Senin, 10 Agustus 2026 – Pesta St. Laurensius, Diakon dan Martir

Rm Agustinus Kelik Pribadi SCJ dari Komunitas SCJ Paroki St Stefanus Cilandak Jakarta – Indonesia

 
 

 

AUDIO RESI:

ANTIFON PEMBUKA:

Santo Laurensius menyerahkan diri demi Gereja. Karena itu pantas menderita sebagai saksi iman dan menghadap Tuhan Yesus Kristus dengan suka cita.

PENGANTAR:

Menjadi diakon pada masa Gereja Purba berarti berkarya penuh merawat orang sakit, mengajar dan membimbing para katekumen. Semua itu dikerjakan oleh Laurensius dengan penuh pengabdian. Ia giat dan cakap. Untuk melindungi harta milik Gereja terhadap nafsu merampas para penganiaya, dibagikannya semua kepada orang miskin. Bersama Santo Petrus dan Paulus ia menjadi pelindung kota Roma.

DOA KOLEKTA:

Marilah berdoa: Allah Bapa, cahaya abadi yang cemerlang, karena cinta kasih yang berapi-api Santo Laurensius menjadi pelayan-Mu yang setia dan martir-Mu yang mulia. Semoga kami mengasihi yang dikasihinya dan melaksanakan yang diajarkannya. Demi Kristus, …

Bacaan dari Surat Kedua Rasul Paulus kepada Jemaat di Korintus 9:6-10

“Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita.”

Saudara-saudara, orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit pula. Sebaliknya orang yang menabur banyak akan menuai banyak pula. Hendaklah masing-masing memberi menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau terpaksa. Sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita. Dan Allah sanggup melimpahkan segala kasih karunia kepada kamu, supaya kamu senantiasa berkecukupan di dalam segala sesuatu, malah berkelebihan di dalam pelbagai kebajikan. Seperti ada tertulis, “Ia murah hati, orang miskin diberi-Nya derma, kebenaran-Nya tetap untuk selama-lamanya.” Dia yang menyediakan benih bagi penabur, dan roti untuk dimakan, Dia jugalah yang akan menyediakan benih bagi kamu; Dialah yang akan melipatgandakannya dan menumbuhkan buah-buah kebenaranmu.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 112:1-2.5-6.7-8.9

Ref. Orang baik menaruh belaskasihan dan memberi pinjaman.

  1. Berbahagialah orang yang takwa pada Tuhan, yang sangat suka akan segala perintah-Nya. Anak cucunya akan perkasa di bumi; keturunan orang benar akan diberkati.

  2. Orang baik menaruh belaskasihan dan memberi pinjaman, ia melakukan segala urusan dengan semestinya. Orang jujur tidak pernah goyah; ia akan dikenang selama-lamanya.

  3. Ia tidak takut kepada kabar buruk, hatinya tabah, penuh kepercayaan kepada Tuhan. Hatinya teguh, ia tidak takut, sehingga ia mengalahkan para lawannya.

  4. Ia murah hati, orang miskin diberinya derma; kebajikannya tetap untuk selama-lamanya, tanduknya meninggi dalam kemuliaan.

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Alleluya
S : (Yoh 8:12bc) Akulah terang dunia. Barangsiapa mengikuti Aku, ia tidak berjalan dalam kegelapan, tetapi mempunyai terang hidup.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes 12:24-26

“Barangsiapa melayani Aku, ia akan dihormati Bapa.”

Menjelang akhir hidup-Nya Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika mati, ia akan menghasilkan banyak buah. Barangsiapa mencintai nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya. Tetapi barangsiapa tidak mencintai nyawanya di dunia ini, ia akan memeliharanya untuk hidup yang kekal. Barangsiapa melayani Aku, ia harus mengikuti Aku, dan di mana Aku berada, di situ pun pelayan-Ku akan berada. Barangsiapa melayani Aku, ia akan dihormati Bapa.”
Demikianlah Sabda Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm Agustinus Kelik Pribadi SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.

Sahabat resi yang mengasihi Tuhan. Jumpa lagi dengan saya, romo Agustinus Kelik Pribadi SCJ dalam resi. Renungan singkat dehonian edisi Senin 10 Agutus 2026. Mari kita dengarkan firman Tuhan dari Injil Yohanes 12;24-26.

