Rabu, 11 November 2020 – Peringatan Wajib St. Martinus dari Tours

Fr. Gregorius Virdiawan Mubin SCJ dari Komunitas Provinsialat SCJ Palembang – Indonesia

 
 
 
 

ANTIFON PEMBUKA –  I Sam 2:35

Seorang imam akan Kuangkat bagi-Ku. la setia pada-Ku dan bertindak menurut maksud dan keinginan-Ku.

 

PENGANTAR

Pada suatu perjalanan militer, Martinus yang lahir tahun 315 di Sabaria, Hungaria, membagi mantolnya dengan seorang pengemis untuk menyelamatkan dia dari kedinginan. Mantol itu menjadi lambang amal kasih yang nyata, “Berani membagikan kepada sesama apa yang kauperlukan sendiri. Puda umur 18 tahun ia dibaptis dan masih beberapa tahun berdinas militer la menghubungi Uskup Hilarius dari Poitiers, yang menempatkan dia di tempat asalnya. Tahun 361 bersama uskupnya ia mendirikan biara pertama di Perancis Kelak ia menjadi uskup di Tours dan menyebar luaskan Injil di Perancis Tengah, dibantu para biarawannya.

 

DOA PEMBUKA

Marilah berdoa: Allah Bapa, kemuliaan para kudus, uskup Mu Santo Martinus meluhurkan Dikau baik dengan kehidupan maupun dengan kematiannya. Barilah kiranya dalam hati kami karya agung rahmat-Mu, sehingga maut ataupun hidup takkan mampu memisahkan kami dari cinta kasih-Mu Demi Yesus Kristus, Putra-Mu,…

 

BACAAN PERTAMA: Titus 3:1-7

“Dahulu kita sesat, tetapi berkat rahmat-Nya kita diselamatkan.”

Saudara terkasih, ingatkanlah semua orang agar tunduk pada pemerintah dan para penguasa. Hendaklah mereka taat dan siap sedia melakukan setiap pekerjaan yang baik. Janganlah mereka memfitnah atau bertengkar. Hendaklah mereka selalu ramah dan bersikap lemah lembut terhadap semua orang. Sebab dahulu kita juga hidup dalam kejahilan: Tidak taat, sesat, menjadi hamba berbagai-bagai nafsu dan keinginan, hidup dalam kejahatan dan kedengkian, keji dan saling membenci. Tetapi ketika telah nyatalah kerahiman dan kasih Allah serta Juruselamat kita kepada manusia maka kita diselamatkan oleh-Nya. Hal itu terjadi bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, melainkan karena rahmat-Nya berkat permandian kelahiran kembali dan berkat pembaharuan yang dikerjakan Roh Kudus, yang sudah dilimpahkan-Nya kepada kita lantaran Yesus Kristus, Juruselamat kita. Dengan demikian kita sebagai orang yang dibenarkan oleh kasih karunia-Nya berhak menerima hidup yang kekal sesuai dengan pengharapan kita.

 

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 23:1-3a.3b-4.5.6

Ref. Tuhanlah gembalaku, tak’kan kekurangan aku\

  1. Tuhan adalah gembalaku, aku tidak kekurangan: ‘ku dibaringkan-Nya di rumput yang hijau, di dekat air yang tenang. ‘Ku dituntun-Nya di jalan yang lurus demi nama-Nya yang kudus.

  2. Sekalipun aku harus berjalan di lembah yang kelam, aku tidak takut akan bahaya, sebab Engkau besertaku; sungguh tongkat penggembalaan-Mu, itulah yang menghibur aku.

  3. Kausiapkan hidangan bagiku di hadapan lawanku. Kauurapi kepalaku dengan minyak dan pialaku melimpah.

  4. Kerelaan yang dari Tuhan dan kemurahan ilahi, mengiringi langkahku selalu sepanjang umur hidupku. Aku akan diam di rumah Tuhan sekarang dan senantiasa.

 

BAIT PENGANTAR INJIL:

U :  Alleluya
S :  (1Tes 5:18) Hendaklah kalian mengucap syukur dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah bagi kalian di dalam Kristus Yesus.

 

BACAAN INJIL: Lukas 17:11-19

“Tidak adakah yang kembali untuk memuliakan Allah selain orang asing itu?”

Dalam perjalanan-Nya ke Yerusalem Yesus menyusur perkotaan Samaria dan Galilea. Ketika Ia memasuki suatu desa datanglah sepuluh orang kusta menemui Dia. Mereka tinggal berdiri agak jauh dan berteriak, “Yesus, Guru, kasihanilah kami!” Yesus lalu memandang mereka dan berkata, “Pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam.” Dan sementara dalam perjalanan mereka menjadi tahir. Seorang di antara mereka, ketika melihat bahwa dirinya telah sembuh, kembali sambil memuliakan Allah dengan suara nyaring, lalu tersungkur di depan kaki Yesus dan mengucap syukur kepada-Nya. Orang itu seorang Samaria. Lalu Yesus berkata, “Bukankah kesepuluh orang tadi semuanya telah menjadi tahir? Di manakah yang sembilan orang tadi? Tidak adakah di antara mereka yang kembali untuk memuliakan Allah selain orang asing ini?” Lalu Ia berkata kepada orang itu: “Berdirilah dan pergilah, imanmu telah menyelamatkan dikau.”

 

RESI DIBAWAKAN OLEH Fr. Gregorius Virdiawan Mubin SCJ

Vivat Cor Jesu, Per Cor Marie! Hiduplah Hati Kudus Yesus, melalui Hati Maria!

Sahabat Resi Dehonian yang direngkuh dalam cinta Hati Kudus Yesus. Salam jumpa Bersama Saya, Fr. Gregorius Virdi Mubin SCJ dari Palembang dalam Resi (Renungan singkat) Edisi Rabu, 11 November 2020, Peringatan Wajib St. Martinus dr Tours.

