Rabu, 12 Agustus 2026 – Hari Biasa Pekan XIX

Rm Antonius Edi Prasetyo SCJ dari Komunitas SCJ Paroki St Petrus Kenten Palembang – Indonesia

 
 

AUDIO RESI:

ANTIFON PEMBUKA – Mazmur 113:1-2

Pujilah hai hamba-hamba Tuhan, pujilah nama Tuhan! Kiranya nama Tuhan dimasyhurkan, sekarang dan selamanya.\

PENGANTAR:

Kemuliaan Tuhan menunjukkan dengan jelas kekejian dosa. Para nabi dipanggil untuk membersihkan dunia dari segala kejahatan, dan memuji kekudusan Tuhan. Di dalam Gereja pun dituntut agar orang-orang berdosa diampuni.

DOA KOLEKTA:

Marilah bedoa: Allah Bapa, sumber belas kasih, semoga kami selalu menaruh belas kasih dan saling memaafkan, sebagaimana Engkau mengampuni kami melalui Yesus Kristus Putra-Mu, ….

BACAAN PERTAMA: Pembacaan dari Nubuat Yehezkiel 9:1-7; 10:18:22

Tulislah huruf T pada dahi orang-orang, yang berkeluh kesah karena segala perbuatan keji di Yerusalem.

Aku mendengar Tuhan berseru dengan suara nyaring, “Majulah ke mari, hai para penghukum Yerusalem! Bawalah masing-masing alat pemusnah.” Dan lihat, enam orang pria datang dari jurusan pintu gerbang Atas, yang menghadap ke utara, masing-masing dengan alat pemukul di tangannya. Seorang di antara mereka berpakaian lenan, dan di sisinya terdapat suatu alat tulis. Mereka itu masuk dan berdiri di samping mezbah tembaga.
Pada saat itu kemuliaan Allah Israel sudah terangkat dari atas kerub, tempatnya semula, ke atas ambang pintu bait suci. Allah memanggil orang yang berpakaian lenan, yang mempunyai alat tulis di sisinya. Lalu Tuhan bersabda kepadanya, “Berjalanlah dari tengah-tengah kota Yerusalem, dan tulislah huruf T pada dahi orang-orang yang berkeluh kesah karena segala perbuatan keji yang terjadi di sana.”
Dan kepada yang lain-lain aku mendengar Tuhan berkata, “Ikutilah dia dari belakang melintasi kota itu dan pukullah sampai mati [semua orang yang tidak ditandai T.] Janganlah merasa sayang dan jangan kenal belas kasihan! Orang-orang tua, teruna dan dara-dara, anak-anak kecil dan para wanita, bunuh dan musnahkanlah! Tetapi semua orang yang ditandai huruf T, jangan kalian sentuh! Dan mulailah dari tempat kudus-Ku.”
Maka mulailah mereka dengan orang tua-tua yang berada di depan bait suci. Kemudian Ia bersabda kepada mereka, “Najiskanlah bait suci itu dan penuhilah pelatarannya dengan orang-orang yang terbunuh. Ayo, Pergilah!” Mereka pergi ke luar dan memukuli orang-orang sampai mati di dalam kota.
Lalu kemuliaan Tuhan pergi dari ambang pintu bait suci dan hinggap di atas kerub-kerub. Kerub-kerub itu mengangkat sayap mereka, dan waktu mereka pergi, aku melihat mereka naik dari tanah dan roda-rodanya bersama dengan mereka. Lalu mereka berhenti dekat pintu gerbang rumah Tuhan yang di sebelah timur, sedang kemuliaan Allah Israel berada di atas mereka. Itulah makhluk-makhluk hidup yang dahulu kulihat di bawah Allah Israel di tepi sungai Kebar. Dan aku mengerti, bahwa mereka adalah kerub-kerub. Masing-masing mempunyai empat muka dan empat sayap, dan di bawah sayap mereka ada bagian yang berbentuk tangan manusia. Kelihatannya muka mereka serupa dengan muka makhluk-makhluk yang kulihat di tepi sungai Kebar. Masing-masing berjalan lurus ke depan.
Demikianlah sabda Tuhan.
Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 113:1-6

Ref. Kemuliaan Tuhan mengatasi langit.

  1. Pujilah, hai hamba-hamba Tuhan, pujilah nama Tuhan! Kiranya nama Tuhan dimasyhurkan, sekarang dan selama-lamanya.

  2. Dari terbitnya matahari sampai pada terbenamnya terpujilah nama Tuhan. Tuhan tinggi mengatasi segala bangsa, kemuliaan-Nya mengatasi langit.

  3. Siapakah seperti Tuhan, Allah kita, yang diam di tempat tinggi, yang merendahkan diri untuk melihat ke langit dan ke bumi?

BAIT PENGANTAR INJIL – 2Kor 5:19

U : Alleluya Alleluya.
S: Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya dalam diri Kristus dan mempercayakan warta perdamaian kepada kita.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius 18:15-20

Jika saudaramu yang berbuat dosa mendengarkan teguranmu, engkau telah mendapatnya kembali.