Berani Memberikan Seluruh Hidup

Mengikuti Yesus bukan hanya berarti percaya kepada-Nya. Mengikuti Yesus berarti berani memberikan seluruh hidup kita kepada-Nya.

Yesus sendiri mengatakan bahwa, “Barangsiapa mencintai nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, tetapi barangsiapa tidak mencintai nyawanya di dunia ini, ia akan memeliharanya untuk hidup yang kekal.”

Kata-kata ini tidak mudah. Sebab Yesus mengajak kita untuk keluar dari diri sendiri. Menjadi murid berarti berani menyangkal diri, memikul salib, dan mengikuti Dia. Artinya, kita tidak lagi hanya bertanya, Apa yang saya dapat dari Tuhan?” tetapi berani bertanya, “Apa yang dapat saya berikan kepada Tuhan?”

Yesus sendiri sudah lebih dahulu memberikan seluruh hidup-Nya bagi kita. Ia memberikan waktu, tenaga, perhatian, kasih, bahkan akhirnya memberikan tubuh dan darah-Nya, memberikan nyawa-Nya di kayu salib. Karena itu, menjadi pengikut Yesus berarti belajar memberikan hidup kita juga—bukan hanya ketika mudah, tetapi juga ketika berat; bukan hanya ketika kita dihargai, tetapi juga ketika kita tidak dimengerti; bukan hanya ketika kita memperoleh sukacita, tetapi juga ketika kita harus berkorban.

Sebab hidup yang diberikan itulah yang dapat berbuah.

Biji gandum tidak akan menghasilkan buah kalau tetap utuh dan tidak jatuh ke tanah. Demikian juga hidup kita. Kalau kita terus mempertahankan diri, kepentingan diri, kenyamanan, gengsi, dan keinginan untuk dilayani, mungkin kita memang tetap sibuk dalam pelayanan, tetapi hidup kita belum tentu menghasilkan buah.

Karena itu, setelah sekian lama kita mengikuti dan melayani Tuhan, baiklah kita berhenti sejenak dan bertanya:

Apakah hidup saya sungguh semakin berbuah?
Apakah pelayanan saya membuat saya semakin mengasihi?
Apakah saya semakin menjadi pribadi yang membawa sukacita, pengharapan dan damai bagi orang lain?

Kalau setelah sekian lama mengikuti Yesus kita justru semakin kehilangan sukacita, semakin pahit, semakin mudah kecewa, semakin merasa terbebani, bahkan pelayanan hanya menjadi rutinitas dan kewajiban, mungkin kita perlu bertanya dengan jujur:

“Siapa sebenarnya yang saya layani? Tuhan, atau diri saya sendiri?”

Sebab mengikuti Yesus bukan pertama-tama tentang berapa banyak yang sudah kita lakukan bagi-Nya. Mengikuti Yesus adalah tentang sejauh mana kita membiarkan hidup kita menjadi milik-Nya dan melalui hidup kita, kasih-Nya dapat dirasakan oleh orang lain.

Marilah kita belajar dari Yesus: memberikan hidup, bukan mempertahankan hidup; melayani, bukan mencari untuk dilayani; mengasihi, bukan menuntut untuk dikasihi.

Karena pada akhirnya, hidup yang diberikan dengan kasih tidak pernah sia-sia. Di tangan Tuhan, hidup yang kita serahkan akan berbuah dan menjadi sukacita bagi banyak orang. 

ANTIFON KOMUNI  – Yohanes 12:26

Barangsiapa mengabdi Aku, harus mengikuti Aku. Dan di mana saja Aku ada, di sana pun abdiku harus ada.

DOA SESUDAH KOMUNI:

Marilah berdoa: Allah Bapa yang mahamurah, pada pesta Santo Laurensius ini kami menyatakan bukti pengabdian sejati dan telah Kaupuaskan dengan anugerah-Mu. Kami mohon dengan rendah hati semoga kami semakin menikmati penyelamatan-Mu. Demi Kristus, …

DOWNLOAD AUDIO RESI

1 Comment

  • Epin Roma Agustus 9, 2026 at 8:19 pm

    Terima kasih Romo atas homilinya

    Reply

Leave a Comment