Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami.
DOWNLOAD AUDIO RESI:
No Comments