Sekali peristiwa Yesus bersabda kepada murid-murid-Nya, “Apabila saudaramu berbuat dosa, tegurlah dia di bawah empat mata. Jika ia mendengarkan nasihatmu engkau telah mendapatnya kembali. Jika ia tidak mendengarkan dikau, bawalah seorang atau dua orang lain, supaya atas keterangan dua atau tiga orang saksi, perkara itu tidak disangsikan. Jika ia tidak mau mendengarkan mereka, sampaikanlah soalnya kepada jemaat. Dan jika ia tidak mau juga mendengarkan jemaat, pandanglah dia sebagai orang yang tidak mengenal Allah atau seorang pemungut cukai.
Aku berkata kepadamu: Sungguh, apa yang kalian ikat di dunia ini akan terikat di surga, dan apa yang kalian lepaskan di dunia ini akan terlepas di surga.
Dan lagi Aku berkata kepadamu, Jika dua orang di antaramu di dunia ini sepakat meminta apa pun, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di surga. Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul demi Nama-Ku, Aku hadir di tengah-tengah mereka.”
Demikianlah Injil Tuhan.
Terpujilah Kristus

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm Antonius Edi Prasetyo SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria. 

Pendengar Resi Dehonian terkasih, Jumpa kembali dengan saya, Romo Antonius Edi Prasetyo SCJ dari Komunitas SCJ Paroki St. Petrus Palembang dalam Resi – Renungan Singkat Dehonian Edisi Rabu 12 Agustus 2026.

Saudara-saudariku yang terkasih, para sahabat Hati Kudus Yesus. Saat ini marak istilah cancel culture. Apa itu? Sederhananya, cancel culture adalah kecenderungan untuk mengucilkan, menolak, atau menghentikan dukungan terhadap seseorang karena dianggap melakukan kesalahan. Di zaman media sosial, satu kesalahan dapat dengan cepat menjadi viral. Orang ramai-ramai mengecam, lalu seseorang seolah-olah tidak lagi diberi ruang untuk menjelaskan, bertobat, atau berubah. Secara psikologis, kita mudah sekali mengubah kesalahan seseorang menjadi identitasnya: “Dia melakukan kesalahan, berarti dia memang orang jahat.” Di sinilah cancel culture menjadi berbahaya: kita tidak lagi memisahkan orangnya dari kesalahannya.
Dalam Injil hari ini, Yesus berkata, “Apabila saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia di bawah empat mata.” Menarik, Yesus menyebut orang yang bersalah itu “saudaramu.” Artinya, dosa memang harus disebut dosa, tetapi dosa tidak menghapus martabat seseorang sebagai saudara. Karena itu Yesus tidak berkata, “Sebarkan kesalahannya” atau “cancel dia,” tetapi “tegurlah.”

Teguran dalam Injil bukanlah tindakan untuk mempermalukan, tetapi tindakan kasih yang mengundang seseorang kepada pertobatan. Bahkan Yesus memberikan proses yang sangat manusiawi: pertama berbicara empat mata; jika tidak didengar, melibatkan satu atau dua orang; dan jika perlu, membawa persoalan kepada komunitas. Ada proses, ada dialog, ada kesempatan untuk mendengarkan dan berubah. Artinya, komunitas Kristiani tidak boleh menjadi tempat di mana seseorang langsung dihukum berdasarkan gosip atau emosi. Kita tidak dipanggil untuk membiarkan kesalahan, tetapi juga tidak dipanggil untuk menghancurkan orang yang bersalah. Saudara-saudariku terkasih,

Mungkin hari ini ada orang yang sudah kita cancel dalam hati. Kita tidak mau berbicara dengannya lagi. Kita sudah memberi label kepadanya berdasarkan satu kesalahan, satu perkataan, atau satu masa lalunya. Mungkin kita bahkan lebih sering membicarakannya daripada mendoakannya. Maka Injil hari ini mengajak kita bertanya: Apakah saya hanya ingin membuktikan bahwa saya benar, atau saya sungguh ingin mendapatkan kembali saudara saya?Jangan cepat meng-cancel. Beranilah menegur dengan kasih, mengampuni, dan memulihkan. Karena ketika kita berjuang mengembalikan persaudaraan, Kristus hadir di tengah-tengah kita.
Sebab pada akhirnya, Gereja bukan komunitas orang-orang yang tidak pernah salah. Gereja adalah komunitas orang berdosa yang terus-menerus dipanggil untuk bertobat dan kembali kepada Allah. 

Saya memberkati saudara dengan berkat Allah yang melimpah, dalam nama Bapa, Putera dan Roh Kudus. Amin. Semoga Hati Kudus Yesus senantiasa merajai hati kita semua. Amin. Tuhan memberkati. Berkah Dalem.

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN:

Allah Bapa yang maharahim, ampunilah kiranya kami karena roti anggur ini, karena Yesus Putra-Mu terkasih, yang telah sudi menanggung segala dosa kami dan kini hidup ….

ANTIFON KOMUNI – Matius 18:20

Di mana saja dua atau tiga orang berkumpul demi nama-Ku, Aku berada di tengah mereka.

DOA SESUDAH KOMUNI:

Marilah berdoa: Allah Bapa kami yang maharahim, kami bersyukur, sebab berkat belas dan cinta kasih-Mu Engkau selalu memberi harapan baru. Kami bersyukur pula karena Roh-Mu yang kudus selalu menghidupi kami. Demi Kristus, ….

DOWNLOAD AUDIO RESI: 

No Comments

Leave a Comment