Rabu, 23 September 2020 – Peringatan Wajib St. Pius dari Pietrelcina (Padre Pio), Imam

Rm Albertus Suryadi SCJ

 

ANTIFON PEMBUKA – Bdk. Luk 4:18

Roh Tuhan menyertai aku. Aku diurapi-Nya dan diutus mewartakan kabar gembira kepada kaum fakir miskin dan menghibur orang yang remuk redam.

DOA PEMBUKA:

Marilah berdoa: Allah Bapa Yang Mahakuasa dan penuh belaskasih, Engkau sudah memasyhurkan Santo Padre Pio. Semoga berkat doa dan teladannya kami berusaha membawa sesama kepada cinta kasih Kristus dan dapat memperoleh kemuliaan abadi bersama mereka. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.

BACAAN PERTAMA: Kitab Amsal 30:5-9

“Janganlah aku Kauberi kemiskinan atau kekayaan, melainkan hanyalah kebutuhan hidupku secukupnya.”

Semua firman Allah adalah murni. Ia adalah perisai bagi orang-orang yang berlindung pada-Nya. Jangan menambahi firman-Nya, supaya engkau tidak ditegur-Nya dan dianggap pendusta. Dua hal aku mohon kepada-Mu, jangan itu Kautolak sebelum aku mati, yakni: Jauhkanlah dari padaku kecurangan dan kebohongan. Jangan berikan kepadaku kemiskinan atau kekayaan. Biarkanlah aku menikmati makanan yang menjadi bagianku. Supaya, kalau aku kenyang, aku tidak menyangkal-Mu dan berkata: Siapa Tuhan itu? Atau, kalau aku miskin, aku mencuri, dan mencemarkan nama Allahku.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 119:29.72.89.101.104.163

Ref. Sabda-Mu, ya Tuhan, adalah pelita bagi langkahku.

  1. Jauhkanlah jalan dusta dari padaku, dan karuniakanlah hukum-Mu kepadaku.

  2. Taurat yang Kausampaikan adalah baik bagiku, lebih berharga daripada ribuan keping emas dan perak.

  3. Untuk selama-lamanya, ya Tuhan, firman-Mu tetap teguh di surga. Terhadap segala jalan kejahatan aku menahan kakiku, supaya aku berpegang pada firman-Mu.

  4. Aku beroleh pengertian dari titah-titah-Mu, itulah sebabnya aku benci segala jalan dusta.

  5. Aku benci dan merasa jijik terhadap dusta, tetapi hukum-Mu kucintai.

 

BAIT PENGANTAR INJIL: 

U: Alleluya
S: Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil.

BACAAN INJIL: Lukas 9:1-6

“Ia mengutus para murid mewartakan kerajaan Allah dan menyembuhkan orang-orang sakit.”

Sekali peristiwa Yesus memanggil keduabelas murid-Nya, lalu memberikan tenaga dan kuasa kepada mereka untuk menguasai setan-setan dan untuk menyembuhkan penyakit-penyakit. Ia mengutus mereka untuk mewartakan Kerajaan Allah dan menyembuhkan orang-orang. Yesus berkata kepada mereka, “Jangan membawa apa-apa dalam perjalanan. Jangan membawa tongkat atau bekal, roti atau uang, atau dua helai baju. Apabila kalian diterima di suatu rumah, tinggallah di situ sampai kalian berangkat dari situ. Dan kalau ada orang yang tidak mau menerima kalian, keluarlah dari kota mereka, dan kebaskanlah debunya dari kakimu sebagai peringatan terhadap mereka.” Lalu pergilah mereka, dan menjelajah segala desa, sambil memberitakan Injil serta menyembuhkan orang sakit di segala tempat.

 

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Alebertus Suryadi SCJ

Vivat Cor Jesu, Per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus, melalui hati Bunda Maria.

Para pendengar RESI yang terkasih, Jumpa kembali bersama saya Romo Albertus Suryadi SCJ, dalam acara RESI, Rabu, 23 September 2020. Tema renungan kita adalah, “Kita semua di utus menjadi pewarta Kabar Gembira”.

Para pendengar RESI yang terkasih, dalam bacaan Injil hari ini kita bersama mendengarkan, Yesus memanggil murid muridNya, mengutus mereka, dan memberikan pesan-pesan yang hendaknya menjadi pegangan bagi para MuridNya yang diutus.Intinya pesan yang di sampaikan oleh Yesus tersebut adalah, hendaknya para murid selalu sadar akan siapa mereka, identitas mereka, yakni, mereka adalah utusan, maka biarlah Yesus sendirilah yang utama. Yesus lah sang pengutus, maka hendaknya para murid mewartakan Yesus, yang adalah isi dari Kabar Gembira tersebut. Harapannya adalah bukan para murid yang menjadi besar, tetapi Yesus yang menjadi besar dan menjadi pusat isi dari pewartaaan kabar Gembira tersebut.

Para pendengar RESI yang terkasih, melalui rahmat sakramen Baptisan yang kita terima, kita semua sejak awal telah di pilih oleh Allah, menjadi pewarta Kabar Gembira, kepada semua orang, di manapun kita berada dan di utus. Kita pun bersyukur, karena kitapun telah memperoleh bekal sebagai pewarta kabar Gembira yakni, anugerah Roh Kudus yang di curahkan ke dalam hidup kita. Hal inilah yang hendaknya selalu kita sadari dan kita pegang dalam setiap langkah hidup kita sebagai pewarta, serta yang selalu menjadi penyemangat bagi kita dalam melakukan perbuatan baik, kemurahan hati, dan tindakan belas kasih Tuhan Yesus, kepada sesama kita. 

Untuk itu marilah kita dengan penuh iman, agar kita mampu untuk menghidupi semangat nilai-nilai kemuridan kita dan pada saat yang sama, kita bersama sama dengan penuh suka cita selalu berani dengan setia mewartakan dan menjadi saksi Kabar Gembira dalam setiap hidup kita, di manapun kita berada dan diutus.

Semoga Hati Kudus Yesus selalu merajai dan membimbing hidup kita, di manapun kita berada, sekarang dan selama lamanya. Dan selamat berkarya untuk hari ini, tetap satu dalam doa, Tuhan memberkati. Amin.

 

DOA PENGANTAR PERSEMBAHAN

Allah Bapa sumber iman kepercayaan, ajarilah kami melalui roti anggur ini hanya percaya akan janji-Mu. Semoga kami selalu siap sedia hidup sebagaimana Putra-Mu terkasih, ialah .Tuhan dan pengantara kami. Amin

 

ANTIFON KOMUNI – Lukas 9:1

Yesus memanggil kedua belas murid-Nya dan memberi mereka tenaga dan kuasa untuk menguasai setan-setan dan menyembuhkan penyakit-penyakit. 

 

DOA PENUTUP

Marilah berdoa: Allah Bapa sumber segala harapan Engkau memanggil siapa pun agar percaya penuh akan sabda Yesus Putra-Mu. Semoga selalu menjadi harapan hari kemudian kami. Sebab Dialah…. 

1 Comment

  • Istanto September 22, 2020 at 10:42 pm

    Terima kasih renungannya Rama

    Reply

Leave a Comment