Tema Resi kita hari ini adalah: “Belaskasih Tuhan yang Menembus Keputusasaan”

Mari kita persiapakan hati untuk mendengarkan bacaan hari ini. Dalam Nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin

Saudara-saudari sahabat Resi Dehonian, yang penuh rahmat dalam Hati Yesus.

Kusta adalah penyakit menjijikkan pada masanya. Penderita kusta akan dijauhi oleh keluarga, oleh tatanan sosial maupun agama. Mereka akan terkungkung dalam kesendiriaan dan keputusasaan, serta menjadi orang asing dimanapun mereka berada. Namun suatu kali, sepuluh orang kusta mendatangi Yesus yang sedang dalam perjalanan menuju Yerusalem guna memohon belaskasih-Nya. Tentu saja butuh keberanian yang besar bagi sepuluh orang ini untuk bertemu dengan figur Mesias. Yesus tetap menghormati hukum Taurat dengan meminta mereka menghadap imam. Suatu permintaan yang membuat mereka harus berjalan menuju pintu yang ditutup bagi mereka.

Kemudian sembilan orang kusta yang menjadi tahir karena belaskasih ilahi hilang entah kemana. Hanya menyisahkan satu orang saja, itupun ‘hanya’ orang Samaria. Ia lebih memilih kembali kepada Yesus sambil memuliakan Allah. Mungkin bagi orang Samaria sendiri, tak ada artinya ia menghadap imam untuk minta pentahiran agar diterima dalam masyarakat. Toh sebagai orang Samaria ia tetap akan menjadi orang asing dan tertolak oleh otoritas Yahudi. Lagipula ia sudah terlanjur menemukan belaskasih sejati dalam diri Yesus yang sungguh menerima dan mengasihaninya sebagai manusia seutuhnya.

Orang Samaria inilah yang oleh Yesus benar-benar dianggap selamat oleh karena imannya. Bukan sekedar sembuh dari kusta, oleh karena belaskasih Tuhan, ia sekaligus menang atas keputusasaan dan sungguh-sungguh sembuh menjadi manusia sewajarnya. Belaskasih itu mendobrak sekat dan jurang yang tercipta oleh karena praktik keagamaan maupun kebiasaan yang ada. Belaskasih Tuhan menghancurkan batas-batas yang mengungkung kehidupannya.

Saudara-saudari, dengan cara-Nya tersendiri, iman yang menggerakkan orang Samaria yang menjadi tahir itu dipuji oleh Yesus sekalipun ia dianggap asing oleh orang-orang sekitarnya. Orang Samaria itu tahu apa yang harus dilakukan setelah mengalami sendiri penyelamatan. Jangan malu belajar beriman dengan orang Samaria ini. Mungkin kita juga pernah atau akan berada pada situasi tertekan atau putus asa. Kita perlu menghimpun keberanian dan dengan rendah hati menghaturkan permohonan kepada Tuhan. Jangan ngambek saat merasa bahwa doa tidak didengar. Jangan melulu hanyut dalam kegembiraan saat merasa bahwa doa kita terkabul.

Jangan lupa bahwa belaskasih Tuhan atas kitalah yang memberi arti terhadap seluruh perjuangan hidup kita. Mungkin Tuhan juga meminta kita berjalan menuju ‘jalan yang tertutup’ agar iman kita kian berkilau. Iman itulah yang kelak menyelamatkan kita. Tanggapan kita atas belaskasih ilahilah yang memampukankita merengkuh kebebasan sejati hingga melampaui rasa putus asa kita. Ia tetap akan menjadi teman saat kita melalui peristiwa hidup yang tidak mudah, sekalipun banyak orang mengucilkan dan menolak kita. Saat kita berani mensyukuri campurtangan Tuhan dalam semua situasi hidup, saat itulah kita menyadari bahwa kita tidak sendiri. Rahmat Tuhan tak berhenti bekerja dan akan selalu membebaskan kita menjadi manusia seutuhnya, dan kita menanggapi karya agung itu dengan rasa syukur serta puja bakti melalui persembahan hidup kita masing-masing.

Sahabatku yang dikasihi dan mengasihi Hati Yesus, mari kita menyelami belaskasih ilahi dan berbalik kembali kepada Tuhan untuk bersyukur dan memuliakan-Nya. Mari kita mensyukuri camputangan-Nya yang menyelamatkan kita dalam seluruh pergulatan dan seluruh pengalaman hidup kita. Semoga hidup kita senantiasa menjadi saluran belaskasih Allah bagi sesama kita.

Semoga Hati Kudus Yesus selalu merajai hati kita. Amin.

Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin.

Tuhan memberkati!

 

DOA PENGANTAR PERSEMBAHAN

Allah Bapa kami yang Mahakudus, terimalah dan kuduskanlah roti untuk menghormati Santo Martinus, uskup-Mu. Semoga karenanya hidup kami tetap Kau Bimbing dalam suka dan duka Demi kristus, Tuhan dian pengantara kami

 

ANTIFON KOMUNI – Mat 28:40

Sungguh benar sabda-Ku ini: Apa saja yang kalian lakukan bagi salah seorang saudara-Ku, kalian lakukan bagi-Ku sendiri.

 

DOA PENUTUP

Marilah berdoa: Allah Bapa, pusat dan sumber kehidupan kami, Engkau telah menyegarkan kami dengan ekaristi tanda kesatuan. Semoga hati kami dalam segalanya selalu senada dengan kehendak-Mu sehingga sebagamana Santo Martinus, uskup-Mu. kami menyerahkan diri menjadi milik-Mu seutuhnya.Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami

No Comments

Leave a Comment